
* * *
'' Kenapa Faiz tidak ikut sama orang tua Faiz ke Bali...?'' tutur bunda.
''Kalau Faiz ikut ke Bali,Faiz tidak akan bertemu sama Nara bunda....'' ucap kak Faiz tersenyum.
''Ah Faiz bisa saja.....'' bunda terkekeh.
''Faiz memutuskan untuk tinggal di sini saja sama adik Faiz.Soalnya ayah dan ibu di Bali tidak tinggal lama,hanya sampai perusahaan di sana stabil. Setelah itu mereka akan kembali lagi ke Jakarta.....'' jelas kak Faiz.
''Terus bagaimana kalau Faiz main ke sini,adik Faiz sama siapa di rumah??''
''Ada mba yang menjaganya.Dia juga sudah besar dan tidak rewel.....''
''Memangnya adik kakak berusia berapa tahun???'' timpal Ku.
'' Baru berusia 9 tahun.....''
''Oh......''
''Bunda bangga Faiz memiliki sifat yang mandiri......'' tutur bunda.
''Makasih bunda......''
''Oh iya kalau begitu,Faiz permisi mau pulang. Sudah sore juga......'' lanjut kak Faiz.
''Oh iya kalau begitu. Hati-hati di jalan yah.....'' tutur ayah.
''Sering-sering aja main ke sini,ajak adiknya main ke sini bunda mau kenal.....''
''Iya bunda nanti kalau ada kesempatan lagi Faiz ajak adik Faiz main ke sini......''
''Ya udah kalau begitu Faiz permisi.....'' lanjutnya sambil bersalaman pada ayah dan bunda.
''Nara sana antar Faiz ke depan.....'' perintah bunda.
Aku lun langsung mengikuti kak Faiz menuju keluar rumah.
''Kakak makasih yah udah mampir ke rumah Nara.....'' ucapku sambil tersenyum.
''Iya.Kakak juga senang bisa kenal sama orang tua Nara.....''
''Oh iya ada yang kakak lupa.....''lanjutnya.
''Apa??''
Tiba-tiba kak Faiz,mendekati Aku dan mencium keningku.
''Nara jangan nakal yah.Nanti kakak hukum.....'' ucapnya sambil mengelus rambut Ku.
''Iya..... Kakak juga.Nanti Nara juga hukum kakak.....''
Kak Faiz pun tersenyum mendengarkan apa yang Aku ucapkan barusan.
''Dah kakak......''
''Dah Nara......'' ucapnya sambil berlalu meninggalkan Ku.
Aku pun kembali masuk ke dalam rumah.
''Bunda.... Nara langsung mandi yah.Udah lengket banget...'' seruku.
''Iya......''
* * *
Hubungan kami pun semakin dekat dan seringkali kak Faiz main ke rumah main catur bersama ayah saat libur sekolah tiba.
Hari-hari Ku semakin berwarna dengan kehadiran kak Faiz di hidupku sekarang.Aku sangat beruntung mendapat kak Faiz di hidupku,dia memperlakukan Aku begitu istimewa dan selalu ada buat Aku.
''Nara.....'' seru bunda di ambang pintu.
''Iya bunda.....''
''Itu Faiz sudah datang....'' tutur bunda.
Hari ini kak Faiz mengajak Ku berlibur ke Bogor untuk berwisata di sana.Aku pun sangat semangat karena selama Aku jadian sama kak Faiz baru kali ini dia mengajak Ku liburan ke luar Kota.
Aku langsung menghampiri kak Faiz yang sudah menungguku di depan rumah.Tapi itu siapa yang di gandeng kak Faiz?? Apa itu adiknya??
''Kakak ini siapa?? Adik kakak yah??'' tutur Ku.
''Iya ini adik kakak,namanya Salsa.Ayo Salsa kenalan sama kak Nara.....''
''Salsa.....'' ucapnya sambil mengulurkan tangan.
''Hi.Perkenalkan nama kakak Nara,senang bertemu dengan Salsa.....''ucapku sambil mengelus rambutnya.
''Salsa juga.Ternyata benar kak Nara itu cantik......'' timpalnya.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Salsa.
''Salsa baik-baik yah sama bunda Nara jangan nakal,,,'' tutur kak Faiz.
''Loh memangnya Salsa nggak di ajak kak??''
''Wah..... Asik dong bunda ada temannya.....'' seru bunda.
