
Karena asik ngobrol sama Kia dan Hina,,tak terasa ternyata kami sudah sampai di komplek perumahan kami.
''Udah sampai...Sesuai aplikasi yah....'' seru pak driver yang membuyarkan obrolan kami yang sedari tadi asyik mengobrol.Kami pun langsung turun dan tidak lupa untuk membayar.
''Kita berpisah disini yah,,,Aku duluan '' ujar Ku.
''Bye Nara...Sampai ketemu senin nanti di sekolah. Semoga weekend Kamu menyenangkan.....''jawab Hina ceria.
''Bye....''jawabku sambil melambaikan tangan.
''Assalamualaikum.....Bunda Nara pulang..!!'' seruku sambil memasuki rumah. ''Waalaikumsalam sayang...Ya ampun kening anak bunda kenapa ini?? Tidak apa-apa kan???'' tanya bunda khawatir.
''Ough ini.....'' jawabku sambil memegangi luka di keningku.
''Jelaskan sama bunda kenapa anak bunda bisa terluka begini....'' tegas bunda.
Aku pun duduk di kursi dan menceritakan semuanya ke bunda apa yang terjadi di sekolah.
''Kalau boleh bunda tahu Faiz itu siapa?? Bisa Nara ceritakan awal mula kalian bisa bertemu??'' tanya bunda selidik.
Aku pun langsung menceritakan semuanya sama bunda. Jujur saja bunda itu merupakan tempat Aku curhat mencurahkan semuanya setelah sahabatku. Bunda sering kali memberikan saran dan masukkan dan itu selalu buat Aku nyaman kalau udah cerita sama bunda.
''Jadi begitu bunda...'' jelas Ku,menceritakan awal mula pertemuan Aku dan kak Faiz. Dan perhatian yang selalu kak Faiz berikan padaku akhir-akhir ini.
''Nara tau nggak apa perbedaan 'Jatuh Cinta' sama 'Jatuh Hati'...?'' tanya bunda.
''Tidak.....'' jawabku penasaran.
''Menurut buku yang bunda pernah baca...Jatuh hati, merupakan perasaan yang cenderung hanya rasa ketertarikan terhadap seseorang.Entah karena fisiknya yang menarik,penampilannya,atau statusnya sebagai orang yang hebat.Hal semacam itu bisa bikin orang jatuh hati. Dan menurut bunda itu perasaan yang Nara rasakan sama Azka....'' jelas bunda.
''Terus kalau jatuh cinta maksudnya apa??'' tanyaku tak kalah penasaran.
''Sementara jatuh cinta,kadar perasannya lebih dalam lagi.Orang yang jatuh cinta tak sekedar tertarik dengan fisik dan penampilan saja,melainkan sudah ada keterlibatan emosional.Orang yang jatuh cinta sudah membangun dan melibatkan koneksi antar-individu,'' jelas bunda.
''Dan yang bunda lihat itu perasaan Faiz sama Nara...Mengerti kan???'' tanya bunda.
''Sedikit....''
''Perasaan Kamu sama Azka itu,,perasaan hanya ingin memiliki secara terus menerus. Namun pada akhirnya perasaan itu akan hilang dengan sendirinya. Nanti juga Nara akan menyadarinya.....''jelas bunda.
''Ya sudah sekarang Nara mandi dulu dan makan,nanti setelah makan bunda ganti perbannya...'' tutur bunda.
''Baik bunda...''
Aku pun langsung menunju kamarku dan mandi karena badan ini lengket. Selepas mandi Aku membereskan barang yang Aku bawa kemarin dari sekolah. Dan pas saat Aku buka tas,,ada jaket dan selimut yang di berikan kak Faiz semalam. Aku pun tiba-tiba kepikiran omongan bunda tadi.
''Apa iya yang di jelaskan bunda tadi itu mungkin benar saja terjadi?''tanyaku dalam batin.
Senin pagi.....
''Nara......Sayang ayo berangkat sekolah,,,biar ayah yang antar....'' ucap ayah.
Aku heran kok tumben ayah mau antar Aku ke sekolah.
''Loh ayah kok tumben!! Antar Nara ke sekolah....?'' tanyaku penasaran.
''Ya nggak apa-apa dong sayang...Apalagi ini hari pertama anak ayah ini masuk SMA. Ayah ingin antar anak kesayangan ayah ini dan memastikan sampai ke sekolah dengan selamat....''jelas ayah.
''Baiklah ayah ayo.....itu buat Nara semangat sekali berangkat sekolahnya....''seruku semangat.
Sebelum Aku pergi tak lupa,,Aku pamitan sama bunda yang masih sibuk di dapur.
''Bunda.....Aku pamit yah.....'' seruku.
