LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Season 2 Episode 7



***


Aku terus berusaha menelepon kak Faiz dan sesekali mengirimkan pesan padanya. Namun, tak kunjung ada jawaban darinya.


"Ya ampun. Bagaimana ini, apa mungkin kak Faiz marah pada Ku sekarang.....? " ucap Ku pelan.


Aku sempat putus asa,namun tidak lama akhirnya kak Faiz balik menelepon Aku. Dengan segera Aku langsung mengangkatnya.


"Sayang...... " ucap Ku reflek.


Terdengar tawa kak Faiz dalam sambungan telepon.


"Kakak, kok malah ketawa sih? Memangnya ada yang aneh yah...? "


"Tumben saja kesayangan Aku memanggil dengan nama itu.... " balas Kak Faiz.


"Karena Aku khawatir, kakak marah padaku..... " timpal Ku.


"Marah? Apa yang kamu bicarakan sayang. Kenapa Aku harus marah padamu sekarang.... "


"Soalnya tadi, Aku sempat melewatkan telepon dan chat dari kakak...... " balas Ku.


"Ya ampun. Jadi itu masalahnya, Aku nggak akan segampang itu marah sama kamu sayang....... " jelasnya berusaha menenangkan Aku.


"Oh iya, apa yang sedang kamu lakukan sekarang, sayang.....? " lanjut kak Faiz.


"Kan lagi teleponan sama kakak, gimana sih..... "


"Iya kakak tahu, maksudnya apa yang sedang kamu kerjakan di sana....? " tanya nya kembali.


"Aku baru saja tengah bersiap untuk belajar. Untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah di ajarkan di sekolah...... " jelas Ku.


"Rajin nya kesayangan kakak....... " puji nya.


Aku pun sempat tersipu malu dengan perkataan kak Faiz barusan.


"Kalau kakak sendiri sedang apa di sana.....? "


"Baru saja kakak selesai kuliah. Ini mau istirahat dan menuju market untuk membeli bahan makanan untuk nanti makan di asrama..... "


"Kebetulan hari ini hanya saya mata pelajaran saja yang kakak ikuti. Setelah itu, kakak langsung pulang..... "lanjutnya.


"Oh begitu. Aku ingin sekali punya kesempatan untuk pergi ke sana, namun sayangnya belum ada libur panjang di sini...... " ucap Ku memelas.


"Ya ampun, kangen banget yah sama kakak? Sampai-sampai Nara, ada ke inginkan untuk nyusul kakak ke sini.... "


"Ya kangen lah. Ya, meskipun tiap hari kita berkomunikasi. Tapi kan tetap beda aja, nggak kayak ketemu langsung..... ''


" Iya juga sih. Kakak juga sempat berpikiran seperti itu........ "


"Oh iya, Salsa katanya pindah yah sekolahnya ke Bali......? "


''Iya, soalnya kan di sini dia nggak ada yang jagain lagi. Lagian ke dua orang tua kakak kan, kebanyakan menghabiskan waktunya di sana..... "


"Iya, minggu kemarin Aku sempat menerima telepon darinya. Dan dia berpamitan sama Aku, padahal kenapa nggak tinggal sama Nara, aja sih? Kan biar ada temannya di sini...... "


"Kita belum menikah sayang.Mana mungkin juga kan, orang tua Ku akan izinin. Mereka pasti tidk nyaman juga malah merepotkan kamu..... "


"Aku sama sekali tidak keberatan kak. Aku akan senang....... "


"Ya sudah lah nggak apa-apa. Lagian itu juga kemauan Salsa juga...... " balas kak Faiz.


"Gimana di sekolah, apkah semuanya lancar? Katanya kemarin lagi mene ngerjakan sesuatu.... " lanjutnya.


"Iya kemarin Aku mengerjakan prakarya. Dan untung banget, hasilnya memuaskan. Kelompok Aku mendapatkan posisi pertama..... "


"Selamat ya sayang. Kakak ikut senang mendengarnya....... "


"Makasih yah, atas ucapan selamat nya....... "


"Ya udah, di sana sekarang sudah larut malam bukan. Sekarang Nara, tidur aja. Kakak juga ini lagi mau berangkat ke Market...... "


"Iya.Dadah sayang....... "


"Em.Good night sayang Ku..... "


"Love you..... " lanjutnya.


