
* * *
Sesampainya di rumah kami pun menikmati menu makan malam,yang Aku dan kak Faiz beli di perjalanan waktu pulang tadi.
''Salsa,bagaimana kak tinggal di sini Kamu nakal enggak....?'' tutur kak Faiz di sela-sela makan.
''Tidak dong kak,Aku patuh sama bundanya kak Nara,nggak bandel dan nggak cengeng.....'' tutur Salsa.
''Syukurlah kalau begitu....''
''Enggak apa-apa Faiz,bunda juga senang ada yang temenin bunda dan ayah di sini....'' timpal bunda.
''Iya bunda......''
''Oh iya bunda,sebelumnya Faiz mau ijin sama bunda dan ayah.....'' lanjut kak Faiz.
''Apa itu Faiz,bicara saja....''
''Minggu ini ayah dan ibu Faiz akan pulang ke Jakarta,jadi Faiz berencana untuk mengajak Nara. Faiz berniat untuk memperkenalkan Nara pada orang tua Faiz bunda......'' jelas kak Faiz.
''Oh begitu.Bunda gimana Nara saja,karena kalian yang akan ngejalaninnya.....'' tutur bunda.
''Nara setuju-setuju saja bunda....'' tutur Ku.
''Baiklah.....'' ucap bunda.
Setelah selesai makan kak Faiz dan Salsa pun pamit untuk langsung pulang,karena sudah larut malam juga.
''Baiklah kalau begitu Faiz dan Salsa pamit yah.....'' ucap kak Faiz sambil menyalami ayah dan bunda.
''Iya. Hati-hati di jalan Nak.....'' tutur ayah.
''Nara antar Faiz sampai depan.....'' suruh bunda.
Aku pun mengantar kak Faiz dan Salsa pulang sampai mereka naik mobil.
''Dah kak Nara......'' seru Salsa.
''Dah..... Nanti main lagi yah...''
''Iya.....'' ucapnya sambil menaiki mobil.
''Ya udah kalau begitu kakak pulang yah,Nara jangan tidur malam-malam. Besok kan sekolah.....'' tutur kak Faiz.
''Iya kak.......''
Kak Faiz pun beranjak pergi....
''Kakak.....'' seru Ku.
''Iya......'' ucapnya berbalik ke arahku.
Aku pun langsung memeluknya erat.Rasanya enggan sekali berpisah dengannya.
''Kenapa??'' ucapnya pelan sambil mengelus rambutku.
''Tidak. Nara hanya ingin memeluk kakak aja...''
''Nanti kalau sudah sampai di rumah hubungin Nara yah.....'' lanjut Ku.
''Iya.....''
''Ya sudah kakak pulang yah......'' lanjutnya.
''Iya.Miss you.....''
Kak Faiz pun membalas ucapan Ku dengan senyuman.
* * *
Seperti biasa pagi harinya kak Faiz datang menjemput Ku.
''Pagi kak....!'' seru Ku menghampiri kak Faiz yang sudah menungguku di depan rumah.
'' Pagi juga sayang....!'' serunya balik.
''Ya udah yuk....'' ajak Ku.
Kami pun berangkat sekolah seperti biasa mengendarai motor yang menjadi kesayangan kak Faiz.
Sesampainya di sekolah Aku langsung berpamitan sama kak Faiz,karena harus memberikan oleh-oleh buat teman-temanku.
* * *
''Kia,Hina,Angga......'' seru Ku di ambang pintu.
''Nara.....'' seru mereka barengan.
''Nih oleh-oleh buat kalian......''
''Wah makasih yah,udah di beliin oleh-oleh.....'' tutur Kia.
''Iya sama-sama.....''
Hari ini pun Ku lewati dengan hati yang senang.Semenjak kehadiran kak Faiz di hidupku,Aku merasa hidup ini lebih berwarna.
''Nara.....'' seru Angga.
''Iya apa??''
''Kamu jadi kan ikut camping ke bandung...??''
''Jadi dong.Oh iya kak Faiz sepertinya dia mau ikut. Tidak apa-apa kan??''
''Ya tentu saja tidak apa-apa Nara.Kalau kak Faiz mau ikut,ya tinggal ikut saja.....'' tutur Angga.
''Baik lah....''
* * *
Kring.... Kring....
Bel pulang sekolah pun berbunyi dan seperti biasa Aku pulang di antar sama kak Faiz.
''Oh iya kak......''
''Ya sudah ayo Kita pulang.....'' ajaknya.
Sesampainya di rumahku kak Faiz langsung berpamitan,karena harus menjemput Salsa di tempat les.
