LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 50



***


Kia dan Hina pun langsung memeluk Ku erat.Aku sangat bisa merasakan betapa mereka mengkhawatirkan Aku.


"Nara......Tenang aja,kamu nggak usah khawatir.Kan ada Azka yang akan jagain kamu....."tutur Kia.


"Iya bener.Lagian cuma sebentar ini,pasti kalau udah naik pesawat kamu akan menikmatinya.Nanti kalau kamu takut merem aja yah....."sambung Hina.


"Iya......."


"Makasih yah,udah anter Aku sampai ke sini....."


"Sama-sama Nara......"ucap Kia dan Hina bersamaan.


Aku pun beranjak perlahan pergi meninggaljan teman-temanku.Mereka melambaikan tangan sambil tersenyum ke arak Ku.


Walau pun sebenarnya dalam hatiku masih mengharapkan kehadiran kak Faiz.


***


"Nara.....!"suara teriakan dari kejauhan yang menurutku tidak asing.


Aku pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan ternyata,orang yang sedari tadi Aku tunggu kehadiranya sedang berlari ke arahku.


"Kak Faiz.....?" bisik Ku.


Kak Faiz langsung memeluk Ku erat.Aku bisa mendengar dengan jelas detak jantungnya yang begitu cepat serta hembusan nafas yang teramat cepat.


"Sayang.....Maafin kakak karena terlambat...."bisiknya.


Dia pun melepaskan pelukannya dan mengelus rambutku lembut.


"Iya kak.Nggak apa-apa,hari ini kakak pasti sibuk.Nara ngerti kok...."


"Maaf ya sayang.Kakak sungguh minta maaf..."


"Iya kak......"


Saat Aku dan kak Faiz tengah mengobrol seseorang meraih tanganku.


"Nara.....!Sebentar lagi pesawat yang akan kita tumpangi akan Lepas Landas......"ucap Azka.


Aku pun langsung melepaskan pegangan tanganku dengan kak Faiz.


"Nara pergi dulu ya kak......"


"Iya sayang.Jaga diri baik-baik di sana,jangan lupa kalau sudah sampai segera hubungi kakak yah....."timpalnya.


Kak Faiz pun melangkah lebih dekat ke arahku.Dan dengan sepontan langsung menciumku.Jujur saja Aku kaget dengan apa yang dia lakukan.Ini pertama kalinya dia melakukannya di tempat umum.


"I Love You....."bisiknya.


Aku hanya tersenyum membalas ucapannya.


"Kalau ada apa-apa langsung kabari kakak.Secepatnya kakak pasti akan langsung menyusul Nara ke sana...."lanjutnya.


Akhirnya Aku dan kak Faiz pun benar-benar berpisah.Kami saling melambaikan tangan satu sama lain,terlihat jelas raut wajahnya memancarkan kesedihan melepaskan kepergianku.


***


Sesampainya di dalam Pesawat,Aku langsung duduk di kursi yang sudah di tunjukan Azka.Tepat berada di dekat jendel dan Aku bisa melihat dengan jelas pemandangan di luar sana.


"Semuanya akan baik-baik saja Nara,kamu nggak perlu khawatir....."ucap Azka sambil memasangkan Sheat Belt ya.


"Apaan sih Azka.Mulai deh mengejek Aku sekarang....."sahutku kesal.


"Para penumpang Pesawat yang terhormat, selamat datang di Penerbangan 4B7 dengan destinasi dari Jakarta tujuan Yogyakarta. Saat ini kami berada di urutan ketiga untuk lepas landas dan diperkirakan akan mengudara dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit."


"Kami meminta Anda untuk mengencangkan sabuk pengaman dan mengamankan semua bagasi di bawah kursi Anda atau di kompartemen atas. Kami juga meminta agar tempat duduk dan nampan meja Anda dalam posisi tegak untuk lepas landas."


"Harap matikan semua perangkat elektronik pribadi, termasuk laptop dan ponsel. Merokok dilarang selama penerbangan. Terima kasih telah memilih Mountain Airlines. Nikmati penerbangan Anda."


Di lanjut dengan pengarahan keselamatan.


