LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Chapter 20



* * *


Aku terisak melihat keadaan Ku di cermin. Begitu kotor,,karena minuman yang di tumpahkan kak Helen tadi.


''Nara...!! Kamu baik-baik saja kan......'' teriak Kia di luar toilet.


''Nara.....Biarkan kami masuk yah.....'' pinta Angga.


''Apaan sih Angga. Kok lo minta masuk, ini kan toilet khusus cewek aneh....'' timpal Kia heran.


''Upz....! Gue lupa,gue khawatir soalnya sama Nara...!'' jawab Angga.


''Iya dikira Kita nggak khawatir. Kita juga sama.Kita tunggu dia saja dia disini. Biarkan Nara menenangkan dirinya dulu,dia pasti shock...'' ungkap Hina.


''Tumben Hina bijak ....''sambung Angga.


Bagaimana Aku keluar dengan baju yang basah dan kotor seperti ini. Pikiran Ku kalut.


''Nara...!! Nara....!! Buka pintunya. Kalau tidak kakak dobrak pintunya...''suara kak Faiz di luar.


Aku ragu untuk membukanya,,karena Aku malu dengan keadaan baju Ku yang basah dan memperlihatkan bagian baju dalam yang Aku kenakan.


''Tolong buka Nara....Biarkan kakak melihat keadaan Kamu....''ujar kak Faiz dan mencoba menggedor pintu toiletnya.


Aku pun ragu-ragu, dan perlahan membuka pintu toilet dengan tangan yang Ku silangkan untuk menutupi bagian yang memperlihatkan bagian dalam pakaianku.


Pas Aku keluar toilet,,tiba-tiba kak Faiz memakaikan jaket yang dia kenakan.Namun Aku coba untuk menolaknya,karena Aku takut malah menambah masalah dengan kak Helen.


''Tidak perlu kak. Pakai saja sama kakak,Aku takut malah menambah masalah...''pintaku.


''Aku harap kedepannya kakak menjaga jarak denganku.....''lanjut Ku.


''Terus Kamu mau berpakaian seperti ini ke kelas mu?? Setidaknya pakai jaket ini Nara. Agar kakak merasa lebih baik membiarkan Kamu pergi ke kelas mu. Kakak tidak mungkin membiarkan Kamu pergi ke kelas dengan pakaian yang kotor,basah dan menerawang....''pintanya.


''Aku tidak bisa kak....''jawabku terisak.


''Kenapa Kamu menangis?? Kamu tidak berbuat salah,,disini Kakak yang salah.Maaf karena buat Kamu dalam keadaan yang tidak baik dan jadi bahan amukkan Helen...!'' tuturnya sambil memegang pundak Ku.


''Dan asal Kamu tahu.Antara kakak dan Helen, kami tidak punya hubungan apa-apa,,jadi...'' ucap kak Faiz.


''Kakak tidak perlu menjelaskannya padaku,lagi pula Aku tidak ingin mengetahui apapun itu. Dan kenapa kakak harus menjelaskannya...?'' tanyaku.


''Kakak nggak mau Kamu salah paham.....''


''Salah paham?? Tentang apa kak??Memangnya kita punya hubungan apa?? Kakak nggak perlu susah-susah menjelaskannya. Lagian diantara Kita,,tidak ada hubungan apa-apa....'' jelas ku sambil terisak.


''Terus kenapa Kamu terus menangis?? Kalau tidak apa-apa...''tanyanya balik.


Dan pertanyaan itu buat Aku terdiam. Aku sendiri tidak mengerti kenapa air mata ini terus saja mengalir. Apa karena Aku benar-benar terkejut dengan perlakuan kak Helen tadi. Atau karena hati Aku sakit, karena tau ada wanita lain yang menyukai kak Faiz.


''Kamu nggak bisa jawabkan...?'' tanya kak Faiz.


Aku memilih diam dan berlalu pergi meninggalkan kak Faiz.


''Aku jatuh cinta sama Kamu....Nara...!'' jelasnya.


Deg.... Deg..... Deg...


Aku terkejut dengan pengakuan kak Faiz barusan.Aku langsung berbalik menghadap kak Faiz.


''Apa yang buat kakak jatuh cinta sama Aku?Kita baru saling kenal dan bertemu beberapa kali saja. Apa yang kakak lihat dariku???'' tanyaku penasaran.


'' Kakak jatuh cinta sama Kamu tanpa alasan apa pun dan itu terjadi saat pertama Kita bertemu...''jelasnya.


''Yang benar saja. Kakak pasti cuma mainin Aku kan? Aku nggak percaya semudah itu kakak jatuh cinta sama Aku....'' timpal Ku ragu.


