
* * *
Akhirnya kami pun sampai di sekolah. Dan benar hampir saja kami terlambat. Langsung saja kami berlarian menuju tengah lapangan karena siswa baru yang lain sudah beberapa kumpul di sana.
'' Selamat pagi semuanya......'' ungkap kak Edo mengawali apel pagi ini.
''Pagi Kak.....'' jawab kami serentak.
''Gimana hari ini masih semangat kan?'' tanya kak Edo semangat.
''Semangat...''
''Bagus. Bagaimana apakah kawan-kawan semua sudah mendapatkan izin dari orang tua masing-masing untuk acara nanti malam..??'' lanjut kak Edo.
''Sudah.....'' jawab kami semangat.
''Syukurlah......Baiklah Kita awali acara hari ini dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim bersama-sama......''perintah kak Edo.
''Bismillahirrahmanirrahim......''
''Baiklah untuk acara selanjutnya kak Erika akan menjelaskannya. Harap untuk di simak dan di dengarkan baik-baik yah....!'' seru kak Edo.
''Baik kak....'' jawab kami tanda mengerti.
Kemudian kak Erika pun maju ke depan dan menjelaskan beberapa susunan acara hari ini dan di lanjutkan dengan pembagian tim untuk acara game nanti malam.
Namun pembagian tim ini buat Aku tidak satu tim dengan Kia. Tapi untungnya Aku masih satu tim dengan Hina.
''Yaah ....Kia Kita berpisah... Enggak asik nih....'' rajuk Hina.
''Ya ampun lebay banget sih Kamu. Kita kan masih tetap satu sekolah masih tetap ketemu,hanya tim Kita yang beda dan tenda yang berbeda....'' jawab Kia menenangkan Hina.
''Iya tetap saja nggak seru Kia.....'' Hina tetap merajuk.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah Hina ke Kia,seperti rajuk kan anak ke Ibu yang nggak mau pisah.
''Hina...Tujuan Kita dibagi beberapa tim itu, agar Kita bisa berkenalan dengan siswa baru dari sekolah lainnya. Paham???'' Jelas Kia.
''Iya sih.....!! Ya sudah Kamu baik-baik ya sama teman dan tim baru Kamu...!'' timpal Hina.
''Iya....'' jawab Kia singkat,dan berlalu menghampiri tim Kia yang baru.
Aku pun dan Hina menghampiri tim kami.
''Ya sudah ayo samperin tim Kita.
Kita kan harus mendirikan tenda buat acara nanti malam....'' ajak Ku.
''Ya sudah.....''jawab Hina malas.
Setelah Aku dan timku berhasil mendirikan tenda,,kami pun memutuskan untuk beristirahat sebentar di dalam tenda dan saling memperkenalkan diri masing-masing.
Dan membagikan tugas kami masing-masing.
''Oh ya,,,dari kalian siapa yang mau bertugas mengambil Air untuk keperluan memasak Kita????'' ungkap Naila. Siswa baru yang kami tunjuk sebagai ketua tim kami.
''Bagaimana kalau Aku saja. Aku bisa kok....!'' jawabku,sambil mengacungkan tangan.
''Baiklah kalau Nara tidak keberatan. Tapi Nara jangan sendiri,harus di kerjakan berdua kan itu berat. Bagaimana..?'' tanyanya.
''Ya sudah terserah....'' ungkap Ku .
''Biarkan Aku bantu Nara...'' jawab Hina semangat.
''Baiklah.....Kalau begitu kerjakan tugas kita masing-masing yah....!'' seru Naila.
Aku dan Hina langsung mengambil ember yang tersedia di samping tenda kami,karena setiap tenda mendapatkan jatah dua buah ember.
''Ya Aku juga nggak tau Hina. Ya kita cari saja,atau tidak Kita tanya sama siswi yang lain yang sudah ambil air,dimana mereka mengambilnya...'' jelas Ku.
''Baiklah.....Ayo...!''
Kami pun langsung mencari-cari,barangkali diantara teman-teman yang lain sudah ada yang ambil air. Dan benar saja pas Kita melewati tendanya Kia, tim dia sudah ambil air dan Aku pun langsung menghampirinya.
''Kia....Kia..!" seru Ku. Memanggilnya yang tengah sibuk masak dengan timnya.
