
* * *
Sebelum Aku menaiki motornya,tiba-tiba kak Faiz memasangkan helm satunya lagi yang sedari tadi menggantung di jok belakang motor dia.Dan dengan perlakuan dia secara tiba-tiba buat Aku kaget seketika.
''Pakai ini dulu Nara,,,,nanti rambut Kamu kusut karena tidak pakai helm..'' ujarnya sambil tersenyum padaku.
Deg.... Deg.... Deg... Jantungku berdetak kencang tak karuan.
''Nara apa kamu baik-baik saja?? Wajahmu memerah...'' tanyanya penasaran melihat wajahku memerah.
''Ah...Ini tidak kak,Aku baik-baik saja mungkin karena acara hari ini yang di lakukan di tengah lapangan,jadi buat wajahku terbakar sinar matahari...!'' jelas Ku coba meyakinkan.
''Ya sudah....Ayo naik...!'' ajaknya.
Sepanjang perjalanan Aku lebih memilih untuk diam saja,,karena jujur saja sekarang Aku canggung sekali,perasaanku tidak karuan.
Sesampainya di kawasan perumahanku, Aku meminta turun di pertigaan dekat taman,karena Aku tidak nyaman kalau misalkan diantarkan sampai depan rumah,takut orang tuaku salah paham.
''Kak sampai pertigaan di depan sana saja....!''tunjuk Ku pada kak Faiz. Kemudian diapun menghentikan motornya dan Aku pun langung turun.
''Memangnya rumah Nara dimana?? Kok Nara minta kakak berhenti disini...?'' tanyanya penasaran.
''Oh.... Tidak kok kak,deket dari sini hanya saja ada yang Aku mau beli di mini market dekat taman...''jelas Ku. Mengelak mencari alasan yang tepat agar tidak menyinggung perasaan kak Faiz.
''Oh begitu...Baiklah kalau begitu kakak duluan yah...'' jawabnya.
''Iya kak makasih atas tumpangannya sambil Aku menyerahkan helmnya kembali.
''Iya sama-sama Nara,,,sampai ketemu besok di sekolah...'' ujarnya,dibarengi dengan senyuman. Kemudian dia berlalu pergi secepat kilat.
Aku pun sampai di rumahku dan benar saja bunda sudah menungguku di depan rumah. Dia tampak khawatir,mungkin karena Aku pulang telat hari ini.
''Sayang...Kok Kamu baru pulang?? Teman-temanmu sedari tadi sudah pulang sekolah, Kamu pulang diantar sama siapa?? Kok berjalan kaki...?'' tanya bunda heran.
''Oh enggak bunda,Aku tadi turun di depan pertigaan sana. Karena ada benda yang Aku mau beli di mini market '' jawabku mencari alasan yang tepat.
Saat Aku beranjak mau masuk kedalam rumah, tiba-tiba Ibu memanggilku.
''Nara sebentar.....'' cegat bunda.
''Iya bunda,,,,kenapa...?''
''Tadi pagi pas bunda dan ibunya Hina bersepeda di sekitar komplek,,,pas melewati rumahnya Azka,ternyata ada orang tua Azka di rumahnya. Kemudian bunda sama ibunya Hina memutuskan untuk menghampiri mereka untuk menyapa...'' jelas bunda.
''Terus bunda apa yang orang tua Azka sampaikan..??'' tanyaku penasaran.
''Tidak banyak....Kami hanya bertegur sapa dan menanyakan keadaan mereka di Bandung.Dan alhamdulillah mereka baik-baik saja di sana begitu pun dengan Azka...''lanjut bunda.
''Syukurlah.....'' bisik Ku dalam hati.
''Ini.... Tadi ibunya Azka menitipkan ini sama bunda,,,katanya ini dari Azka..'' Bunda memberikan sepucuk surat berbungkus amplop warna biru muda.
Aku pun langsung meraihnya dari tangan bunda.
''Ya sudah,,, Kamu bersih-bersih dulu,,setelah itu makan, bunda sudah siapkan makanannya jangan lupa ya...''
''Baik bunda kalau begitu Nara masuk dulu...''
Aku pun langsung masuk ke kamar, tentu saja Aku penasaran dengan surat dari Azka. Namun sebelum itu Aku memutuskan untuk membersihkan badanku yang sudah bau dan lengket ini.
Setelah malam tiba, Aku memilih untuk beristirahat di kamar saja,,,karena aktivitas hari ini cukup melelahkan buat Aku mager untuk beraktivitas.Akupun teringat dengan surat yang Azka titipkan untukku. Aku langsung beranjak mengambil surat itu yang Ku letakan di meja belajar dan perlahan Aku mulai membukanya secara perlahan.
