LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Chapter 19



* * *


''Udahlah,,,,jangan bahas kak Faiz terus,,,,,''ucapku menghentikan pembahasan angga.


Aku hanya takut kepedean saja dengan apa yang Angga bicarakan dan nanti akhirnya Aku yang terluka.


''Ih tapi memang benar Nara...Apa yang Angga bicarakan. Aku kan pagi ini berangkat sekolah pagi-pagi sekali,ikut sama anak tetangga. Di jalan dia pun sama menanyakan prihal kedekatan Kamu sama kak Faiz. Berarti memang beritanya sudah menyebar luas di sekolah Kita ini. Secara kak Faiz ketua MPK sekolah Kita...'' timpal Hina.


''Masa sih.....??'' tanyaku tidak percaya.


''Iya serius Nara,,masa iya Aku bohong sama Kamu..!! Padahal itu anak tetanggaku Kelas XI loh. Berarti memang beritanya sudah menyebar luas.....'' Lanjut Hina.


''Yah gimana nggak menyebar luar,secara kak Faiz kasih perhatian dan deketin Nara ketara banget selama in. Bukan hanya Kita temen dekat Nara. Anak-anak baru yang lain juga tau kalau kak Faiz,,sedang coba deketin Nara sekarang...'' ucap Kia.


''Setuju.....'' serentak Hina dan Angga kompak.


''Udah ah.....Yuk Kita kelapangan kayaknya bentar lagi Upacaranya di mulai....''ajak Ku mengalihkan pembicaraan.


''Ya udah hayu....'' sahut mereka.


Kami pun berempat langsung menuju lapangan untuk mengikuti upacara hari senin pertama kami.


''Perhatian-perhatian......Untuk siswa baru harap berbaris sesuai kelas nya masing-masing dan untuk siswa laki-laki pun sama.Harap rapih,tertib dan tidak gaduh...''perintah salah seorang guru.


Aku dan teman-teman langsung mengambil posisi barisan kami,ternyata posisi kelas kami berbaris berdekatan dengan siswa laki-laki kelas XII. Duh seolah semuanya menjadi kebetulan,Aku hanya menunduk dan memalingkan wajah pura-pura tidak tahu.


''Nara kenapa Kamu menunduk terus dari tadi,Kamu pusing??'' tanya Kia khawatir.


''Enggak apa-apa kok...''


''Kayaknya dia takut soalnya kan di samping Kita kakak-kakak kelas XII Kia....''sahut Hina yang berdiri di samping Ku.


''Tapi kalau Aku lihat kak Faiz nggak ada deh. Coba deh lihat....''ujar Hina.


Aku pun penasaran apa memang iya kak Faiz nggak ada. Berarti dia nggak ikut Upacara hari ini dong. Aku pun langsung melirik secara perlahan dan ternyata.Parah sih teman-teman Aku kali ini ngeselin. Bilang kak Faiz nggak ada,buktinya pas Aku liat dia sedang tersenyum padaku.


Oh my good malu banget Aku di buat salah tingkah.


''Kia.....Hina nggak lucu tau....'' gerutu Ku kesal .


Karena ulah mereka buat Aku malu di depan kak Faiz.


''Maaf Nara.....'' jawab mereka barengan.


Acara Upacaranya berjalan dengan lancar sampai selesai.Aku pun langsung berniat membubarkan diri,namun langkahku terhenti oleh seseorang yang memegang tanganku.


Aku kaget dan langsung melihatnya


''Nara...Sebentar ada yang mau kakak bicarakan....''ungkap kak Faiz.


''Apa ya kak ??'' jawabku penasaran.


''Maafin tingkah teman-teman kakak tadi pagi yah. Mereka suka jahil begitu orang-orangnya..'' jelas kak Faiz.


''Oh itu....Tidak apa-apa kak...'' jawabku singkat.


''Sykurlah.....Ya sudah kalau begitu..'' jawab kak Faiz terdengar lega.


Krik... Krik... Krik.....


Kami pun terdiam sesaat,bingung mau ngebahas apa lagi.


''Ya sudah kak Aku langsung ke kelas yah,takut udah ada guru....'' ucap Ku terburu-buru.


''Ya sudah...!! Nara.....Semangat yah...!'' lanjutnya.


Tanpa menjawabnya aku langsung saja berlari menuju kelas.


* * *


Siang harinya.....Bel tanda istirahat berbunyi.Aku dan teman-temanku langsung keluar menuju kantin.


''Kalian mau makan apa??'' tanya Angga.


''Nggak tau bingung,belum tau juga kan di kantin sini ada apa aja.....''sahut Kia.


''Iya gue lupa ya.....'' timpal Angga cengengesan.


Setelah kami mendapatkan makanan yang kami inginkan,kami langsung mencari tempat duduk yang kosong. Hari ini di kantin tidak banyak siswa yang datang hanya beberapa,mungkin karena sebagian istirahat di depan sekolah juga karena biasanya pas waktu ospek kemarin banyak yang jualan depan sekolah juga.Tapi hari ini Aku lebih memilih mencoba makanan di kantin dalam sekolah. Penasaran juga dengan makanannya. Dan kami pun memutuskan untuk duduk di meja tengah.


