
***
Bel pulang sekolah pun berbunyi,Aku dan Kia pun langsung menghampiri Hina dan Angga di klinik.Tidak lupa ku raih tas milik Hina yang tertinggal di kelas.
Ternyata setelah hampir sampai di klinik,Hina dan Angga sudah keluar dan menunggu kami berdua di dekat lobi.
Aku dan Kia pun langsung menghampiri mereka berdua.
"Lah kok kalian udah di sini aja.Baru aja kami berdua mau nyusul ke klinik...."ucap Ku.
"Lagian lama-lama di klinik,pengap juga Nara...."timpal Angga.
"Jadi kita langsung pulang aja nih....?"tanya Kia.
"Iya,langsung pulang aja lah.Aku langsung mau istirahat....."balas Angga.
"Ayo cepet....."
Aku melihat raut wajah Angga nampaknya sedang tidak baik-baik saja.Dia tampak sedang memendam akan suatu hal.Aku tidak berani menanyakannya langsung,apalgi dengan keadaan dia yang sekarang ini.
Akhirnya kami pun langsung pulang dan selama perjalanan tidak ada satu kata pun yang ke luar dari kami berempat.Biasanya rame,namun sekarang hanya keheningan yang mengiringi kami.
Setelah sampai Aku langsung turun dan berpamitan sama teman-teman Ku.
Setelah menyimpan tas ke dalam kamar,Aku sekalian ganti baju.Setelah itu Aku langsung ke dapur untuk memasak buat Aku makan siang hari ini.
Aku mulai membuka kulkas dan melihat bahan makanan yang bisa Aku masak.Aku pun berniat membuat mie goreng saja,kebetulan sekali di freezer ada udang yang di kupas sama ibu.
Setelah mengambil bahan-bahannya,Aku langsung mempersiapkan bumbu dengan cukup memblendernya saja.Kemudian Aku memotong sayuran wortel,kol sama sawi hijau sebagai bahan pelengkap.Tidak lupa Aku juga memasukan bakso,sosis sama Telur supaya lebih kenyang.
Setelah semuanya siap,Aku pun langsung mulai memasak.Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memasak mie goreng kesukaan Ku.
Aku pun langsung duduk sambil menikmatin satu piring mie goreng yang Aku buat dengan sepenuh hati.
**Tit....
Bunyi nonaktifasi dari HP milik Ku mengagetkan Ku.Aku pun langsung meraihnya,kwbetulan Aku menyimpannya tidak jauh dari tempat Aku duduk.
Ternyata itu pesan yang di kirim kak Faiz.Dia meminta Ku untuk meneleponnya.Kebetulan sekarang kak Faiz tengah bersantai,karena di sana sudah larut malam.
Tidak berpikir lama lagi,Aku langsung menelepon kak Faiz.
"Halo......"seru Ku.
"Hai sayang....."balas kak Faiz.
"Iya kak,memangnya belum tidur? Kan di sana sudah larut malam....."
"Tidak,kebetulan kakak baru saja menyelesaikan tugas.Dan sekarang sudah selesai.Kebetulan besok kakak tidak ada kuliah....."jelas kak Faiz.
"Oh begitu.Pantas saja....."
"Apa yang sedang Nara lakukan sekarang...?"
"Aku sekarang lagi malan siang,bukan siang juga sih.Lebih tepatnya makan sore....."
"Makan apa....?"tanya kak Faiz kembali.
"Kebetulan,barusan Aku masak mie goreng.Soalnya tadi pagi Aku minta ibu untuk tidak memasak untuk Ku......."
"Wah,kakak jadi kangen sama masakan Nara.Apalagi nasi gorengnya....."timpal kak Faiz.
"Makanya,cepatlah pulang.Nanti Aku masakin makanan yang spesial buat kakak....."
"Baiklah sayang.Semoga liburannya telah tiba...."
"Oh iya,bagaimana hari kamu hari ini? Apakah menyenangkan....?"lanjutnya.
"Tentu saja.Hanya saja......"
"Hanya saja apa sayang....?"tanya kak Faiz.
"Hanya saja tadi pagi,ad insiden yang tidak mengenakan yang terjadi......"
