
* * *
Aku dan kak Faiz pun kembali ke mobil dan mencari kotak obat yang di bawa kak Faiz.
''Sini.....'' tuturnya.
Aku pun mendekatkan wajahku dengan kak Faiz.Kak Faiz pun mulai mengobati luka Ku dan memasangkan perban.
''Sudah.......'' tuturnya sambil mengelus pipiku.
Dan Aku pun hanya menatapnya begitu lama,Aku sangat bisa merasakan kepedulian kak Faiz terhadapku.Dia begitu sangat menyayangi dan memperlakukan Aku begitu lembut.Hingga akhirnya kami pun berciuman begitu lama.
''Sayang.....! Aku tidak ingin kembali lagi ke tenda.....'' tutur Ku.
''Kenapa?? Kakak tidak apa-apa kok.Bagaimana dengan teman-teman Nara...?''
''Tidak..... Nara mau di sini aja sama kakak......''
''Ya sudah.kalau itu sudah jadi keputusan Nara,Kita istirahat saja dulu di sini.Sekarang Nara tidur dulu yah......''
''Iya.Tapi Nara mau tidur di pelukan kakak.....''
''Ya sudah sini,sebentar kakak benarkan dulu posisi jok nya......''
Dan Aku pun tertidur pulas di pelukan kak Faiz begitu lama.Rasanya begitu nyaman saat berada di pelukannya.
* * *
Siang harinya Aku pun baru terbangun dari tidurku.Aku merasa keadaanku lebih baik dari sebelumnya.Aku melihat ke arah kak Faiz,ternyata dia sedang menatap Ku dan itu buat Aku kaget.
''Sayang,Kamu nggak tidur....?''
''Tidak,Aku tidur kok.Baru aja terbangun beberapa saat yang lalu....'' ucapnya sambil tersenyum mengelus rambut Ku.
''Sayang,Aku lapar nih.....''
''Ya sudah Kita cari makan dulu sebelum kembali ke tenda....''
''Tapi Aku teringat teman-temanku yang lain,pasti mereka khawatir karena Aku belum kasih mereka kabar.....'' tutur Ku.
''Ya sudah,Kita temui dulu mereka saja.Sekalian ajak mereka makan bareng....''
Aku dan kak Faiz pun turun dari mobil dan langsung beranjak ke tempat dimana kami camping.Setibanya di sana Aku langsung mendapatkan pelukan dari Kia dan Hina.
''Nara......!'' seru Kia dan Hina bersamaan.
''Kamu kemana saja?? Kita khawatir tahu,soalnya Kamu sudah lama perginya....'' tutur Hina.
''Oh itu Aku sama kak Faiz kok.....''
''Kita udah tahu kok,gimana ceritanya....'' timpal Kia.
''Iya tadi Azka udah jelasin ke Kita kejadian yang terjadi di penangkaran rusa itu....''sambung Hina.
''Oh ya sudah lah,berarti Aku tidak perlu menjelaskannya sama kalian.....''
''Iya.....''
''Ough iya,ngomong-ngomong yang lain mana?? Kok cuma ada kalian saja.....''
''Dewa dan pacarnya Kia sedang ngambil air.Sedangkan Azka dan temannya sudah kembali ke bandung.....'' jelas Hina.
''Ough........''
''Kalau begitu,ayo Kita makan bareng kebetulan Kita sedang masak nih.....'' ajak Kia.
''Baru saja Aku dan kak Faiz mau ajak kalian makan bareng....''
''Udah Kita makan di sini saja.Sayang juga kan Kita udah beli beberapa bahan makanan,tapi malah nggak di masak.....'' jelas Kia.
''Ya udah ayo......''
Aku pun membantu Kia dan Hina melanjutkan masak.Ternyata mereka sedang buat mie instan goreng dan rebus.Dan Aku kebagian tugas untuk menggoreng nugget ayam dan sosis.Sedangkan kak Faiz membantu Aku mengiris beberapa bumbu,karena Kia berencana mau buat tumis sayur sawi.
Tidak lama kemudian Angga dan pacarnya Kia pun datang dengan menenteng dua ember.
''Eh ternyata kalian udah di sini.....'' seru Angga.