"Para penumpang yang terhormat, atas nama kru saya meminta Anda mengarahkan perhatian Anda ke monitor di atas saat kami meninjau prosedur darurat. Ada enam pintu darurat di pesawat ini. Luangkan waktu sebentar untuk menemukan pintu keluar yang paling dekat dengan Anda.


"Perhatikan bahwa pintu keluar terdekat mungkin ada di belakang Anda. Hitung jumlah baris ke pintu keluar ini. Jika kabin mengalami kehilangan tekanan mendadak, tetap tenang dan dengarkan instruksi dari awak kabin."


"Masker oksigen akan turun dari atas kursi Anda. Letakkan masker di atas mulut dan hidung Anda, seperti ini. Tarik tali untuk mengencangkannya. Jika Anda bepergian dengan anak-anak, pastikan masker Anda sendiri terlebih dahulu sebelum membantu anak Anda. Jika terjadi pendaratan darurat dan evakuasi, tinggalkan barang bawaan Anda."


"Perhatikan bahwa pintu keluar terdekat mungkin ada di belakang Anda. Hitung jumlah baris ke pintu keluar ini. Jika kabin mengalami kehilangan tekanan mendadak, tetap tenang dan dengarkan instruksi dari awak kabin."


"Rakit penyelamat terletak di bawah tempat duduk Anda dan lampu darurat akan mengarahkan Anda ke pintu keluar dan perosotan terdekat."


"Kami meminta Anda memastikan bahwa semua barang bawaan disimpan dengan aman selama penerbangan. Sembari menunggu lepas landas, harap luangkan waktu sejenak untuk meninjau kartu data keselamatan di saku kursi di depan Anda."


Aku semakin tegang dan khawatir,Mendengat pengumuman tersebut.Karena itu artinya sebentar lagi Pesawat yang akan Aku tumpangi akan akan terbang.


"Ya tuhan lindungi Aku.Ayah,Bunda do'ain Nara selamat sampai tujuan....."bisik Ku pelan sambil memegang kursi erat.


"Pegang saja tangan Ku,kalau kamu takut...."ucap Azka sambil menyodorkan tangannya.


Dan benar saja Pesawat yang Aku tumpangi mulai bergetar dan perlahan terbang.Tanpa ragu-ragu Aku langsung memegang tangan Azka erat.


"Ini hanya akan sebentar saja Nara,nanti juga kamu akan menikmatinya......."lanjutnya.


Dan benar saja selang beberapa menit kemudian,Aku merasa baik-baik saja dan getaran yang terjadi seperti tadi tidak terasa lagi.


Tanpa Aku sadari Aku masih saja memegang tangan Azka.


"Oh maaf......"ucapku pelan sambil melepaskannya.


"It's oke......"timpalnya sambil tersenyum.


Aku langsung kembali ke posisi Ku semula dan mulai menikmati pemandangan yang terpampang begitu indah dari atas.


Padahal seharusnya Aku duduk di dekat jalur,namun Azka lebil memilih menukar kursi miliknya dengan Ku.


***


Setelah sekitar 1 jam 30 menit pesawat yang Aku tumpangi pun sebentar lagi Landing.


Hal-hal yang Aku khawatirkan dan Aku takutnya ternyata tidak terjadi dan Aku sampai dengan selamat.


Dan satu persatu penumpang mulai keluar dari pesawat.


"Ayo Nara,sekarang waktunya kita keluar.Apakah kamu masih betah di dalam pesawat ini??" ejek Azka puas.


"Ih nggak lucu Azka.Apaan sih....."sahut Ku kesal.


Aku dan Azka pun langsung keluar dari pesawat beserta penumpang yang lainnya.


Setelang mengambil koper,Aku dan Azka langsung menuju lobi depan bandara.Karena kata Azka dia sudah memesan taksi untuk mengantar Aku dan Azka ke tempat dimana Ayah dan Bunda berada.


"Ayo.Sepertinya taksi yang Aku pesan sudah menunggu di depan...."ajak Azka.


"Capek juga yah,apalagi kalau naik kendaraan umum lainnya....."ucapku sambil berjalan mengikuti Azka.


"Kenapa?? Kamu mau mencoba naik kendaraan umum lain nya???"sahutnya.