
* * *
"Aku harus gimana ini?? Aku tidak mungkin kabur juga,kak Faiz sudah terlanjur melihatku...." bisik Ku dalam hati.
Aku pun berusaha bersikap tenang di hadapannya sekarang.
''Nara....'' ucapnya pelan.
''Iya....'' tutur Ku ragu.
''Bisa Kita bicara sebentar.....'' timpalnya.
''Bicara masalah apa ya kak,Aku rasa tidak ada yang harus di bicarakan. Kalau begitu Aku mau pulang yah,takut ketinggalan angkot....'' ucapku sambil berbalik berniat meninggalkannya.
Namun sayangnya kak Faiz meraih tanganku.
''Nara.... Kenapa akhir-akhir ini Kamu menghindari kakak.Apa kak buat salah sama Nara...?'' tuturnya.
Aku pun terpaksa berbalik ke arah kak Faiz.
''Tidak kok,Aku tidak menghindari kakak. Itu mungkin perasaan kakak saja.....'' jelas Ku,mencari alasan.
''Tapu setiap kakak ke kelas mu,kakak tidak melihat mu di sana. Dan setiap kakak coba menanyakannya siswa di sana pasti bilang tidak tahu. Kakak merasa aneh saja,mana mungkin mereka tidak mengetahui keberadaan Kamu....'' jelasnya.
''Ya karena Aku tidak akrab dengan teman-teman di kelasku,hanya dengan Kia,Hinda dan Dewa saja. Lagian kan Aku juga nggak mungkin bilang ke mereka Aku mau pergi ke mana,itukan privasi Aku.....'' jelas Ku.
''Kakak tidak percaya Kamu tidak kenal dekat dengan teman sekelas Kamu,kalian kan sudah masuk sekolah cukup lama...'' tuturnya.
''Ya terserah kalau kakak tidak percaya.Lagian Aku juga nggak perlukan menjelaskannya sama kakak....'' timpal Ku.
Tiba-tiba kak Faiz menarik tanganku dan membawaku pergi dari sana.
''Lepasin kak....'' pinta Ku.
''Lepasin kakak. Sakit.....'' lanjut Ku.
Namun kak Faiz tidak mendengarkan permintaanku dan malah mempercepat langkahnya. Hingga akhirnya kami pun tiba di sebuah rungan yang belum pernah Aku tahu sebelumnya. Dan kak Faiz langsung mengunci pintu tersebut,sontak saja Aku kaget melihat apa yang di lakukan kak Faiz sekarang.
''Apa yang kakak lakukan?? Buka pintunya.....'' teriak Ku.
''Jawab dulu pertanyaan kakak Nara. Kenapa Kamu menghindari kakak.....?'' bentaknya.
''Aku sudah bilang,Aku tidak menghindari kakak.Apa itu tidak cukup,penjelasan apa lagi yang kakak mau dengar dari Aku???'' Aku balik membentaknya.
Namun secara tiba-tiba dia mendekati Aku dan mencium Ku begitu lama,sampai-sampai Aku kesusahan untuk mengatur nafasku.
Setelah beberapa saat kemudian dia melepaskan ciumannya dan langsung memelukku. Aku merasakan detak jantungnya yang begitu cepat.
''Maaf kakak harus melakukannya kembali.Setiap kali Kamu berusaha untuk tidak jujur sama Kakak,itu buat kakak kesal dan tidak bisa menahannya.....'' tuturnya sambil mengelus rambutku lembut.
Aku shock dengan apa yang terjadi barusan,meskipun bukan untuk pertama kalinya dia melakukan ini padaku,namun kejadian barusan dia melakukannya begitu lama.
Kak Faiz pun melepaskan pelukannya dan memegang wajahku yang kemerahan. Dia tersenyum melihat keadaan Ku sekarang.
''Kenapa Nara diam saja,apa kakak perlu mengulangnya kembali.....'' tuturnya.
Aku pun menggelengkan kepalaku tanda Aku menolaknya,namun yang terjadi kak Faiz malah memberikan Aku beberapa kecupan di bibirku.
''Kamu begitu cantik saat seperti ini....'' bisik kak Faiz yang kembali menciumiku lama.
''Kak udah.....'' pintaku pelan.
Dia pun menyentuh bibirku lembut,
''Kamu masih ingatkan,apa yang kakak katakan terakhir kali. Hanya kakak yang bisa mencium bibir Kamu. Dan Kamu harus menjaganya.....'' tuturnya pelan.