''Bunda....!! Nara pulang....'' seru Ku.
''Loh Faiz mana?? Kok tidak mampir dulu....''
''Hari ini kak Faiz langsung menjemput Salsa di tempat lesnya bunda.....''
''Oh iya......''
''Ya sudah Nara mau langsung ke kamar,ada PR yang harus di kerjakan....'' ucapku sambil beranjak masuk ke dalam kamar.
* * *
Hari dimana pertemuan Ku dengan orang tua kak Faiz pun tiba.Rasanya campur aduk,karena untuk pertama kalinya Aku bertemu dengan mereka.
''Nara....! Itu Faiz sudah menjemput....'' seru bunda di ambang pintu.
''Oh iya bunda.....'' seruku balik.
Aku pun langsung menghampiri kak Faiz yang sudah menunggu ku di depan rumah.
''Ayo kak.....'' ajak Ku.
''Sebentar.....'' ucapnya sambil menatapku.
''Kenapa kak?? Ada yang aneh yah sama Nara....''
''Tidak. Hari ini Nara sangat cantik.....''tuturnya.
Aku pun tersipu malu mendengar ucapan kak Faiz.
''Udah ah.Nara jadi malu.....''
''Ya sudah Ayo......''
Kami pun langsung menaiki mobil kak Faiz dan langsung menuju rumah kak Faiz.Sesampainya di rumah kak Faiz,Aku tidak langsung turun. Karena rasanya gugup sekali akan bertemu dengan kedua orang tuanya.
''Nara ayo turun.....'' seru kak Faiz mengagetkanku.
''Hah iya......''
''Nara kenapa?? Nara gugup yah.....''
''Iya kak,Nara takut buat kesalahan di depan orang tua kakak nanti......'' jelas Ku.
''Tidak akan,ingat kan ada kakak di samping Nara....'' ucapnya sambil mengelus rambutku.
''Ya sudah sini kakak peluk dulu,supaya Nara merasa lebih baik.....'' tuturnya langsung memeluk Ku.
''Gimana sekarang lebih tenangkan...?'' lanjutnya.
''Iya.....'' angguk Ku.
Tiba-tiba kak Faiz mencium Ku dan itu buat Aku cukup kaget.Selang beberapa saat kemudian kami pun menghentikan aktifitas kami itu.
''Ya sudah ayo turun,Kita lanjut nanti......'' tuturnya langsung membuka pintu mobil.
Sesampainya di dalam rumah kak Faiz,Aku langsung di sambut pelukan Salsa.
''Kak Nara.....!'' seru Salsa berlari menghampiriku dan langsung memelukku.
''Eh iya......'' ucapku sambil mengelus rambutnya.
''Kak Nara ayo,,,'' ajak Salsa.
Aku dan kak Faiz langsung menemui orang tua kak Faiz yang sudah menunggu di ruang keluarga.Dan langsung memperkenalkan diri.
''Malam tante......''
''Eh iya...!! Nara yah......'' seru beliau.
''Iya tante......''
''Ya ampun ternyata Nara lebih cantik saat bertemu langsung di bandingkan di handphone Faiz.....'' tuturnya.
''Makasih tante......''
''Ayo sini duduk.Kita santai-santai dulu aja sebelum Kita makan malam....'' jelasnya.
''Baik tante.....''
''Ayahnya Faiz mendadak ada urusan,dan tidak bisa bertemu dengan Nara.....''
''Oh iya. Tidak apa-apa tante.....''
''Tante senang sekarang Faiz sudah mempunyai pasangan.Ini pertama kalinya Faiz memperkenalkan wanita sama tante....'' jelasnya.
''Oh begitu......''
''Iya.Dia sangat susah buat dekat dengan anak perempuan.....''
''Ibu......! Apaan sih buat Faiz malu saja....'' timpal kak Faiz.
''Loh itu kan fakta Faiz bukan hanya sekedar rumor belaka.....''tutur beliau.
Aku pun hanya bisa tersenyum mendengar ucapan ibunya kak Faiz.
''Semoga hubungan kalian itu langgeng dan saling mendukung satu sama lain..... tuturnya.
''Baik tante......'' timpal Ku.
''Ya sudah,mari Kita makan malam dulu....'' ajak beliau.
Acara pertemuan Aku dan Ibunya kak Faiz pun berjalan lancar. Tidak ada satupun kesalahan yang Aku lakukan.
Aku senang karena ibunya kak Faiz merestui hubungan Aku dengan kak Faiz.