
* * *
Pagi Harinya Aku memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar hotel untuk melihat sunrise. Namun sayangnya karena kesiangan Aku pun tidak keburu untuk menyaksikan sang pajar menampakan dirinya dari ufuk timur. Sayang sekali padahal momen ini yang Aku nantikan bersama teman-teman.
''yaaaah....''' Ucap Kami barengan dengan kecewa
''Kita nggak bisa lihat sunrise nya deh,,,gimana nih padahal Kita udah jauh-jauh kesini buat lihat sunrise.'' Ucap Hina kecewa
''Ya mau gimana lagi,,,lagian gara-gara kalian juga sih tidurnya kayak kebo susah banget buat di bangunin. Coba saja pas tadi gue sama Nara nyamperin ke kamar kalian langsung bangun. Pasti Kita bisa nih buat lihat sunrise.....'' Timpal Angga setengah kesal
''Iya iya maaf deh.....Ya gimana Kita nggak tidur nyenyak, semalem Kita kan tidurnya kemalaman habis acara dan Aku kekenyangan banget. Makanannya enak-enak banget soalnya jadi nggak bisa kontrol.''
Mereka hanya bisa merengek karena tidak bisa melihat sunrise.
''Ya udahlah. Bagaimana kalau Kita renang aja di pantai ?? Kayaknya asik pagi-pagi gini,,pasti airnya dingin banget seger...'' Ajak Angga.
''Ayo lah daripada disini Kita nggak melakukan apa-apa lagi,,,,'' seru Kia semangat
Akhirnya Kami pun berenang di pantai dan benar saja airnya dingin banget tapi seger. Aku seketika teringat dengan Azka dari tadi aku tak melihat dia. Kemana dia ? Apa dia masih tidur ? Tanya Ku dalam hati.
''Eh,,,dari tadi kok gue baru sadar ya,,Kita disini berempat aja.Azka mana???.'' Pertanyaan Hina mewakili sekali.
''Lah...Emang kalian nggak tau ya???.'' Angga malah balik tanya pada kami
''Tau apa Angga.....?? Kalau ngomong tuh jangan setengah-setengah.Ada apa sama Azka ???.'' Tanyaku sontak khawatir dan otomatis buat teman-temanku kaget yang melihat kekhawatiran Ku saat ini.
''Tadi pagi-pagi sekali orang tua Azka nyamperin ke kamar dan bilang katanya saudara nya di Bandung meninggal dan mereka memutuskan langsung pulang duluan nggak bisa bareng sama kita.''
'' Oh pantesan gue juga samar-samar denger juga sih tadi pagi. Orang tua gue ngobrol di luar,,,entah dengan siapa karena gue nggak kuat ngantuk jadi gue lanjut tidur lagi.'' ucap Kia.
''Kalau gue sih nggak dengar apa-apa malah...'' Timpal Hina
''Semoga dia baik-baik saja dan selamat sampai tujuan,,,,'' pintaku dalam batin.
''Ya sudah ayo lah Kita balik ke kamar. Udah siang juga ini,tar lama-lama di dalam air Kita mengembang lagi kayak ikan kembung,,,ha ha ha.'' Ucapan Angga bercanda
''Ya udah ayooo....'' Kami pun serentak menjawab ajakan Angga
Kami pun langsung menyelesaikan aktivitas renang kami dan menuju hotel untuk bersih-bersih dan sarapan di restoran yang ada di lantai dasar.
'' Mana yang lain ? Kita berdua aja nih sarapannya.Enggak seru dong..!!!'' seru Angga,,mencari keberadaan Kia dan Hina.
''Tau masa iya mereka belum selesai juga kan perasaan Kita udah lama juga tadi.....''jawabku juga heran
''Hei hei hei....'' suara Hina mengalihkan perhatian Aku sama Angga yang sedari tadi mencari keberadaan kedua temanku itu. Ternyata mereka memilih duduk di outdoor,, pantesan saja Aku tidak langsung menemukan mereka.
Aku dan Angga langsung saja mengambil menu sarapan Kami dan menghampiri kedua temanku itu.
