
***
"Halo sayang.....Kamu kenapa? Kenapa kamu bisa menangis...?"ucap kak Faiz dalam sambungan telepon.
"Bicaralah Nara,jangan buat kakak khawatir.Sayang kamu kenapa.....?"lanjutnya.
"Aku kesal kak,Aku benci......"ucap Ku sambil terisak.
"Tenangin dulu diri kamu.Baru kamu cerita sama kakak oke....."
Aku pun langsung duduk di bangku dan mulai menenangkan diriku.
"Coba sekarang cerita sama kakak.Ada apa? Apa yang buat kamu menangis sayang...."ucap nya.
"Jadi begini.Tadi Aku menemani Kia buat beli hadiah ulang tahun sepupunya.Terus di Mall,secara tidak sengaja Aku bertemu dengan teman lama Ku....."
"Teman lama kamu siapa maksudnya....?"
"Namanya Kevin.Dia teman sewaktu Aku duduk di SD......"
"Terus apa yang terjadi....?"
"Ya kami awalnya bertegur sapa.Karena dia yang duluan melihat Aku.Tapi,Aku tidak tahu kalau ternyata dia sedang jalan bersama ceweknya.Memang sejak awal ceweknya melihat Aku,dia seolah sudah salah paham sama Aku......"
"Singkatnya,setelah Aku dan Kia selesai membeli hadiah buat sepupunya Kia.Di ajaklah Aku makan di salah satu Restoran yang ada di lantai bawah.Awalnya Aku dan Kia pun tidak tahu kalau kami satu Restoran sama Kevin dan ceweknya.Terus tiba-tiba ceweknya itu nyamperin Aku dan Kia dan melabrak kami berdua.Sampai akhirnya terjadilah pertengkaran antara kami bertiga....."lanjut Ku.
"Apakah cewek itu melakukan sesuatu sama kamu sayang....?"
"Iya.Awalnya Aku berniat untuk membela Kia karena cewek itu hendak menampar Kia.Dan ternyata dia nggak terima dengan apa yang Aku lakukan,akhirnya dia menyiramkan minuman ke wajah Ku sampai basah kuyup......"
"Ya ampun.Kurang ajar,seandainya kakak ada di samping kamu sayang....."ucap kak Faiz tampak kesal.
"Aku kesal kak,Aku malu karena di lihatin pengunjung yang lain juga....."
"Iya kakak tahu,bagai mana perasaan kamu sekarang.Sebaiknya sekarang,kamu langsung pulang dan ganti pakaian....."
"Kita bicara nanti kalau kamu sudah sampai di rumah.Sekarang kamu cepat pulang,tidak usah pikirin mereka lagi....."lanjut kak Faiz.
"Baik kak......"
Telepon kami pun langsung terputus.Aku pun berniat langsung menghubungi Kia dan memberitahu keberadaan Ku.
"Nara......!"seru Kevin yang sudah berdiri tidak jauh dari Ku.
"Apa lagi sekarang? Kamu nggak puas lihat keadaan Aku yang seperti ini....?"bentak Ku.
"Maafkan Aku,karena telah lalai dan membiarkan hal ini terjadi....."balasnya.
"Sudahlah Kevin.Aku capek,Aku mau pulang.Urus saja wanita kamu itu....."ucap Ku sambil berjalan menjauhinya.
"Dia bukan siapa-siapa Aku......"bantahnya.
"Dia hanya teman Aku saja....."lanjutnya.
"Aku tidak peduli Kevin......"
"Mau dia siapa kamu di hidup mu.Aku tidak ingin tahu,itu bukan urusan Ku juga.Asal kamu tahu,cewek nggak akan merasa dia milik seseorang,kalau dia tidak memiliki haraoan terhadap laki-lakinya....."lanjut Ku.
"Maksud kamu apa Nara....?"
Tanpa menjawab pertanyaannya,Aku langaung bernjak pergi meninggalkannya.Setelah sampai lobi samping Mall ternyata di sana sudah ada Kia dan Angga.Mereka terlihat sedang mencari keberadaan Ku.
"Itu Nara....."tunjuk Angga langsung menghampiri Ku.
"Ya ampun,apa yang sudah terjadi ini......"lanjutnya langsung memakaikan jaket ke tubuh Ku.
