
***
5 bulan setelah kepergian kak Faiz ke Inggris,hari-hari Ku di jalanani seperti biasanya.
Meskipun terkadang,saat di sekolah Aku melintasi tempat yang sering di gunakan kak Faiz untuk nongkrong.Aku terkadang melihat bayangannya di sana.
Mungkin terdengar lebay atau bucin,tapi memang seperti itu lah faktanya.Aku merindukan sosok yang setiap hari menemani Ku. Selain teman-teman Ku.
Seperti hari ini,saat di kantin sekolah.Aku termenung melihat kursi yang sering di duduki kak Faiz semasa sekolah saat dia beristirahat.
"Nara.....!"seru Hina.
"Nara,helo......"ucapnya kembali sambil melambaikan tangannya di hadapan wajah Ku.
"Ah i-ya......"
"Ya ampun,Nara.Kamu kenapa sih?Belakangan ini,Aku perhatikan kamu sering kali melamun....."tutur Kia.
"Ah itu......"
"Pasti kamu kangen sama kak Faiz kan....."ucap Angga tiba-tiba sambil membawa nampan makanan di tangannya.
"Iya nih kayaknya emang Nara lagi demam......"ejek Hina.
"Aku nggak lagi demam kok....."timpal Ku.
"Maksung bukan demam itu Nara sayang.Tapi demam cinta......"lanjut Hina sambil tertawa.
"Ikh,Hina......."rengek Ku.
"Oh iya,tapi kamu masih tetapkan berkomunikasi sama kak Faiz....?"tanya Angga.
"Ya masih lah......"
"Ya,meskipun tidak seintens saat awal-awal keberangkatan dia.Mungkin saja sekarang kak Faiz sedang sibuk-sibuknya....."lanjut Ku.
"Pasti lah.Kita juga kan,nggak tahu budaya di sana seperti apa....."timpal Kia.
"Maksud kamu....?"tanya Hina.
"Maksud Ku cara belajar di negri sebrang kan,mungkin saja tidak sama seperti di sini....."jelas Kia.
"Ah Aku paham maksud kamu....."timpal Angga.
"Pinter......"ucap Kia sambil meraih satu piring batagor yang di bawa Angga tadi.
"Eh iya,kita sampai lupa sama makanan yang sudah kita pesan ini.Gara-gara Nara nih....."ucap Hina sambil tersenyum ke arah Ku.
"Iya deh maaf....."ucap Ku pelan.
"Ya udah nih,siomay pesanan kamu.Nanti keburu dingin...."tutur Angga sambil memberikan satu piring siomay padaku.
"Punya Ku mana.....?"tanya Hina sambil mengulurlan tangannya pada Angga.
"Nih,kamu tadi pesan mie ayam kan...?"balas Angga.
"Ih Angga benar-benar yah.Giliran punya Kia sana Nara benar.Aku kan tadi pesan siomay juga Angga......."teriak Hina.
"Hush.Jangan-jangan teriak-teriak,malu sama murid yang lain....."ucap Kia sambil menepuk pelan tangan Hina.
"Ya lagian Angga ngeselin Kia......"
"Ya udah deh maaf,terus ini gimana dong? Sayang kalau nggak di makan....."timpal Angga.
"Ya udah nih,biar Aku aja yang makan mie ayam....."ucap Ku sambil memberikan piring siomay Ku pada Hina.
Aku tidak tega melihat Hina yang sepertinya sangat kecewa,dan menginginkan siomay.
"T-t-api nggak apa-apa,ini kan punya kamu Nara...."ucap Hina sambil menatap pada Ku.
"Udah sih nggak apa-apa.Ayo di makan keburu dingin....."
Kami berempat pun sama-sama menikmati makanan yang sudah di pesan dan menghabiskannya tanpa sisa.
***
Setelah pulang sekolah,Aku langsung pergi ke toko buku.Ada beberapa peralatan yang Aku perlukan untuk pelajaran prakarya hari kamis nanti.
Sedangkan teman-teman Ku yang lain,Kia dan Hina bertugas untuk pergi ke toko swalayan.Karena ada benerapa barang yang harus di beli di sana dan tidak di jual di toko buku.
