LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 47



***


Aku pun langsung keluar dari rumah hanya dengan menggunakan piyama yang aku pakai tadi malam.Dan langsung berlari menuju rumah Hina.


"Nara...!"seru seseorang menghentikan langkahku.


Aku langsung mencari sumber suara tersebut.


"Azka.....?"Aku sedikit kaget.Melihat Azka tengah berdiri tidak jauh dariku.


Azka pun menghampiriku sambil menyunggingkan senyumannya.


"Apa kabar,Nara...?"


"Bbbbaik...."


"Kamu mau kemana?? Jam segini masih pake piyama??"tanya Azka keheranan sambil menatapku.


"Oh itu.Aku buru-buru mau ke rumah Hina.Kamu sendiri,kok di sini??"


"Kan ini rumahku Nara....."timpal Azka heran.


"Maksudku hukan itu.Kamu kok pulang...?"


"Kan emang libur Nara....."jawab Azka sambil tersenyum.


"Memangnya ada apa Nara? Sepertinya ada sesuatu,sampai-sampai kamu berlarian begitu....."lanjut Azka.


"Itu......"


"Nara.......!"seru ibunya Azka di ambang pintu rumahnya.


"Eh tante....."jawabku kikuk.


Aku langsung menghampiri ibunya Azka.


"Halo tante....."


"Halo Nara.Sini main dulu,kebetulan tante udah masak.Kita makan bareng yah....."ajak ibu Azka.


"Aduh gimana yah tante,bukan maksud Nara menolak apa gimana,tapi Nara ada urusan dulu sebentar.Nara mau ke rumah Hina....."


"Oh ya ampun.Ya udah kalau gitu,nanti kalau Nara butuh apa-apa tinggal ke sini saja yah.Jangan sungkan......"timpalnya sambil tersenyum.


"Iya tante pasti.Kalau begitu,Nara permisi yah..."


Aku pun langsung beranjak meninggal kan ibunya Azka.


"Nara...! Tunggu.Kita bareng yah......" ucap Azka membersamiku.


Aku dan Azka pun berjalan berdampungan.Suasana terasa begitu canggung.Jujur saja setelah kejadian itu Aku sedikit menjaga jarak sama Azka.


"Udah lama banget yah....."ucap Azka memecah keheningan.


"Iyah....."


"Gimana,sekolah mu lancar?"tanyanya.


"Ya gitu-gitu aja sih.Sama seperti biasanya....."timpalku pelan.


"Oh iya,kapan kamu pulang??"


"Semalem baru nyampe....."


"Semalam Aku minta di jemput sama Angga di stasiun.Makanya ini Aku mau balikin Powerbank dia yang semalam nggak sengaja ke bawa sama Aku... "lanjut Azka.


"Oh jadi semalam Angga yang jemput......."


"Iya....."


Aku dan Azka pun ngobrol tentang banyak hal.Sampai-sampai tidak terasa kami sudah berjalan jauh.


"Azka.....! Nara....." seru Angga dari kejauhan.


"Nah itu dia Angga....."tunjuk Azka.


Angga menghampiri Aku dan Azka sambil ngosngosan.


"Kalian kok bisa barengan...?"tanya Angga heran.


"Kita nggak sengaja ketemu.Tadi pas Aku mau jalan ke rumah kamu,Aku tidak sengaja lihat Nara.Jadi,ya kita bareng....."jelas Azka.


"Emangnya kamu mau kemana Nar??"timpal Angga.


"Ke rumah Hina...."


"Lah.Hina lagi di lapangan Nara sama Kia.Tadi mereka sama Aku,cuma Aku balik dulu ke rumah ngambil nih raket...."jelas Angga sambil menunjukan raket yang di peganya.


"Kamu nggak salah masih pake piayama??" lanjut Angga.


"Aduh udah deh jangan di bahas.Tadi Azka sekarang kamu....."timplaku.


"Ya aneh aja..."


"Oh iya.Nih Powerbank kamu,semalam nggak sengaja kebawa sama gue...."ucap Azka sambil menyodorkan Powerbanknya.


"Oh iya gue aja lupa....." sahut Azka.


"Setuju....." sahut Azka.


"Kamu gimana?? "tanya Azka padaku.


"Ya udah.Biar sekalian juga kan...."timpalku.


Aku,Azka dan Angga berjalan berjalan beriringan menuju lapangan yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat kami bertemu Angga.Sesekali kami pun saling bertukar cerita satu sama lain.


