
***
"Kakak terlalu sibuk dengan les tambahan di sekolah.Dan kemarin tahu sendiri,ada kejadian yang tidak terduga...."jawab kak Faiz.
"Ya sudah....."timpalku pelan.
"Sayang.....Apa kamu kecewa??"ucap kak Faiz sambil melihat ke arahku.
"Tidak......"jawabku ragu.
Padahal sejujurnya begitu banyak pertanyaan di fikiranku saat ini.Namun Aku ragu untuk mengatakannya.
"Aku bisa melihatnya sayang.Apa itu??Katakanlah...."lanjutnya.
"Sejujurny......2 hari yang lalu,Angga cerita kalau dia lihat kakak sedang menelepon dengan seseorang.Padahal Aku tahu waktu itu kakak belum punya HP.Dan dia juga bilang kalau setelah pulang sekolah kakak bertemu dengan kak Sonya di depan sekolah kita....."Akhirnya Aku pun mengungkapkannya.
"Hari itu,kakak pakai HP milik Salsa untuk sementara.Karena kakak memerlukannya dan untuk masalah Sonya,hari itu dia meminta ketemu sama kakak.Kakak sudah menjelaskan kalau kakak tidak bisa bertemu dengan dia,karena kakak sedang ada pelajaran tambahan.Namun dia memaksa untuk bertemu,hingga akhirnya dia yang memaksa bertemu menemui kakak di depan sekolah kita....."jelas kak Faiz.
"Kenapa??"
"Karena hari itu Sonya habis ribut dengan tunangannya,dan dia minta tolong sama kakak untuk bantu bicara kepada orang tuanya.Dia tidak bisa melanjutkan pertungannya......"lanjut kak Faiz.
"Jadi begitu......." Aku merasa sedikit lega.
"Sayang.....Aku tahu kamu pasti kecewa akhir-akhir ini.Aku paham dan mengerti dengan perasaan kamu....."
Aku hanya bisa menunduk dan menangis.Entahlah,apa Aku merasa lega atau apa.
"Hei....Kenapa kamu menangis sayang? Ini salah kakak.Jangan menangis oke....." ucap kak Faiz sambil meraih wajahku.
"Maafin Nara Kak....."lirihku.
"Kenapa sayang??"ucapnya pelan sambil menghapus air mataku.
"Karena Nara,hanya memendamnya sendirian.Nara tida berusaha untuk menanyakannya langsung sama kakak.Dan malah jadi bommerang untuk diri Nara sendiri.Harusnya Nara,menanyakannya langsung sama kakak....."ucapku sambil menangis.
"Nara tidak salah sayang.Ini hanya salah paham saja,kedepannya apapun itu yang buat hati Nara tidak nyaman,tanyakan saja sama kakak.Udah jangan nangis....."ucap kak Faiz berusaha menenangkan Aku.
"Kakak ngerti,kenapa Angga menceritakannya sama Nara.Karena,Angga peduli sama Nara.Dia pasti tidak ingin Nara dikecewakan....."lanjut kak Faiz.
Aku langsung memeluk kak Faiz sambil menangis sejadi-jadinya.
"Menangislah sayang,jika itu buat kamu merasa jauh lebih baik......."bisik kak Faiz sambil mengelus rambutku.
** **
Setelah drama melow tadi,Aku dan kak Faiz langsung menuju ke sebuah Cafe yang letaknya lumayan jauh dari komplek perumahanku.
Setelah sampai disana,kak Faiz langsung memesan beberapa menu untuk Aku dan kak Faiz sarapan.
"Sayang,kamu mau apa lagi??"tanyanya.
"Udah,itu udah cukup kak....."timpalku.
Akhirnya Aku dan kak Faiz pun memutuskan untuk duduk di bagian outdoor Restaurant tersebut.
"Kalau lagi di luar,nggak apa-apa panggil kakak sayang juga....."bisiknya.
Aku hanya tersenyum mendengarnya.Suasa di luar Restaurant begitu indah dan sejuk Aku sangat menikmatinya.
"Kakak kasih lambang hati yah....."ucap kak Faiz sambil mengotakatik HP milik Ku.
"Terserah kakak...."
"Aku malu tahu,sepertinya orang-orang di sini dari tadi memperhatikan Aku.Karena Aku masih memakai piyamaku......"bisik Ku.
"Berarti pacar kakak,memang secantik itu..."balas kak Faiz.
