LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Season 2 Episode 8



***


"Memangnya kamu ketemu di mana sama dia....."tanya Kia kembali.


"Di persimpangan dekat rumah Aku....."


"Katanya dia mau ngurusin perutnya.Soalnya kemarin dia makan rendang banyak....."lanjut Hina.


"Ya ampun sampai segitunya.Padahal kamu nggak kelihatan gendut dalam sehari kali....."timpal Angga.


"Aduh,ini mah Aku jadi bahan candaan kalian....."


"Eh iya,nanti kalau libur sekolah enaknya kita bikin acara apa yah.....?"tanya Ku mengalihkan pembicaraan.


"Kok tiba-tiba....?"tanya Kia.


"Ya enggak,menurut Aku udah lama juga kan kita nggak pergi bareng-bareng untuk sekedar main atau apa gitu....."


"Benar juga kata Nara.Enak nya kita pergi ke mana yah.....?"sahut Angga.


"Kalau Aku yang terpenting ke tempat yang banyak makanannya.Biar Aku bisa kulineran....."timpal Hina.


"Ini lagi......"ucap Angga.


"Heh,ini masih pagi.Kalian mau ribut nih.....?"ucap Kia.


"Nggak Kia....."balas Angga.


"Gimana kalau kita ke Bogor aja....."ajak Ku.


"Nggak ah,itu terlalu jauh.Lagian biasanya kalau hari libur gitu,di jalannya pasti macet.Yang ada kita malah berwisata di tengah kemacetan judulnya nanti....."jelas Angga.


"Iya juga yah.Aku lupa....."balas Ku.


"Ya udah lah,lagian masih ada waktu dua hari lagi.Kita pikirkan,kemana nantinya kita akan pergi......"ucap Kia.


"Setuju......"sahut Hina.


"Eh iya,Aku sampai lupa.Aku mau cerita....."ucap Angga.


"Cerita apa....?"tanya Ku balik.


"Semalam,sewaktu Aku mau pergi ke toko yang ada di depan sana.Aku tidak sengaja melihat keributan....."jelas Angga.


"Keributan? Memangnya apa yang terjadi....?"tanya Kia.


"Ya Aku juga nggak tahu,soalnya Aku nggak berani turun dari mobil.Tadinya Aku mau turun,cuma mamah Ku langsung menarik Aku untuk tidak keluar....."jelasnya.


"Yah,padahal Aku penasaran banget....."ucap Ku kecewa.


"Iya nih....."timpal Kia.


"Ya kalau Aku lihat dari dalam mobil sih,kayaknya ada beberapa orang pemuda gitu yang ribut.Terus warga di sekitar sana coba bantu untuk melerainya....."


"Ih serem yah,kenapa mereka harus kayak gitu yah.Nggak kasihan apa sama diri mereka sendiri....."ucap Hina.


"Eh,iya Hina.Gimana semalam,si Dimas nggak ngapa-ngapain kamu kan....?"tanya Kia.


"Dimas? Memangnya kenapa anak itu.....?"tanya Angga tampak terkejut.


"Ih Kia......"rengek Hina.


"Jadi gini.Semalam kan,sekitar jam 21.30 Aku minta tolong Hina buat anterin Aku ngambil barang yang di titipin pacar Aku di pos security....." jelas Kia.


"Terus.....?"tanya Ku penasaran.


"Iya,pas Aku sama Hina mau balik ke rumah,eh di tengah jalan tiba-tiba aja si Dimas nyegat kami berdua...."


"Awalnya Aku pikir ada apa gitu,kan Aku kaget.Eh ternyata dia minta tolong buat bicara sama Hina....."lanjut Kia.


"Bicarain apa....?"tanya Angga.


"Ya Aku juga nggak tahu.Karena Hina,minta Aku untuk pulang duluan,jadinya Aku pulang aja....."


"Hina,memangnya ada hubungan apa kamu sama Dimas.Setahu Aku baik kita atau kamu,kita tidak begitu dekat dengan dia....."ucap Ku sambil melihat ke arah Hina yang sedari tadi terlihat kebingungan.


"Cerita dong sama Kita....."timpal Kia.


"Jadi gini,sebenarnya akhir-akhir ini tuh,si Dimas coba buat deketin Aku.Hanya saja Aku tidak meresponnya......"


