
***
Setelah acara teleponan tadi,Aku pun langsung melahap makanan yang sudah agak dingin.Namun,rasanya masih tetap enak.
"Nara......"seruan Angga mengagetkan Ku.
"Ya ampun Angga.Kamu buat Aku kaget saja....."ucap Ku sambil memegangi dada.
"Kok kamu bisa masuk? Perasaan pintunya Aku kunci....."lanjut Ku.
"Di kunci apanya,pintu ke buka kayak gitu.Untung Aku yang masuk,coba kalau maling yang masuk.Habislah kamu....."timpal Angga.
"Ih kamu ngomong tuh ya nggak di jaga.Omongan itu do'a tahu......"
"Oh iya,ada apa nih....?"tanya Ku basa-basi.
"Kamu habus masak yah? Minta dong,Aku lapar......"ucapnya menghampiri Ku dan langsung duduk di hadapan Ku.
"Iya ini Aku masak mie goreng.Tapi,kalau nggak enak jangan marah yah....."
"Iya....."balasnya.
Aku pun langaung beranjak dari tempat duduk dan mengambil piring untuk Angga makan.Kebetulan sekali masih ada sisa mie goreng di dalam wajan.Setelah menyiapkannya Aku langsung memberikannya sama Angga.
"Nih......"ucap Ku sambil menyimpan satu piring mie goreng di hadapannya.
Baru saja Aku selesai ngomong,dia langaung melahapnya.
"Kamu doyan,apa lapar sih? Aku kan belum menyuruh kamu untuk memakannya....."
"Kan kamu udah ngasihin ke Aku.Terus kalau bukan untuk di makan huat apa aneh....."timpalnya.
"Ya sudahlah.Aku sedang malas untuk berdebat dengan kamu......"balas Ku.
Aku dan Angga pun sama-sama terdiam dan menikmati makanan kami masing-masing.
"Gimana lukanya,sudah mendingan nggak....?"tanya Ku.
"Iya sedikit......"timpalnya.
"Terus,sampai rumah tadi gimana reaksi orang tua kamu? Pasti mereka sangat terkejut melihat keadaan kamu,pulang-pulang dengan keadaan wajah yang babak belur....."
"Ya begitu lah.Cuma orang tua Ku nggak terlalu mempermasalahkannya.Malahan mereka bilang,wajar saja Aku ngelakuinnya kan ngebelain teman yang sedang dalam kesulitan......"jelas Angga.
"Syukurlah.Kalau orang tuamu tidak mempersalahkannya......"
"Iya......"
"Makannya Aku langsung ke sini.Aku mau menenangkan pikiran Ku.Soalnya bentar lagi di rumah mau ada tamu....."lanjutnya.
"Tamu? Siapa.....?"tanya Ku penasaran.
"Biasa rekan kerja ayah Ku.Tahu lah itu urusan orang dewasa....."jelasnya.
"Oh iya.Katanya tadi,ibuku mau pergi ke toko milik ibumu.Dia mau beli kue buat suguhan nanti......"lanjutnya.
"Terus? Kamu kok nggak ikut,biasanya kan di anterin sama kamu......"
"Ya masa iya,Aku pergi ke sana dengan ke adaaan wajah Ku seperti ini......"timpalnya.
"Hehe iya......"Aku tersipu malu.
"Oh iya,kalau boleh tahu.Tadi pas di klinik kamian berdua ngobrolin apa....?"tanya Ku penasaran.
"Kepo banget....."
"Ih Angga.Ya udah Aku nggak maksa kalau kamu nggak mau cerita....."
"Bentar,Aku mau minum dulu.Haus banget nih....."ucapnya langsung beranjak mengambil gelas dan langsung menuangkan air.
Setelah itu dia,duduk kembali di hadapan Ku.
"Ayo cerita ih,Aku penasaran banget....."paksa Ku.
"Tidak banyak yang di obrolin kok......"balas Angga.
"Masa sih....?"
"Iya.Kayak nggak tahu aja Hina kayak gimana....."
"Yang ada dia malah terus-terusan minta maaf padaku.Dan itu malah buat Aku kesal....."lanjutnya.
"Ya kan,pasti Hina merasa tidak enak.Karena kamu kayak gini itu,demi belain dia di depan si Dimas......"
"Harusnya dia peka dong Nara....."