"Aku mau pulang....."ucap Ku sambil menatap Angga.
"Baiklah ayo kita pulang......"balas Angga langsung merangkul tubuh Ku.
Selama di dalam perjalanan Aku hanya terdiam dan melihat ke arah luar jendela.Mencoba untuk menenangkan pikiran Ku yang kacau.
"Awas aja kalau Aku ketemu lagi sama cewek itu.Aku akan memberikannya pelajaran.Bisa-bisanya dia kurang ajar sama Aku....."ucap Kia masih kesal.
"Udahlah Kia......."
"Angga......"bentak Kia.
"Iya Aku tahu perasaan kamu sekarang sedang kesal.Tapi,tenangkan dulu diri kamu....."ucap Angga.
"Untung saja Aku tengah berada di dekat Mall itu.Coba kalau Aku tidak ada,kamu akan melakukan apalagi nantinya....."lanjut Angga.
"Kamu nggak lihat,kondisi Nara sekarang hah? Dia sampai basah kuyup kayak gitu,gara-gara cewek itu....."
"Terus kamu mau apa? Kamu mau balik lagi ke sana dan menghajar dia? Kia,kendalikan diri kamu.Yang ada nanti malah memperkeruh keadaanya.Aku juga sangat peduli dengan keadaan Nara sekarang,makanya sekarang lebih baik kita langsung pulang saja oke......"jelas Angga.
Kia pun langsung terdiam mendengar ucapan Angga.
Setelah sampai di depan rumah,Aku langsung turun dan masuk ke dalam rumah.Untung saja,ibu dan ayah sudah masuk ke kamar mereka.Jadi,mereka tidak melihat Aku dalam keadaan yang kacau ini.
Setelah masuk kamar Aku langsung mandi dan mengganti pakaian Ku.Sampai akhirnya telepon dari kak Faiz pun masuk.
Aku pun langsung mengangakatnya dan tanpa basa-basi langsung mencurahkan semua ke kecewaan Ku.
Aku sangat beruntung,meskipun kami swkarang berjauhan.Tapi,kak Faiz selalu ada di saat Aku dalam kesulitan.
***
Setelah selesai curhat sama kak Faiz.Aku langsung menaruh baju Ku yang kotor tadi ke dalam kotak cucian.
Aku bermaksud untuk langsung mencucinya sekarang.Perlahan Aku pun berjalan menuju tempat di mana mesin cucinya berada.Dan Aku pun langsung memasukannya ke dalam.
Setelah menaruh cucian dan sabun.Aku pun menunggu di ruang makan sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.Sesekali Aku sambil memainkan HP untuk bermain game.
"Nara.....!"seru ibu.
"Eh ibu,kok ibu bangun.Ibu lupa belum mengisi kembali galon yang ada di kamar...."jelas ibu.
"Iya ini mau ambil minum....."
"Oh gitu....."
Ibu pun langsung berjalan ke arah tempat penyimpanan galon sambil menenteng gelas di tangannya.
"Nara,coba kamu dengar....."
"Dengar apa bu....?"
"Kayaknya ada bunyi mesin dari belakang rumah......"timpal ibu keheranan.
"Ah itu,Aku sedang mencuci pakaian Ku....."
"Kok tumben jam segini,kan ini udah malam sayang.Kenapa nggak besok aja,ibu kan bisa....."
"Nggaka apa-apa bu.Lagian Aku belum ngantuk nih,barusan biasa habis teleponan sama kak Faiz.Ya supaya besok-besok cuciannya nggak terlalu banyak juga kan,nggak apa-apa lah sesekali ini....."Aku berusaha menyembunyikannya dari ibu.
Aku takut membuat ibu khawatir dan nantinya malah jadi beban pikiran buat ibu.
"Oh ya sudah.Kalau begitu,ibu kembali ke kamar yah.Beneran kamu nggak apa-apa,sendirian aja di sini....?"
"Nggak apa-apa bu,lagian ini Aku sambil main game.Supaya tidak merasa bosan....."timpal Ku sambil tersenyum.
"Ya udah kalau begitu.Selamat malam sayang......"tutur ibu.
Ibu pun berlalu masuk kembali ke dalam kamar.Aku pun merasa lega karena ibu tidak menyadari kondisi Aku sekarang.