LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Season 2 Episode 6



***


"Iya deh,yang udah pada punya pasangan...."timpal Hina kesal.


Sedangkan dari tadi,Angga hanya diam saja menyimak obrolan kami bertiga.Aku bisa melihat raut kekesalan dari wajahnya.Namun,dia berusaha menyembunyikan nya dari kami.Susah yah kalau suka tapi gensi.


Setelah menempuh waktu cukup lama,akhirnya kami pun sampai di rumah masing-masing.Aku pun langsung turun dan berpamitan sama teman-teman Ku.


Ternyata,hari ini ibu masih belum pulang.Padahal hari ini Aku pulang lumayan cepat,tidak seperti hari kemarin.


Untung saja tadi pagi Ibu sudah membuatkan Aku makanan.Jadi,sekarang Aku tinggal memanaskannya saja.


"Oh iya,Aku sampai lupa.Kan Angga sama yang lainnya katanya mau rendang buatan ibu...."ucap Ku pelan sambil berjalan masuk kamar.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian.Aku langsung keluar menuju dapur untuk memanaskan rendang yang tadinpagi ibu buat.Tidak lupa juga Aku menyiapkan beberapa kotak makanan untuk membaginya dengan teman-teman Ku.


Setelah di rasa rendangnya sudah panas,Aku pun langsung memasukkannya ke dalam kotak makanan.Sambil menunggu rendangnya agak hangat,Aku pun berniatbuntuk makan terlebih dahulu.


Sekitar pukul 20.00,Aku pun keluar rumah untuk mengantarkan rendang nya ke rumah teman-teman Ku masing-masing.Dan untungnya mereka belum makan malam,Kia dan Hina terlihat sangat senang dengan hantaran Ku malam ini.


Sampai akhirnya Aku tiba di rumahnya Angga.Dia terlihat sedang merenung di bangku di teras rumahnya.


"Angga.....!"seru Ku membuyarkan lamunan nya.


"Eh,Nara....."


"Ini,katanya kamu tadi mau rendang....."ucap Ku sambil memberikan bingkisannya.


"Ya ampun makasih ya.Padahal tadinya Aku berniat ke rumah kamu,untuk numpang makan...."balasnya.


"Ya mau ke rumah Aku gimana? Dari kejauhan Aku perhatikan kamu lagi berdiam diri di sini sambil bengong...."timpal Ku.


"Masa sih....?"tanya Angga balik.


"Ih malah balik nanya lagi.Masa sih kamu nggak sadar,kalau dari tadi kamu bengong aja.Kamu lagi mikirin apa sih,nggak biasanya...."


"Nggak ada......"ucapnya pelan.


"Iya kamu bilang nggak ada.Tapi wajah kamu kasih jawaban yang berbeda...."


"Maksudnya....?"tanya nya heran.


"Angga,kita itu udah berteman dari kapan tau.Aku udah tahu kamu seperti apa,sama kayak sekarang.Kamu lagi mikirin sesuatu kan...?"


Angga pun hanya terdiam dan menatap kosong ke arah taman.


"Ini masalah Hina kan....?"


Angga pun langsung seketika berbalik ke arah Ku dengan tataoan yang kaget.


"Nara,bagaimana kamu.....?"


"Aku udah bisa menebakanya Angga.Aku sudah mengiranya sejak lama...."


"Kenapa kamu nggak coba untuk jujur sama perasaan kamu...."


"Aku takut Nara....."


"Takut? Apa yang kamu takutkan,kamu udah tahu Hina seperti apa.Pastinya kamu juga udah tahu cara ngehadapinnya....."


"Aku takut,dia hanya menganggap Aku teman saja....."ucapnya sambil menunduk kan kepalanya.


"Memangnya kamu udah ciba buat ngobrol sama dia....?"


"Belum....."ucapnya pelan.


"Ya sekarang,kamu tahu dari mana jawaban itu.Sedangkan kamu sendiri nggak mencoba untuk jujur sama perasaan kamu sama dia...."


"Angga,apa kamu tidak takut terlamabat? Dan kesempatan kamu untuk dekat dengan dia malah nggak ada....."lanjut Ku.