"Apa itu? Bisakah kamu menceritakannya,sayang....."
"Sebenarnya Aku tidak enak untuk menceritakannya......"balas Ku.
"Tidak apa-apa,ceritakan saja....."
"Tadi pagi Angga terlibat perkelahian dengan si Dimas....."
"Dimas? Maksud kamu Dimas yang masih satu komplek dengan kamu,bukan....?"ucap kak Faiz agak terkejut.
"Iya Dimas itu......."
"Memangnya ada masalah apa,kok bisa Angga bisa terlibat perkelahian dengan anak itu.Setahu Ku dia anak yang jarang suka berkelahi....."ucap kak Faiz.
"Iya.Masalahnya itu,sebenarnya yang punya kepentingannya itu bukan Angga.Hanya saja Angga membela Hina....."jelas Ku.
"Maksudnya?Kakak tidak mengerti....."
"Jadi gini,Aku dengar Dimas itu naksir sama Hina.Hanya saja Hina,tidak menerima perasan si Dimas.Padahal Hina udah berusaha ngomong baik-baik sama dia supaya tidak tersinggung....."
"Terus....?"
"Ya pagi tadi,si Dimas maksa buat minta ngobrol sama Hina.Katanya dia tidak meras puas dengan jawaban yang di berikan Hina.Kebetulan di sana ada Aku,Kia dan Angga.Singkatnya Angga tidak tetima dong,Hina di gituin sama Dimas.Apalagi tangan Hina di tarik kayak gitu......"lanjut Ku.
"Ya iya lah wajar Angga ngebelain temannya.Masa iya dia akan diam saja melihat temannya di kasarin kayak gitu sama cowok lain....."timpal kak Faiz.
"Iya kan kak.Terus ya udah terjadilah perkelahian di antara mereka berdua.Aku sama Kia sudah berusaha untuk memisahkan mereka,malu juga kan masih pagi udah ada keributan di sekolah......"
"Ya emang,terkadang harus di kasih pelajaran juga orang yang kayak gitu mah.Masa beraninya sama cewek....."balas kak Faiz.
"Kakak juga,pasti akan langsung menghajar laki-laki yang coba deketin kamu.Oh,apa mungkin ada hal lain yang mendorong Angga.....?"lanjut kak Faiz.
"Sebenarnya Angga itu suka sama Hina,hanya saja dia berani untuk mengungkapkannya.Dia takut di tolak,tahu sendiri antara Hina sama Angga,setiap ketemu pasti mereka ribut....."
"Hah? Angga suka sama Hina? Yang benar sayang.Aku tidak menyangka tahu.....".
"Ya awalnya Aku juga tidak menyangka.Cuma,akhir-akhir ini Aku menyadainya......."
"Terus,setelah itu siapa yang misahin mereka....?"
"Kia manggil guru BP buat misahinnya.Dan mereka langsung di bawa ke ruangan guru BP.Terus Angga dapat hukuman skorsing 3 hari nggak boleh masuk sekolah sama buat surat pernyataan......"jelas Ku.
"Ya itu sudah jadi resikonya.Angga juga ngelakuin itu,pasti sudah tahu resiko yang akan dia dapat.Apalagi setahu Ku dia sekarang menjabat sebagai ketua OSIS bukan? Selayaknya memberi contoh yang baik untuk siswa yang lain....."balas kak Faiz.
"Iya juga sih.Tapi,tetap saja Aku kasihan sama Angga......"
"Iya kakak ngerti juga.Pasti ada perasaan kecewa......"timpal kak Faiz.
"Iya......"
"Sayang,ya sudah kalau begitu kakak mau istirahat yah.Selamat makan,maaf yah udah di ganggu waktu makan sorenya....."
"Iya.Nara,malah yang nggak enak sama kakak.Harusnya waktu buat kakak istirahat,malah Nara banyak cerita......"balas Ku.
"Nggak apa-apa sayang.Kakak senang bisa mendengar cerita dari kamu......"
"Ya udah yah.Bye......"
"Good Night sayang....."ucap Ku pelan.
"Iya......."
Sambungan telepon pun terputus.Aku pun langsung melanjutkan makan Ku yang sempat tertunda.