
* * *
''Gimana kabar Kamu...?'' tanyanya kembali.
''Baik......'' jawabku singkat.Dan langsung melepaskan uluran tangannya.
Aku pun hanya bisa terdiam dan bingung bagaimana nanti sikap kak Faiz,setelah tahu kalau misalkan di sini ada Azka.
'' Eh ini makanannya sudah matang nih....'' seru Angga memecah keheningan.
''Ayo Nara,Kita makan.....'' ajak Kia.
''Aku udah makan tadi sama Hina di depan sana.....'' jelas Ku.
Tidak lama kemudian kak Faiz pun datang dan langsung merangkul Aku.
''Ini sayang.....'' ucapnya sambil merangkul pinggangku.
''Makasih yah udah di bawain.....''
''Iya.....''
''Oh iya mereka siapa?? Kata Kamu yang ikut camping hanya Kita dan teman-teman Kamu aja....'' ucap kak Faiz sambil melihat ke arah Azka.
''Oh iya kak,sebelumnya Aku minta maaf yah. Enggak kasih tahu kakak terlebih dahulu,ternyata teman-temanku juga kebetulan sedang camping ke sini dan bergabung bersama Kita.Tidak apa-apa kan....?'' jelas Angga.
''Oh iya tidak apa-apa.Yang ada bagus dong Kita jadi banyak teman.....''
''Kenalin Faiz.....'' ucap kak Faiz sambil mengulurkan tangannya.
''Deni kak. Salam kenal yah.....'' tutur temannya Azka.
''Azka.Salam kenal juga.....'' ucap Azka membalas uluran tangan kak Faiz.
Kak Faiz dan Azka pun bersalaman begitu lama dengan raut wajah yang sulit di artikan.
Jujur saja Aku sangat tidak nyaman dengan situasi seperti ini,meskipun Aku sudah menceritakan masalah Azka sama kak Faiz,namun tetap saja rasanya berbeda saat mereka di pertemukan berdua saat seperti ini.
''Oh iya.....'' ucap kak Faiz melepaskan tangannya.
Suasana pun berubah menjadi canggung.
''Sayang bisa Kita bicara sebentar.....'' bisik kak Faiz.
''Teman-teman Aku permisi dulu yah,ada yang mau Aku beli......'' ucapku mencari alasan supaya teman-teman yang lain tidak merasa canggung.
Aku pun mengikuti ke arah kak Faiz berjalan menjauhi teman-temanku.Kami berjalan cukup jauh dan hingga akhirnya kami sampai di dekat sebuah danau kecil.Dan di sini tidak ada pengunjung lain hanya ada Aku dan kak Faiz berdua saja.
''Sayang bisa Kamu jelasin......''
''Jelasin apa sayang......?''
''Kenapa Azka juga ada di sini?? Apa itu Azka yang Kamu maksud.....?'' ucap kak Faiz.
''Iya Aku juga tidak tahu sayang,kenapa Azka bisa sampai ada di sini.Aku juga baru tahu saat sudah sampai di sini....'' Aku berusaha menjelaskan.
''Memang kakak sudah tahu cerita Kamu dengan dia bagaimana.Namun jujur saja kakak tidak nyaman saat bertemu langsung dengan dia seperti sekarang.....'' jelas kak Faiz.
''Iya Aku juga ngerti kak.Tapi mau gimana lagi Kita sudah sampai di sini,Kita nggak mungkin kembali juga kan.Aku nggak enak sama teman-temanku yang lainnya juga kan....''
''Iya kakak tahu,kakak paham.Tapu jujur saja hati kakak itu panas melihat bagaimana Azka menatap Kamu seperti itu tadi.....''
''Kakak tenang saja.Nggak bakalan terjadi apa-apa antara Aku dengan Azka.Aku sudah melupakannya dan hanya menganggap dia sebagai teman saja tidak lebih sayang......''jelas Ku.
Kak Faiz pun hanya terdiam mendengar ucapan Ku dan hanya menatap kosong pemandangan di sekitar danau tersebut.
''Sayang.....!'' seruku.
Kak Faiz pun membalikan badannya dan melihat ke arahku.Dan Aku pun mulai menyentuh wajahnya dan mengelusnya lembut.
