
* * *
Kejadian itu buat Aku terdiam beberapa saat. Maksud ucapan kak Faiz apa?
''Nara...... Nara....!'' suara Hina membuyarkan pikiranku.
''Eh....Iya kenapa..?'' tanyaku kaget.
''Kamu yang kenapa Nara... Kok bengong?? Jangan bilang,Kamu terpesona dengan apa yang di lakukan kak Faiz barusan...''ujar Hina.
''Hah....? Tentu saja tidak apaan sih. Ayolah Kita ke tenda disini dingin...''ucapku mengalihkan pembicaraan.
Aku dan Hina langsung berjalan menuju tenda dan berniat untuk istirahat.
''Hina,,,,menurut Kamu bagaimana Aku bisa mengembalikan jaket milik kak Faiz....?? ''
''Aku juga nggak tau,kok malah tanya sama Aku. Kamu kasih langsung saja,,nanti kalau ada kesempatan.Kalau nggak Kamu titip Angga saja,dia kan kenal sama kak Faiz..'' Hina memberikan saran.
''Benar juga kata Kamu....Aku titip Angga saja kali ya. Tapi aku harus mencucinya dulu,masa iya Aku kembalikan dalam keadaan kotor gini...''timpal Ku.
''Ya iyalah Nara... Dicuci dulu,masa iya nggak....'' celetuk Hina ngakak.
Aku pun dan Hina berniat untuk tidur karena sudah mengantuk.Namun tiba-tiba di luar sana sepertinya ada seseorang yang sedang berbicara dan menyebut namaku.Aku dan Hina penasaran apa yang mereka bicarakan. Dan mencoba menguping dari balik tenda.
''Oh bukan disini kak. Kalau nggak salah dia di tenda B-7,timnya Naila....'' jawab cewek itu.
''Nara....Sepertinya ada yang mencari Kamu,dia nyebutin nama Kamu tuh...!'' ucap Hina.
''Siapa yah....Aku ngerasa nggak ada janji deh sama siapa pun....'' jawabku penasaran.
''Tapi kalau dari nada suaranya sepertinya Aku pernah mendengarnya....'' Jawabku lanjut, sambil mengingat siapa pemilik suara itu.
''Nara.... Nara...!'' panggil laki-laki itu.
''Oh my good itu kak Faiz,, Nara. Ayo cepat Kamu samperin dia. Kayaknya dia ada perlu sama Kamu....'' bisik Hina.
Aku langsung beranjak dari tidur dan membuka tenda, benar saja kak Faiz sudah berdiri di samping tenda Ku.
''Iya kak..... Ada apa yah?? Ada perlu apa kakak mencari Ku kesini??'' tanyaku penasaran.
''Ini.....kakak khawatir Kamu tidur kedinginan,pasti Kamu tidak bawa selimut kan???'' tanya kak Faiz.
''Iya.....Makasih kak sebelumnya,tapi kakak tidak perlu repot-repot. Aku tidak nyaman dengan yang lainnya...'' jawabku pelan.
''Kamu tidak perlu takut Nara....Apa yang Kamu takutkan?? Seandainya ada seseorang yang mengganggu mu,,,bilang saja sama kakak....!" jelas kak Faiz.
Dia langsung mengambil tanganku dan memberikan selimut yang ada di tangannya.Kemudian berlalu dibalik tenda.
"Ada apa Nara?? kak Faiz mencari Kamu??? " tanya Hina penasaran.
"Ini.....Dia kasih Aku selimut..." jawabku singkat.
''Tuh kan benar Nara....Apa yang Aku katakan. Dia begitu perhatian sama Kamu. Harusnya Kamu peka..." ledek Hina.
"Apaan sih. Ya sudah lah ayo Kita tidur,Aku udah ngantuk nih..'' ajak Ku sambil memasuki tenda.
''Cie.....!! Yang malam ini tidur di peluk sama kak Faiz....'' celetuk Hina mengejek Ku.
''Di peluk kak Faiz,,,maksud Kamu???''
''Iya kan itu selimut yang di kasih kak Faiz. Anggap saja itu kak Faiz yang peluk kamu. Ha... Ha... Ha...'' jawab Hina ngeledek.
''Apaan sih Hina....'' jawabku malu. Apa yang Hina katakan,buat Aku merasa senang dan tersenyum sendiri.
Aku dan teman-teman lain langsung tidur karena hari sudah larut.
**Pagi harinya.....**
''Iya ini Aku udah bangun kok...''
Aku pun langsung membereskan barang-barang Ku dan peralatan tenda bersama teman-teman.
