
***
"Salam kenal kakek.Perkenalkan saya Faiz,saya pacarnya Nara.Senangbsekali bisa bertemu dengan kalek,meskipun dalam kondisi seperti ini.Tapi,Faiz yakin kakek orang yang sangat baik......."
"Dulu,saat Faiz baru pertama bertemu dengan Nara,dia seringkali menceritakan kakek.Maaf kan Faiz baru sempat menemui kakek.Faiz janji akan menjaga Nara dan bahagiain Nara,seperti kakek menyayanginya...."lanjut kak Faiz.
Setelah itu kami langsung berpamitan dan langsung pulang.Karena jadwal keberangkatan pesawatnya sekitar jam 11 siang.
Sesampainya di rumah nenek Aku dan yang lainnya langsung berpamitan dwngan keluarga semuanya.Sebenarnya kalau bisa Aku ingin sekali lebih lama tinggal di sini bersama ibu,ayah dan nenek.Tapi,Aku harus harus melanjutkan sekolah Ku.
***
Akhirnya kami berenam pun sampai di Jakarta dengan selamat.Dan kami pun pulang secara terpisah.Aku pulang di antar oleh kak Faiz,sedangkan yang lainnya naik mobil milik Angga.
Sesampainya di depan rumah Aku langsung turun dan berpamitan sama kak Faiz.
"Dah,sampai ketemu besok yah.Besok kakak jemput yah......"ucap kak Faiz dari dalam mobil.
"Iya siap pak Bos......"canda Ku.
Kak Faiz hanya tersenyum dan langsung berlalu dengan mobilnya.
Pas masuk ke halaman rumah,Aku melihat kondisi rumah yang begitu gelap hanya lampu dintaman depan dan lampu di teras yang menyala.
"Kok,kelihatan seram yah.Apa karena,sudah lama Aku tinggalkan....."ucap Ku sambil perlahan berjalan dengan menarik satu koper kecil.
*Prang......*
Tida terdengar bunyi yang cukup keras dari dalam rumah,Aku pun langsung kaget seketika.
"Itu suara apa yah? Perasaan tidak ada siapa-siapa di rumah.Jangan-jangan....."ucap Ku sambil berlari meninggalkan rumah.
Aku langsung menuju rumah Azka,karena jaraknya yang cukup dekat.
"Azka......Azka.....Azka......"terak Ku sambil mengetuk pintu rumahnya.
"Tolong Aku......."
Tidak lama kemudian,pintu rumah Azka pun terbuka dan untungnya ternyata Azka sudah sampai juga.
"Kenapa Nara.....?"
"Apa terjadi sesuatu? Kamu seperti ketakutan...."lanjutnya.
"Syukurlah kamu udah sampai......"
"Itu,sepertinya di rumah Ku ada sesuatu.Tadi,Aku mendengar bunyi yang cukup keras dari dalam rumah....."jelas Ku.
"Bunyi apaan?Ada-ada aja kamu,jangan becanda Nara,di rumah kamu nggak ada siapa-siapa aneh...."tutur Azka.
"Makanya Aku juga aneh......"sahut Ku.
"Jangan bilang kamu takut...?"ucap Azka sambil menunjuk ke arah Ku.
"Ya takut juga wajar,Aku hanya sendirian tadi....."
"Ya udah ayo.Aku penasaran sebenarnya apa itu....."ucap Azka keluar dari dalam rumah.
"Oh iya,Bunda sama ayah kamu kemana?Aku tidak melihatnya......"
"Mereka sedang pergi ke mini market,katanya mau beli keperluan....."jelasnya.
"Oh....."
Akhirnya Aku dan Azka pun memberanikan diri untuk masuk ke rumah Ku.
Aku hanya berani berjalan di belakang Azka,sambil memegangi jaket yang iya kenakan.
"Ayo lah Nara,kamu jalan pelan banget....."ucap Azka.
"Aku takut Azka,bagaimana kalau nanti yang ada dindalam rumah itu maling? Emang kamu bisa ngehadapinnya.....?"
"Ya ampun kamu fikirannya udah kana aja.Mana mungkin ada maling,kan komplek perumahan kita di jaga ketat dari depan gerpang sana.Sekeliling komplek udah di batasi sama beton yang menjulang tinggi.Maling mau masuk dari mana...?"jelas Azka.
"Ya barangkali aja......"timpalku.
