LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 26



* * *


''Bunda.... Kenalin ini kak Faiz.....'' tutur Ku malu.


Bunda pun langsung menghampiri Aku dan kak Faiz.


''Oh ini yang Faiz yang sering Kamu ceritakan sama bunda....'' tutur bunda.


''Bunda.....'' tutur Ku malu.


Bunda hanya tersenyum melihat Aku yang malu,karena sudah berani menceritakan kak Faiz sama bunda.


''Faiz tante.....'' ucap kak Faiz,sambil mengulurkan tangan.


''Iya salam kenal yah. Kamu ganteng juga ternyata....'' ucap bunda.


''Terima Kasih.....''


''Panggil bunda saja.....'' lanjut bunda.


''Iya bunda....'' tutur kak Faiz pelan.


''Makasih ya udah anterin Nara pulang....''


'' Iya sama-sama bunda,tidak apa-apa kok....'' timpal kak Faiz.


''Ayo silahkan mampir dulu,nanti bunda buatkan minum.....'' ajak bunda.


''Oh iya. Tapi maaf bunda,Faiz ada urusan harus jemput adik Faiz di tempat bimbel. Mungkin lain kali Faiz akan mampir......'' jelas kak Faiz.


''Oh gitu,,ya sudah hati-hati di jalan yah. Sering-sering saja main ke sini,ayahnya Nara pasti senang ada temannya....'' ucap bunda sambil tersenyum.


''Iya bunda pasti. Kalau begitu Faiz permisi duluan.....''tutur kak Faiz.


''Nara.... Kakak duluan yah,besok kakak jemput.....'' lanjutnya.


Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan kak Faiz. Dia pun langsung menancap gasnya.


''Faiz sepertinya baik,sopan,ganteng lagi....'' ucap bunda.


''Ih bunda apaan sih....'' gerutu Ku malu.


''Tapi iyakan???'' ledek bunda.


''Iya....'' jawabku malu sambil berlari masuk ke dalam rumah.


''Nara.....''seru bunda.


''Ayo ceritakan sama bunda,kenapa Kamu bisa di antar pulang sama Faiz.....'' lanjut bunda.


'' Ya terjadi begitu saja bunda. Kebetulan teman-temanku punya urusan masing-masing,jadi tadi Nara kebetulan ketemu sama kak Faiz. Ya udah dia anterin Nara pulang.....'' jelas Ku.


''Jadi,hubungan Kamu sama Faiz sekarang bagaimana?? Udah jadian...?'' tutur bunda.


''Ya gitu.....'' ucapku tersipu malu.


''Ya gitu apa?? Yang jelas dong Nara,bunda kan mau tahu.....''selidik bunda.


''Iya..... Nara sama kak Faiz udah jadian....'' ucapku malu.


Bunda pun tersenyum mendengar ucapan Ku.


''Syukurlah,bunda senang. Akhirnya Nara kembali ceria,tidak seperti kemarin-kemarin yang galau terus.....'' tutur bunda sambil mencubit pipiku.


''Ya sudah Nara masuk ke kamar ya bunda,mau mandi.....''


'' Ya sudah....''


Aku pun langsung masuk ke kamar dan membaringkan tubuhku di atas ranjang.


"Rasanya seperti mimpi sekarang Aku jadian sama kak Faiz.Semoga hubungan Aku dan kak Faiz langgeng...."bisik Ku dalam hati.


Aku terus saja terbayang-bayang saat Aku dan kak Faiz tadi berciuman.


"Ya ampun Nara,apa yang Kamu pikirkan...." gerutu Ku dalam hati.


Aku pun memutuskan untuk beranjak mandi,supaya tidak terbayang-bayang terus kejadian tadi di sekolah.


Setelah selesai Aku langsung menghampiri bunda di ruang makan.


''Bunda....'' seru Ku.


''Iya.....''


''Bunda sedang masak apa?? Wanginya enak banget....'' tutur Ku.


''Bunda masak ayam goreng mentega,pesanan ayah Kamu Dan capcay goreng kesukaan Nara....'' jelas bunda tengah sibuk mempersiapkan masakannya ke dalam wadah.


''Wah..... Pasti enak banget,tinggal menunggu ayah pulang...'' tutur Ku.


''Kalau Nara mau duluan makan,duluan saja takut ayah pulangnya telat...'' ucap bunda sambil menyimpan makanan di atas meja.


''Tidak ah bunda,tunggu ayah saja.....''