''Nara,,Hina...Ayo Kita pulang.....'' ajak Kia yang tiba-tiba datang menghampiri Aku dan Hina ke tenda kami.
''Eh iya.....Kia ayo...'' ajak Ku di barengi Hina.
''Mana si Angga,kebiasaan dia mah nggak nungguin Kita....'' gerutu Hina.
''Oh tadi dia bilang dia ada urusan dan pulang duluan. Jadi nggak pulang bareng sama Kita...''jelas Kia.
''Kapan Kamu bertemu Angga?? Kok dia nggak bilang ke Kita juga.....?'' selidik Hina.
''Tadi pas Aku kumpulin peralatan tenda, kebetulan Aku berpapasan sama dia..'' jelas Kia.
''Oh gitu,,,ya sudah yuk Kita langsung pulang saja....'' ajak Ku.
Kami pun bertiga langsung keluar dari area sekolah dan berniat langsung pesan taksi online.
''Eh....Nara lihat bukannya itu kak Faiz..?'' tunjuk Hina. menunjukan keberadaan kak Faiz yang berada di depan gerbang.
''Ya udah lah biarkan saja mungkin saja dia sedang menunggu temannya.....'' jawabku berusaha cuek.
''Ya sudah ayo....'' seru Kia dan Hina.
Kami pun menunggu taksi online yang kami pesan di aplikasi.Namun tiba-tiba kak Faiz menghampiri Aku dan teman-temanku.
''Nara.....Kamu pulang sama siapa???'' tanya kak Faiz.
''Ini kak...Kita lagi pesan taksi online kok'' jawabku singkat.
''Bagaimana kalau kakak antar Kamu pulang....?'' ajak kak Faiz.
''Gimana ya kak....Aku udah pesan taksi onlinenya,bentar lagi taksinya sampai....Kakak duluan aja..'' Aku berusaha menolak.
''Oh begitu. Baik lah kalau begitu...Kakak hanya ingin memastikan saja Kamu pulang dengan selamat. Kalau begitu kakak pulang duluan yah....'' ucapnya sopan dan berlalu menaiki motornya.
Akhirnya taksi yang Aku dan teman-temanku pesan datang juga. Aku pun segera menaikinya.
''Nara....Kenapa Kamu tidak mengiyakan ajak kan kak Faiz?? Sepertinya dia kecewa,karena Kamu menolak ajakannya....'' seru Hina.
''Mana mungkin dia kecewa...Enggak lah. Lagian Aku merasa tidak nyaman dengan perhatian dia sama Aku akhir-akhir ini.....!'' jelas Ku .
''Itu Kamu menyadari perhatian yang di berikan kak Faiz sama Kamu.Aku tau Nara dan paham,dengan sikap perhatian kak Faiz sama Kamu selama ini.Aku yakin kak Faiz kayaknya suka sama Kamu deh....!'' ungkap Hina.
''Ah mana mungkin Aku dan kak Faiz kan baru ketemu dan hanya beberapa kesempatan saja Aku bisa bareng sama dia. mana mungkin dia secepat itu suka sama Aku...'' jawabku heran dengan pernyataan Hina.
''Ya ampun Nara..!! Enggak ada yang nggak mungkin kalau menyangkut masalah hati....Benarkan Kia ?...'' ejek Hina.
''Yupz bener. Bisa saja kan dia atuh cinta pada pandangan pertama.....'' ungkap Kia.
''Benar banget,,,,Aku setuju apa yang Kia katakan....'' ucap Hina tanda setuju.
''Sekarang pertanyaannya......Bagaimana dengan Kamu?? Apa Kamu punya perasaan yang sama dengan kak Faiz...??'' tanya Kia penasaran.
''Aku juga belum yakin dengan perasaan Aku sendiri. Sebenarnya setiap apa yang di lakukan kak Faiz sama Aku itu,entah kenapa jantungku tiba-tiba berdetak tak beraturan. Dan jujur mengganggu Ku....'' ungkap Ku.
''Nah.....Ini yang harus Kamu pastikan. Dengan perasaan Kamu sama kak Faiz....'' ujar Kia.
''Apa mungkin Kamu masih terbayang-bayang perasaan Kamu sama Azka??'' tanya Hina.
''Tidak tau lah Aku pun bingung. Dengan perasaanku sekarang,masalah Azka,,Aku udah bisa berteman dengan masa lalu dan berusaha mengerti dengan keputusan yang Azka ambil. Perasaanku sama Azka hanya masalah waktu.....'' jelas Ku. Yang di barengi anggukan Kia sama Hina tanda mengerti.