LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Season 2 Episode 9



***


Hina terlihay syok melihat perkelahian yang terjadi antara Angga dan Dimas.Dia terlihat menahan tangisnya.Matanya sudah memerah dan memendam amarah.


Aku pun langsung mengajaknya ke dalam kelas untuk menenangkannya.Sedangkan Kia ikut dengan Angga ke ruangan Guru BP.


"Tenanglah.Angga hanya mencoba untuk membela kamu....."


"Aku tahu itu Nara,hanya saja Aku merasa bersalah sama Angga.Karena,ikut campur masalah pribadi Aku....."


"Kita kan teman,udah sewajarnya kita saling tolong menolong....."timpal Ku.


"Tetap saja Nara....."


"Iya Aku ngerti.Aku tahu perasaan mu sekarang kayak apa.Sudahlah sebaiknya,kita menunggu Kia untuk tahu keadaanya di sana seperti apa....."


"Iya....."ucapnya pelan.


Akhirnya kami pun belajar,dengan pikiran yang tidak menentu.Karena baik Kia atau pun Angga mereka belum kembali ke kelas.


Terutama Hina,dia sesekali melihat ke arah jendel terus.Berharap Kia dan Angga segera kembali.


Dua mata pelajaran pun sudah terlewati dan sekarang saatnya untuk istirahat.


"Nara,ayo kita temui Kia dan Angga...."ajak Hina.


"Ya udah ayo....."


Kami berdua pun berjalan beriringan menyusuri lorong menuju ruangan BP.Tapi,setibanya di sana tidak ada siapa pun.Hanya petugas kebersihan yang sedang membereskan meja.


"Permisi pak...."ucap Ku pada bapak itu.


"Ah iya.Kenapa nak? Ada yang bisa saya bantu...?"


"Pak kalau boleh tahu,bapak lihat nggak siswa laki-laki yang tadi pagi terlibat pertengkaran....?"


"Ah Angga bukan...?"


"Iya pak,Angga....."sahut Hina.


"Kalau nggak salah,tadi dia di bawa ke klinik oleh teman perempuannya.Sepertinya untuk mengobati luka yang ada di wajahnya...."jelas beliau.


"Oh begitu.Kalau begitu kami permisi,terima kasih pak....."


"Iya sama-sama....."timpal beliau.


Hina pun langsung berlari menuju klinik yang jaraknya agak jauh dari ruangan BP.Aku pun,mengikutinya dari belakang.


Setelah di kliniknya,Hina langsung masuk dan mencari keberadaan Angga dan Kia.Satu persatu bilik yang di batasi gorden pun di bukanya.Sampai akhirnya bilik ke dua dari ujunglah di sana terdapat Angga yang tengah tertidur.


"Angga....."ucap Hina pelan sambil menatap ke arah Ku.


"Ya sudah,ayo kita masuk....."ajak Ku.


"Tapi,dia tengah istirahat......"balas Hina.


Tidak lama kemudian,suara pintu pu terbuka.Ternyata itu,Kia yang membawa beberap botol minum di tangannya.


"Eh,ternyata kalian di sini....?"


"Iya,kami khawatir soalnya.Dari tadi selama jam pelajara,Aku terus saja memikirkan kalian berdua....."balas Ku.


"Ya ampun.Sudahlah tidak apa-apa.Semuanya sudah selesai....."


"Hanya saja...."ucapan Kia terpotong.


"Hanya saja apa Kia....?"tanya Hina.


"Hanya saja,Angga di hukum.Dia di skor 3 hari tidak boleh masuk sekolah dan di suruh untuk membuat surat peryataan....."jelas Kia.


"Ya ampun.Terus,bagaimana sama si Dimas...?"tanya Hina kembali.


"Sama dia juga....."


"Padahal kan yang mulai duluan itu,si Dimas bukan Angga....."sangkal Hina.


"Bagaimana lagi,itu sudah menjadi keputusannya...."balas Kia.


Betapa dia rela mengorbankan wajahnya terluka demi membela Hina dari Dimas.Aku tidak menyangka Angga akan sampai sejauh ini.


Semoga,baik Hina atau pun Angga mereka akan segera menemukan titik terang dalam hubungan mereka.