''Iya.......''
''Kia nasinya udah matang apa belum???'' tanya Angga.
''Udah tuh kayaknya,angkat saja.....''
Angga pun mengambil penanak Nasi yang berada di dekat tenda perempuan.Dan mengangin-angin nasinya.
Setelah semua lauknya matang semua,kami pun langsung menyantap menu makan siang kami hari ini.
''Wah rasanya enak banget....!'' seru Hina.
''Apanya yang enak Hina.....'' tegur Angga.
''Semua masakannya lah.Apalagi Kita makannya dalam suasana dingin gini.....''
''Iya udara di sini lumayan dingin,padahal sinar matahari ada.Tapi tetap saja udara di sini dingin......'' sambung Ku.
Kami pun menikmati semua makanannya sampai-sampai tidak ada yang tersisa.Aku pun membantu Kia membereskan beberapa wadah bekas kami makan.
Sedangkan Hina dia sedang membantu Angga mengambil Air untuk Aku mencuci beberapa barang bekas kami makan.
''Ih Kamu mah suka kayak gitu Angga......'' ucapan Hina menghentikan aktivitas Aku dan Kia.
''Ya lagian Kamu rakus banget sih,Kita kan baru saja makan.Masa iya Kamu minta di beliin siomay sama telor gulung.....'' timpal Angga.
''Ya emangnya kenapa?? Enggak salahkan.....''
''Ya emang enggak sih.Tapi kan bisa nanti Hina,biarkan di perutmu ada ruang buat tempat mereka.....'' tutur Angga.
Aku dan Kia hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala mendengar percakapan Hina dan Angga.
''Angga,Hina.....!! Udah itu ember nya turunkan saja dulu.....'' perintah Kia.
''Iya kalian nggak merasa berat apa?? Dari tadi kalian berdebat sambil menenteng ember berisi air itu.....'' sambung Ku.
Hina dan Angga pun langsung menaruh ember nya di depan Aku dan Kia.
''Kalian kenapa sih,datang-datang malah ribut.....?'' tutur Kia.
''Ini nih si Angga nggak mau beliin Aku siomay sama telor dadar.Aku kan jadinya kesal Kia.....'' tutur Hina cemberut.
''Ya coba kalian pikir aja,Kita kan baru selesai makan.Masa iya Hina udah merengek minta di beliin siomay sama telur dadar.Kan bisa nanti,bukan Aku nggak mau beliin.....'' jelas Angga.
''Tapi Angga,tenaga Aku sudah terkuras karena sudah bantu Kamu bawa air.Jauh tahu dari sana......'' timpal Hina.
''Udah Angga,beliin aja kenapa.....'' tutur Ku.
''Iya Angga.Beliin aja,nanti anak orang nangis lagi...'' sambung Kia.
''Ya udah deh ayo.Tapu jangan banyak-banyak yah,nanti perut Kamu meledak lagi kebanyakan makan......'' tutur Angga.
''Asik.......!'' seru Hina.
Angga dan Hina pun berlalu meninggalkan Aku dan Kia.
''Dasar Angga,senang aja jahilin Hina......''tutur Kia.
''Iya.....'' sambung Ku.
''Oh iya,Kia bagaimana kalau Kita pergi ke Situ Patenggang yuk.....'' ajak Ku.
''Lah memang Aku dan yang lain sudah merencanakan untuk pergi ke sana.Kebetulan banget dong kalau Kamu mau juga......'' tutur Kia.
''Oh gitu ya udah kalau begitu.....''
''Pergi kemana???'' suara kak Faiz mengagetkan Aku dan Kia.
''Itu kak ke Situ Patenggang.Tempatnya lumayan dekat kok dari sini,lumayan kan mumpung Kita ada di sini....'' jelas Ku.
''Kapan memangnya......?''
''Kayaknya besok deh,sebelum Kita balik ke Jakarta......'' timpal Kia.
''Ya udah kalau begitu,Aku sih ayo aja.....'' tutur kak Faiz.
''Katanya di sana pemandangannya nggak kalah indah seperti di sini.Ada banyak hamparan kebun teh dan ada tempat makan yang di kapal itu.....'' Jelas Kia.