
* * *
''Oh ini tadi terbentur meja.....''
''Harusnya Kamu lebih hati-hati supaya tidak terluka seperti ini.....'' tutur kak Faiz.
''Iya kak....''
''Nara pulang kan,bareng sama kakak aja. Dari tadi kakak nungguin Nara....'' tuturnya.
''Aduh gimana ya kak,Aku udah pesan taksi online bareng sama teman-teman Aku soalnya.Maaf ya kak...'' ucapku.
''Udah kakak aja yang antar,teman-teman Kamu bisa pergi duluan pakai taksi online....'' ucapnya kembali memaksaku.
''Tidak kak,maaf yah. Kalau begitu Nara pulang duluan....'' Aku pun langsung beranjak pergi meninggalkan kak Faiz,tanpa mendengarkan dulu jawabannya.
Aku langsung masuk ke dalam mobil tanpa melihatnya kembali.
''Nara,sepertinya kak Faiz tampak kecewa....'' tutur Angga.
''Biarkan saja....''
''Kamu kan dengar sendiri ucapan kak Helen tadi,supaya Nara menjauh dari kak Faiz. Kalau enggak kak Helen pasti gangguin Nara lagi....'' jelas Kia.
''Iya sih....'' timpal Angga.
''Eh giman kalau nanti malam kalian main di rumah Ku yuk.....'' ajak Hina.
''Setuju......'' ucap Kia.
''Memangnya mau ngapain??'' tutur Angga.
''Kayaknya enak deh kalau bikin seblak. Udah lama juga kan Kita nggak kumpul bareng....''
''Wah setuju banget kalau gitu. Oke baiklah Aku ikut....'' tutur Angga.
''Ya udah kalau begitu habis pulang sekolah,Aku mampir dulu ke mini market buat beli bahan-bahannya....'' timpal hina.
''Oke....!'' seru kami barengan.
* * *
Malam harinya Aku pun main ke rumahnya Hina.
''Permisi.....'' seruku.
''Iya. Eh Nara ayo masuk....''ajak Hina.
''Ayah dan ibu mu kemana?? Sepertinya mereka sedang tidak di rumah....'' tutur Ku.
''Mereka sedang pergi ke acara nikahan teman SD ayahku. Baru aja pergi....'' jelas Hina.
''Oh iya yang lain mana??''
''Itu di dapur sedang bantu Aku masak....'' timpal Hina.
Aku pun masuk ke rumah Hina dan benar saja Kia dan Angga tengah sibuk menyiapkan bahan-bahan buat bikin seblak.
''Wah Angga lagi ngapain nih....'' seru Ku.
''Ini lagi rendam dulu kerupuknya,biar nggak keras....'' tutur Angga.
''Ya udah kalau gitu Aku mulai masak yah...'' seru Kia.
Kia pun memasak menu seblak dan ternyata benar masakan Kia teryata enak.
''Wah Kia.... Enak baget...'' seru Ku.
''Benarkah??? Syukurlah....'' ucap Kia.
Kami pun sangat menikmati makanan yang di buat Kia dan sesekali Kami becanda membicarakan hal-hal yang seru.
Aku,Angga dan Kia pun berpamitan untuk pulang. Karena malam sudah larut.
* * *
''Nara.....'' seru bunda membangunkan Aku.
''Iya bunda.....'' jawabku.
''Bangun sayang,,,''
''Iya ini Nara mau mandi...'' tutur Ku.
Aku pun langsung beranjak dari tidurku dan langsung masuk ke kamar mandi.Setelah selesai Aku langsung menghampiri bunda di ruang makan.
''Bunda....'' seruku.
''Pagi Nara....Ayo sarapan bareng...'' ajak bunda.
''Wah nasi goreng kesukaan Nara ini mah....'' seruku.
Aku langsung mengambil piring dan mengambil menu sarapan hari ini. Aku sangat menikmatinya dan tak lupa Aku juga bantu bunda membereskannya.
''Bunda,ayah kapan pulang..?''
''Oh gitu.....''
''Kenapa memang,kok tumben Nara nanyain ayah??? Kangen sama ayah....!'' tutur bunda.
''Ya kangen mah pasti bunda,udah seminggu ayah di luar kota.Nara hanya mau tau aja kabar ayah gimana....'' jelas Ku.
