
Setelah kejadian di restoran itu Aku pun pulang bersama Hina dan Angga.Karena,kak Faiz dia harus mengantarkan kak sonya.
Aku coba memahami posisi kak Faiz sekarang dan Aku juga tidak mau egois dengan sikap Ku.
"Nara,kamu beneran nggak apa-apa?"ucap Hina memecah keheningan.
"Maksudnya?"
"Iya...Kamu nggak apa-apa biarin kak Faiz lebih memilih anterin kak yang tadi,dibandingkan anterin kamu....."jelas Hina.
"Oh itu.Aku nggak apa-apa Hina.Lagian Aku juga nggak mau egois hanya memikirkan perasaanku saja,tanpa memikirkan perasaan kak Faiz..."
"Posisi kak Faiz juga pasti sulit sekarang yah....?"timpal Angga.
"Iya bener Dew...."sahut Ku.
"Aku bangga sama kamu.Padahal di satu posisi kamu juga orang yang spesial buat kak Faiz.Namun,di satu sisi juga ada orang lain yang butuh perhatian kak Faiz.Semoga aja kamu tidak salah paham lagi...."lanjut Angga.
"Yang sabar yah Nara.Di hati kak Faiz hanya ada kamu nggak ada yang lain..."ucap Hina berusaha menghibur Ku.
"Makasih ya.Aku berterima kasih banget sama kalian karena selalu ada buat Aku.Nemenin Aku di saat apa pun....."ucapku pelan sambil merangkul Dewa dan Hina.
"Kita teman sejati Nara....." ucap Angga dan Hina bersamaan.
* * *
Setelah pulang dari Mall,Aku hanya memilih untuk tiduran di kamar saja.Rasanya malas banget untuk melakukan aktivitas apapun itu.Jujur saja,meskipun Aku sudah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi,namun tetap saja hati kecilku masih merasakan ke khawatiran.
Apalagi masih ada beberapa hal yang belum sempat Aku tanyakan sama kak Faiz.Dan itu masih mengganjal di hati Aku.
**Tit....**
Bunyi nonaktifasi dari Whatsapp Ku mengagetkan lamunanku.
"Nara....!"
Satu pesan masuk dari nomor yang tidak Aku kenal.Sebenarnya Aku penasaran,namun Aku lebih memilih untuk mengacuhkannya.
"Paling orang iseng...."gumamku sambil menaruh Handphone Ku di atas meja belajarku.
** Tok....tok...tok...*
"Nara.....Bunda sama ayah udah pulang nih..."suara bunda di balik pintu kamarku.
Aku pun langsung membukakan pintu kamarku dan langsung menghampiri bunda.
"Wah......" seru ku.
"Cepat sini kita makan bareng..."ajak ayah.
Aku pun langsung menghampiri ayah yang tengah duduk di ruang makan dengan beberapa makanan yang tertata rapi di atas meja.
"Hari ini siapa memangnya yang ulang tahun ayah???"
"Ha ha ha.Kamu bisa aja sayang,bukan acara ulang tahun.Ayah dan bunda sengaja membelikan beberapa makanan buat kita,karena hari ini ayah dapat bonus dari kantor ayah....."jelas ayah.
"Iyah,jadi ayah sengaja beli beberapa makanan kesukaan Nara dan bunda...."sahut bunda dari arah dapur,sambil membawa beberapa piring.
"Selamat ya ayah......"ucapku sambil bertepuk tangan.
Ayah pun langsung tersenyum lebar melihat tingakah Ku yang seperti anak kecil baru di belikan mainan.
"Yasudah,ayo kita makan.Nanti keburu dingin...."seru bunda.
Kami pun menikmati makan malam hari ini.Apalagi melihat raut wajah ayah dan bunda yang begitu senang hari ini.
"Oh iya bunda,bagaimana apakah semuanya lancar.... ?"
"Yah.Seperti yang kita harapkan sayang...."sahut bunda.
"Tinggal ada beberapa spot saja yang harus kita perbaiki dan poles dikit aja......"timpal ayah.
"Maaf yah Nara nggak bantuin bunda sama ayah....."
