LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Episode 36



* * *


''Tapi Nara......''


''Sekarang tolong biarkan Aku pergi.Selama ini Aku sudah berusaha untuk menerima keputusan yang Kamu ambi.Dan sekarang Aku minta sama Kamu,agar bisa menerima apa yang sudah menjadi keputusan Ku sekarang.....'' jelas Ku.


'' Aku juga ingin bahagia Azka,meskipun tidak bersama Kamu. Aku harap suatu saat Kamu bisa menemukan seseorang yang sayang sama Kamu dan menerima Kamu apa adanya.....'' lanjut Ku.


Azka hanya terdiam mendengar apa yang Aku sampaikan dan Aku langsung berlari mengejar kak Faiz yang sudah tidak terlihat.


Aku pun mencari keberadaan kak Faiz ke segala arah namun tidak menemukannya.


"Kak,,,,,Kamu dimana?? Seharusnya Kamu dengerin dulu penjelasan Aku.." bisik Ku dalam Hati.


Aku pun coba mencari ke tenda tempat kami menginap,namun ternyata kak Faiz tidak ada.


''Nara....! Kamu sedang cari siapa???'' tanya Angga.


''Kak Faiz,apa Kamu melihatnya??''


''Tidak. Aku baru saja kembali dari mencari sarapan,memangnya ada apa Nara?? Apakah ada sesuatu yang terjadi?? Sepertinya Kamu tampak panik....'' tutur Angga.


''Nanti Aku akan menjelaskannya sama Kamu yah.Sekarang Aku mau cari kak Faiz dulu.......'' ucap Ku sambil berlalu meninggalkan Angga kebingungan.


Aku terus saja mencari keberadaan kak Faiz di sekeliling tempat kami camping.


''Nara......!'' seru Kia dan Hina bersamaan menghampiri Ku.


''Kamu sedang apa??? Sepertinya kebingungan begitu,ada apa?'' tutur Kia.


''Aku sedang mencari kak Faiz.....''


''Lah bukannya tadi dia bilang akan menyusul Kamu ke penangkaran Rusa,memangnya kalian tidak bertemu....?'' jelas Kia.


''Bukan itu masalahnya.....''


''Terus apa Nara?? Jangan buat kami ikut khawatir.....'' sambung Hina.


''Ceritanya panjang,nanti Aku jelaskan sama kalian....''


''Terus sekarang Kamu mau mencari kak Faiz ke mana?? Sedangkan Kamu tidak tahu dia pergi ke mana.....'' tutur Kia.


''Kemana saja. Sampai Aku menemukan dia....'' ucapku sambil berlari meninggalkan Kia dan Hina.


Aku pun melanjutkan langkahku untuk mencari keberadaan kak Faiz tanpa henti dan coba untuk meneleponnya.Namun nomor kak Faiz mendadak tidak aktif.


"Kamu di mana kak?? Maafin Nara....." bisik Ku.


Aku pun coba untuk mencarinya ke parkiran dan berharap dia ada di dekat dengan mobilnya.Namun setibanya di sana hasilnya nihil,kak Faiz tidak kunjung Aku temukan dan mencoba melihat ke dalam mobil.Berharap kak Faiz ada di dalamnya.


''Dek......!'' seru seseorang mengagetkan Ku.


Aku langsung melihat ke arah sumber suara tersebut dan tampak sepasang suami istri dan satu balita yang di pangkuan ibunya.


''Iya.......''


''Apa Kamu sedang mencari pemilik mobil ini??'' tuturnya.


''Iya,Aku sedang mencarinya.Apa ibu dan bapak melihatnya....?''


''Kebetulan tadi kami berpapasan di sini dan dia menjatuhkan handphonenya.Suami saya berusaha mengejarnya,namun langkahnya begitu cepat.Dan suami saya kehilangan jejaknya.....'' jelasnya.


''Oh begitu.Kalau boleh tahu dia tadi pergi ke arah mana??''


''Ke arah sana.....'' tunjuk suami ibu tersebut.


''Makasih yah pak,ibu....'' tutur Ku.


''Oh iya ini Dek,handphonenya......'' ucapnya sambil memberikan handphone milik kak Faiz.


''Oh iya.Sekali lagi terima kasih atas informasinya......''


''Kalau begitu saya pamit.....'' lanjut Ku.


Aku pun langsung berlari ke arah yang di tunjukan orang tersebut dan mulai mencarinya.


''Kakak......''


''Kak Faiz.....'' teriak Ku.


