
***
"Nggak juga sih.Penasaran aja....."timpal Ku.
Aku dan Azka langsung masuk ke dalam taksi.
"Pak,tolong antar kami ke RS.Mitra Kencana....."ucap Azka pada supir taksi.
"Baik mas......"balasnya sambil langsung melajukannya.
"Aku tidak menyangka,bisa berkunjung kesini....."ucapku pelan.
Azka hanya tersenyum melihat ke arahku sambil sesekali melihat pemandangan yang ada di luar jendela.
"Yang sabar Nara....."sahut Azka.
"Ya......."
"Aku tidak menyangka saja dan tak pernah sedikit pun terbayangkan.Aku datang kesini untuk mengunjungi kakek yang tengah sakit...."lanjut Ku.
Aku merasa sedih saja dengan situasi yang sedang Aku alami sekarang.Aku jarang sekali bertemu dengan kakek,dalam setahun palin 3 atau 4 kali Aku bisa berkunjung ke rumahnya di Boyolali.
Namun,setelah Aku masuk SMA dan sibuk dengan kegiatanku di sekolah.Aku sudah cukup lama tidak mengunjunginya.Padahal bukan tidak ada waktu,hanya saja Aku yang tidak menyempatkannya.
Dan sekarang ada kesempatan,malah mengunjungi kakek dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Aku mengerti bagaimana perasaan kamu sekarang.Namun,kamu juga tidak mungkin menunjukannga di depan beliau.Yang ada beliau tambah sedih....."tutur Azka.
"Iya apa yang kamu katakan ada benarnya juga....."sahut Ku.
***
Setelah perjalanan cukup lama,akhirnya Aku dan Azka pun sampai di tujuan.Terlihat dari kejauhan Ayah sudah menunggu kedatangan Aku dan Azka.
"Sudah sampai ya Mas....."tutur pak supir.
"Oh iya.Terima kasih sudah mengantar kami...."timpal Azka sambil memberikan ongkos taksinya.
"Iya sama-sama Mas......"ucap beliau sambil tersenyum.
Aku pun buru-buru keluar dari taksi,sedangkan Azka menurunkan koper yang di simpan di dalam bagasi.
"Ayah.......!"
Aku langsung berlari memeluk ayah yang sudah menunggu kedatangan Ku.
"Syukurlah kamu sudah sampai dengan selamat.Ayo kita temui Eyang....."ajaknya.
"Iya ayah......"
Ayah langsung merangkul tanganku begitu erat.Sedangkan Azka,dia mengikuti Aku dan ayah dari belakang.
Sesampainya di lantai 3.Dari kejauhan Aku sudah melihat keberadaan bunda dan beberapa anggota keluarga lainnya.
"Nara....Persiapkan diri kamu......"ucap ayah pelan.
"Kita harus siap dengan keadaan Eyang sekarang.Kamu mengertikan maksud ayah...."lanjutnya.
"Iya ayah....."
Mendengar ucapan ayah barusan,rasanya seperti harapan Ku tinggal sedikit.Meski pun Aku tetap berdo'a memohon kesembuhan untuk Eyang.(Eyang"panggilan untuk kakek dari ibuku").
Terlihat jelas raut kesedihan di wajah bunda,matanya yang sembab dan kemerahan.Begitu pun dengan keluarga yang lainnya.
Aku langsung menghampiri bunda dan memeluknya.
"Nara......."ucap bunda.Sambil melepaskan pelukanku.
"Iya bu.Nara tahu......"Aku hanya bisa mengucapkan kata-kata itu.
"Oh iya.Azka,makasih yah udah mau menemani Nara kesini......"ucap bunda sambil melihat ke arah Azka.
"Iya sama-sama bunda.Azka hanya bisa melakukannya semampu Azka saja....."jawab Azka.
"Nara,ayo kita temui Eyang.Dari tadi eyang nanyain kamu....."ajak bunda.
"Iya bunda....."
Aku sungguh tidak kuat melihat pemandangan seperti ini.Namun,teringat apa yang di katakan ayah tadi,Aku hanya berusaha sekuat tenaga menahannya.
Terlihat kakek yang tengah terbaring dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya.Sosok yang selama ini selalu memanjakan Aku,yang selalu ceria dan terswnyum saat Aku mengunjunginya.Sekarang tengah terbaring lemah.
