
***
Malam ke 5 ini,gilaran Aku untuk ikut menjaga kakek di Rumah Sakit bersama Azka dan satu orang sepupu Ku.
Hari nenek pulang dulu ke rumah paman untuk beristirahat.Meskipun sebenarnya beliau bersikeras untuk terus menjaga kakek.Namun,anak-anaknya membujuknya untuk beristirahat dulu di rumah paman.
Dari hari pertama kakek masuk rumah sakit,nenek tidak pernah sekalipun meninggalkannga.Kami juga mengkhawatirkan kesehatan Nenek,pasti sebenarnya nenek juga lelah.Namun,lebih mimilih untuk menahannya.
"Udah kamu isturahat aja di kursi sana,biar Aku yang menunggu kakek di sini...."ucap sepupu Ku bernama Bian.
"Benar tidak apa-apa....?"
"Udah tidak apa-apa Nara.Lagian kan masih satu ruangan ini,nanti kalau ada apa-apa Aku akan langsung membangunkan kamu....."jelasnya.
"Iya benar kata Bian.Dari tadi kamu sudah menjaga beliau,sekarang giliran Kita untuk menjaganya......"sahut Azka.
Aku pun langsung menuruti saran Bian dan Azka.Dan menunggu kakek di kursi yang letaknya tidak jauh dari tempat kakek di rawat.
Malam ini kakek,hanya satu kali terbangun.Beliau meminta untuk di antarkan ke kamar kecil,Bian dan Azka pun membantu kakek untuk bangun dan memapahnya.
Sebenarnya Aku tidak benar-benar tertidur,Aku sadar salekali saat kakek di papah sama Azka dan Bian.Namun,Aku memilih untuk diam saja.Bukan apa-apa,sejujurnya hatiku terasa sakit saat melihat keadaan kakek sekarang.
Aku tidak bisa berbuat banyak untuk beliau,Aku selalu berdoa dan meminta sama Tuhan,untuk kesembuhannya.
***
Selang beberapa saat,mereka pun kembali dari kamar kecil.
"Terima kasih ya Nak,udah bersedia untuk bantu dan jagain kakek......"ucap kakek pelan.
"Iya sama-sama kek......"tutur Azka sambil membenarkan selimut kakek.
"Nama mu siapa,Nak?"
Azka terlihat terkejut dengan pertanyaan kakek.Padahal saat pertama kali kami datang ke sini,kakek juga sudah menanyakan hal yang sama.
"Azka......"
"Nama yang bagus......"timpal beliau.
Azka hanya tersenyum mendengar ucapan kakek.
"Kalau saya.....?"tutur Bian.
"Anaknya Sutrisno,cucu Ku......"ucap kakek sambil tersenyum.
"Bian........"ucap Bian sambil membisikkannya.
"Oh alah,kakek lupa......"tutur kakek tersenyum.
Aku berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan terjatuh di kelopak mataku.Mendengar ucapan kakek,hatiku merasakan sakit yang teramat.
"Kakek tidak melihat Nara....."lanjut beliau.
Ternyata beliau masih mengingat namaku dan menanyakan keberadaanku.Ternyata kakek masih mengingat namaku.
Azka pun langsung menghampiri Ku.Dan langsung berusaha membangunkan Ku,meskipun sebenarnya Aku tidak benar-benar tertidur.
"Nara....!"ucap Azka pelan.
"Nara,kakek menanyakan mu....."lanjutnya.
Aku perlahan membuka mataku yang sudah berlinang dengan air mata.
"Kamu nangis,Nara...?"tanya Azka sambil mengusap air mataku yang menetes.
"Aku tidak kuat Azka....."lirihku.
"Ya......"
"Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang.Aku pernah berada di posisi saat ini,kita tidak akan baik-baik saja melihat orang terdekat kita sakit seperti ini......"lanjut nya.
"Kakek pasti sedih lihat kamu seperti ini.Hapuslah air matamu dulu.Dan temuilah kakek mu......."
"Kamu beruntung,Nara......."sambung Bian menghampiri Ku.
"Kakek,masih mengingat jelas namamu....."lanjutnya.
Aku juga melihat kesedihan di wajah Bian.Dia juga pasti sedih,kakek tidak mengingat namanya.Padahal kami,sama-sama cucunya.