Bunda hanya tersenyum mendengar ucapan Ku.
''Nara......'' suara gaduh tiba-tiba menghentikan pembicaraanku dengan bunda.
''Sepertinya itu teman-teman Kamu sudah di depan.....'' tutur bunda.
'' Iya bunda.Kalau begitu Nara berangkat sekolah dulu ya.....'' tutur Ku.
Aku pun langsung menghampiri mereka yang sudah menunggu di depan rumah.
''Ish.... Kalian berisik sekali...'' gerutu Ku.
''Memangnya Kamu sedang apa?? Kami kan udah biasa seperti itu manggil Kamu....'' ucap Dewa.
''Ya nggak ada sih.....''
''Ya udahlah,ayo Kita berangkat. Itu taksi onlinenya sudah datang....'' ajak Kia.
Kami pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
''Hari ini giliran siapa yang bayar.....'' ujar Dewa.
''Aku.....'' tutur Hina.
''Diam saja Kamu dari tadi,kirain lupa.....'' lanjut Dewa.
''Ih Dewa,apaan sih.Masa iya Aku lupa ya enggak lah.....'' rajuk Hina.
''Udah.... Kalian ribut terus...'' ucapku coba melerai.
Beberapa saat kemudian kami pun sampai di sekolah dan langsung turun.
''Terima kasih pak.....'' seru kami bersamaan.
''Sama-sama....'' ucap bapak supir yang langsung tancap gas.
Kami pun langsung menuju kelas karena sebentar lagi jam masuk di mulai.
''Eh Nara,lihat itu ada kak helen....'' tunjuk Hina.
Aku melihat ke arah yang di tunjuk Hina.Bemar saja ternyata kak Helen sedang berada di depan koridor sekolah,bersama teman-temannya.
''Udah lah biarin aja,lagian kan sekarang Nara udah menjauhi kak Faiz. Masa iya kak Helen masih ganggu Nara.....'' tutur Kia.
''Iya juga sih,Aku kayak trauma gitu lihat kak Helen sama teman-temanya....'' timpal Hina.
''Udah lah.... Ayo Kita jalan saja. Pura-pura saja tidak lihat mereka. Kita mau jalan kemana lagi,mau loncat tembok atau lewat atas.....'' ucap Angga.
''Iya juga sih.....'' tutur Hina.
Aku dan teman-temanku pun memberanikan diri untuk berjalan melewati kak Helen dan teman-temannya. Dan beruntungnya dia seolah tidak bergeming melihat Aku dan teman-temanku melewati dia.
"Syukurlah......"ucapku lega dalam hati.
Sesampainya di kelas Aku langsung duduk di tempat kami masing-masing. Dan benar saja tidak lama kemudian guru di jam pertama pun datang.
* * *
Bel tanda istirahat pun berbunyi,Aku langsung membereskan beberapa buku di mejaku yang berantakan.
''Nara.....'' seru Kia.
''Iya.... Kenapa..?''
''Hari ini mau istirahat dimana?? Di kantin sekolah atau ke depan sekolah..??'' lanjut Kia.
''Yang lain sih gimana?? Aku ikut-ikut aja.....'' tutur Ku.
''Ya Aku mah ngikutin Kamu....'' sahut Hina.
''Kalau Kita pergi ke kantin sekolah pasti bertemu dengan kak Faiz,gimana kalau kalian ikut Aku aja.....'' ajak Angga.
''Kemana Angga?? Jangan aneh-aneh deh....'' timpal Kia.
''Aku tahu tempat yang aman buat Kita istirahat.Kata Kamu kalau ke kantin sekolah takut bertemu sama kak Faiz. Kalau ke depan sekolah pun sama aja lah,kan melewati kelas dia.....'' jelas Angga.
''Ya terus kemana lagi?? Kalau bukan di dua tempat itu.....'' timpal Hina.
''Udah kalian ikutin Aku aja,nanti juga kalian tahu.....'' ujar Angga.
''Tapi amankan Angga......'' tutur Ku.
''Tenang. Aman kok ....'' ucapnya yakin.
Aku,Kia dan Hina pun mengikuti arah yang di maksud Angga.Benar saja tepatnya di ujung kelas X di belakangnya ada warung yang menjual beberapa makanan.
''Wah.... Aku tidak menyangka kalau di sini ada warung juga....'' seru Hina.