''Oh iya,ngomong-ngomong bunda tadi dari mana?? Kok bisa lihat Nara sama Kak Faiz....'' lanjut Ku.


''Bunda tadi habis mengantarkan uang arisan ke rumahnya bu RT. Dari kejauhan bunda tidak sengaja lihat anak bunda di antar sama cowok.....'' jelas bunda.


''Oh gitu.....''


Suara handphone Aku pun berbunyi memecah percakapan Aku dengan Bunda.


''Eh itu Handphone Nara berdering bunda....'' ucapku sambil berlalu meninggalkan bunda.


''Halo......'' seru kak Faiz di telepon.


''Halo Nara.....''lanjutnya.


''Iya kak,kenapa ya..?''


'' Tidak,kakak ingin mendengar suara Kamu aja. Kangen.....'' tuturnya.


''Ih kakak apaan sih,baru juga tadi Kita ketemu.....''ucap Ku malu.


''Itu kan tadi,bukan sekarang.....''


''Iya......'' Aku tersipu malu mendengar ucapan kak Faiz.


''Nara sudah makan belum....?''


''Belum.Nara tunggu ayah pulang dulu.....''


''Oh ya udah,jangan lupa makan yah.Nanti Nara sakit,kakak khawatir....'' tuturnya.


''Iya kakak juga jangan lupa makan.....'' timpal Ku.


''Iya. Ini kakak lagi nemenin adik kakak makan.....''


''Memangnya orang tua kakak kemana?? Kok sama adik kakak aja berdua??''


''Mereka ada di rumah. Hanya saja tadi selepas pulang jemput dia di tempat Bimbel,dia minta di beliin makanan. Lapar katanya.....'' jelas kak Faiz.


''Oh gitu. Kalau boleh tahu,adik kakak berumur berapa tahun??''


''Pokoknya dia baru kelas 3 SD.....''


''Oh berarti sekitar umur 9/10 tahun ya....''


''Iya....''


''Oh iya udah dulu yah,kakak mau lanjutin mau pulang.Dah.....'' tuturnya.


''Iya kak. Hati-hati bawa motornya jangan ngebut-ngebut...''


''Tidak kok tenang saja. Ya sudah sampai ketemu besok yah.....''


'' Iya kak.....!''


'' Nara....!'' serunya kembali.


''Iya....?''


''Love you.....'' ucapnya langsung menutup teleponnya.


"Ih kak Faiz bikin Nara malu aja....."bisik Ku malu.


Tidak berselang lama kemudian kak Faiz mengirimkan sebuah Foto. Aku pun langsung membukanya,ternyata itu Foto kak Faiz dengan adiknya. Mereka terlihat sangat mirip,sama-sama ganteng.


***WhatsApp*


Kak Faiz : "Takut Nara rindu sama kakak,lihat aja Foto kakak. Tapi jangan lihat adik kakak aja....."


Nara : " Iya,nanti Nara save..."


Kak Faiz : " Sekarang Foto Nara mana? Kakak boleh kan menyimpan Foto pacar kakak**....."


Aku pun langsung mengambil beberapa foto selfi dan memilih foto yang menurutku terbaik. Dan Aku langsung mengirimkannya.


**Kak Faiz : " Cantik....."


Nara : " Makasih atas pujiannya.."


Kak Faiz : " Itu bukan pujian,tapi kenyataan**..."


Aku pun tersipu malu membaca balasan dari kak Faiz.


Jujur saja,Aku masih tidak menyangka saja kalau sekarang Aku dan kak Faiz sudah resmi pacaran.


* * *


" Nara......'' seru bunda di luar kamar.


Aku pun langsung beranjak dari tidurku dan membukakan pintu.


''Iya bunda.....''


''Ayo Kita makan,itu ayah sudah pulang....'' ajak bunda.


''Oh iya bunda ayo.....'' ucapku sambil mengikuti bunda.


Aku langsung duduk di depan ayah yang sudah duluan ada.


''Sore ayah.....'' seruku.


''Sore. Wah anak ayah kenapa nih,mukanya ceria sekali.....''tutur ayah sambil tersenyum.


''Ah ayah. Enggak kok,Nara biasa-biasa saja....''


Bunda hanya tersenyum mendengar percakapan Aku dengan Ayah. Kami pun sangat menikmati menu makanan yang di buat sama bunda hari ini.


''Ayam mentega buatan bunda,memang paling juara.Rasanya enak sekali.....'' puji ayah.


''Ayah.Suka gitu deh....'' ucap bunda tersenyum.