''Kakak dimana?? Kakak......''


''Aw.....'' ringis Ku.


Aku pun coba untuk bangkit dan melanjutkan langkah Ku untuk mencari kembali kak Faiz.


''Kakak.......!'' seru Ku.


''Kakak di mana??? Kakak.......'' seruku kembali.


Perlahan langkahku melambat,karena tanpa Aku sadari ternyata ada darah yang mengalir dari kepalaku yang terbentur tadi.Kepalaku merasakan sakit dan pusing.


"Kakak Kamu di mana?? Nara butuh kakak sekarang....."bisik Ku.


Aku hanya bisa menangis dengan keadaanku sekarang dan menahan sakit di kepalaku.Dan mencoba berjalan secara perlahan mencari kembali keberadaan kak Faiz.


Sampai akhirnya Aku menemukan kak Faiz di balik pohon besar tengah duduk tertunduk.


''Kakak.....'' seruku dan langsung berlari menghampirinya.


Kak Faiz pun langsung melihat ke arahku dan langsung berdiri.


''Nara......'' tuturnya.


''Kakak.....'' ucapku pelan langsung memeluknya.


''Kakak di sini rupanya.Syukurlah Aku lega,akhirnya Aku menemukan kakak.....'' lanjut Ku.


Aku merasa lega karena sudah menemukannya dan mengenyampingkan rasa sakit Ku.


''Nara.....'' ucapnya pelan.Melepaskan pelukannya.


''Kepala Kamu berdarah,apa yang terjadi hah?? lanjutnya.


''Oh itu tadi,Aku tidak sengaja terjatuh dan kepalaku membentur pohon di sana....'' jelas Ku.


''Ya ampun sayang......!''tuturnya memeluk Ku kembali.


''Kenapa kakak menghilang dan meninggalkan Aku??? Aku mencari kakak kemana-mana,ternyata kakak di sini.....''


''Sudah......! Sudah......'' tuturnya mengelus rambutku.


''Sekarang sini kakak lihat luka Kamu,kenapa Kamu bisa ceroboh begini.....'' ucapnya sambil perlahan merapikan rambutku dan melihat luka di kepalaku.


Tatapan kak Faiz menunjukan betapa dia khawatir melihat keadaanku.


''Kita duduk dulu,kakak akan bersihkan dulu luka Kamu.....''


''Iya......''


Kami pun mencari tempat yang bisa kami jadikan untuk duduk.Dan kami menemukan sebuah kursi terbuat dari kayu,yang letaknya tidak jauh dari tempat kami berada.


''Sini kakak lihat dulu lukanya......'' ucapnya sambil mengeluarkan satu bungkus tisu kecil dari sakunya.


''Ah.......'' ringis Ku.


''Pegang jaket kakak,Nara.....'' perintahnya.


Kejadian ini pun mengingatkan Aku dengan kejadian yang menimpaku waktu di sekolah.Aku hanya bisa memegang jaket kak Faiz erat untuk menahan rasa sakit Ku.


''Nah sudah bersih,sekarang tinggal Kita mencari obat untuk luka mu ini......'' ucapnya sambil meniup luka Ku pelan.


Tanpa berpikir panjang,Aku langsung mencium kak Faiz duluan.Kak Faiz pun tampak terkejut dengan apa yang Aku lakukan secara spontan tersebut.


''Nara sayang sama kakak.Kakak tahu itu kan??''


''Iya kakak tahu,maafin kakak udah ninggalin Kamu......''


''Harusnya kakak dengarkan dulu penjelasan Aku dan tidak meninggalkan Aku begitu saja....''


''Iya kakak minta maaf yah udah ninggalin Nara.Kakak tersulut emosi,kakak tidak tahan melihat Nara sama Azka.....'' jelasnya.


''Iya Nara ngerti banget perasaan kakak bagaimana.Makannya Nara mencari kakak,Nara ingin menjelaskan semuanya. Supaya kakak tidak salah paham.....''


Tanpa menjawab ucapan Ku,kaka Faiz memelukku begitu erat dan mengelus rambut Ku.


''Nanti saja Nara jelasinnya.Sekarang Kita kembali ke mobil yah dan mencari obat untuk luka Nara....'' ajaknya.


''Ya sudah.Oh iya kak,ini tadi ada yang menemukan handphone kakak dan menitipkannya sama Nara.....'' ucapku sambil memberikan handphone yang Aku simpan di dalam saku jaket Ku.