LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 54



***


"Kakek,telah meninggalkan kita lebih dulu......"ucap ayah pelang.


Sontak saja,ucapan ayah buat Aku terkejut.Dunia Ku terasa runtuh seketika,badan Ku meras gemetar dan lemas.


"Nara,kuatkan hatimu..."ucap Azka sambil memegangi Ku.


"Azka........"


"Ayah ingin melihat kakek......."lanjutku sambil meraih tangan ayah.


Akhirnya kami pun langsung menuju ke tempat dimana kakek di rawat.Sesampainya di sana benar saja,nenek,ibu dan paman tengah menagis di samping tempat kakek di rawat.


"Kakek......"teriak Ku histeris.


"Kakek,jangan tinggalkan Nara......"


"Nara sayang kakek......."lanjut Ku sambil memeluk tubuh kakek yang sudah terbujur kaku.


"Nara,kamu harus kuat.Kakek pasti sedih kalau kamu seperti ini......"ucap Azka sambil memegangi Ku.


"Kuatkan hati kamu Nara......"lankutnya.


"Tapi kakek Azka......."


"Iya......."


"Aku tahu ini pasti berat banget untuk kamu......."


Aku langsung memeluk Azka sambil menagis sejadi-jadinya.


***


Setelah semua urusan selesai.Sore harinya jenazah kakek pun langsung di bawa keluarga ke Boyolali.Kakek meminta untuk di semayamkan di tempat kelahirannya.


Di dalam mobil ambulan,hanya ada ayah dan paman saja.Sedangkan Aku,ibu,nenek dan Bian memakai mobil milik paman dan Azka yang menjadi supirnya.


Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam,akhirnya kami pun sampai di kediaman kakek.Kami pun di sambut oleh saudara yangbsudah menunggu kedatangan kami.


Terlihat dari merek juga yang menampakkan raut wajah sedihnya.Kami di sambut oleh isak tangis dari keluarga yang sudah menunggu di rumah.


Setelah jenazah kakek di turunkan dari mobil jenazah.Keluarga memilih langsung untuk menyolatkannya di mesjid yang jaraknya 100 meter dari rumah kakek.


Aku dan keluarga lainnya juga ikut kesana untuk menyolatkannya.Sedangkan nenek di rumah,karena kondisi nenek yang tidak memungkinkan.Untungnya ada bibiku,istri dari paman yang menjaganya.


Nenek pasti lebih terpukul,sepeninggal kakek.Sekarang di rumah hanya tinggal nenek sendirian.


***


Sekitar pukul 04.00 wib akhirnya,jenazah kakek pun akan langsung di kuburkan di TPU yang ada di kampung ini.Jaraknya sendiri sekitar 1,5 kilo dari rumah dan kami sekeluarga memilih untuk mengantarnya dengan berjalan kaki.


Aku sangat terpukul dan sedih,apalagi saat tanah perlahan menutup jenazahnya sedikit demi sedikit.Begitu pun ibu,sedari tadi tidak berhenti menangis.


Sebenarnya tadi,ada kejadian nenek pingsan saat jenazah kakek di masukan ke liang lahat.Dan sekarang beliau tengah tertunduk lemas melihat kuburan kakek yang sudah di tutup tanah seutuhnya.


"Kek,sekarang kakek sudah tidak medasakan sakit lagi.Kakek sudah tenang disana....."ucap Ku sambil menaburkan bunga.


"Nara,ikhlas melepaskan kakek......"


"Kakek orang baik,Nara sangat meyakini dan berdoa semoga kakek di tempatkan di sisi Tuhan,di tempat yang terbaik......"lanjut Ku sambi terisak.


Azka berusaha menguatkan Aku dengan menepuk pelan punggung Ku.Semenjak pulang dari Rumah Sakit,dia selalu berada di samping Aku dan selalu berusaha menguatkan Aku.


"Ayo,kita pulang......"ajak ayah.


"Nara,masih mau di sini.Sebentar lagi aja....."ucap Ku sambil melihat ke arah ayah.


"Baiklah,biarkan Azka menemani kamu......"ucap ayah berlalu sambil memapah ibu.


Sepeninggal ayah dan keluarga lainnya,Aku tak henti-hentinya menangis sambil memeluk nisan kakek.


