LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 53



***


Setelah selesai makan malam Aku dan Azka,langsung bergegas kembali ke Rumah Sakit.Tidak lupa Aku pun membungkus satu porsi nasi goreng untuk Bian makan malam.


Sesampainya di kamar tempat kakek di rawat,Aku langsung menyuruh Bian untuk makan.


"Bian,ini makan dulu mumpung masih hangat.Biar Aku yang jaga kakek....."


"Makasih ya udah di beliin......"ucap Bian sambil bergegas dari duduknya.


Sekarang giliran Aku dan Azka yang menjaga kakek.


"Nara,kalau kamu lelah tidur aja.Biar Aku aja yang jagain kakek....."ucap Azka.


"Tidak apa-apa Azka,lagian nggak baik juga kan habis makan langsung tidur.Aku juga belum terlalu ngantuk.Nanti kalau Aku sudah ngantuk pasti tidur sendiri......"timpal Ku.


"Ya sudah......"


Azka pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Ku di samping kiri kakek.


***


Tidak terasa ternyata malam pun sudah berganti pagi.Dan Aku pun tertidur sambil duduk,begitu pun juga dengan Bian dan Azka.


*Tok...Tok....Tok.....*


Bunyi ketukkan pintu membangunkan kami semua.Aku cukup kaget begitu pun Azka dan Bian.


"Selamat pagi....."ucap seorang perwat.Namanya suster Dina,beliaulah yang selama ini membantu merawat dan memeriksa kondisi kakek selama dirawat di sini.


"Pagi juga Sus...."sahut Bian dengan muka sembabnya.


"Saya akan memeriksa pasien dulu,kebetulan Dokter Rahmat juga beliau sebentar lagi menuju kesini....."jelasnya.


"Oh baiklah,kalau begitu kami akan menunggu di luar saja....."tutur Bian.


"Ayo Nara,Azka....."lanjutnya.


Akhirnya kami pun keluar bersamaan dan menunggu di luar.


"Nara,sebentar yah.Aku mau ke toilet dulu,udah nggak kuat nih....."tutur Bian.


"Oh boleh,nggak apa-apa...."timpal Ku.


"Aku juga ikut......"seru Azka beranjak dari duduknya.


"Ya sudah sana.Nanti kalian kebablasan juga di sini......"timpal Ku.


Azka dan Bian pun langsung berlalu pergi meninggalkan Aku.


Aku hanya duduk termenung di ruang tunggu sendirian.


**Tit....*


Suara nonaktivasi Hp milik Ku,menyadarkan Aku yang tengah melamun.Aku pun langsung meraihnya dan membukanya.Ternyata itu pesan dari kak Faiz.


*Whattsap*


Love❣: "Pagi sayang.Bagaimana kabarmu pagi ini...?"


Nara : "Seperti biasanya,Nara baik-baik saja....."


Love❣: "Syukurlah kakak senang mendengarnya.Jangan lupa sarapan yah...."


Nara :"Iya siap kak.Oh iya,hari ini terakhir kakak ujian yah.Semangat yah,semoga semuanya berjalan lancar....."


Love❣:"Makasih do'anya....."


Love❣:"Bagaimana keadaan kakek sekarang? Kakak do'ain yang terbaik buat kakek.Semoga beliau pulih kembali dan bisa berkumpul dengan keluarga seperti dulu...."


Nara :"Makasih do'anya.Iya amin,Nara juga berharap begitu....."


Love❣:"Kakak sudah rindu sama Nara.Nanti kalau sudah selesai urusan kakak disini,izinkan kakak untuk menyusul Nara ke sana......"


Nara :"Sama......Nara juga rindu sama kakak....."


Love❣:"Ya sudah kalau begitu,kakak bersiap untuk berangkat sekolah.Bye sayang....."


Nara :"Iya......."


***


Aku pun hanya tersipu dengan isi dari chat dari kak Faiz.


"Nara.....!"seruan ibu.


Terlihat ibu tengah berjalan ke arah Ku,dengan memapah nenek di sampingnya.


"Oh ibu....."sahut Ku.


"Ibu sudah disini ternyata...."lanjut Ku.


"Bian sama Azka mana....?"


"Oh itu,mereka lagi ke toilet....."


"Di dalam ada siapa...?"tanya nenek.


"Ada suster dan Dokter,tengah memeriksa kondisi kakek...."


"Ayah mana bu..?"


"Ayah masih di parkiran kayaknya,sama paman juga....."tutur ibu.


"Ya sudah,ibu mau lihat kakek dulu...."lanjutnya.