***


Bel tanda masuk pun telah berbunya Akhirnya kami pun langsung beranjak dari tempat duduk.Tapi,Hina tiba-tiba saja meminta agar dia yang menjaga Angga.


Aku dan Kia tidak bisa untuk melarang kemauannya sekarang.Akhirnya yang kembali ke kelas hanya Aku dan Kia saja.


Setelah meninggalkan Angga dan Hina kami pun langsung keluar dan berjalan menuju kelas.


"Semoga saja ada kemajuan dalam hubungan mereka....."ucap Kia.


"Iya....."timpal Ku.


"Saat tadi di ruangan BP.Angga terlohat jelas begitu membela Hina,dan meminta agar Hina tidak terlibat di dalamnya....."jelas Kia.


"Aku bisa tahu sih.Soalnya semalam pas Aku nganterin rendang buat dia.Kami sempat mengobrol masalah perasaan dia sama Hina...."


"Sekarang hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja......"lanjut Ku.


"Aku sama sekali tidak menyangak.Ternyata di antara mereka punya rasa saling suka...."ucap Kia.


"Ya kan,emang dalam pertemanan antara laki-laki dan perempuan tidak mungkin 100% hanya perasaan antara teman saja.Pasti salah satunya mempunyai perasaan lebih dari itu...."balas Ku.


"Ya contohnya kamu dulu...."timpal Kia.


"Eh Kia mah.Malah ngebahas Aku lagi....."


"Faktanya bukan....?"


"Iya sih....."Ucap Ku sambil tersenyum.


***


Di Klinik...


Setelah kepergian Nara dan Kia,akhirnya Angga pun terbangun dari tidurnya.Aku pun langsung membantunya untuk bangun.


"Loh,kok kamu bisa ada di sini....?"tanya Angga.


"Iya,Aku sengaja meminta Kia untuk gantian menemani kamu di sini...."balas Hina.


"Ya ampun,padahal Aku bjsa sendiri di sini.Nanti,yang ada kamu malah ketinggalan pelajaran lagi....."


"Itu bukan masalah sekarang.Sekarang masalahnya itu kamu.Kamu tidak lihat sekarang wajah kamu babak belur seperti itu,mana bisa Aku hanya diam saja di dalam kelas.Sedangkan kamu di sini terluka karena berusaha membela Aku....."ucap Hina.


"Sudah lah Hina,ini sudah biasa untuk laki-laki.Sudah sewajarnya juga kan,Aku belain kamu.Mana mingkin Aku membiarkan teman Ku di kasarin kayak gitu....."


"Maka dari itu....."


"Aku merasa bersalah sama kamu,karena harus terlibat dalam masalah pribadi Aku....."lanjut Hina.


"Nggak apa-apa.Lagian Aku sekarangbsudah baik-baik saja...."


"Apanya yang baik-baik saja.Bukan hanya wajah kamu saja yang terluka,tapi kamu juga kena hukuman tidak boleh ke sekolah selama 3 hari.Ini semua karena Aku,ini semua salah Ku....."isak Hina.


"Kok kamu malah nangis sih? Cengen banget...."ucap Angga.


"Lihatlah,Aku baik-baik saja.Anggap saja,itu sebagai kesempatan buat Aku istirahat....."lanjut Angga.


"Aku kesal sekarang.Tapi kamu terus saja bilang tidak apa-apa....."balas Hina.


Mereka pun terdiam dan hanya menatap satu sama lain.


"Sini biar Aku bantu bersihkan luka mu,nanti keburu infeksi lagi...."ucap Hina sambil mendekatkan dirinya di depan Angga.


Angga pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan Hina sekarang.Dia juga merasa senang,karena sekarang dia bisa menatap Hina begitu dekat.


"Kalau sakit bilang aja.Kalau mau nangis,tinggal nangis aja....."ucap Hina sambil menyeka darah yang sudah agak mengering.


"Aku ini cowok.Masa iya Aku menangis dengan luka kecil kayak gini.Ini bukan apa-apa bagi Ku....."balas Angga.


"Terserah kamu......"timpal Hina sambil menatap Angga.