
Deg......
Langkah kaki ku terhenti,melihat apa yang aku saksikan sekarang.
''Nara.Apa yang kamu lihat?? Sampai diam mematung begitu.....''
''Itu.....''tunjuk Ku.
''Nara....''ucap Hina pelan sambil meraih tanganku.
Seketika air mataku mengalir begitu derasnya membasahi pipiku.
''Kalian kok malah berdiri di sini sih,emang udah dapat tempat duduknya??''ucap Angga.
''Ssssst......''
''Kenapa sih??'' ucap Angga kembali.
''Itu.....'' tunjuk Hina.
Dewa pun langsung melihat ke arah yang di tunjuk Hina.Angga pun tak kalah terkejutnya melihat apa yang sekarang dia lihat.
''Dewa....! Kita pulang saja.....'' ucapku pelan.
''Oh iya ya sudah....''
Aku sekuat tenaga melangkahkan kaki ku yang lemas.Angga pun memegang pundak ku dan coba untuk memapahku keluar dari Restoran tersebut.Namun tanpa sepengetahuan ku,Hina melakukan hal yang tidak terduga dan buat Aku dan Angga membalikan badan kembali.
''Kak Faiz.....!'' teriak Hina terdengar seisi ruangan tersebut.
Kak Faiz pun langsung melepaskan pelukannya dari wanita yang sedari tadi terlihat nyaman sekali berada dalam pelukannya.
''Hina.....'' ucap kak Faiz kaget.
''Hebat yah kakak,disini asik bersama wanita lain.Sedangkan sahabat ku menunggu kabar dari kakak setengah mati.Tapi apa yang kakak lakukan sekarang.....'' teriak Hina kembali.
''Ini.....! Hina tolong jangan salah paham,ini tidak seperti apa yang kamu fikirkan.Kak Faiz bisa menjelaskannya.....'' ucap kak Faiz langsung beranjak dari duduknya.
''Terus apa???'' bentak Hina.
''Aku sudah melihatnya yah.Aku sudah sangat jelas melihat dengan kedua mataku sendiri,kakak juga terlihat sangat nyaman memeluknya.....'' lanjut Hina.
''Bukan seperti itu Hina.Kakak bisa menjelaskannya,jadi tolong kamu dengarkan dulu penjelasan kakak.Kakak harap kamu tidak salah paham dan menyampaikan yang tidak-tidak sama Nara.....'' tutur kak Faiz.
''Nara....? Kenapa kakak takut??Kakak takut aku bicara yang tidak-tidak pada Nara.Tapi,sayang sekali semuanya sudah terlambat...'' ucap Hina.
''Maksudnya.....?''
''Nara ada di sini dan sudah melihat semuanya.Jadi yang harus kakak lakukan bukan berusaha menjelaskannya sama aku.Tapi,jelaskan semuanya sama Nara....'' timpal Hina.
''Ya ampun Hina.Aku nggak habis fikir dia bisa melakukan hal seberani itu....'' ucap Angga di sampingku.
Kak Faiz pun terlihat mencari keberadaanku dan langsung mendapati keberadaan ku yang tengah berdiri dengan Angga.Aku pun langsung membalikan badanku dan langsung melangkah pergi dari ruangan itu.
''Nara tunggu....!!'' teriak kak Faiz berusaha menyusulku.
Aku semakin mempercepat langkahku dan tanpa aku sadari kaki tersandung ujung kursi yang berada di luar Restoran dan menyebabkan kaki ku sedikit tergores dan mengeluarkan darah.
''Aw......'' ringisku.
''Nara tunggu.......'' suara kak Faiz semakin mendekat.
Aku langsung mempercepat langkahku kembali dan mengabaikan luka goresan di kaki ku.Tanpa terasa Aku sudah berjalan jauh dari Restoran tersebut dan yang aku sadari sekarang Aku sudah sampai di taman yang letaknya lumayan jauh dari keramaian.
''Nara.Berhenti di sana....'' suruh kak Faiz.
''Tidak....'' isakku.
''Kakak bilang berhenti di sana.Nara....'' suara kak Faiz sedikit meninggi.
Dan sialnya aku langsung menuruti perintah kak Faiz dan menghentikan langkahku.
"Nara.....!Kenapa kamu malah berhenti sih....?" gerutuku dalam hati.
''Lihat kakak.....'' suara kak Faiz terdengar tepat di belakngku.
''Nara.....'' ucap kak Faiz sambil meraih pundak Ku.
