LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Chapter 7



* * *


''Kayak anak kecil saja. Lihat laut pun kegirangan segitunya,,,,'' tiba-tiba Azka memulai percakapan dan mengganggu kesenanganku.


''Emangnya kenapa ??? Masalah buat Kamu ?,''


''Yaaaa enggak sih. Cuma aneh aja udah gede tapi kelakuan kayak anak kecil.''


''Ikh,,,,,,apaan sih Azka.'' Timpal Ku kesal. Apa maksudnya baru juga sampai udah buat Aku bad mood.


''Ngomong-ngomong Bunda sama Ayah kok lama sih,,'' dalam hati Ku bertanya-tanya.Tak lama terdengar suara berisik yang sangat Aku kenal. Siapa lagi kalau bukan Kia dan Hina,,teriak memanggil namaku.


'' Nara.....'' Seru mereka barengan,sambil melambaikan tangan mereka.


''Kamu udah lama sampai ? Kok bisa bareng sama Azka?.'' Tanya Kia heran


''Oooooh itu,kebetulan Bapak Ku katanya dia lelah buat bawa mobil,jadi Kami sekeluarga ikut keluarga Azka sekalian kan.'' '


'Oh gitu..'' Jawab Kia sama Hina barengan


''Oh iya,mana Angga kok Aku belum lihat dia??,''


''Angga.. Dia ikut orang tuanya ke lobi bantuin bawa barang-barang Kita juga.'' Jelas Hina


''Ya udah ayo Kita susul orang tua Kita juga,disini anginnya dingin,ayo Kita ke hotel,'' ajak kia


''Ayoooo.....'' jawabku semangat


Eh,,,bentar Azka mana ? Aku pun menoleh mencari keberadaan dia,ternyata dia sedang main air dan menulis sesuatu yang Aku tak tahu. Karena malam jadi tidak terlihat jelas karena gelap.


''Huh...bilang Aku kayak anak kecil sendirinya main air sambil nulis-nulis nggak jelas gitu.'' Gumam Ku dalam hati


''Azka.....Ayooo Kita ke Hotel samperin orang tua Kita. Disini dingin.'' Seru Ku


''Iyaaaaa....'' Jawabnya singkat


Aku pun lari menghampiri Kia dan Hina,yang sedari tadi menunggu Ku di bawah saung-saungan di dekat pohon kelapa.


Jujur saja Aku penasaran dengan apa yang Azka tadi tulis di pasir pantai. Samar-samar Aku lihat ada huruf R dan angka 4. Namun tak sempat Ku baca karena terburu sapu oleh ombak jadi tak sempat lagi Ku pastikan.


Akhirnya Aku sampai juga di kamar pesanan orang tua Kami. Aku memutuskan untuk membersihkan diri. Sebelum melanjutkan acara puncak nanti malam. Kami berencana untuk BBQ an dan main kembang api.


"Eh....Nara kamar Kita tetanggaan juga.'' Seru Angga mengagetkan Ku,yang tadinya mau buka pintu kamar no 309. Kamar yang di pesan orang tuaku,kebetulan mereka sepertinya masih di lantai bawah bercengkrama di restoran yang ada di hotel ini. Jadi Aku memutuskan untuk ke kamar duluan,soalnya gerah dari tadi belum mandi.


'' Eh iya,,kebetulan juga ya kamar Kita deretan.''


''Tapi....ngomong-ngomong Kia sama sama Hina mana ? Perasaan tadi masuk hotel bareng deh..'' Aku baru menyadari keberadaan kedua temanku tidak ada bersamaku. Karena dari tadi pikiranku terbagi dengan hal-hal yang buat Aku penasaran tentang kejadian di pantai itu.


''Oooooh,,,,,Kamu nggak tau ya,mereka kan kamarnya terpisah dengan Kita. Kebetulan kamar yang tersisa di lantai ini,hanya ada tiga kamar saja. Jadi sisanya di lantai 7.''


''Angga jadi maksud Kamu,Kita disini bertiga sama......''


''Sama apa sih Nara ? Udah ah,, Aku duluan masuk ya udah gatel nih mau mandi,,,bye.'' Jawabnya. Dan dengan cepat menutup pintu kamar dia.