"Udahlah ayo.Nanti kalau ada apa-apa kita tinggal teriak,pasti tetangga lainnya juga langsung keluar....."
Akhirnya Aku pun memberanikan diri setelah mendengar ucapan dari Azka.
"Hei,kalian ngapain......?"seruan seseorang mengagetkan Aku dan Azka.
"Ah......"teriak Aku dan Azka bersamaan.
Azka pun langsung meliaht ke arah sumber suara yang terdengar dari belakang.
"Angga....!"seru Azka sambil mengelus dada.
"Aku fikir siapa......"lanjutnya.
"Angga...?"ucapku langsung melihat kebelakang.
"Ya ampunAngga,kamu ngapain sih?Ngagetin aja......"lanjut Ku.
"Kalian yang lagi ngapain,Aku perhatikan dari tadi kalian berjalan perlahan gitu,kayak mau maling aja....."ucapnya sambil menghampiri kami.
"Ih dia mah aneh,masa Aku maling di rumah Aku sendiri....."timpal Ku.
Angga hanya tertawa terbahak -bahak mendengar ucapan Ku barusan.
"Kalian lagi ngapain Aku tanya....."tanya Angga.
"Ini tadi Nara,tiba-tiba ke rumah Ku.Dia seperti ketakutan gitu,katanya pas dia mau masuk ke dalam rumah,dia mendengar suara yang cukup keras....."jelas Azka.
"Aku hanya khawatir saja dan ingin mengeceknya.Kasih juga kan,di rimah dia hanya sendirian......"lanjut Azka.
"Iya gimana kalau maling.....?"timpal Ku.
"Hush......"ucap Azka sambil menutup mulut Ku.
"Sebentar,sebelum masuk Aku ambil sesuatu dulu...."ucap Angga langsung menuju sepeda yang iya parkir di luar gerbang.
Tidak berselang lama Angga kembali dengan memegang tongkat Baseball di tangannya.
"Ayo......"ajaknya pede.
"Itu milik siapa Angga? Niat banget....."ucap Azka.
"Oh ini,tadi tuh Aku mau balikin ini sama si Apan anak blok sebelah.Minggu kemarin Aku pinjem sama dia...."jelas Angga.
"Oh gitu.Ya sudah kamu yang duluan masuk..."suruh Azka.
"Dih kamu mah aneh,kan yang duluan nyampe kesini kamu sama Nara.Ya kamu lah....."timpal Angga.
"Kan kamu yang pegang sejatanya....."balas Azka.
Aku hanya bisa menyimak keributan antara Angga damn Azka.
"Ya udah Aku yang berdiri paling depan....."ucap Angga langsung berdiri di depan pintu.
"Kunci......"lanjutnya.
"Kunci....?"ucap Aku dan Azka bersamaan.
"Ya iya Kunci....."
"Kuncinya mana ini,gimana kita bisa masuk kalau nggak dibuka....."jelas Angga sambil mengerang.
"Ah itu.Sebentar Aku cari dulu....."ucap Ku sambil mencari kunci di tas Ku.
"Nah ini....."lanjut Ku sambil memberikannya sama Angga.
Angga pun langsung membukanya dengan penuh keberaian dan perlahan dia duluan masuk.
"Ah......"teriak Angga keras.
"Ah......"Aku dan Azka ikut berteriak.
"Apa? Apa Angga....?"ucap Azka.
"Gelap guys....."timpalnya.
"Ya ampun Aku fikir apaan......"sahut Azka sambil mengikuti Angga di ikuti Aku dari belakang.
"Nara,ini letak saklarnya dimana..?" tanya Azka.
"Itu di dekat lemari hias itu....."tunjuk Ku.
Azka pun langsung berjalan ke arah dekat lemari dan langsung menekan saklarnya.Akhirnya semua lampu yang ada di dalam rumah pun menyala semua.
"Ya ampun.Ini sangat berdebu sekali....."ucap Angga sambil menyentuh meja di ruang tamu.
"Ya iyalah Angga.Kan ini rumah cukup lama di tinggal...."timpal Azka.
Kami pun bertiga memberanikan diri untuk mencari sumber suara yang tadi Aku dengar.Aku mengikuti Azka mencari ke arah kamar Ku dan kamar milik orangtua Ku.Sedangkan Angga dengan tongkat Baseball ditanganya berjalan ke arah ruang makan dan dapur.