''Saat Aku melihat matamu,Aku melihat alam semesta. Saat Aku berbicara denganmu, Aku jatuh cinta lagi dan lagi...'' ungkapnya. '


''Jatuh cinta padamu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku dan untuk pertama kali nya aku jatuh cinta yaitu sama Kamu....Nara..!'' lanjutnya.


Aku tertegun dengan apa yang barusan kak Faiz ungkapkan. Dan secara tiba-tiba,Dia mengecup bibirku lembut. Aku shock dengan apa yang di lakukan kak Faiz padaku.


''Hanya aku yang boleh menyentuh bibirmu Nara....'' Bisik nya,sambil menyeka bibirku halus.


''Hari ini kakak tidak bisa antar Nara pulang,,,ada hal yang harus kakak selesaikan....''bisik nya di telingaku.


Kemudian dia pergi meniggalkan Ku yang masih terdiam. Aku bingung dengan apa yang dia lakukan secara spontan tadi.


''Maksud dia apa?? Melakukan hal itu,tanpa seijin Ku....'' gerutu Ku dalam hati. Dan yang benar saja di lakukan di depan toilet.


* * *


Sesampainya di kelas Aku hanya terdiam dan masih saja terbayang-bayang kejadian tadi.


''Nara.... Nara.... Hello.....'' sapa Kia membuyarkan pikiranku.


''Apa yang Kamu pikirkan?? Kamu baik-baik saja kan?'' lanjutnya.


''Jangan-jangan Nara ke masukkan hantu penunggu toilet....!'' timpal Hina.


''hush...!! Sembarangan kalau ngomong....''tutur Angga.


''Apa yang terjadi Nara....?'' tanya Angga penasaran.


''Kalian..!!! Kenapa meninggalkanku sendirian di sana.... ?'' bentak Ku.


''Oh itu.....Sebenarnya kami tidak berniat meninggalkan mu di sana sendirian.Tapi, tiba-tiba kak Faiz datang dan meminta Kita pergi....'' jelas Kia ragu.


''Kami hanya ingin memberikan kesempatan buat kalian....''tutur Hina.


''Kesempatan apa?? Kalian tau apa yang kak Faiz lakukan setelah itu...??''bentak Ku.


''Memangnya apa yang di lakukan kak Faiz Nara....?'' tanya Angga penasaran.


''Apa Nara ceritakan sama kami....'' ucap Hina penasaran.


.Upz.....!! Hampir saja Aku keceplosan dan menceritakan apa yang terjadi antara Aku dan kak Faiz di depan toilet tadi.


''Oh..!! Itu....!'' jawabku bingung.


''Apa...?'' tanya mereka barengan.


''Sudah lah tidak ada apa-apa. Bukan hal yang penting...'' jawabku mengalihkan rasa penasaran mereka.


Mereka pun langsung membubarkan diri dan langsung kembali ke meja mereka masing-masing.


Kring.... Kring.....Kring... Bel tanda pulang sekolah berbunyi....


''Siapa yang hari ini giliran memesan taksi online???'' tanya Angga.


''Bukannya itu Kamu yah. Ini kan hari senin Angga. Masa kamu lupa....!!'' jawab Kia.


''Oh my good tidak. Kenapa sekarang gue jadi pelupa begini. Apa karena gue duduk dekat Hina...?'' jawabnya sambil melirik Hina.


''Ikh...Kok gue sih....'' rengek Hina.


''Lagian gue hari ini nggak bisa pulang bareng sama kalian. Gue udah janjian sama anak tetangga rumah gue.Gue nebeng dia,kalau begitu gue duluan yah..... Daaah....'' ucap Hina dan berlalu pergi meninggalkan kami bertiga.


''Ya ampun itu anak ada aja kelakuannya....''tutur Kia geleng-geleng kepala heran.


''Kayak nggak tau aja dia gimana....''jelas Ku.


''Hooh......'' sambung Angga.


''Eh ini taksinya gue udah dapet. Ayo Kita pulang,bentar lagi taksinya sampai nih.....''ajak Angga.


Kami pun setengah berlari menuju gerbang sekolah.Namun tiba-tiba Aku penasaran dengan keberadaan kak Faiz.Aku coba mencari keberadaan dia,,tapi pas Aku melewati kelasnya sudah kosong,tanda kelas itu sudah pulang juga.Dan di parkiran pun Aku tidak melihat motor yang biasa dia tumpangi.


''Nara....!! Ayo.....!! Kamu sedang cari siapa??' Itu taksinya udah nungguin Kita di depan....'' ucap Angga.


''Oh.....!! Tidak ayo....''


Kami pun langsung menaiki taksi yang sudah terparkir di depan gerbang.Di tengah perjalanan, Aku melihat kak Faiz dengan kak Helen. Aku melihat dari gestur tubuh mereka sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang serius.