Sambungan telepon pun langsung terputus dan Aku langsung duduk sambil memandangi layar ponsel milik Ku sambil tersenyum.


Setelah itu, Aku meraih buku yang tadi sempat Aku ambil dan mulai membacanya sambil tiduran. Sampai akhirnya Aku pun tertidur dengan mendekap buku di atas Ku.


***


Pagi harinya, Aku menyempatkan untuk lari pagi. Ibu pun sempat heran, karena biasanya kebiasaan pagi Aku hanya berdiam diri di dalam kamar atau nggak nonton TV.


"Nara.....! " seru Hina menghentikan langkah Ku.


"Eh kamu. Dari mana....? "


"Ini Aku habis dari toko swalayan di gang sana. Ibu meminta Aku untuk membeli roti untuk Aku sarapan nanti. Kebetulan stok di rumh sudah habis...... " jelas Hina.


"Eh iya, kok tumben kamu pagi ini lari, biasanya juga nggak..... " lanjutnya.


"Ih kamu nggak ingat, kan kemarin Aku makan rendang banyak banget. Ini lemak di perut Ku mulai terlihat..... "


"Aduh Nara, Aku juga santai aja. Ya udah Aku duluan yah, takut ibu nyariin..... "


"Iya, ini juga Aku bentar lagi selesai. Paling satu putaran lagi....... "


"Dah....... " ucap Hina sambil melambaikan tangannya.


Aku pun langsung melanjutkan aktivitas lari pagi Ku hari ini. Setelah itu Aku langsung pulang, karena sudah pukul 06.00 wib. Aku harus segera bersiap untuk berangkat ke sekolah.


Setelah mandi, Aku langsung keluar kamar dan menghampiri ayah dan ibu di ruang makan.


"Gimana, turun berapa kilo.......? " tanya ayah sambil tersenyum..


"Ih ayah, ngeledek Nara yah..... " balas Ku.


"Tumben aja, anak gadis ayah pagi-pagi udah nggak ada di dalam kamar. Tadi ayah ke kamar Nara, untuk meminjam bulpen. Soalnya punya ayah hilang nggak tahu kemana..... " jelas ayah.


"Oh gitu. Terus bulpen nya ketemu nggak ayah? Soalnya Nara menyimpannya di tempat pensil di dalam tas...... "


"Udah sama ibu, soalnya ayah mana mau di nyari sampai ke dalam tas kamu...... " sambung ibu sambil menyimpan satu wadah penuh nasi goreng.


"Oh gitu. Iya juga sih, paling ayah teriak-teriak minta tolong untuk di cariin...... " timpal Ku.


"Bener banget. Yang satu pergi dan yang satunya teriak pagi-pagi...... " ucap ibu duduk di samping Ku.


"Takutnya nanti ada harta karun........ " timpal ayah.


Aku dan ibu pun tertawa mendengar ucapan ayah.


"Ya udah ayo kita makan...... " ajak ibu.


Kami pun langsung mengambil piring yang sudah ibu siapkan dan langsung mengambil nasi gorengnya secara bergantian.


Setelah acara sarapannya selesai, Aku langsung berpamitan sama ayah dan ibu. Karena sudah terdengar teriakkan Hina dan Kia di depan rumah.


Hari ini, Angga kembali membawa mobilnya. Namun, bedanya hari ini dia tidak lagi membawa mobil milik ibunya. Melainkan mobilnya sendiri.


"Pagi...... ''ucap Ku sesudah masuk mobil.


" Pagi juga...... "timpal mereka bersamaan.


" Eh udah balik yah ke sayangan kamu ini......? "tanya Ku pada Angga.


" Iya dong. Dia nggak bakalan betah lama-lama menginap di bengkel...... "timpal nya.


Angga pun langsung melakukan mobilnya dengan membunyikan musik.


" Eh, tahu nggak? Tadi lagi Aku ketemu sama Nara...... "tutur Hina memecah keheningan sambil tersenyum usil ke arah Ku.


" Lah memangnya kenapa? Apa yang dilakukan Nara memangnya.....? " tanya Kia penasaran.


"Dia sedang lari pagi..... " timpal Hina.


"Tumben banget kamu olahraga raga pagi. Biasanya juga ke luar rumah kalau kita samperin...... " balas Kia.


"Kamu sih, malah cerita. Aku kan jadinya malu.... "