''Sayang Kamu tahu kan,Aku sangat sayang sama Kamu.Aku tidak mungkin mengkhianati Kamu,dia itu hanya masa lalu Aku......'' ucapku pelan dan perlahan mendekatkan wajahku dengan kak Faiz.Sampai Akhirnya Aku pun menciumnya duluan.
''Iya Aku percaya.....'' ucap kak Faiz dan langsung memeluk Ku.
''Maaf yah sayang.Karena sudah berpikir yang tidak-tidak....'' bisik nya.
''Iya Aku ngerti bagaimana perasaan kakak.....''
* * *
Aku dan kak Faiz pun kembali ke tempat kami camping.Dan bersikap biasa-biasa saja.Malam harinya tidak banyak yang kami lakukan,hanya beristirahat di dalam tenda.Karena ke capaian saat di perjalanan Aku dan teman-temanku pun memutuskan untuk beristirahat di dalam tenda saja.
Sedangkan Angga,Azka dan Deni tengah asik mengobrol di depan tenda mereka.
Pagi harinya Aku pun terbangun lebih dulu di banding Kia dan Hina.Dan langsung membasuh wajahku,karena hari ini Aku berniat untuk melihat penangkaran Rusa di dekat tempat camping Ku.
Aku pun tak lupa untuk mengirim WhatsApp pada kak Faiz untuk menyusul Ku ke tempat penangkaran Rusa.Aku tidak berani membangunkannya langsung,karena takut mengganggu pacarnya Kia.
Setelah berhasil mengirim WhatsApp pada kak Faiz Aku pun langsung beranjak pergi dari tenda.Sedangkan Kia dan Hina mereka sedang pergi ke toilet umum yang letaknya lumayan jauh dari tenda.
Sesampainya di tempat penangkaran,ternyata hanya ada Aku sendiri.Mungkin karena masih pagi jadi pengunjung yang lain belum berdatangan.Aku sangat menikmati udara pagi hari ini yang begitu sejuk dan pemandangan yang indah seperti lukisan.
''Sudah lama juga yah Kita tidak bertemu.....'' ucapan seseorang mengagetkanku.
''Azka.....?''
''Ternyata Kamu banyak berubah yah.Sekarang Kamu lebih dewasa.....''lanjutnya.
Aku hanya terdiam mendengar ucapannya.
''Aku juga minta maaf yah Nara,soal apa yang sudah terjadi sama Kita.Karena Aku udah nyakitin Kamu.....''
''Udah....Udah.....Udah....! Aku rasa udah nggak ada yang perlu di bahas ya.Kalau udah selesai silahkan Kamu pergi dan asal Kamu tahu Aku sudah melupakan semuanya.Jadi sekarang Kamu di hidup Aku hanya sebagai teman Aku saja......'' jelas Ku.
''Tapi Nara.....''
''Kalau Kamu nggak mau pergi oke.Aku aja yang pergi....'' ucapku sambil beranjak pergi meninggalkan Azka.
Namun selang beberapa langkah,Azka tiba-tiba memelukku dari belakang.Dan sontak saja itu buat Aku kaget.
''Kasih Aku kesempatan buat jelasin semuanya Nara.Kasih Aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan Kita.Aku yakin Kamu juga pasti masih mempunyai perasaan yang sama terhadap Aku kan.....?'' tuturnya.
''Lepasin Azka.......''bentak Ku.
''Tidak....! Aku nggak akan lepasin Kamu sebelum Kamu menjawab pertanyaan Ku....''
''Azka......! Aku bilang lepasin.....'' bentak Ku kembali.
''Jawab dulu pertanyaan Aku.Nara Kamu masih sayang kan sama Aku....?'' ucapnya dengan lantang.
Dan tanpa Aku sadari ternyata kak Faiz melihat apa yang di lakukan Azka terhadapku.
''Kakak.....?'' ucapku kaget melihat kehadiran kak Faiz yang tengah berdiri melihat ke arahku.
''Kakak tunggu......'' ucapku setengah berteriak.
Namun kak Faiz tidak menggubris ucapan Ku dan langsung pergi meninggalkan Aku dengan Azka.
Spontan Aku pun menginjak kaki Azka dan dia pun langsung melepaskan pelukannya.
''Dengar yah Azka baik-baik.Aku sudah tidak punya perasaan lagi sama Kamu.Sekarang yang ada di hati Aku itu kak Faiz dan Aku harap Kita tidak usah bertemu kembali kalau sikap Kamu masih seperti ini.Aku muak......'' bentak Ku.