Sedangkan Angga,tahun ini dia terpilih jadi ketua OSIS yang baru,jadi dia terkadang pulang belakangan.Karena ada beberapa kepentingan yang harus dia bahas dengan anggotanya.
Setibanya di toko bukunya,Aku tidak langsung membeli apa yang Aku perlukan.Melainkan,Aku malah mengitari toko buku itu untuk melihat koleksi buku-buku yang di pajang di rak.
Aku pun meraih satu buku yang menarik perhatian Ku.Dan benar saja,tidak hanya covernya yang bagus,ternyata isinya juga bagus dan menyenangkan untuk di baca.Aku pun berniat untuk membelinya.
*Tit.....
Tiba-tiba nonaktifasi WA berbunyi.Aku pun langsung mencari HP dari dalam tas.Ternyata pas Aku buka,ada pesan dari kak Faiz yang masuk.
Aku pun dengan semangat langsung membukanya.Ternyata dia mengirimkan satu buah foto miliknya,yang tengah tiduran di atas kasur.
Nara :"Gantengnya Aku...."
Love❣:"Uh tumben banget,bilang gitu....."
Love❣:"Di sini sekarang sudah malam,kakak tengah bersiap untuk beristirahat...."
Nara :"Yah.Padahal Nara kangen tahu....."
Love❣:"Sama kakak juga kangen sama Nara, sayang......."
Nara :"Hari ini,kakak pasti sibuk sekali yah? Sampai-sampai baru bisa ngehubungin Aku...."
Love❣ :"Iya sayang.Hari ini cukup sibuk dan melelahkan,jadi kakak sampai-sampai tidak sempat menghubungi kamu sayang...."
Love❣:"Maaf yah.Soalnya kakak sedang mengejar sekali pelajaran yang kakak ikuti di sini.Supaya nanti pas liburan pertengahn semester kakak bisa tenang....."
Nara :"Ya ampun pasti capek banget.Iya nggak apa-apa,Nara ngerti kok....."
Nara :"Asal jangan tiba-tiba aja kakak menghilang tidak ada kabar.Nara,pasti sedih....."
Love❣:"Tidak akan pernah sayang,percayalah......"
Nara :"Aku percaya sama kakak.Ya sudah,karena kakak sudah hubungin Nara hari ini.Kakak istirahat aja,di sama sudah larut malam juga kan.Good night sayang Aku....."
Love❣:"Iya sayang.Makasih ya,selalu ngertiin kakak.Love you more...."
Nara :"Love you too 💋..."
Love❣ :"Aduh,udah bisa gombal juga yah.Kiss jauh aja yah......"
Aku pun tersenyum membaca isi pesan terakhir dari kak Faiz.Tanpa sadar dari tadi Aku hanya berdiri saja di depan salah satu rak buku tanpa bergerak sama sekali.
Awalnya Aku sempat takut menjalani hubungan jarak jauh bersama kak Faiz.Namun,dengan seiring berjalannya waktu,kami pun bisa melewatinya sampai sekarang hampir 5 bulan.
Baik Aku atau kak Faiz,kami sangat-sangat menjaga komunikasi kami satu sama lain.Meskipun tidak sering atau pun setiap saat harus menelepon.
Namun,dengan mengirimkan kabar atau pesan singkat saja setiap harinya,itu sudah menjadikan acuan buat Aku,bahwa kak Faiz memang serius dalam hubungan kami.
Setelah menyudahi percakapan sama kak Faiz.Buku yang sedari tadi Aku pegangi,langsung Ku masukan ke dalam keranjang yang dari tadi Aku pegang dan di biarkan kosong.
Setelah itu,Aku langsung mencari peralatan yang Aku butuhkan dan mulai menyusuri setiap lorong yang ada di toko itu.
Selang beberapa menit kemudian,peralatan yang Aku butuhkan pun sudah terkumpul dan memenuhi keranjang belanjaan yang Aku bawa.
Aku pun langsung menuju tempat kasir untuk membayar barang belanjaan Aku yang cukup banyak ini,setengah berlari sambil merogoh dompet Ku dari dalam tas.
*Bruk......
"Aw......"ringis Ku.