"Iya kenapa?? Ada yang bisa Aku bantu?" tanya nya.
"Tidak....Hanya saja Kita ingin tanya,,tim kalian ambil air dari sebelah mana yah?Kebetulan Aku dan Hina kebagian tugas ambil air..."jelas Ku.
" Oh itu...Kamu bisa ambil airnya di samping Kelas IPS 3.....Di sana ada kran airnya...."jelas Kia.
"Dimana itu Kia?? Kita kan nggak tau kelas IPS 3 di sebelah mana.."gerutu Hina.
"Oh iya,,,,Aku lupa.Kalian bisa menyusuri lapangan ini terus nanti paling ujung itu ada mushola.Nah kalian tinggal belok kanan di sana ada kelas yang di tingkat. Kalian lihat saja nanti ada tangga di sampingnya. Nah dibawah tangga itu kran nya...'' Kia menjelaskan sambil menunjukan arahnya.
''Baiklah Aku mengerti...''
''Ya sudah hati-hati ya.Soalnya di sana cukup licin,karena ada genangan air bekas yang lainnya ambil air...''
''Baiklah Kita paham...'' timpal Aku dan Hina.
Kemudian Aku dan Hina langsung menuju ke arah yang sudah Kia jelaskan tadi,dan benar di sana banyak anak-anak yang lain juga sedang ambil air.
''Ikh mereka nggak tertib banget sih. Meraka ambil airnya,kan jadinya basah kemana-mana. Pantas saja Kia mengingatkan Kita untuk hati-hati....'' gerutu Hina. Karena kesal melihat siswa lain ambil airnya berebutan satu sama lain. Karena memang kran nya itu hanya ada dua dan buat area di sekitar itu basah.
'' Ya sudah Kita tunggu mereka selesai saja....'' jawabku menenangkan.
''Ya sudah,,,,baiklah...''
Hingga akhirnya tiba giliran Aku dengan Hina.
''Hati-hati Hina disini cukup licin,,nanti Kita terpeleset....'' ucapku mengingatkan dia.
''Iya Kamu juga hati-hati...'' jawabnya.
Aku langsung saja mengambil air dan memenuhi ember nya.
''Ana jangan penuh-penuh nanti berat. Kita bisa ambil lagi nanti kesini...'' jelas Hina mengingatkan.
''Iya.....Aku sudah nih....''seru Ku. Aku pun langsung berniat menunggu Hina di ujung kelas IPS 3. Karena dia masih mengisi ember nya,kebetulan kran yang Hina gunakan air yang keluarnya itu kecil. Dan otomatis Aku yang lebih dulu mengisi ember nya.
Namun saat Aku mencoba meninggalkan Hina beberapa langkah Aku terpleset. Aku coba berpegangan,namun sayangnya Aku malah terbentur unjung tangga.
''Aw.....'' ringis Ku.
''Nara....'' teriak Hina. Dia langsung melemparkan ember air yang hampir terisi penuh,karena panik melihat kejadian yang menimpaku.
'' Nara....Kamu baik-baik saja apa ada yang luka.....?''tanya Hina.
''Darah...'' jawabku. Sambil memegang keningku karena ada beberapa darah yang menetes.
''Ya ampun Nara. Itu darah.....'' isak Hina panik.
Aku beberapa saat terdiam karena merasa pusing. Samar-samar Aku mendengar teriakan Hina minta tolong. Beberapa saat kemudian pandanganku kabur karena darah yang mengalir menutupi mataku.
Dan tiba-tiba secara tidak jelas ada seseorang yang menghampiriku dan mengangkat tubuhku. Jujur saja Aku langsung merasa lemas karena kejadian yang singkat ini dan terkejut karena darah mengalir di wajahku.
''Nara... Nara... Nara.... Sadarlah.....'' suara pria mencoba menyadarkan Ku.
''Aku akan bawa Nara ke UKS.Kamu bisa bereskan dulu ember itu....''perintah laki-laki itu.
Samar-samar Aku ingin melihat siapa sosok yang menolongku dan menggendongku ke UKS.Namun tidak jelas karena kepalaku pusing dan mataku yang basah karena darah. Yang Ku dengar tangisan Hina mengiri Ku sampai UKS.