"Ya tuhan.Aku tidak kuat melihatnya,semoga Aku kuat untuk membersamainya...."bisik Ku dalam hati.
Aku pun langsung menyalami Nenek dan beliau pun sedikit terkejut dengan kedatangan Ku.
"Nara......"lirihnya.
"Eyang tidak menyangka,bisa bertemu dengan kamu dalam keadaan seperti ini....."lanjut beliau dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Nek.Kita sama-sama berdoa yah untuk kesembuhan eyang......"tutur Ku sambil memegangi tangan eyang.
"Eyang sosok yang kuat dan tangguh.Eyang pasti bisa melewati masa-masa sulitnya saat ini....."lanjut Ku.
"Temui eyang kakung.Dari tadi Eyang terus menanyakan keberadaan Nara....."suruh Nenek.
Aku pun langsung memberanikan diri,mendekat dengan kakek.
"Eyang......!"ucap Ku sedikit tertahan.
"Ini Nara......."lanjut Ku.
Tidak berselang lama kemudian mata Eyang pun perlahan terbuka dan melihat ke arah Ku.
"Cucu Ku....."ucapnya pelan.
"Iya Eyang......"
"Kamu sudah sampai Nak? Eyang sudah menunggumu dari tadi....."lanjut beliau dengan suara pelan.
"Iya,sekarang Nara sudah di sini Eyang....."
"Karena Nara sudah di sini,Eyang harus sembuh yah....."lanjut Ku sambil mengelus tangannya.
Kakek hanya tersenyum mendengar ucapanku.Dan langsung meminta Ku untuk memeluknya.
Setelah beberapa saat Aku berbicara sama eyang.Akhirnya Aku pun diantarkan paman ke rumahnya.
Kata bunda,karena malam ini Aku baru sampai.Bunda menyarankan Aku untuk beristirahat di rumah paman.Rumahnya tidak begitu jauh dari Rumah Sakit dimana tempat kakek di rawat.
Hari ini,giliran bibi,ayah dan bunda yang akan ikut menjaga eyang di sana.
Sesampainya di rumah paman,Aku langsung membersihkan badanku dan makan.
Sedangkan paman sendiri,dia hanya mengantarkan Aku saja ke rumahnya.Dia kembali lagi ke Rumah Sakit untuk ikut jaga malam ini.
"Makan yang banyak.Nanti kamu sakit lagi....."ucap Azka padaku.
"Mana bisa...."sahut Ku.
"Ya harus bisa Nara.Kamu juga harus mengisi tenaga kamu,nanti kalau kamu jatuh sakit bagaimana? Kakek mu pasti sedih melihatnya.Ayo makanannya di makan jangan di mainin seperti itu...."ucap Azka tegas.
Benar juga apa yang di katakan Azka barusan.Aku sangat ceroboh dan tidak memikirkannya sampai kesana.
"Aku sudah selesai,setelah ini kamu langsung istirahat.Besok pagi-pagi kita langsung ke Rumah sakit lagi....."lanjut Azka kembali.
Setelah selesai makan Aku langsung masuk ke kamar dan bersiap untuk istirahat.
**Tit....**
Bunyi nonaktivasi HP milik Ku berbunyi dan Aku langsung memeriksanya.Ternyata banyak sekali chat yang masuk dan salah satunya kak Faiz.
Aku pun langsung membuka isi dari chat kak Faiz dan membacanya satu per satu.Dia mengirimi Aku begitu banyak pesan,begitu pun dengan teman-teman Ku yang lainnya.
Langsung Ku balas chat dari kak Faiz dan teman-teman satu per satu.Mereka pasti khawatir juga,karena dari tadi Aku sampai belum menghubungi mereka.
***
Sudah hampir 4 hari Aku berada di sini.Dan tiap harinya Aku ikut menjaga Eyang secara bergiliran dengan anggota keluarga lainnya.Begitu pun Azka,dia juga ikut menjaga Eyang bersama Ku.
Aku sangat berterima kasih atas kebaikan Azka selama ini.Meskipun di masa lalu hubungan Ku dengan Azka sempat tidak baik-baik saja.