''Tidak mau kak.....'' tangisku pecah.
Kak Faiz pun langsung membalikkan badanku dan langsung memeluk ku.Aku berusaha memberontak dan menolak pelukannya.Namun sayang kekuatan ku masih kalah jauh dengan kekuatan kak Faiz.
Sampai akhirnya aku pun pasrah di dalam pelukannya dan menangis sejadi-jadinya.
''Menangislah Nara,jika itu buat Nara merasa jauh lebih baik....''ucap kak Faiz sambil mengelus lembut punggungku.
''Kakak jahat....''
''Iya.Kakak jahat.....''timpalnya.
''Kakak ngeselein.....'' ucapku sambil memukul-mukul pundaknya.
''Iya kakak tahu.......''timpalnya kembali.
Wangi parfum wanita tadi masih tercium jelas di tubuh kak Faiz dan itu semakin buat aku kesal dan tangisku semakin menjadi-jadi.
*** *** ***
Setelah beberapa lama tangisku pun sudah berhenti dan perasaaku sedikit lega.Dan mulai melepaskan pelukanku dari kak Faiz.
''Maafin kakak yah Nara.....'' ucap kak Faiz sambil mengusap sisa air mata di pipiku.
''Entahlah......'' jawabku pelan.
''Sayang lihat kakak.....''perintah kak Faiz.
Aku pun beruasa melihat kak Faiz yang sedari tadi menjadi tempat pelampiasan ku.
''Maafin kakak sayang,kakak bisa menjelaskan semuanya.Kakak harap Nara tidak tersulut emosi yah.....'' pintanya.
Tanpa menunggu jawabanku kak Faiz langsung menciumku secara tiba-tiba dan sontak saja buat aku terkejut.Namun anehnya aku malah menikmatinya dan meresponnya dan kami pun berciuman cukup lama.
Setelah beberapa saat kami pun menghentiakan aktivitas kami dan kak Faiz membawaku duduk di atas kursi yang letaknya tidak jauh dari posisi kami tadi.
''Apa sekarang perasaan Nara sudah lebih tenang...??''
''Sedikit......''
Kak Faiz pun terdiam beberapa saat dan meraih tangan aku sambil menciuminya.
''Namanya Sonya.Dia adalah anak teman dari ibuku.Kami tumbuh bersama saat kami kecil dan berpisah saat keluarga dia pindah ke luar negri.Dan sekarang dia kembali pulang ke Indonesia buat bertemu dengan calon tunangan dia yang keluarga dia jodohkan.Namun sayangnya setibanya dia di sini,dia malah mendapati calon tunangannya itu tertangkap selingkuh.....'' ucap kak Faiz mulai menjelaskan.
''Terus kenapa tadi kakak bisa berpelukan seperti tadi....'' timpalku.
''Hari ini dia dan calon tunangannya itu bertemu di restoran tadi dan memutuskan hubungan mereka.Karena cowoknya lebih memilih wanita lain.Sonya menelepon kakak dan meminta kakak datang untuk menjemputnya dan kakak mendapatinya tengah menangis sendirian.Kakak hanya mencoba untuk menenangkannya saja......''lanjut kak Faiz.
''Tapi Nara nggak suka lihatnya....''
''Nara.Kakak sama Sonya hanya bersahabat saja tidak lebih.Kakak sudah menganggap dia sebagai keluarga sediri.Selama ini kakak hanya menganngap dia hanya seorang adik saja,sama seperti ke adik kakak.Perasaan kakak tidak lebih dari itu....'' ucap kak faiz berusaha menjelaskan dan meyakinkan Ku.
''Apa Nara bisa pegang omongan kakak??''
''Tentu saja.....'' ucapnya jelas.
''Apa perlu Kita menikah saja sekarang,supaya Nara percaya.Tidak ada wanita lain di hati kakak selain Nara...''
''Ih kakak apaan sih.Menikah,kakak saja belum lulus sekolah...''
''Kakak serius Nara....'' ucap kak Faiz sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku.
Dan sontak saja buat aku kaget dan grogi.Seluruh wajahku merasakan panas secara tiba-tiba.
''Kakak suka lihat wajah Nara yang memerah seperti ini...'' ucapnya sambil mengelus lembut pipiku.
''Ih kakak apaan sih.Memerah apanya??'' ucapku malu.
Aku dan kak Faiz pun tersenyum satu sama lain dan secara spontan kak Faiz mengecup bibirku cepat.