Aku langsung memeluk kak Faiz erat,jujur saja Aku juga sangat merindukannya. Sudah lama Aku coba untuk menghindarinya,namun hatiku tidak bisa membohonginya.
''Kakak rindu sama Nara....'' bisik kak Faiz pelan.
Aku hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalaku tanda mengiyakan ucapannya.
''Ya sudah sekarang,apa Nara bisa memberikan penjelasan,kenapa akhir-akhir ini Nara menjauhi kakak....'' tuturnya.
Aku pun melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya.
''Kenapa...?'' lanjutnya,sambil mengelus rambutku.
Aku ragu,apa Aku harus menceritakan semuanya pada kak Faiz. Apa yang di lakukan kak Helen padaku,sampai akhirnya Aku memutuskan untuk menghindarinya.
''Helen???Apa yang dia lakukan sama Nara???'' raut wajah kak Faiz langsung berubah.
Aku pun duduk di kursi dan mulai menceritakan semuanya,apa saja yang di lakukan kak Helen padaku. Dan ancaman-ancaman yang dia berikan supaya Aku menjauhi kak Faiz.
''Jadi luka di kaki mu,itu karena ulah dia..?''
Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapan kak Faiz.Tak terasa air mataku pun sudah memenuhi pipiku.
''Sudah.Jangan menangis,sekarang Nara punya kak. Kakak tidak akan membiarkan Helen mengganggu Nara kembali....'' tuturnya menenangkan Aku.
''Sini kakak peluk,supaya Nara jauh lebih tenang.....'' ucapnya sambil menjulurkan tangannya.
Aku langsung menghampirinya dan menangis di pelukannya sejadi-jadinya.
''Menangislah. Jika itu buat Nara merasa jauh lebih baik.....'' tutur kak Faiz membalas pelukanku.
Setelah beberapa saat,Aku merasa jauh lebih tenang dan melepaskan pelukanku.
''Maaf ya kak,Nara cengeng.....'' tutur Ku.
''Tidak apa-apa. Kakak paham dengan perasaan Nara....'' tuturnya pelan sambil mengusap sisa air mataku.
''Kakak lega,karena sekarang kakak sudah mengetahui kebenarannya. Kedepannya kakak tidak mau Nara memendamnya sendirian.Bisa kan...?''
''Iya.....''
''Ya sudah sekarang kakak anterin Nara pulang.....'' ajaknya.
'' Ya sudah.....''
Aku dan kak Faiz pun keluar dari ruangan tersebut dan langsung menuju parkiran.
Akhirnya Aku merasa lega,karena sudah menceritakan semuanya sama kak Faiz.
''Jadi,apa mulai sekarang Kita pacaran???'' tuturnya sambil memasangkan helmnya padaku.
Aku terkejut dengan apa yang di katakan kak Faiz barusan.
''Nara....?'' serunya kembali.
''Umz...... Iya..'' jawabku malu dan langsung menaiki motornya.
Sesampainya di area perumahanku,kak Faiz memberhentikan motornya dekat taman.
''Sampai sini bukan...?'' tanyanya.
Aku baru saja ingat,waktu pertama kali dia mengantarkan Aku. Aku meminta dia menurunkan Aku di sini.
''Tidak. Kakak lurus saja,nanti ada rumah yang ada pagar warna kuning. Itu rumah Nara.....'' jelas Ku.
''Jadi sekarang Nara mengijinkan kakak, untuk mengantar Nara pulang sampai rumah....!'' tuturnya.
''Ya sudah kalau tidak mau. Nara turun di sini saja.....'' timpal Ku.
''Kakak tidak bilang tidak mau kok. Ya udah kakak anterin sampai depan rumah....''ucapnya langsung tancap gas.
Sesampainya di depan rumahku,Aku langsung turun dan mengembalikan helm ku padanya.
''Makasih ya kak udah anterin Nara.....'' tutur Ku sambil tersenyum.
''Iya. Nanti tiap hari kakak yang akan antar jemput Nara.Tidak apa-apa kan...?''tuturnya.
''Nara tidak ingin merepotkan kakak....'' ucapku malu.
'' Tidak apa-apa,yang ada kakak senang bisa jagain Nara.....'' tuturnya sambil tersenyum dan mengelus rambutku.
''Nara......'' seruan bunda mengagetkan Aku.
Aku sampai-sampai tidak menyadari kedatangan bunda.
''Bunda.....'' jawabku terkejut.
''Ini siapa.....'' tanya bunda dengan raut wajah yang penasaran.