Tidak lama kemudian ayah dan paman pun sudah datang dan langsung duduk di samping Ku.


"Kamu pasti lelah,nanti langsung pulang saja yah....."ucap paman.


"Nggak juga paman.Nara baik-baik aja kok....."


"Iya nanti Nara,tunggu Bian sama Azka dulu...."


"Memangnya mereka pergi kemana...?"sahut ayah.


"Toilet...."


"Oh alah,kirain sedang pergi kemana....."ucap ayah sambil tersenyum.


Terlihat suster Dina dan Dokter Rahmat,sudah keluar dari ruangan kakek.


"Sepertinya,Dokter sudah selesai memeriksanya.Kalau begitu paman masuk duluan yah...."tutur paman beranjak dari duduknya.


"Iya....."


Sepeninggal paman,sekarang hanya Aku dan ayah berdua saja di luar.Sesekali Aku dan ayah membicarakan beberapa hal tentang kondisi kakek.


"Om udah sampai ternyata....."seru Bian.


"Iya,kamu yang terlalu lama...."ucap ayah becanda.


Bian hanya tersenyum malu dengan ucapan ayah.


"Maklum om,pagi-pagi jadwalnya untuk mengeluarkan semuanya....."tutur Bian tersenyum.


Azka dan Aku hanya tersenyum mendengar percakapan ayah dan Bian.


"Sebaiknya sebelum pulang kalian sarapan dulu.Sepertinya kantin Rumah Sakit sudah buka....."tutur ayah.


"Aduh baru juga di keluari,udah di masukin lagi....."timpal Bian.


"Ish kamu ini.Malah ngomongin itu,jorok tau.."sahut Ku.


"Tapi benarkan..?"


"Sudah-sudah,kalian ini malah membahas hal seperti itu disini...."sahut Azka.


"Ya sudah kalau gitu Nara,sarapan dulu....."


"Iya....."


"Kebetulan ayah tadi sebelum kesini sudah sarapan di perjalanan,menuju Rumah Sakit.."


***


Sesampainya di kantin,kami langsung memilih beberapa makanan dan minuman.


"Kita duduk disana saja....."tunjuk Azka.


Aku dan Bian pun nelihat ke arah yang di tunjuk Azka.


"Yuk....."sahut Bian.


Kami pun menikmati makanan yang sudah kami pilih.Ya meskipun makanan di Rumah Sakit tidak seenak di Restoran.


Sesekali kami bertiga saling bertukar cerita satu sama lain.


"Kamu cerewet banget pas waktu kecil.Aku sampai tidak mau bermain dengan kamu,saat berkunjung ke rumah kakek....."


"Udah mah cerewet,gampang nangis lagi...."


"Namanya juga anak cewek.Ya wajarlah aneh..."balas Ku sambil menyubit tangan Bian.


"Kamu juga pas waktu kecil nggak kalah nyebelinnya tau.Kalau lagi main nggak gangguin Aku terus,makanya Aku cerewet banget sama kamu....."


"Beda banget sama Azka,dia tuh perhatian banget sama Aku.Dia selalu mengalah dan berbagi mainan sama Aku.Dia juga suka jagain Aku saat kami main bersama.Makanya Aku bersikap baik sama Azka,iyakan....."lanjut Ku sambil melihat ke arah Azka.


Azka terlihat kaget dengan perkataan yang baru saja Aku ucapkan.


"Ih bohong,buktinya Azka diam aja....."sahut Bian.


"Ih Bian......"rengek Ku.


"Kan memang seharusnya Aku jagain kamu....."balas Azka.


"Ibu kamu kan sering menitipkan kamu di rumah Ku,jadi Aku sudah tahu karakter kamu kamu seperti apa.Aku memperlakukan hal yang sama juga sama Hina dan Kia.Apalagi Hina,saat kecil dia luar biasa aktifnya.Kadang Aku suka kewalahan saat bermain sama dia....."lanjutnya.


"Bener banget....."timpal Ku sambil tertawa.


Tanpa kami sadari, karena ke asikkan mengobrol.Aku sampai tidak sadar dengan kedatangan ayah.


"Nara....."


"Bian....."lanjut ayah pelan.


"Ayah....!"seru Ku.


"Kenapa ayah? Ayah mau membeli sesuatu yah....?"tanyaku.


Namun,ayah hanya terdiam dengan raut wajah yang sedih.


"Ayah kenapa...?"


"Apa terjadi sesuatu?Bicara ayah...."lanjut Ku sambil beranjak dari duduk Ku.


"Kakek....."


"Kakek kenapa....?"tanyaku bersamaan dengan Bian.