Dear Nara......
Saat Kamu baca surat ini,Aku sudah berangkat ke Bandung dengan kedua orang tuaku. Maafkan Aku,,,karena tidak berpamitan secara lisan padamu.Karena keadaan yang memaksaku seperti itu.Kamu pun pasti mengerti dan nantinya Angga akan menjelaskannya.
Nara.....!
Sebenarnya Aku ingin dekat lebih jauh denganmu. Namun Aku menyadari,,Aku tak bisa.Aku juga tak ingin egois dengan perasaanku selama ini padamu, karena bahaya buat Ku makin sayang sama Kamu.
Aku pun sebenarnya tak ingin jauh,tak juga ingin berpisah denganmu. Karena menurutku, semua momen yang Kita lalui selama ini begitu indah. Kenangan saat bersamamu begitu berarti dan sayang untuk di akhiri seperti ini.Aku harap Kamu bisa mengerti.
Kamu tau ?? Betapa beratnya Aku selama ini pura-pura tidak mengakui perasaanku sama Kamu sebenarnya. Bersikap seolah aku baik-baik saja,dan harus pura-pura biasa saja saat dekat denganmu. Adakah arti cinta ini bila Aku tak jadi denganmu.Jika memang pada akhirnya Ku putuskan untuk pergi. Yakinlah hatiku untuk Kamu.
Maaf,,selama ini Aku tidak berusaha untuk jujur dengan perasanku sama Kamu.Aku hanya memberikan kesan tidak baik padamu. Aku hanya bersikap dingin padamu dan buat Kamu dalam keadaan sedih dengan sikapku yang seolah tidak mengerti dengan perasaanmu padaku.
Keputusan Ku untuk pergi,,merupakan jalan yang Ku ambil dan merupakan harapan orang tuaku.Setelah kepergian kakakku, Ayah dan Ibuku menggantungkan semuanya padaku dan itu jadi beban buatku.
Aku tak ingin mengecewakan orangtuaku karena sekarang akulah satu-satunya anak laki-laki di keluarga kami.
Sampai ketemu di lain waktu. Semoga Kita di pertemukan kembali dan Tuhan memberikan kesempatan buat Aku untuk memperbaiki semuanya.
Terima kasih.....
By : AZKARA...
Tak terasa air mata ini mengalir begitu derasnya. Aku tak menyangka ternyata selama ini,sebenarnya perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan.Namun keputusan yang Azka ambil,Aku harus berusaha untuk menerimanya. Karena itu buat kebaikan dia dan keluarganya.
''Semoga Kamu dibsana selalu sehat dan baik-baik saja Azka.Aku disini akan berusaha sebaik mungkin untuk menerima apa yang menjadi keputusan mu...'' pintaku dalam hati.
Tanpa sadar Aku pun tertidur di meja belajar sampai pagi. Aku terbangun dengan suara gaduh di luar kamar.
''Nara....Nara....Nara.... Bangun sayang, ini sudah siang. Apakah hari ini Kamu tidak pergi ke sekolah????'' tanya bunda, dibalik pintu.
Aku pun langsung terbangun dan segera menjawab.
''Iya bunda.....Nara sedang siap-siap,sebentar lagi Nara keluar...'' jelas Ku.
Karena semalam Aku menangis sampai tertidur di meja belajar. Aku sampai lupa belum memasukan perlengkapan buat acara hari terakhir ospek di sekolah.
Untungnya kemarin sore Aku sudah mengantongi izin dari ayah dan bunda untuk mengikuti acara api unggun dan menginap di sekolah.
Belum siap Aku sarapan teman-temanku sudah datang menghampiriku di rumah untuk berangkat sekolah bareng.
''Nara....Nara....Nara.....'' panggil Hina di luar rumah.
''Iya sebentar Aku sudah siap...!'' jawabku langsung menghampiri mereka di luar.
''Nara... Ada apa dengan matamu kok bengkak?? Kamu tidak apa-apa kan???'' ucap Kia.
''Oh ini tidak apa....Aku baik-baik saja. Ayo Kita berangkat takut kesiangan...'' jawabku mengalihkan perhatian mereka yang terheran melihat mataku bengkak.
''Baiklah..... Ayo.....''seru Hina semangat.
''Hari ini siapa yang kebagian jadwal untuk pesan GoCar???'' tanya Kia.
''Itu Aku...'' jawabku. Hampir saja Aku melupakannya.
''Ya sudah ayolah cepat pesan keburu Kita kesiangan....'' pinta Angga.
Kami pun berangkat ke sekolah dengan penuh semangat karena hari ini hari terakhir kami di ospek.