LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 31



* * *


Ku pun berkeliling di sekitar kolam melihat-lihat pemandangan yang begitu indah dan sejuk.


Tiba-tiba kak Faiz memeluk Ku dari belakang dan menghujani pipiku dengan ciumannya.


''Kakak......!'' seru Ku.


''Hem......'' bisik nya pelan.


''Buat Aku kaget saja,Aku pikir kakak belum datang.....''


''Nara...?''


''Iyah.......''


''Apa ada yang pernah melakukan hal seperti ini sebelum Aku??''


''Tidak. Kakak yang pertama.....''


''Apa sebelumnya Kamu pernah berciuman dengan laki-laki lain....?''


''Tidak. Kakak orang pertama mencuri ciumanku di depan toilet waktu itu......'' ucapku malu.


''Pantas saja........''


''Kenapa...?''


''Kamu begitu terkejut saat pertama kali Kita melakukannya.......''


''Iya itu pertama kalinya Aku ciuman dengan seorang laki-laki dan terjadi begitu saja.Apa kakak pernah melakukannya dengan yang lain sebelum Aku....?'' tanyaku penasaran.


''Tidak pernah. Kakak hanya melakukannya bersama Kamu dan itu juga hal pertama yang buat kakak berani melakukannya bersama Kamu......'' jelasnya.


''Kenapa waktu itu kakak melakukannya padaku?? Padahal Aku dan Kakak baru saja saling kenal.....''


''Karena Kamu orang yang pertama kakak cintai selama ini dan waktu itu Kamu terus saja membantah ucapan kakak. Kakak tidak bisa menahannya.....'' jelasnya.


''Dan sebagai tanda bahwa Kamu hanya milik kakak.......'' lanjutnya.


Aku pun langsung membalikan badan dan wajahku berhadapan dengannya begitu dekat hanya berjarak beberapa cm saja. Entah apa yang merasuki pikiranku,secara perlahan Aku mendekatkan wajahku dan menciumnya duluan.


Kak Faiz sepertinya terkejut dengan apa yang Aku lakukan sekarang.Namun dia langsung meresponnya dan kami melakukannya begitu lama.


Setelah beberapa saat kemudian kami pun melepaskan ciuman kami masing-masing.Kak Faiz menatapku begitu dalam dan membelai rambutku halus.


''Love you Nara......''


''Love you too kakak......'' ucapku sambil memeluknya.


''Nara bagaimana kalau sekarang Kita jalan-jalan....'' ajak kak Faiz.


''Ke mana kak???''


''Udah ikut aja,kakak tahu tempat-tempat bagus di sini.......''


Aku pun langsung mengiyakan ajakan kak Faiz dan benar saja tempat yang kami kunjungi memiliki pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.Hingga kami berdua sampai lupa waktu dan pulang larut malam.


''Kakak...! Nara masuk kamar duluan yah. Capek banget.....'' seruku setibanya di Villa.


''Ya sudah.... Selamat istirahat yah.....''


* * *


''Kak......! Kakak.......'' seruku membangunkan kak Faiz.


''Kakak bangun udah siang nih.....'' lanjut Ku.


Tidak lama kemudian terdengar suara langkah yang mulai mendekatiku dari belakang.


''Apa Nara......'' ucapnya sambil memeluk Ku.


''Kakak buat Aku kaget saja. Nara pikir kakak belum bangun.....''


''Kita renang yuk.....?'' ajak kak Faiz.


''Enggak ah dingin kak.....''


''Udah ayo...... Sayang kan sudah jauh-jauh ke sini kolam renangnya di anggurin.....'' ucapnya langsung menggendongku.


''Kakak turunin Aku,,,,'' jerit Ku.


Namun kak Faiz tidak menggubris ucapan Ku dan malah mempercepat langkahnya.Sampai akhirnya kak Faiz loncat ke dalam kolam dengan menggendongku.


Aku sangat kaget dan langsung menepikan badanku.Namun kak Faiz malah tertawa melihat Aku yang langsung beranjak naik.


''Nara sini.....'' ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


''Nggak mau ah dingin kak......''


''Tidak Nara,lagian sudah terlanjur kan Kamu sudah basah.....''ucapnya.


''Ayo sini kakak peluk biar hangat.....'' lanjutnya.


''Bagai mana?? Tidak dingin kan??''


''Ih apaan masih dingin juga.......''


''Ya udah sini......'' ucapnya langsung menciumiku.