"Ih kakak malah gombal....."
**
"Nah sekarang sudah beres.Bagaimana kalau kita mengambil beberapa foto di sini...."ajaknya.
"Boleh......."
Aku langsung mengambil posisi terbaik,suapaya foto yang di hasilkan bagus.
Kami pun mengambil beberapa foto menggunakan HP kak Faiz.
Sampai akhirnya di berhentikan oleh pelayan yang mengantarkan makanan yang kami pesan tadi.Disini kami pun sambil bercerita banyak hal yang buat suasana makin seru.
**
"Kakak boleh masuk.....?"tanyanya.
"Iya ayo......"Aku pun meraih tangannya dan mengajaknya masuk ke rumah.
"Duduk kak.Nara ambilin dulu minum yah...."
Aku langsung menuju dapur dan mengambil minuman dan beberapa cemilan.
"Sayang,bunda sama ayah kemana? Sepertinya mereka sedang tidak ada di rumah...."tanya kak Faiz.
"Bunda sama ayah sedang pergi ke luar kota...."sahutku sambil meletakan minuman yang tadi Aku ambil.
"Kenapa?? Apa terjadi sesuatu??"tanyanya penasaran.
"Iya.Ayah dari bunda,beliau sedang tidak sehat.Katanya beliau di rujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Yogyakarta....."jelasku.
"Terus bagaimana??"tanyanya kembali.
"Ya Bunda sama ayah langsung terbang ke sana.Untuk menjenguknya dan sepertinya Nara juga akan menyusulnya besok...."jelasku.
"Serius??"
"Iya kak.Nara dekat banget sama kakek,Nara mau lihat kondisi kakek.Kebetulan juga kan sekolah libur...."
"Iya pasti....."
Aku pun duduk di samping kak Faiz sambil bersender di bahunya.
"Kakek pasti sembuhkan,kak??"
"Iya kakek pasti sembuh lagi sayang.Kita berdoa untuk kesembuhan kakek yah....."ucapnya.
"Maafin kakak tidak bisa menemani Nara pergi ke sana.Besok kakak UN,tapi kalau sudah selesai kakak pasti langsung menyusul Nara ke sana......"lanjutnya.
"Iya tidak apa-apa kak.Itu juga penting buat kakak....."
"Semoga UN kakak di beri kelancaran dan yang terpenting kakak sehat....."
"Iya sayang.Pasti....."
Aku dan kak Faiz pun cukup lama menghabiskan waktu berdua.Sampai-sampai tidak ingat waktu.
Sore harinya kak Faiz pamit untuk pulang,karena harus belajar untuk UN besok.
"Dah sayang......"serunya dari dalam mobil sambil melambaikan tangan.
"Dadah.Hati-hati nyetir mobilnya,kalau udah sampai kasih tahu Nara......"setengah bertetiak.
Kemudian mobil yang di kendarai kak Faiz pun berlalu meninggalkan halaman rumahku.Aku langsung menutup gerbang dan langsung masuk ke dalam untuk mandi.Rasanya badan ini sudah lengket sekali.
***
Setelah mandi Aku langsung meraih HP yang sedang Aku charger,karena dari Aku keluar dari kamar mandi terus berbunyi.
Aku langsung mengangkatnya,karena ternyata itu telepon dari bunda.
"Iya bunda....."
"Sayang.Malam ini pukul 09.00 wib tiketnya sudah bunda pesenin yah....."sahut bunda dari sambunfan telepon.
"Malam ini bunda?"
"Iya sayang.Kondisi kakek kritis,kakek terus mencari Nara.Beliau ingin bertemu kangen katanya.Bunda sudah minta tolong Azka buat temenin Nara ke sini......"jelas bunda.
"Azka??"
"Iya.Sudah sekarang Nara siap-siap.Apa saja yang di perlukan langsung di masukin semua ke koper yang kecil.Sudah yah......."
**Tut.....tut......tut...** sambungan telepon pun terputus.
"Bagaimana bisa Aku pergi dengan Azka.Yang benar saja bunda...."gerutuku dalam hati.
**
Setelah menyiapkan semuanya.Aku langsung berniat menelepon kak Faiz untuk memberitahunya.
**Tok....tok....tok.....*
Suara ketukan pintu,membuat Aku mengurungkan niat untuk menelepon kak Faiz.
"Iya.Sebetar,siapa yah......"sahutku dari dalam rumah.