''Maaf ya bunda Faiz jadi merepotkan bunda. Soalnya Mba di rumah minta ijin pulang karena ibunya sakit......'' tutur kak Faiz.
''Iya tidak apa-apa,bunda dengan senang hati akan menjaga Salsa di sini....''
''Ya sudah cepat kalian berangkat,nanti keburu siang terkena macet lagi.....'' lanjut bunda.
''Ya sudah bunda Nara pamit yah......''
''Faiz juga pamit ya bunda......''
''Iya hati-hati bawa mobilnya......''
''Siap bunda.....''
''Dah kakak.....'' ucap Salsa melambaikan tangan.
* * *
Ternyata benar apa yang bunda katakan,Aku dan kak Faiz terjebak macet yang cukup panjang dan tiba pada siang hari telat dari waktu yang kami perkirakan.
''Kakak Kita menginap di mana??''
''Kita menginap di Villa milik keluarga kakak,tenang aja Nara.....''
''Ough iya ya udah. Kak Nara lapar nih,Kita mampir dulu cari tempat makan yah.....''ajak Ku.
''Ya sudah Kita cari makan di depan,kebetulan kakak tahu tempat makan yang enak di sini ....''
Tidak beberapa lama kemudian Aku pun sampai di tempat makan yang di maksud kak Faiz tadi.Tempatnya begitu bagus dan pemandangan yang di tawarkan begitu indah.
''Wah indah banget kak......'' seruku langsung berlari melihat sekeliling tempat makan ini.
''Ya sudah Kita duduk di sana.....'' tunjuk kak Faiz.
Tempat duduk yang terletak di bagian ujung yang memperlihatkan pemandangan yang begitu jelas.
Tidak lama kemudian seorang pelayan menghampiri kami dan Kak Faiz langsung memesan beberapa makanan untuk Aku dan kak Faiz.
''Di sini pemandangannya indah banget kak. Tapi sayang dingin banget.....''ucapku sambil mengusap-usap tanganku.
''Ya sudah sini kakak peluk......''
Aku pun langsung memeluk kak Faiz,rasanya begitu hangat.
''Hangat banget.......'' bisik Ku.
''Ya sudah,,,Nara bisa melakukannya kalau mau......''
''Oh iya teman-teman Nara tahu nggak kalau Kita pergi liburan ke sini.....?'' lanjut kak Faiz.
''Tahu kok. Aku udah ngajak mereka,tapi mereka sudah punya rencana masing-masing.Jadi nggak ikut deh......'' jelas Ku.
''Umz ya sudah kapan-kapan Kita pergi bareng sama mereka.......''
''Wakti itu sih Dewa mengajak Ku liburan ke bandung,camping di Ranca Upas katanya.Tapi nggak tahu jadi nggak tahu enggak......'' jelas Ku.
''Kapan memang rencananya...?''
''Liburan semester ini,dua minggu lagi.....''
''Apa kakak boleh ikut...?''
''Tentu saja boleh dong kak. Nara akan senang kalau kakak ikut.....''
''Baiklah......''
''Permisi....! Makanannya sudah siap...'' ucap salah satu pelayan.
''Oh iya......'' timpal kak Faiz.
Pelayan tersebut pun langsung menyiapkan beberapa makanan di atas meja kami.
''Makasih mba....'' tutur kak Faiz.
''Iya sama-sama. Selamat menikmati.....'' ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan kami.
''Nara apa Kamu akan makan dengan posisi memeluk kakak seperti ini???''
''Eh iya...Nara lupa....'' ucapku sambil tersenyum.
Aku dan kak Faiz sangat menikmati menu makan siang hari ini.Setelah selesai makan Aku dan kak Faiz langung menuju villa milik keluarga kak Faiz.
Villa nya tidak cukup besar hanya ada dua kamar dengan masing-masing kamar mandi di dalamnya. Dan terdapat kolam pribadi yang cukup besar dan memperlihatkan pemandangan pegunungan yang begitu indah.
''Wah pemandangan dari sini terlihat bagus sekali.......!'' seruku berlari mendekati kolam.
''Ini pertama kalinya Nara datang ke tempat seperti ini.....'' lanjut Ku.
''Syukurlah kalau Nara menyukainya.Ya sudah kakak bawa dulu barang-barang Kita di mobil.Nara tunggu di sini saja......'' ucap kak Faiz berlalu ke luar Villa.