''Udah ah Nara mau mandi,,,''


''Ini kan lagi mandi Nara.......'' ucapnya pelan.


''Iya juga sih......''


Aku pun memutuskan untuk menikmatinya saja dan berjalan menuju ujung kolam yang mengarah menuju pemandangan yang indah.


''Kamu suka di sini????''


''Iya Nara suka......''


''Nara apa kakak boleh tanya sesuatu??''


''Apa itu???''


''Apa Nara pernah menyukai seseorang selain kakak....?''


Deg.... Deg.... Deg.....


Pertanyaan kak Faiz cukup buat Aku kaget dan bingung untuk menjawabnya.


"Apa Aku harus menceritakannya sama kak Faiz,atau merahasiakannya saja. Karena itu sudah menjadi masa lalu bagiku.Namun Aku juga tidak mau kalau nanti sampai kak Faiz tahu dari orang lain bukan dari Aku....." bisik Ku dalam hati.


"Nara kenapa Kamu malah diam saja? Apa pertanyaan kakak menyinggung Kamu??''


''Tidak.Aku hanya takut saja kakak salah paham dengan apa yang akan Aku ceritakan. Tapi Aku juga tidak mau kalau nanti kakak tahu dari orang lain.....''jelas Ku.


''Baiklah kakak mengerti.Kakak tidak akan menanyakannya kalau kakak tidak tahu konsekuensinya nanti.Ceritakan saja kakak ingin mendengarkannya dari Kamu.....'' tuturnya yakin.


Aku pun memberanikan diri menceritakan apa yaang terjadi antara Aku dengan Azka semuanya.


''Apa Kamu menyesal?? Sudah menceritakannya sama kakak....?''


''Tidak. Nara lega sudah menceritakannya sama Kakak......''


''Apa Kamu masih memikirkannya???''


''Tidak.Perasaan Aku terhadap dia sudah hilang dan itu hanya cerita masa laluku. Aku tidak ingin mengingatnya lagi.....'' jelas Ku.


''Nara...Makasih karena Kamu sudah berusaha jujur sama kakak. Padahal sebenarnya itu berat buat Kamu......''


''Tidak kak. Nara lega kok sudah tidak ada lagi yang Nara sembunyikan dari kakak.....''


''Makasih ya sayang.....'' ucapnya pelan lalu mencium Ku.


Aku sangat merasakan betapa kak Faiz begitu sayang sama Aku. Aku sadar tidak mudah bagi kak Faiz menerima dan mendengar cerita tentang masa lalu Ku.


''Ya sudah....! Nara duluan saja mandi,kakak masih ingin berenang sebentar lagi.....'' perintahnya.


''Iya kak....''


Aku pun beranjak dari kolam dan langsung masuk ke kamarku.


Sore harinya Kami pun pulang kembali ke Jakarta dan tak lupa membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah.


''Oh iya Nara,minggu ini orang tuaku akan berkunjung ke Jakarta. Kakak ingin mengajak Kamu berkenalan dengan mereka...'' ucap kak Faiz memecah keheningan.


''Tapi Nara malu kak.....''


''Kenapa harus malu sayang.Kakak berniat memperkenalkan Kamu ke keluarga kakak bukan hanya sebagai pacar kakak.Melainkan sebagai calon istri kakak nantinya.....'' lanjut kak Faiz.


''Hah?? Kakak serius...?''


''Iya kakak serius.Kakak menjalani hubungan dengan Kamu bukan untuk main-main,melainkan untuk serius.....''jelas kak Faiz.


''Baik lah.Nara akan ikuti apa yang kakak katakan.....''


''Makasih yah sayang......''


''Iya.......''


"Aku tidak menyangka ternyata kakak Faiz sosok yang begitu dewasa.Jauh dari dugaan Ku.Aku pun semakin yakin dengan perasaan Ku padanya...." bisik Ku dalam hati.


''Nanti kakak bantu Nara cari baju buat acara nanti.....''


''Iya.Gimana baiknya saja kak.....''


''Sebentar lagi Kita sampai,bagai mana kalau Kita beli makan buat makan malam di rumah nanti.....'' ajak kak Faiz.


''Umz. Baiklah Kita cari saja setelah dekat dengan rumah Nara. Biar makanannya masih hangat. Kalau begitu Nara WA bunda dulu supaya tidak masak buat Kita.....'' jelas Ku sambil meraih handphoneku.


''Ya sudah.....''