LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Season 2 Episode 4



***


"Benar juga....."ucap Ku sambil tersenyum malu.


Akhirnya kami pun berangkat bersama,selama di perjalanan kami banyak becanda dan mengobrol hal-hal yang cukup buat kami berempat tertawa.


Sampai-sampai tidak menyadari,ternyata kami sudah mau sampai.Setelah Angga memarkirkan mobilnya,kami pun langsung bahu membahu membawa prakarya yang sudah kami buat semalam dan langsung membawanya ke dalam kelas.


Dan akhirnya,saat-saat yang mendebarkan pun datang.Satu-satu prakarya antar kelompok pun tengah di periksa danndi nilai oleh Guru.Aku merasa sangat gugup dengan hasilnya nanti.


"Ya ampun,kok Aku gugup banget yah....."ucap Ku pelan.


"Bukan kamu juga kali.Aku juga sama tak kalah gugupnya..."timpal Hina.


"Huh cewek,apa-apa gugup.Tenang aja,kalian harus yakin dan percaya sama apa yang udah kita kerjakan.Apapun hasilnya namanya juga kompetisi....."ucap Angga.


"Idih,sebel banget Aku dengarnya....."timpal Kia.


"Iya,sok banget kamu....."sambung Hina.


"Eh kalau di bilangin malah pada ngeyel...."


"Udah,yang terpenting kita udah ngerjainnya sesuai kemampuan kita dan udah semaksimal mungkin....."lanjut Angga.


"Iya pak Ketos....."ucap kami bertiga bersamaan.


"Makasih-makasih......"balas Angga sambil melambaikan tangannya.


Kami pun tertawa sambil membungkam mulut kami masing-masing.Karena takut terdengar oleh guru.


***


Setelah menunggu cukup lama,akhirnya hasilnya pun keluar dan ternyata di luar dugaan.Prakarya hasil kelompok Ku keluar sebagai juara pertama.


Kami berempat langsung loncat-loncat kegirangan,tanpa rasa malu di lihati oleh siswa yang lain.


"Ya ampun Aku tidak menyangka....."seru Kia.


"Bener banget....."timpal Ku.


Kami berempat pun di minta ke depan untuk mengambil piala dan hadiah yang sudah di sediakan.


Setelah mengambil piala dan hadiahnya kami langsung kembali ke bangku masing-masing.


***


Bel istirahata pun berbunyi,hari ini kami berempat berniat untuk beristirahat di kantin belakang sekolah sambil ngadem di bawah pohon mangga.


Setelah sampai di belakang sekolah,Aku dan teman-teman Ku berpencar mencari jajanan yang kami inginkan.


Setelah beberapa saat,akhirnya kami pun berkumpul di bawah pohon mangga dengan beberapa kantong plastik di tangan masing-masing.


"Wih,jajanan Hina paling banyak nih....."ucap Angga.


"Iya lah.Soalnya tadi pagi Aku sarapan sedikit banget....."


"Keburu di jemput kamu kan...."lanjut Hina.


"Kalau Aku kebalikannya malah.Pagi ini Aku makan lumayan banyak,soalnya ibu masak rendang....."timpal Ku.


"Wah kayaknya enak tuh....."sahut Angga.


"Kalau mau,nanti sepulang sekolah kita makan di rumah Aku aja...."ajak Ku.


"Boleh baget...."ucap Kia dan Hina bersamaan.


"Pantesan kamu jajannya dikit...."tutur Kia.


"Iya nih,Aku cuma beli telor gulung sama es krim cincau....."


"Kalau kamu sendiri jajan apa....?"tanyaku sambil meliahat ke arah Kia.


"Nih Aku beli,bakso tusuk,batagor sama es jeruk...."


"Kalau Aku,cireng isi,tahu crispy,cilok,kentang goreng sama es teh....."sambung Hina.


"Banyak juga yah....."balas Ku.


"Kalau Aku beli ini aja....."ucap Angga.


Terlihat satu bungkus tahu bulat terisi penuh dan es teh.


"Hari ini,makanan kita beraneka ragam banget...."ucap Kia sambil melahap jajanan yang sudah dia beli.


"Ya nggak apa-apa,kan kita bisa saling tukar makanan kita......"timpal Hina.