''Oh iya.....Salam sama Faiz yah....Bilang makasih udah jagain anak bunda kemarin....'' ucap bunda mengejek.
''Iikh bunda apaan sih,,,malu tau....'' jawabku tersipu malu.
Aku langsung lari berlari keluar rumah menghampiri ayah yang sedari tadi menungguku di mobil.
* * *
Sesampainya di sekolah,,benar saja Aku hampir saja terlambat dan tidak mengikuti acara upacara hari senin.Aku langsung pamitan sama ayah,karena takut gerbang sekolah keburu di tutup.Aku langsung mencari keberadaan Kia,Hina dan Angga. Ternyata mereka sudah menungguku di parkiran.
''Ya ampuun Nara hampir saja Kamu kesiangan,,,telat beberapa menit saja Kamu pasti tidak di bolehkan masuk....'' seru Kia.
''Iyah.....Tadi ayah yang anterin Aku,,,,tau sendiri ayah Ku bawa mobilnya seperti apa. Yang penting selamat sampai tujuan....Ya udah lah ayo Kita lihat mading dulu. Kita kan belum tahu Kita kebagian kelas X apa....'' seru Ku.
''Oh bener banget tumben Kamu ngingetin Kita...Ayolah..'' jawab Angga.
Kami pun langsung menuju mading melihat pembagian kelas dan untungnya kami berempat berada di kelas yang sama.Kelas X A,dan sontak saja buat kami tersenyum kegirangan.
'' Yes. Akhirnya Kita masih di takdir kan masih bersama....'' ungkap Hina senang. ''Heum....Iya gue yang bakal kecapekan ngurusin 3 dara ini.....''celetuk Angga becanda.
''Hah?? Jadi ??? Kamu udah bosan jadi teman kami...?'' tanya Kia yang sudah menyiapkan kepalan tangannya.
''Iya iya deh maaf. Becanda gue,masa iya sih gue bosen berteman dengan kalian. Kita kan sahabat sejati....'' ungkapnya lebay.
''Udah.... Udah....Namanya juga Angga becanda.....'' ujar Ku melerai.
''Oh iya kelas Kita sebelah mana ngomong-ngomong??'' tanya Hina penasaran.
''Soal itu tenang saja. Kalian lupa apa,,ada gue disini...Ayo ikutin gue...'' ungkap Angga bangga.
''Mulai deh....'' timpal Hina.
Kami pun mengikuti ke arah mana Angga pergi. Seperti dayang sedang mengikuti sang raja. Dan ternyata kelas kami itu melewati kelas XII. Otomatis tiap hari pasti melewati kelasnya kak Faiz.
''Hem...'' bisiku dalam batin.
''Nara... Nara.....'' tiba-tiba ada yang memanggil namaku.
''Nara Anatasya...'' celetuk kakak kelas yang baru aja Aku lewati kelasnya.
Aku tidak menyadari siapa saja yang ada di sana, karena sedari tadi Aku hanya nunduk karena malu. Maklum lah namanya juga masih anak baru jadi malu-malu kucing.
Aku pun refleks langsung menoleh ke arah suara yang memanggil namaku tadi. Ternyata di sana ada kak Faiz dan beberapa teman-teman kelasnya, yang tengah duduk di depan kelas XII IPS 3. Ya wajar saja itu kelas dia.
''Iya.....'' jawabku sopan.
''Ada salam nih dari Faiz....'' celetuk salah satu kakak senior. Di barengi gelak tawa kakak-kakak senior yang lain.
Namun yang Ku lihat kak Faiz hanya terdiam saja .Dan itu buat Aku tidak nyaman.
''Apaan sih maksud mereka...Mengejekku atau apa...??'' tanyaku dalam hati.
Tanpa menjawabnya, Aku langsung memalingkan pandanganku dan langsung mempercepat langkahku.
Sesampainya di kelas, Aku langsung memilih posisi duduk di kelas baru kami. Dan Aku lebih memilih deretan pertama di baris ke 3 dekat jendela. Itu tempat favoritku,sejak Aku sekolah di SMP. Dan biasa Di Deretan paling depan Angga,di ikuti Hina,Aku dan yang paling belakang pastinya Kia. Posisi ini paling benar. Namun ada yang berubah,biasanya posisi yang ada di depanku ku itu Azka.
''Udah Nara,,,jangan di pikirkan becandaan kakak kelas tadi,,,,'' ucap Angga memulai percakapan kami.
''Maklum lah....Bamanya juga kakak senior,apalagi sekarang kan udah menjadi berita trending masalah kedekatan Kamu sama kak Faiz,diseantero sekolah ini.Biasanya cewek-cewek yang mengejar-ngejar kak Faiz,sekarang malah terbalik kak Faiz yang deketin Kamu....'' lanjut angga.