**Tit....tit...**


Suara klakson mobil cukup mengagetkan kami bertiga yang tengah asik ngobrol.Kami pun langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.Dan ternyata itu mobil milik kak Faiz yang baru saja berhenti tepat di belakang kami.


"Kak Faiz....?"bisikku pelan.


Tidak lama kemudian kak Faiz turun dari mobilnya.


"Sayang....!"serunya


"Cie yang punya sayang....."bisik Angga meledek Ku.


"Kak Faiz?" ucapku kaget.


"Udah sana samperin Nara.Sebaiknya kita duluan yah...." ucap Azka.


"Iya.Bener banget kasihan juga kan,Kia sama Hina lama nunggu.Bye Nara....." timpal Angga.


Azka dan Angga pun berlalu meninggalkan Aku dan kak Faiz.


"Kakak,tau Aku di sini dari siapa??"


"Nggak iseng aja nyari.Soalnya tadi Kakak ke rumah nggak ada siapa-siapa.Ternyata kamu di sini...."


"Sini,peluk Kakak dulu....."lanjutnya sambil membuka tangannya.


Aku pun dengan ragu perlahan menghampirinya dan memeluk kak Faiz.Rasanya nyaman banget kalau udah di peluk sama kak Faiz.Dia pun mengelus rambutku.


"Miss you......"bisiknya.


"Miss you too....."balasku.


"Padahal baru kemarin kita ketemu..."lanjutku.


"Iya....."timpalnya sambil mengencangkan pelukannya.


Beberapa saat kemuadian kami pun menyudahi acara peluk-pelukannya.


"Oh iya.Ngomong-ngomong kenapa kakak cari Nari sepagi ini??"


"Masuk dulu ke mobil.Nara pasti belum sarapan kan? Kita cari sarapan dulu...."ajaknya.


Aku pun langsung mengiyakan ajakannya.Karena benar juga apa yang di katakan kak Faiz.Aku langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Pakai dulu seatbelt nya....."ucap kak Faiz sambil memakaikannya.


*Deg....Deg....Deg.....*


Detak jantungku tidak karuan saat berada di posisi sekarang.Jarak antara Aku dan kak Faiz begitu dekat.


"Sayang,kamu baik-baik aja kan??"ucapnya lembut.


"Hem......Iya....."sahutku pelan.


"Wajah kamu memerah loh.Ayo apa yang ada di fikiran kamu sayang....." ejeknya.


"Apaan sih kakak.Orang Nara biasa aja kok..."Aku berusaha mengalihkan perhatiannya.


Namun secara tidak terduga kak Faiz langsung menciumku dan sontak saja Aku kaget setengah mati.Dia melakukannya cukup lama,rasanya Aku mau kehabisan nafas.


"Ya ampun kakak.Kamu selalu melakukannya tanpa seizinku.."bisik Ku dalam hati.


"Morning Kiss..."ucapnya pelan setelah menyudahinya.


Aku hanya terdiam tersipu malu dan tidak bisa berkata-kata.Padahal Aku melakukannya bukan untuk pertama kalinya.Kak Faiz pun kembali ke posisinya.


"Oh iya sayang.Kemarin sore,kakak chat kamu.Tapi,kamu tidak membalasnya..."


"Maksudnya?"tanyaku heran.


"Sini HP nya kakak pinjam...."ucap kak Faiz sambil menyodorkan tanganny dan meraih HP milik Ku.


Kak Faiz langsung meraihnya dan langsung menunjukan maksud dari perkataan kak Faiz.


"Ini...."lanjutnya sambil menunjukan nomor baru yang kak Faiz maksud.


"Oh itu.Aku fikir itu orangbiseng aja,jadi nggak Aku tanggapin.Lagian kan Aku nggak tahu kalau itu nomor kakak....."


"Ya ampun sayang....."ucapnya sambil mencubit pipiku lembut.


"Emang benarkan...?"lanjutku.


"3 hari yang lalu,kakak baru menerima HP kakak yang baru.Kakak belum sempat kasih tahu Nara,kalau kakak udah membelinya...."jelasnya.


"Maaf yah sayang.Bukan maksud kakak menyepelekannya,ada beberapa hal yang harus kakak selesaikan dulu..."lanjutnya.


"Apa itu....?"tanyaku penasaran.