"Haha......."Aku pun secara spontan tertawa mendengar jawaban Angga.
"Ya lucu aja.Mana mungkin Hina akan semudah itu peka sama kamu,kayak nggak tahu dia aja......"
"Iya juga sih....."
"Dia pasti hanya mengira Aku melakukan itu.Aku membelanya,karena Aku temannya....."lanjutnya.
"Iyalah......"
"Terus Aku harus gimana? Supaya dia sadar dengan perasaan Ku sama dia....."ucap Angga sambil memainkn gelas.
"Ya beda orang,beda cara ngedeketinnya Angga....."timpal Ku.
"Sulit banget buat dia paham.Apalagi setelah dia kemarin menolak perasaan si Dimas itu,yang ada nanti dia malah marah sama Aku...."tuturnya.
"Tapi,ya kalau di pikir-pikir.Pasti Hina punya alasan,kenapa dia tidak menerima Dimas.Padahal menurut Aku dia nggak jelek-jelek amat.Dan sejauh ini kan emang Hina belum pernah dekat dengan siapa-siapa...."
"Aku juga nggak tahu lah......."timpalnya.
"Atau mungkin dia beneran,udah punya seseorang yang tengah dekat dengan dia.Waktu itu kan dia sempat ngomong kalau dia udah punya pacar......"
"Nara......"seru Angga.
"Becanda Angga.Takut banget kamu kebilangan dia....."
"Coba deh,mulai sekarang kamu kurang-kurangin berseteru saat dekat sama dia.Buat dia nyaman saat berada di samping kamu.Mungkin saja itu bisa sedikit ngebantu....."jelas Ku.
"Haruskah kayak gitu...?"tanya nya.
"Ya coba aja.Kan kita nggak tahu...."
"Tapi,kalau Aku perhatikan juga yah,sepertinya Hina juga punya perasaan lebih deh terhadap kamu....."lanjut Ku.
"Masa sih? Jangan buat Aku kepedean Nara....."
"Ya memang sih,Aku juga belum yakin......"
"Setahu Aku,dia lebih dekat sama Kia.Barang kali Kia tahu sesuatu tentang Hina....."lanjut Ku.
"Terus maksud kamu,Aku harus nanyain masalah ini sama Kia gitu? Ya ampun,Nara.Yang benar saja,yang ada nanti Aku malah di sidang sama Kia......"timpalnya.
"Iya yah......"
"Udah lah,Aku malah puaing mikirinnya.Oh iya,Aku boleh minta buah nggak? Habis makan biasanya ngemil buah enak....."pintanya.
"Sebentar,perasan ada deh Anggur sama jeruk....."
"Boleh deh itu......"
Aku pun langsung menyiapkannya,namun sebelum itu Aku membersihkan piring bekas tadi Aku sama Angga makan.
Setelah mencucinya,Aku menyajikannya di dalam wadah yang biasa ibu pakai dan memberikannya sama Angga.
"Makasih yah....."
"Sama-sama.Santai aja,kayak ke siapa aja...."
Kami pun berpindah tempat duduk,jadi ke ruang tamu sambil menonton TV.
"Oh,iya Aku belum cerita masalah si Kevin....."
"Kevin? Memangnya kenapa dia....?" tanya Ku penasaran.
"Tadi,dia ada kirim pesan padaku.Dan menanyakan prihal sekolah kita.Mungkin,nggak sih kalau dia mau pindah ke sekolah kita....."ucap Angga.
"Ya nggak menutup kemungkinan juga kan.Lagian waktu itu,kamu juga sempat menyarankannya kan....."
"Iya sih....."
"Kenapa? Kamu takut,Kevin jadi saingan kamu nantinya....."
"Nggak lah......"sangkal Angga.
"Iya sih....."
"Lagian nih yah.Meskipun Aku punya perasaan lebih sama Hina.Aku tidak punya kuasa untuk melarang dia dekat dengan siapa kan....?"
"Iya juga sih.Meskipun kamu temannya......"
"Ya semoga saja.Sebentar lagi,Hina menyadari perasaan kamu......"
"Semoga......"ucap nya sambil terus melahap buah yang Aky sedia kan.
Aku paham betul posisi Angga sekarang.Dia juga pasti bingung harus melangkah seperti apa,salah langkah sedikit nanti yang ada pertemanannya antara dia sama Hina bisa saja merenggang.