
* * *
"Cie.....Ada yang merhatiin nih...!''celetuk Kia usil.
''Apa sih Kia....Itu sesuatu yang wajar antar senior dan junior.Kak Faiz hanya menolongku saja karena kejadian tadi. Dan mungkin itu sebuah kebetulan dia berada di sekitar sana...''jelas Ku.
''Lah emang kan kak Faiz anak kelas IPS 3. Aneh,,,ya dia pasti denger juga teriakan Hina yang minta tolong....''sahut Angga.
''Tapi....Gue mau mengingatkan kembali,memang kak Faiz itu baik dan dia sosok yang disegani di sekolah ini dan sosok yang di idamkan banyak siswi perempuan disini.Gue harap Kamu ngerti maksud gue.Seandainya hubungan kalian nantinya berlanjut,,Kamu harus siap-siap dengan konsekuensinya.....!'' Angga mengingatkan.
''Maksud Kamu apa??'' tanya Hina.
''Gue kan udah jelasin beberapa kali,ke kalian kak Faiz itu siapa. ' Seandainya' kedepannya Nara mempunyai hubungan yang lebih dengan kak Faiz. Jangan terkejut kalau misalkan dia akan mendapatkan masalah dengan cewek-cewek di sekolah ini. Karena setahu gue,bukan hanya siswi baru yang langsung mengidolakan dia,tapi...Kakak kelas Kita juga banyak yang coba ngedeketin dia. Dan tidak satupun dari mereka yang berhasil deketin dia...!'' jelas Angga.
''Kamu ngerti kan maksud gue....?'' lanjut nya.
''Iya juga sih..... Kedepannya mungkin Kamu akan mendapatkan masalah bukan dari teman seangkatan kita sekarang,melainkan senior Kita sendiri. Dan itu nggak di hindari Kamu harus siap dengan kemungkinan terburuk kedepannya Nara....!'' ucap Kia.
''Ya sudahlah.... Kenapa Aku harus takut!! Lagian tidak ada hal yang spesial antara Aku dengan kak Faiz. Udah lah ngapain juga bahas dia,lebih baik Kita balik ke tenda...'' Ajak Ku mengalihkan pembicaraan.
''Memangnya Kamu sudah mendingan...?'' tanya Angga.
''Mendingan lah tinggal sedikit pusing. Aku bisa jalan pegangan sama Kia sama Hina juga....'' jawabku.
''Baiklah kalau Kamu merasa baikan. Ayo Kita kembali ke tenda...''ajak Kia.
Kami pun kembali ke tenda masing-masing dan Aku di papah sama Kia dan Hinna sampai tenda.Dan Ku lihat ember kami sudah terisi air semuanya.
''Loh siapa yang mengisi ember kita?? Dari tadi kan Kita di UKS,belum sempat untuk isi airnya.. ''tanya Hina penasaran.
''Oh itu tadi ada kakak kelas berdua nganterin kesini dan menjelaskan kalau misalkan Nara kecelakaan pas ambil air dan langsung di obatin ke UKS...''jelas Naila.
''Tapi sekarang Kamu sudah mendingan,kenapa kesini?? Padahal Kamu bisa tinggal di UKS dulu....?''tanya Naila.
''Tidak apa-apa,,sudah mendingan kok...'' jawabku sambil tersenyum.
''Syukurlah..... Kami disini khawatir...'' timpal Naila.
* * *
Sore harinya acara di lanjutkan dengan makan bersama di dalam tenda dan bercengkrama satu sama lain. Aku tidak bisa bantu mereka,karena teman satu timku tidak mengijinkan Ku untuk bantu mereka.
''Perhatian-perhatian.....Harap di dengarkan baik-baik...'' Suara kak Edo mengalihkan perhatian kami.
''Karena acara ospek hari ini sudah selesai secara keseluruhan. Maka Acara api unggun akan di adakan pada pukul 21.00 wib. Harap bagi semua siswa dan siswi nanti berkumpul di tengah lapangan untuk mengikuti acara api unggun dan perpisahan dengan panitia.....Mengerti??'' tanya kak Edo.
''Mengerti kak....'' jawab semua siswa serentak.