"Ya karena Aku hanya anggap dia teman aja.Cuma dia malah berharap lebih gitu sama Aku...."


"Terus,semalam dia ngapain lagi minta ngomong berdua sama kamu....?"tanya Angga.


"Ya dia masih nggak terima,karena Aku udah menolaknya.Padahal Aku udah bicara baik-baik sama dia.Kalian paham kan,Aku nggak bisa memaksakan oerasaan Ku....."jelas Hina.


"Aku juga suka kesal,akhir-akhir ini kalau pulang sekolah atau saat Aku pergi ke toko yang di depan dia selalu mengikuti Ku dan Aku cukup terganggu banget......"


"Makanya semalam Aku minta sama dia untuk tidak berharap lebih sama Aku.Dan bisa menerimankeputusan Aku.Tapi,dia ngeyel terus dan malah bilang Aku cewek sok jual mahal......"lanjut Hina.


"Kurang ajar si Dimas.Beraninya sama cewek,awas aja kalau Aku ketemu sama dia nanti....."ucap Angga kesal.


"Udah lah,Aku nggak mau memperpanjang masalah ini....."


"Tapi kalau terus di diamkan,dia nggak akan pernah ngerti dan akan terus mengikuti kamu.Memangnya kamu akan baik-baik aja kalau terus seperti itu....?"timpal Angga.


Aku dan Kia pun hanya bertukar pandangan mendengarkan omongan Angga.Aku dan Kia tahu betul,sekarang Angga sedang kesal.Karena,cewek yang dia sukai ada yang naksir.


***


Akhirnya kami pun sampai di sekolah dwngan selamat.Setelah Angga memarkirkan mobilnya,kami langsung turun bersamaan dan langsung menuju kelas.


Numun,di tengah-tengah perjalanan saat kami melewati samping lapangan bola,tiba-tiba saja tangannya Hina di tarik sama Dimas.


Sontak saja,kejadian itu buat Aku,Kia dan Angga kaget di buatnya.


"Aw sakit....."ringis Hina.


"Kamu apa-apaan sih....?" lanjut Hina.


"Kita harus bicara....."ucap Dimas.


"Bicara apa lagi? Kan semalam Aku sudah menjelaskan semuanya....."balas Hina.


"Tidak.Aku tidak mau bicara sama kamu....."lanjut Hina.


"Tapi Aku mau....."bentak Dimas.


"Maksud kamu apa? Berani bentak-bentak dia kayak gitu.Memangnya kamu siapa....,?"tiba-tiba Angga langsung maju dan menarik tangan Hina dari gengaman Dimas.


"Aku punya urusan sama dia.Bukan sama kamu....."balas Dimas.


"Tapi,dia bilang dia nggak mau.Kamu tih cowok,jangan beraninya sama cewek dong...."bentak Angga.


*Bug.....


Tiba-tiba Dimas langsung menghantam wajah Angga dan langsung menyisakan bekas di wajahnya.Terlihat ada darah yang mengalir dari ujung bibirnya.


"Ah....."teriak kami bertiga bersamaan.


Angga pun tidak tinggal diam,dia pun langsung membalas perlakuan Dimas tadi.Sampai Akhirnya terjadilah perkelahian antara mereka.


"Gue nggak suka yah lo bersikap kasar sama Hina.Kurang ajar kamu...."ucap Angga.


"Memangnya kamu siapanya dia? Kalian hanya teman kan....?"balas Dimas.


"Sial....."ucap Angga langsung memberikan hantaman yang cukup keras.


Aku dan teman-teman Ku berusaha memisahkan mereka.Namun,yang terjadi malah kami yang hampir terkena pukulan dari mereka.


"Sudah Dewa.Berhenti....."teriak Ku berusaha meraih tubuh Dewa namun tidak berhasil.


Kejadian ini pun tidak hentinya menjadi pusat perhatian bagi siswa lainnya dan mereka pun menonton dari kejauhan.


Sampai akhirnya perkelahian mereka pun terhenti,setelah kedatangan salah satu guru dan langsung menghentikan mereka berdua.Ternyata tanpa Aku sadari Kia langsung berlari untuk memanggil guru,untuk melerai perkelahian mereka berdua.