''Iya maaf yaaaah...Soalnya perut Kita udah kruyuk,,,,kruyuk. Cacing di perut udah demo minta di kasih makan lapar banget,,karena mungkin saking lamanya Kita tadi berenang..'' Jelas Kia
''Iya,,,,,maaf ya Kita nggak nungguin kalian....''lanjut hinna memelas
''Ya sudah ayo lah Kita lanjutin makan kita. Bentar lagi pasti orang tua Kita turun buat ajak Kita siap-siap buat pulang....'' Ucap Angga
''Yaaaah nggak terasa banget ya,,,,Kita liburannya bentar banget dan minggu depan Kita udah mulai buat ospek masuk SMA....''ucap hinna malas
''Iyaaah,,,,,'' jawabku dan Kia barengan.
Kami pun melanjutkan aktivitas sarapan Kami dan menikmati menu sarapan kami pagi ini.Namun tiba-tiba di sela-sela Kita sarapan Angga tiba-tiba mengetuk meja makan kita.
''Guys......''
''Iyaa.......'' Kami pun serentak menjawab seruan Angga.
''Ada hal penting yang mau gue sampaikan sama kalian. Tapi kalian jangan kaget yah dengan apa yang akan gue sampaikan nanti....'' Kata Angga
Dan buat Kami penasaran dengan apa yang ingin Angga sampaikan. Sepertinya hal yang cukup serius.
''Jadi,,,,sebelumnya gue minta maaf baru sempat kasih tau ini sekarang ke kalian. Gue bingung juga sampaikan nya kayak gimana,terutama sama Nara.'' Ucap Angga
Deg...Deg....Maksud Angga apa?? Kok Aku jadi takut. Hal apa yang mau dia sampai kan pada kami.
''Ya udah langsung saja Angga,,,jangan bertele-tele buat Kami penasaran. Ada emang???.'' Kia setengah menggeretak
''Jadi sebenernya Azka sama keluarganya mau pindah ke Bandung dan menetap di sana...'' Jelas Angga sedikit ragu. ''Gue juga baru tau hal ini semalam selepas Kita adain acara kembang api,dia nyamperin ke kamar gue dan dia juga pamit ke gue..'' Angga coba menjelaskan.
Tentu saja apa yang Angga katakan barusan,,membuat Aku setengah tidak percaya dan coba untuk mencerna apa yang angga katakan.
''Kamu serius kan Angga??? Dengan apa yang Kamu sampaikan. Kamu nggak becanda kan...???'' tegas Kia
''Ya gue serius lah,,,,emang gue kelihatan lagi becanda sekarang. Gue juga shock dengan apa yang dia sampaikan ke gue semalam.Gue harap kalian juga mengerti dengan keputusan yang Azka buat. Gue paham kenapa dia hanya pamit ke gue,,karena dia tau kalau bicarakan ini sama kalian pasti kalian heboh.Kita do'a kan saja apa yang jadi keputusan dia sekarang. Dan semoga itu jadi yang terbaik buat dia...'' Lanjut Angga
Hal itu sontak buat air mataku seketika telah mengalir di pipiku.
''Yang sabar yah Nara.....Yang kuat,,,,mungkin maksud Azka nggak pamit langsung sama Kita,,,,dia nggk mau buat Kita sedih...'' Ucap Kia coba menenangkan.
''Iya Nara yang kuat yaah Kita doakan saja Azka sukses di manapun dia berada,'' sambung Hina
Jujur Aku bingung harus mengatakan apa. Aku masih kaget dengan apa yang angga sampaikan.
''Kalian tau sendiri sikap dan sifat Azka kayak gimana. Karena Kita kan sudah berteman sejak kecil,,,kalian pasti mengerti dengan keputusan Azka. Semenjak kepergian Kakaknya dia 4 tahun lalu,,,,Kita sama-sama tau hal apa yang berubah pada diri Azka. Dia jauh lebih suka menyendiri dan memendam masalah itu sendirian dan jarang sekali berkumpul dengan Kita dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Iya kan???.''
Apa yang Angga katakan benar juga. Dulu sewaktu kecil dia merupakan anak yang periang dan banyak bicara dan mudah bergaul dengan siapa saja terutama dengan Kami,,seolah tidak ada jarak di antara Kami. Namun semenjak kepergian kakaknya meninggal saat menjalan kan tugas Negara di tahun pertama dia lulus dari TNI AU dan itu buat keluarganya terpukul. Semenjk itu dia menjadi pribadi yang lebih suka menyendiri,cuek dan dingin.Orang tua dia sekarang menggantungkan harapan semuanya kepada Azka,,,,yang menjadi anak tunggal sekarang di keluarganya. Jadi semua apa yang Azka lakukan harus sesuai dengan pendapat orang tuanya. Karena orang tuanya takut, kejadian serupa menimpa Azka.