''Eh ngomong-ngomong Kita makan nggak minum...? '' tanya Angga.


''Bener juga....Gue baru ingat Kita nggak pesan minum...!'' timpal Kia.


''Ya sudah gue aja deh yang pesan. Kalian tunggu disini aja. Tenang gue tau minuman favorit kalian,,,,!'' ucap angga bangga.


saat Aku dan teman-temanku menikmati makanan. Tiba-tiba segerombolan siswi perempuan datang menghampiri meja kami.Ada mungkin sekitar 6 orang Ku lihat.


''Mana yang namanya Nara....?'' bentaknya sambil menggebrak meja kami.


Sontak buat kami kaget dengan apa yang di lakukan cewek tersebut.Aku,Hina dan Kia kaget dibuatnya.Aku pun memberanikan diri mengangkat tanganku.


''Saya kak....'' jawabku pelan.


''Oh jadi Kamu yang namanya Nara,,,,,''timpal dia dengan nada sedikit meninggi.


''Kamu,,,,anak baru udah berani yah deketin Faiz. Belagu banget,Kamu pakai apa sampai-sampai Faiz bisa deketin Kamu???'' Lanjutnya.


''Oh....Atau jangan-jangan Kamu pakai pelet yah...?''


Aku hanya terdiam kaget mendengar apa yang dia ucapkan. Kasar,menuduh Aku pakai pelet.


''Maaf ya kak......Tolong di jaga omongannya....'' tutur Kia tersulut emosi.


''Benar lagian emang kakak ini siapanya kak Faiz,,berani membentak teman kami...?'' tanya Hina.


''Heh..!! Bocah ingusan kalian nggak usah ikut campur. Ini urusan gue sama nih temen kalian si Nara ini....''tunjuk nya sambil melototi Aku.


''Ya tentu ini jadi urusan kami,,karena Nara itu temen kami. Kita nggak terimalah teman Kita tiba-tiba di bentak seperti itu....'' jawab Kia emosi.


''Kakak juga kesini nggak sendirian kan. Tuh bawa temen-teman kakak yang lain...'' lanjut kia.


''Kamu diam deh,,,buat gue makin kesel saja sama nih cewek yang bernama Nara....'' tunjuk kakak itu.


''Heh...!! Ngomong dong. Kamu nggak bisu kan?? Diam aja dari tadi?'' lanjutnya.


''Maaf ya kak sebelumnya....Aku nggak tau maksud kakak tiba-tiba marah sama Aku. Masalah kak Faiz kakak bisa tanyakan sendiri sama kak Faiz. Karena Aku tidak merasa punya hubungan apa-apa sama kak Faiz...''jelas Ku.


''Alaaaaah ngaku aja Kamu. Jangan bohong memangnya berita yang sekarang yang sedang jadi bahan gosip itu apa? Masalah Faiz yang deketin Kamu kan??'' bentaknya.


''Ya kan itu bukan aku yang deketin dia.....''jawabku.


''Nggak mungkin kalo Kamu nggak godain Faiz. Gue nggak percaya!! Ngaku aja deh Kamu pakai pelet kan buat deketin dia?'' tanyanya kekeh.


''Ada apa ini ribut-ribut??'' tanya Angga sambil membawa nampan berisikan minuman.


''Oh banyak juga yang belain lo.....Dasar cewek pengganggu....''tuturnya.


Dan tanpa Aku sadari kakak itu mengambil minuman yang di bawa sama Angga,kemudian menyiramkannya ke wajahku. Sontak kejadian buat siswa yang ada di kantin kaget,begitupun teman-temanku.


''Maksud kakak apa?? Nyiram temen kami kayak gitu....'' teriak Kia emosi.


Aku pun terisak menangis karena kejadian penyiraman ini. Shock karena untuk pertama kalinya Aku mengalami hal seperti ini saat sekolah.


''Helen......'' Teriak seseorang yang terhalang,oleh teman-teman kakak yang bernama Helen.


Ku lihat kak Faiz mukanya sudah memerah, tanda dia memendam emosi.


''Apa yang Kamu lakukan?? Kamu punya hak apa ganggu dia..??,'' ucap kak Faiz.


''Fhaiz...!! Begini Aku bisa jelasin. Aku tidak sengaja menumpahkan minuman ini dan.....!'' jelas dia terbata-bata.


''Dan apa hah..??'' tanya kak Faiz murka.


''Kamu pikir Aku tidak melihatnya??Benar-benar yah Kamu....''kak Faiz tersulut emosi.


''Cukup.....! Hentikan....!'' bentak Ku.


''Kakak urus saja urusan kakak. Aku tidak ingin mencampurinya....''lanjut Ku.


Aku pun langsung pergi meninggalkan mereka dengan air mata yang masih saja mengalir,di ikuti teman-temanku.


Aku langsung pergi ke toilet untuk membersihkan sisa minuman yang membasahi seragamku.