
* * *
''Ini itu bukan gosip Nara,ini tuh fakta yang akurat. Dan kalian tau!!! Apa yang gue lihat kemarin pas pulang sekolah..??'' lanjut Hina.
''Apa....?'' tanya kami penasaran.
''Gue lihat kak Helen itu nangis kejer di pinggir jalan sendirian.....'' tuturnya.
''Lah kalau itu Kita lihat juga sih,pas Kita pulang..'' ujar Angga.
''Kalian lihat kak Helen nangis juga?'' tanya Hina penasaran.
''Ya enggak,,Kita cuma lihat dia sama kak Faiz. Sepertinya mereka sedang meributkan sesuatu.Kita lihat mereka sedang bersitegang....'' ucap Kia.
''Nah menurut informasi yang gue terima.Ternyata kak Helen itu ngaku ke orang-orang kalau dia itu pacarnya kak Faiz dan suka labrak siapa aja cewek yang deket sama kak Faiz. Sama kayak waktu kejadian kemarin yang menimpa Nara...'' jelasnya.
''Wah parah banget sih itu kak Helen. Terobsesi banget sama kak Faiz...'' ujar Angga.
''Teman-teman,mohon perhatiannya...'' seru Rendi teman sekelas kami.
''Barusan Aku bertemu wali kelas Kita. Katanya jam pertama Kita kosong,nggak akan ada guru,soalnya guru-guru lagi rapat....'' jelasnya.
''Hore.......Yes...'' seru semua murid di kelas Ku.
''Dih tau gitu gue bawa cemilan....kan lumayan....'' ujar hinna. ''Akh lo yang di pikiran kamu makan aja.....'' timpal angga.
* * *
''Nara...!! Nara....!!'' seru salah seorang siswa bernama Ulfa.
''Iya kenapa...?''
''Itu kayaknya Kamu di cariin sama kak kelas.....'' jawab Ulfa.
''Siapa??? '' tanyaku penasaran.
''Nggak tau Aku juga...Barusan Aku habis dari toilet dan lihat sekelompok orang yang lagi nyariin Kamu di kelas lain....'' jelasnya Ulfa.
''Sekarang mereka di kelas mana??'' tanya Kia.
''Barusan sih di kelas X.C,,,,,'' timpalnya.
''Jangan-jangan itu kak Helen...!'' seru Hina.
''Ih dia mau ngapain lagi sih?? Cari gara-gara lagi pasti nih...''ujar Kia.
''Tenang Kita kan ada disini. Kamu nggak sendirian Nara....'' timpal Angga menenangkan.
Benar saja apa yang di katakan Ulfa,tidak lama kemudian kak Helen dan teman-temannya datang ke kelasku sambil mendobrak pintu.
''Mana Nara.....?'' teriaknya.
''Ada apa lagi sih kak??? Enggak bosen apa gangguin Nara terus...'' timpal Kia.
''Heh...!! Gue nggak ada urusan sama lo ya. Jadi lo diam aja...'' Ujarnya.
''Heh Nara,sini Kamu maju. Kenapa Kamu malah bersembunyi di balik teman-teman Kamu....?'' bentaknya.
''Kakak juga sama bawa temen-temen kakak.....''ceplos Hina.
''Diam....!! Gue bilang diam....'' bentaknya.
''Kak yang sopan yah. Enggak usah teriak-teriak ini tuh kelas Kita. Enggak sopan banget sih...'' ucap Angga.
''Biarin...!! Terserah gue kalian tuh cuma anak baru....!'' serunya.
''Sini Kamu....Sini...'' bentaknya. Sambil menarik tanganku.
''Heh anak kecil kenapa Kamu diam saja hah.....?''bentaknya.
''Ada apa lagi memangnya kak....?'' jawabku pasrah.
''Kamu tanya ada apa?? Heh Nara,,Kamu itu sebenarnya punya apa sih?? Sampai-sampai Faiz,marahin gue hanya karena belain Kamu...!!.'' serunya.
''Kamu anak baru udah berani ganggu cowok orang....'' lanjut nya.
''Saya nggak ngerasa deketin kak Faiz kok....'' jelas Ku.
''Alah bohong !! Gue nggak percaya.Denger yah jangan coba lagi deketin Faiz. Kalau nggak mau berurusan sama gue..''ancamnya.
Kemudian Aku di dorongnya sampai tubuhku membentur meja. Aku pun langsung tersungkur dan lutut Ku berdarah karena mengenai ujung meja yang tajam.
Sontak kejadian itu buat siswa di kelasku kaget dengan apa yang di perbuat kak Helen. Sedangkan kak Helen,,malah tertawa dengan teman-temannya. Karena puas sudah memperlakukan Aku seperti ini.
''Apa-apaan sih kak udah berani main kasar...Aku laporin ke guru BP....'' ancam Angga.