"Mulai deh kalian...."ucap Kia.


"Enggak Kia....."balas Angga sambil tersenyum.


"Oh iya,gimana kalau sepulang sekolah kita beli gelato es krim yang baru buka itu...."ajak Hina.


"Deh,ini juga makanan belum habis,udah bahas makanan lagi....."sahut Dewa.


"Kan beda,ini kan nanti kalau kita pulangbsekolah Dewa....."ucap Hina sambil melotot ke arah Dewa.


"Makannya kalau orang ngomong itu di dengar dengan jelas.Jangan main asal nyamber aja....."lanjutnya.


"Oh jadi kamu bilang Aku kurang pendengaran yah....?"balas Dewa.


"Aduh,mulai deh kalian......"bentak Gita.


"Bisa nggak sih,sebentar aja kalian akur.Ini itu lagi makan......"lanjut Gita mulai meradang.


Dewa dan Hina pun langsung tunduk dan langsung melahap makanan mereka masing-masing.


Aku pun hanya tersenyum tipis melihat kelakuan mereka bertiga.Layaknya satu keluarga,Gita sebagai ibunya dan Dewa sama Hina sebagai anaknya yang sering berantem.


"Iya deh,enggak....."ucap Hina dan Angga bersamaan.


"Jadinya gimana...?"tanya Gita.


"Ya udah,kalau Aku sing ikut aja....."balas Ku.


"Ya udah iya Aku juga setuju.Lagian kalau Aku nggak ikut,kalian ke sana naik apa nantinya....."timpal Angga.


"Nah gitu dong....."ucap Ku sambil tersenyum.


***


Setelah pulang sekolah.kami benar-benar berangkat menuju toko es krim yang di maksud Hina.


Selama dalam perjalanan,Aku terus-terusan memainkan HP.Karena kebetulan banget,kak Faiz di sana sudah pulang dari kampusnya dan sedang beristirahat di asramanya.


Sesekali Aku melemparkan senyuman pada layar ponsel Ku dan tanpa sadar teman-teman Ku yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aku.


"Kenapa sih kalian?Wajar saja kan,kalau Aku senyum-senyum juga.Kan Aku lagi chat-an sama kak Faiz....."ucap Ku menatap mereka balik.


"Iya wajar saja Nara....."timpal Kia sambil tersenyum.


"Oh,iya kapan kak Faiz pulang....?"tanya Angga.


"Belum tahu Aku juga.Cuma kemarin sempat bilang kalau sebentar lagi libur musim panas di sana akan segera tiba...."


"Aduh asik dong.Bakalan ada yang temu kangen nih....."ledeknya.


"Ya iyalah.Aneh kamu mah....."sahut Hina.


"Makannya kamu punya pacar dong.Biar nggak jomblo terus...."lanjut Hina.


"Hei anak gadis,kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan.Sendirinya memang punya pacar.....?"tanya Angga balik.


"Ya adalah....."balas Hina sambil langsung memalingkan wajahnya.


"Hah......"ucap Ku dan Kia bersamaan.


"Kok kamu nggak pernah cerita ke kita.Kalau kamu udah punya pacar....."tutur Kia.


"Iya,tapi calon pacar Ku masih nyari jalan untuk menemui Aku....."balas Hina.


"Aduh,kirain beneran....."timpal Kia.


"Syukur deh....."ucap Angga pelan.


"Apa Angga....?"tanya Ku penasaran.


"Nggak......"


"Ih tadi Aku dengar kamu bilang sesuatu....."timpal Ku.


"Perasaan kamu aja kali.Aku nggak bilang apa-apa kok....."


Sebenarnya sudah dari dulu,Aku mencurigai Angga.Aku merasa kalau Angga,menaruh hati sama Hina.Namun sayangnya,baik Angga atau pun Hina,mereka sama-sama gengsi buat mengakuinya.


Padahal seandainya pun iya,Akubsendiri tidak akan menolak atau pun keberatan dengan hubungan mereka.Aku malah akan senang,kalau seuatu saat nanti mereka benar-benar bisa berpacaran.


Tidak lama kemudian kami pun sampai di kedai es krim yang kami tuju.Pandangan Ku pun tertuju pada sosok pria yang tengah duduk di atas motor sambil memainkan HP miliknya.