"Apa kamu akan baik-baik saja kalau dia duluan di deketin sama laki-laki lain? Apa kamu bakalan baik-baik aja....?"


"Aku nggak tahu....."


"Aku akan sangat senang,kalau seandainya kamu bisa dekat dengan Hina lebih dari teman.Angga,meskipun Aku berteman sama kamu sama Hina.Tapi,Aku sama sekali tidak punya hak atas perasaan kalian....."lanjut Ku.


"Kamu nggak keberatan....?"


"Ya.Kenapa Aku harus keberatan kalau memang kalian saling suka? Kalau boleh tahu,apa yang kamu suka sama dia? Padahal setahu Ku setiap kalian dekat sedikit pasti langaung berantem....."


"Itu,dia Aku juga tidak tahu alasan apa yang buat Aku menyimpan perasaan Aku sama dia.Tidak alasan yang pasti....."balas Angga.


"Jangan takut untuk mengakuinya Angga.Masalah kamu di terima atau enggaknya,itu masalah belakangan...."


"Sampai kapan kamu menyimpan perasaan kamu itu sendirian? Kamu juga pasti kesulitan kan terus menyembunyikannya dari dia....."lanjut Ku.


"Banget....."


"Aku akan dukung hubungan kamu sama Hina,lagian tidak ada larangan juga kan dalam pertemanan kita.Kalau di antara kita tidak boleh ada yang saling suka....."


"Aku sangat bisa melihat jelas bagaimana cara kamu cari perhatian sama dia.Dengan kamu terus mengajak dia ribut,tanpa kamu sadari kamu malah nyaman dan suka sama dia kan....?"lanjut Ku.


"Bener......"


"Aku sangat merasa kesal,saat tahu dia memandangi laki-laki lain di hadapan Aku.Rasanya ingin meledak....."


"Maksud kamu saat tadi kita ketemu Kevin...?"


"Ya salah satunya itu....."


"Ya wajar saja.Apalagi kamu hanya memendamnya sendirian......"


"Ya udah,pikirkan saja dulu.Aku juga tudak mungkinnkan,ikut campur lebih jauh lagi...."lanjut Ku.


"Makasih ya,udah mau dengerin curhatan Aku...."


"Iya sama-sama.Kayak ke siapa aja,santai aja kali....."balas Ku sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu,Aku permisi yah....."


"Mau Aku anterin nggak...?"


"Udah nggak usah.Lagian Aku bawa sepeda....."


Aku pun beranjak dari duduk Ku dan langsung berpamitan sama dia.Setelah sampai rumah,ternyata ibu dan ayah sudah pulang.Aku pun langsung menyimpan sepedanya di dekat mobil dan langsung menghampiri mereka.


"Ibu......!"seru Ku.


"Eh,dari mana sayang...."balas Ibu tengah duduk sama ayah di ruang makan sambil minum teh.


"Ini tadi,Nara habus nganterin rendang buat teman-teman Nara....."


"Lah kok bisa...?"


"Iya tadi siang Aku cerita sama mereka,kalau ibu hari ini buat rendang.Eh mereka oada mau,jadinya Aku berbagi deh sama mereka...."jelas Ku.


"Oh gitu.Ya ampun,ibu senang kalau masakan ibu banyak yang suka....."


"Iya bu......"


"Ayo sini mau minum teh nggak.....?"ajak ayah.


"Nggak ah,Nara mau ke kamar aja.Mau belajar dulu sebentar sambil sebelum tidur....."


"Ya sudah....."balas ayah.


Aku pun langsung beranjak dan langsung masuk kamar.


Pas Aku mengambil buku di rak buku,Aku sampai-sampai baru sadar,kalau dari tadi Aku tidak memegang HP.


Akhirnya Aku pun langsung meraih HP yang Aku simpan di atas meja rias.Ternyata pas Aku buka,ada begitu banyak nonaktifasi dari kak Faiz.


Aku hampir saja melupakannya.Sekarang kan di sana siang hari.Pastinya kak Faiz sedang kuliah.Akhirnya Aku langsung memencet tombol untuk langsung menelepon nya.Semoga saja kak Faiz tidak ngambek,karena Aku sedari tadi tidak merespon chat darinya.