''Oh beraninya ngancam sekarang,dengar yah.....Kalau ada yang berani laporin ini ke guru BP kalian berurusan sama gue. Dan Kamu....!! Jangan coba-coba untuk ngadu ke Faiz. Jauh-jauh dari dia,mengerti...??'' bentaknya.
Aku hanya bisa terisak menangis.Kak Helen dan teman-temannya langsung meninggalkan kelasku.
''Nara ayo bangun,,Kita bersihkan lukamu....''ucap Kia.
''Nara,,,,Aku akan kasih tau kak Faiz tentang kejadian ini...'' seru Angga.
''Tidak...!! Jangan Angga. Aku nggak mau memperpanjang masalahnya. Aku capek, udah nggak usah....'' pintaku terisak. '
''Teman-teman....!! Tolong jangan ceritakan kejadian ini pada siapapun. Anggap saja ini tidak terjadi. Aku mohon bantuannya yah,maaf juga udah buat ke gaduhan di kelas ini. Ini semua gara-gara Aku....''lanjut Ku.
''Nggak apa-apa Nara. Kita ngerti kok,Kita akan merahasiakan kejadian ini dari yang lain...'' jawab Rendi.
''Iya......''seru siswa lainnya.
Aku pun langsung di bawa Kia dan Hina ke tempat dudukku.
''Sini Aku bersihkan dulu biar tidak infeksi....''ucap Angga yang sudah membawa kotak P3K.
''Makasih yah.....'' jawabku.
''Ini kewajiban Ku buat jagain Kamu...'' ujar Angga.
Hari ini pun Aku lalui dengan hanya berdiam diri di kelas. Aku malas untuk ke kantin karena pasti melewati kelasnya kak Faiz. Dan dia melihat kondisiku yang sekarang,,malah akan memperburuk keadaanku.
''Nara,,,,,nih Kita beliin beberapa makanan buat Kamu...'' seru Hina.
''Iya Nara,,di makan yah....'' timpal Kia.
''Oh iya Nara,,,barusan di kantin Kita bertemu sama kak Faiz....''seru Angga.
''Terus..??'' tanya Ku penasaran.
''Ya tentu dia cariin Kamu,,'' jawab Angga.
''Terus kamu bilang Aku disini..?'' timpal Ku.
''Enggak lah....Aku bilang aja Kamu lagi ke perpus balikin buku. Lalu Kita langsung aja kabur menghindari dia...'' jelas Angga.
''Syukurlah....'' jawabku lega.
''Nanti pulang sekolah Kita pulangnya belakangan aja yah.Tunggu siswa yang lain udah pada pulang....'' pinta Ku.
''Maksud Kamu tunggu kelasnya kak Faiz pulang?'' tanya Hina.
''Iya....Aku nggak mau aja dia lihat kondisiku ini,,,'' jawabku.
''Iya...Kita ngerti kok...'' jawab Kia.
***Waktu pulang pun telah tiba.Aku dan teman-temanku memilih untuk pulang belakangan.
''Eh...!! Kayaknya udah pulang semu,ayo Kita pulang...'' ajak Angga.
''Ya udah bentar gue pesan taksi onlinenya dulu.Hari ini kan jadwal gue yang pesan...'' ujar Kia.
Setelah kami mendapatkan taksinya,,,kami pun langsung menuju gerbang sekolah.Karena taksi yang Kita pesan sudah menunggu di depan.
''Eh pelan-pelan dong jalannya,,kaki Aku sakit nih....'' ujar Ku,menghentikan langkah teman-temanku.
''Oh iya...!! Maaf ya Kita jalannya kecepatan.....'' ujar Kia.
Dia pun langsung mengulurkan tangannya untuk memapah Ku.Namun langkahku terhenti karena melihat kak Faiz di parkiran yang tengah duduk di atas motornya.
''Nara,,,gimana ini??? Ternyata kak Faiz masih ada....'' ujar Hina khawatir.
''Ya mau gimana lagi udah nanggung. Kita pura-pura nggak lihat aja...''jawab Ku.
''Baik lah.....'' jawab mereka mengerti.
Kami pun berjalan melewati parkiran dan pura-pura tidak melihat kak Faiz.
''Nara.....!'' panggil kak Faiz.
''Mati deh Kita....'' ujar Angga.
''Udah ayo Kita langsung aja lewatin dia...''bisik Kia.
''Nara tunggu...!! '' panggilnya kembali.
Aku pun pasrah dan mencoba untuk menoleh ke arah suara kak Faiz berada.
''Iya....'' jawabku singkat.
Kemudian dia menghampiriku dengan senyumannya yang khas.
''Nara kaki Kamu kenapa...?'' tanyanya penasaran.
Dan Aku pun bingung untuk mencari alasan yang tepat supaya kak Faiz tidak curiga.