Seorang lelaki tidak seperti perempuan.Laki-laki sangat pandai menyembunyikan kesedihannya.Beda dengan perempuan yang langsung meluapkan kesedigannya dengan menangis.
"Nara disini kek....."ucap Ku langsung duduk di samping kakek sambil mengelus tangannya.
"Oh iya,ternyata Nara disini yah....."ucap kakek pelan sambil tersenyum.
"Kakek rindu sama putri kecil kakek ini.Sudah lama kakek tidak melihat Nara...."lanjutnya sambil mengelus kepalaku pelan.
"Iya Nara juga......"
Padahal kemarin malam,Aku juga menjaga beliau sama seperti malam ini.
"Kakek lelah,Nara......"
"Kakek mau tidur dulu yah......"
"Iya kek......"
"Kakek harus banyak istirahat.Tenang aja,Nara tidak akan pergi kemana-mana.Nara akan selalu ada di samping kakek....."lanjut Ku.
Akhirnya kakek pun tertidur dan Aku memijitnya pelan.Kakek sangat menyukai saat Aku memijitnya.
Dulu,saat beliau masih sehat ketika Aku berkunjung ke rumahnya,beliau pasti meminta Aku untuk memijatnya.Kakek selalu memuji Ku dan bilang kalau pijitan Ku yang terbaik.
Setelah kakek terlelap Azka mengajak Ku untuk mencari makan di depan rumah sakit.Sedangkan Bian dia menunggu kakek,Aku sudah memintanya supaya dia juga ikut.Namun,dia lebih memilih untuk tidur di kursi dan meminta Ku untuk membelikanya saja.
***
Sesampainya di depan Rumah Sakit,kami pun langsung menuju tempat parkir untuk mencari makanan disana.Biasanya disana,banyak yang jualan makanan.
"Jam segini,paling tukang nasi goreng yang masih buka....."tutur Azka di tengah-tengah perjalanan.
"Tidak apa-apalah nasi goreng juga.Yang penting ada buat kita makan malam....."sahut Ku.
Dan ternyata benar saja,setibanya di parkiran belakang Rumah Sakit hanya tukang nasi goreng yang masih buka.Sebenarnya masih ada warung yang buka,namun kebanyakan yang jualan cemilan dan minuman.
"Biar Aku yang memesanya....."ucap Azka.
"Kamu duduk aja......"lanjutnya.
Akhirnya Aku duduk sambil mengecek HP sekilas.Jam 02.00 wib,kak Azka pasti sedang tidur.Tidak mungkin Aku menghubunginya tengah malam begini.
"Mas.....! Nasi gorengnya dua.Yang satu telornya di dadar ya mas....."pinta Azka.
Ternyata Azka,masih mengingat jelas kebiasaan Ku.Kalau masak atau beli nasi goreng Aku pasti meminta telornya untuk di dadar.
Maklum saja Aku sama Azka sudah bersama sejak masih kecil.Wajar saja,dia sangat mengetahui hal-hal apa saja yang Aku suka dan tidak Aku sukai.
"Baik Mas....."
"Di tunggu sebentar ya mas......"timpal sang penjual.
Azka pun langsung menghampuri Ku dengan membawa 2 gelas teh hangat.
"Ini minum dulu,tenang aja gulanya dikit kok...."tuturnya.
"Makasih ya......"Aku langsung meraihnya.
***
Tidak berselang lama,nasi goreng yang kami pesan pun sudah jadi.
"Silahkan......''tutur sang penjual sambil menyimpan 2 piring nasi goreng di hadapan kami.
"Mba nya sangat beruntung yah.Mempunyai pacar yang sangat perhatian...."lanjut sang penjual sambil tersenyum.
Aku sedikit kaget mendengar apa yang barusan di katakannya.Bagaimana bisa dia berfikiran Aku sama Azka berpacaran.
"Kita bukan sepasang kekasih Mas....."
"Kami hanya berteman saja...."lanjut Azka.
"Yang benar?Saya fikir kalian berpacaran.Masnya sangat perhatian dan sangat detail sama mbanya....."timpal beliau.
"Aduh,saya jadi nggak enak......"lanjutnya.
"Oh iya,tidak apa-apa mas.Santai saja....."jawab Azka.
Mungkin,sebenarnya Azka tidak nyaman dengan ucapan penjual tadi.Namun,dia berusaha bersikap baik-baik saja.
Azka mungkin takut buat Aku salah paham dan tidak nyaman.