Ya sudahlah.. Aku pun memutuskan untuk masuk dan bersih-bersih untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu Aku penasaran dengan pemandangan di luar jendela sepertinya pemandangan di luar sama indah. Kebetulan kamar yang keluarga Aku dapat view nya langsung mengarah ke laut. Aku pun perlahan membuka pintu kamar dan bersenandung,karena rasanya senang sekali lihat pemandangan yang begitu indah dan sulit di dapatkan di kota.


''Berisik......''


Tiba-tiba Aku dikagetkan dengan suara yang nggak asing buat aku.


''Kamu,,,,Kamu ngapain di sana???.'' '


''Ya menurut Kamu ? Aku ngapain bisa disini. Ya ini kamar keluarga Akulah.'' jawab Azka ngeselin


''Ya ampuuun,,,,'' dalam hatiku berdecak kesal kok bisa sikh Aku selalu ketemu dia. Disaat Aku mencoba buat move on dari dia. Tapi,,,kenapa seolah waktu itu buat Aku ketemu terus sama Azka terus


''Yaaaa,,,,kalau berisik nggak usah di dengar. Pura-pura aja Kamu nggak dengar. Atau enggak mana aerphone mu ? Pakai saja itu.''


''Oh,,,,kalau nggak Kamu masuk aja sana ke kamar.'' Lanjut Ku,,mencoba ketus sama dia.Dan dia hanya tersenyum tipis melihat tingkah Aku.


Aku pun melanjutkan aktivitasku menikmati suasana malam ini.


''Kamu jaga diri baik-baik yah disini. Aku enggak bisa lagi ada di samping Kamu,,terus jagain Kamu. Karena gue mau lanjutin sekolah ke Bandung. Ya mungkin Kamu sudah tau rencana Aku mau lanjutin sekolah ke sana.''


Aku pun kaget dan terheran-heran dengan sikap dia sekarang. Raut wajahnya menggambarkan kesedihan. Penuh pertanyaan di benak Ku dan belum sempat Aku jawab,dia pun melanjutkan ucapannya.


''Jangan rindu juga Nara,,,itu berat buat Aku.'' Seketika dia langsung memasuki kamarnya,meninggalkan Ku yang masih terheran dan mencerna apa yang dia ucapkan barusan.


Drrrred....Drrrred bunyi HP Ku,,mengagetkanku. Disana tertulis My Bunda,, Akupun langsung mengangkat telepon dari bunda.


''Iya bunda kenapa??,''


''Sayang ayo turun Kita mulai acara BBQannya.''


''Iya bunda baiklah Aku segera turun.'' jawabku. Dan langsung menutup teleponnya. Aku berlari keluar untuk samperin keberadaan keluargaku yang sudah menunggu sedari tadi.


Sesampainya di lantai bawah benar saja teman-temanku sudah menikmati makanan yang sudah tersedia. Kebetulan Kami memesan layanan dari hotel juga,,jadi Kami tinggal makan dan menikmatinya. Akupun dan teman-temanku sangat menikmati acara makan malam ini dan di lanjutkan dengan pesta kembang api.


''Waaaah.....'' Seru Kami bersamaan. Kagum melihat indahnya kembang api yang dinyalakan oleh pihak hotel dan Aku pun sangat menikmatinya.Tapi seketika Aku terheran dengan sikap Azka. Dari tadi hanya diam saja tidak seperti Kami yang ramai kegirangan. Seolah dia sedang memendam sesuatu dan hanya duduk di kursi di dekat kolam renang.


Saat Aku coba untuk mencuri-curi pandangan melihat dia, alangkah kagetnya Aku. Buat Aku salah tingkah,,karena mataku berpandangan dengan Azka yang sedang menatapku dengan tajam dan dalam banget.


Aku pun bingung mau mengalihkan pandanganku, bagaimana karena sudah tertangkap basah sama dia Aku memandangi dia.


''Tuhan tolong Aku..'' Batinku meminta petunjuknya. Aku nggak mau Azka salah paham lagi dengan kejadian barusan dan menambah ke salah pahaman kami berdua. Aku pun langsung pura-pura mengecek Handphone yang Ku letakan di atas meja dan mengambilnya. Entahlah Aku hanya pura-pura mengotak-atiknya,,untuk mengalihkan perhatiannya padaku.


Setelah beberapa saat kemudian,,, Aku melihat kembali keberadaan dia dan dia sudah tak lagi di sana. Kursi yang sedari tadi dia duduki sudah kosong tak berpenghuni. Dan Aku merasa lega.