"Hey....Kok ngomongnya gitu.Tidak apa-apa sayang.Lagian,bunda tadi ada yang bantuin.Kebetulan kan tante ismi punya kenalan yang paham dengan urusan seperti itu,jadi bunda sangat ke bantu banget...."jelas bunda.
"Syukurlah kalau begitu....."
"Oh iya,hari ini kamu nggak pergi? Tumben seharian ini kamu nggak kasih kabar ke bunda....."
"Oh soal itu.Tadi sebenarnya Nara pergi sebentar sama Hina dan Angga.Makan di tempat baru di Mall.Cuma yah,hanya makan aja soalnya banyak orang banget.Karena,kebetulan kan itu baru opening......"jelasku.
Aku lebih memilih tidak menceritakannya sama bunda tentang kejadian tadi.Aku tidak ingin merusak suasana hati bunda dan ayah hari ini.Biarkan saja apapun yangbsudah terjadi tidak bisa aku ubah.Sekarang tinggal ke depannya mau seperti apa.
"Panatas saja.Biasanya kan kalian kalau udah main di Mall suka lupa waktu...."timpal ayah.
"Ha ha ha ha......" Aku dan bunda tertawa bersamaan.
****
"Hemmmmh........"
Aku hanya menggeliatkan tubuhku di atas kasur.Kalau hari libur begini rasanya malas banget untuk beranjak dari atas kasur.Yang di inginkan hanya bermalas-malasan aja.
Aku pun sekuat tenaga mengayuhkan kaki ku turun dari atas kasur dan langsung membuka jendela kamarku.
"Hari yang cerah....."gumamku pelan.
Aku pun langsung keluar kamar,karena cacing di perutku sudah berdemo minta di kasih jatah makan pagi.
"Loh kok sepi banget yah,bunda sama ayah kemana?"ucapku pelan.
Aku pun mencari keberadaan ayah dan bunda di semua penjuru rumah namun hasilnya tidak ada siapapun di rumah ini.Hingga akhirnya mataku tertuju pada selembar keretas yang di tempel di kulkas.
Aku langsung meraihnya dan mulai membacanya.
"Nara sayang.......Maaf yah bunda sama ayah hari ini pergi tidak bilang sama Nara.Sepertinya Nara lelah banget,bunda tidak tega membangunkannya.Hari ini bunda sama ayah pergi ke luar kota selama beberapa hari karena ada urusan mendadak.Kalau sudah bangun Nara telepon bunda......"
Bunyi dari tulisan yang di tinggalkan bunda buatku.Aku pun langsung menuju kamar dan langsung meraih handphoneku.Dan langsung menelepon bunda......
**Tit....tit....tit...** sambugan teleponku tersambung.
"Halo sayang...."suara bunda di sambungan telepon.
"Halo bunda...."
"Iya Nara....."
"Bunda,kok ngga ngebangunin Nara sih.Memangnya urusan mendadak apa bunda sampai-sampai bunda dan ayah harus cepat-cepat berangkat...?"gerutuku.
"Oh iya.Kakek sakit dan di bawa ke salah satu rumah sakit di Yogyakarta.Ayah sangat panik dan langsung mengajak bunda untuk menjenguknya.Bukan maksud bunda ninggalin Nara yah......"jelas bunda.
"Ya ampun kakek.Terus gimana sama Nara bunda.Di sini Nara sendirian,padahal Nara bisa ikut sama bunda sama ayah.Kan senin depan sampai satu minggu Nara libur sekolahnya....."rengekku.
"Oh ya ampun.Bunda tidak tahu kalau sekolah Nara libur.Ya sudah kalau begitu,Nara bisa nyusul bunda ke sini....."
"Sendirian....?"
"Iya.Nara bisa kan?Nanti bunda pesankan tiket pesawatnya oke... "
"Baiklah.Nanti Nara telepon lagi ya bunda...."
"Iya sayang....."
**Tut.....tut....tut*sambungan telepon pun terputus.
"Ya ampun gimana ini.Sejujurnya Aku nggak bisa pergi sendirian naik pesawatnya....."bisik ku dalam hati.