"Kakek......."ucap Ku lirih.


"Nara,masih tidak percaya.Kakek,begitu cepat meninggalkan Nara......"


Hampir 30 menit Aku masih dalam posisi duduk di samping kuburan kakek.


"Nara,ayo kita pulang.Sebentar lagi hari sudah gelap....."ucap Azka meraih tubuh Ku.


"Tidak Azka....."


"Aku mau di sini menemani kakek,kalau Aku pulang nanti kakek kesepian......"lanjut Ku.


"Nara......."


"Sadar apa yang kamh ucapkan barusan.Beliau sudah pergi meninggalkan kita semua.Kamu harus merelakannya,kamu harus kuat Nara......"lanjut Azka sambil memegang tubuh Ku.


"Kamu tidak mengerti perasaan Ku......"


"Kamu nggak tahu gimana perasaan Aku sekarang......."lanjut ku setengah berteriak.


Azka langsung memeluk Ku erat dan menenangkan Aku.


"Aku tahu betul bagaimana perasan kamu sekarang.Tapi,kakek juga pasti sedih melihat keadaan kamu sekarang.Kakek juga pasti tidak menginginkan kamu seperti ini......."ucap Azka sambil mengelus rambut Ku.


"Aku capek......"ucap Ku pelan.


Azka hanya terdiam dan tetap memeluk Ku.


Akhirnya setelah Aku merasa sedikit tenang.Aku dan Azka pun pulang dengan berjalan kaki.Azka tetap memegangi tubuh Ku yang terasa lemah.


Terlihat sebuah mobil terparkir di dekat pintu masuk TPU,padahal setahu Ku,tidak ada dari keluarga Ku yang mengantar kakek dengan mobil.


Terlihat pintu mobil tersebut pun terbuka dan ternyata itu kak Azka dan Angga.


"Nara......!"seru kak Azka.


Aku pun langsung berlari dan memeluknya.


"Kakak......"


"Kakek,kak....."lanjut Ku.


"Iya kakak tahu.Sudah,tenangkan diri kamu......"ucap kak Azka sambil mengelus kepala Ku.


Tangis Ku pun tumpah dan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukkan kak Azka.


***


Akhirnya kami berempat kembali ke kediaman nenek dengan menaiki mobil milik Bian.Ternyata di sana sudah Kia dan Hina yang tengah berdiri di depan gerbang rumah nenek.


Setelah melihat kedatangan Ku,mereka langsung menghampiri Ku dan memeluku.Mereka memberikan Aku semangat,supaya tidak berlarut-larut dalam kesedihan.


"Bagaimana kalian bisa disini.....?"tanyaku.


"Setelah kami menerima kabar dari Azka siang tadi.Kami langsung menuju kesini dan beruntungnya saat itu kak Azka juga sudah menerima kabar dari Angga......"jelas Kia.


"Iya,jadinya kami bareng-bareng langsung kesini......"sahut Hina.


Kami pun langsung masuk ke dalam rumah,karena ternyata hari sudah malam.


***


Selama kurang lebih dari satu minggu teman-teman Ku dan kak Azka di sini menemani Ku.Dan hari ini,hari terakhir Aku di sini bersama mereka.


Senin,lusa kami semua sudah mulai masuk sekolah kembali.Sedangkan ayah dan ibu,mereka masih akan tetap di sini untuk mengurus hal-hal lainnya.


Sebelum Aku pulang kembali,Aku pun mengajak kak Azka untuk pergi ke makam kakek dulu.


Sesampainya di sana Aku langsung menyiramkan air dan menabur bunga.


"Hai kek,ini Nara......"


"Nara kembali lagi kesini,Nara kangen sama kakek......"lanjut Ku sambil menaburkan bunga.


"Maafin Nara,yah Kek.Hari ini hari terakhir Nara,disini.Oh iya,ini kak Faiz.Ini pacar Nara......."ucap Ku sambil memegang tangan kak Faiz.


"Nara,belum sempat memperkenalkannya sama kakek.Dia orang yang sangat baik sama Nara dan sayang sama Nara.Seperti rasa sayang kakek yang selalu di tunjukkan sama Nara........"lanjut Ku.