''Jangan lupa karena di adakan pada malam hari,,di harapkan kalian menggunakan pakaian yang agak tebal atau jaket karena cuaca yang lumayan dingin. Semisal kan jaket atau pun selimut. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan....''Lanjut kak Edo.
''Wah.... Nggak sabar banget nunggu nanti malam,pasti seru.....'' seru Hina semangat.
''Sebelum itu Kita siapkan apa aja yang Kita butuhkan. Kalian bawa jaket semua kan....??'' tanya Naila.
''Ya ampun..... Aku salah bawa. Aku malah bawa syal lagi...'' gerutu Ku.
''Apa?? Kamu bawa syal aja Nara. Terus gimana dong. Nanti malam pasti dingin di luar....!'' seru Naila bingung.
''Iya.....Lihat saja Aku hanya bawa ini....''jawabku menunjukan syal Ku.
''Ya ampun Nara...Bagai mana ini,Aku hanya bawa jaket satu.....''kata Hina.
''Tidak apa-apa kok,,,,,pakai syal juga lumayan buat Aku hangat nantinya,lagian kan ada api unggun juga kan....'' tegas Ku. Agar tidak membuat mereka khawatir.
''Baiklah kalau begitu....''jawab Hina.
20.55 wib....
''Perhatian-perhatian... Acara api unggun akan segera di mulai. Harap semua siswa berkumpul di tengah lapangan,waktu tinggal 5 menit lagi..'' Seru kak Edo di microphone.
Kami pun langsung berhamburan keluar tenda menuju lapangan,untuk mengikuti acara api unggun.
''Ya udah lah pakai ini juga,dari pada tidak pakai apa-apa sama sekali....'' bisik Ku dalam hati.
Sesampainya di tengah lapangan Aku menghampiri Kia,yang sudah lebih dulu sampai.
''Hai Kia.....'' seru Ku menghampirinya.
''Nara mana jaket mu?? Kamu tidak pakai jaket...?? '' tanya Kia heran.
''Iya Aku lupa membawanya. Tidak apa-apa lah ini ada syal...'' tunjuk Ku pada syal yang Aku kenakan.
''Yang benar saja Nara... Cuaca malam ini dingin tau,,,,kok bisa sih Kamu ceroboh sampai lupa tidak bawa jaket..'' ungkap Kia heran.
''Udah lah Aku baik-baik saja. Jangan khawatir,,kalau Aku merasa sudah tidak kuat Aku akan kembali ke tenda....'' jelas Ku.
''Baiklah kalau begitu....!'' jawab Kia lega.
Kami pun menyanyikan beberapa lagu dan memainkan beberapa game dan itu cukup buat Aku terhibur. Ya meski pun Aku tidak mengikutinya,karena tidak mendapatkan izin dari panitia dengan kondisi Ku yang habis kecelakaan. Aku di sarankan untuk menyimak saja dan duduk di atas matras yang sudah di sediakan oleh kakak panitia OSIS.
Ternyata makin malam,,benar saja makin dingin dan itu buat Aku menggigil karena hanya menggunakan seragam dan syal saja.Tiba-tiba ada seseorang yang menyelimutkan jaket ke tubuhku dari arah belakang dan sontak itu buat Aku kaget dan melihat siapa orang itu.
Ternya,orang itu kak Faiz. Aku pun kaget dengan apa yang barusan kak Faiz lakukan padaku.
''Apa yang Kamu lakukan Nara?? kenapa Kamu biarkan badan Kamu kedinginan....?'' tanyanya heran. Dia pun jongkok tepat berada di depanku.
''Kamu selalu saja melakukan hal ceroboh dan membahayakan diri Kamu sendiri. Dan itu buat kakak terganggu....''ucap nya pelan.
Sontak apa yang kak Faiz lakukan,,membuat siswa yang lain sekaligus kakak panitia kaget dan heran melihat perlakuan kak Faiz sama Aku.
Aku berniat melepaskan jaketnya namun tangan kak Faiz menghentikan tanganku.
''Bisa Kamu tidak melepaskannya??? Itu jauh buat kakak merasa lebih baik Nara...'' serunya pelan.
Dan dia pun berlalu meninggalkan Ku,,yang masih shock dengan apa yang dia ucapkan barusan.