
* * *
Sesampainya di rumah kak Faiz langsung pamit pulang karena hari sudah larut.
''Nara...!'' seru bunda.
''Iya bunda..? Kenapa??''
'' Tidak bunda hanya saja ingin menegur Kamu saja....''
''Bunda kangen,udah dua hari nggak ketemu....''lanjut bunda.
''Ih bunda,lebay banget sih....''
''Ha.... Ha.... Ha....'' bunda tertawa.
''Ya sudah bunda masuk dulu......'' lanjut bunda.
* * *
Pagi harinya....
''Nara.....!'' seru Kia dan Hina di ambang pintu.
''Eh......! Ternyata kalian Aku pikir siapa,ayo masuk....'' ajak Ku.
''Tidak ah.Kita main yuk ke depan....'' ajak Hina.
''Ke depan kemana??? Memangnya ada apa??''
''Ya enggak ada apa-apa sih,hanya saja dari pada diam saja di rumah nggak ada aktivitas....'' jelas Kia.
''Oh ya sudah ayo.....''
Aku dan teman-temanku pun langsung pergi menuju tempat yang di maksud Kia dan Hina.
Setelah tiba di Cafe,yang di maksud Aku dan teman-teman langsung memesan beberapa cemilan dan minuman.
''Cuaca hari ini bikin mager yah....'' ucap Hina memecah keheningan.
''Iya......'' sambung Kia.
''Makanya tadi Aku lebih memilih untuk berdiam diri di rumah saja.Tapi kalian malah ngajak Aku ke sini.....'' timpal Ku.
''Ya daripada nggak ada kegiatan.....'' tutur Kia.
''Oh iya,Angga mana??? Kok dia nggak ikut....'' ucapku.
''Oh nggak tahu juga sih,tadi pas Kita lewat di depan rumah dia sepertinya tidak ada orang di rumah....'' ucap Kia.
''Pantesan tumben dia nggak ikut.....''
Makanan yang kami pesan pun tidak lama kemudian datang dan kami langsung menikmatinya.
''Kamu nggak pergi jalan sama kak Faiz...?'' tutur Kia.
''Enggak,hari ini kak Faiz harus menjemput saudaranya ke Bandara.Lagian kan baru kemarin Aku bertemu sama dia.....''
''Oh emangnya kak Faiz punya saudara selain Salsa yah??? Kata Kamu waktu itu Salsa sedang ikut sama orang tua kak Faiz di Bali....'' lanjut Kia.
''Tidak tahu juga sih,katanya saudaranya yang baru datang dari luar negri.....'' timpal Ku.
''Oh ya sudah.....'' timpal Kia.
Kami pun menikmati makanan yang sudah kami pesan tadi.
''Oh iya......! Ini mungkin perasaanku saja yah,kalian ngerasain juga nggak sih kalau semenjak Kita pulang dari bandung sikap Dewa ke Kita itu berubah.....'' ucap Kia memecah keheningan.
''Maksud Kamu...?'' timpal Hina.
''Iya...... Aku hanya merasa dia sedikit menjaga jarak sama Kita.Ini mungkin perasaanku saja kali yah.....''
''Umz..... Tapi Aku juga sependapat sama Kamu Kia,soalnya pas waktu kemarin itu habis pulang dari Bandung sepanjang perjalanan Angga banyak dia. Mungkin nggak sih dia nggak merasa nyaman karena insiden Azka itu......'' tutur Hina.
''Ya ampun.Padahal itu kan bukan sepenuhnya kesalahan Angga.Aku jadi merasa tidak enak hati sama Angga.....'' tutur Ku.
''Ngapain Kamu nggak enak sama Angga? Itu kan bukan kesalahan Kamu atau Angga juga. Kejadian kemarin itu murni bukan sebuah ke sengajaan. Sikap Azka aja yang egois....'' timpal Hina.
''Ya udah lah. Lagian sudah terjadi ini,nanti kalau Kita ada kesempatan bertemu sama Angga,Kita sama-sama tanyakan saja sama Angga......'' tutur Kia.
''Iya........'' ucapku bersamaan.
* * *
Sore harinya Aku pun pulang dari Cafe dan berpisah dengan Kia dan Hina. Aku memutuskan untuk pulang lebih dulu karena bunda sudah menelepon Aku sedari tadi.
Sesampainya di pertigaan dekat lapangan,Aku tidak sengaja melihat Angga tengah asik main basket sendirian.Aku pun langsung berniat menghampirinya.
''Angga........!'' teriak Ku.
Angga pun menoleh kaget mendengar teriakan Aku.Dan langsung menghentikan aktivitasnya.
''Nara......?''
''Kamu kok sendirian aja.....?''
''Iya nih lagi suntuk aja di rumah,jadi Aku memutuskan untuk bermain basket sebentar disini....'' jelasnya.
''Oh iya,kenapa Kamu nggak ikut sama Aku dan teman-teman yang lain??? Aku juga baru saja pulang dari sana....''
''Oh itu....Tadi Aku ada urusan sama ibu dan ayah Aku.....'' timpalnya.
''Angga,ada yang mau Aku bicarakan sama Kamu......''
''Apa itu...?'' tanyanya penasaran dan langsung duduk di kursi.
Aku pun langsung mengikuti Angga duduk di kursi dan meyakinkan diri untuk memulai pembicaraan kami.
''Angga...... Aku tidak harap Kamu nggak merasa terbebani dengan apa yang terjadi pas di Bandung itu. Baik Aku atau pun Kamu,Kita tidak ada yang tahu akan terjadi kejadian seperti itu.Jadi Aku harap Kamu jangan merasa tidak enak sama Aku atau sama yang lain....'' jelas Ku.
Angga pun tampak kaget dan terdiam mendengar ucapan Ku.
''Ya sejujurnya,,,,Aku merasa tidak enak sekali sama Kamu.Karena Aku tidak sempat memberi tahu Kamu.....''
''Angga dengar......! Aku sudah memaafkan apa yang sudah terjadi kemarin dan sudah memakluminya. Aku yakin Kamu juga pasti bingung saat itu,karena Azka juga teman Kmau.Aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa atas kejadian kemarin. Itu murni hanya sebuah kebetulan saja dan berkat kejadian kemarin Aku dan Azka sama-sama bisa mengikhlaskan perasaan kami masing-masing.....'' jelas Ku.
''Aku tidak bisa melihat Kamu berusaha menjauhi kami.Kita itu sudah berteman sudah lama.Jadi berhenti menyalahkan diri sendiri oke.....''
Tiba-tiba Angga pun memeluk Ku dan terdengar nafas yang begitu berat keluar dari mulutnya.
''Sudah lah Angga...... Aku baik-baik aja kok sekarang....'' lanjut Ku sambil mengelus punggungnya.
''Makasih ya Nara.....'' bisik Nya.
''Semua itu sudah terjadi,enggak baik kalau Kita terus saja mengungkitnya......'' tutur Ku sambil melepaskan pelukan Angga.
Raut wajah Angga pun berubah terlihat lebih baik di bandingkan saat tadi Aku bertemu dengannya dan dia pun mulai tersenyum.
''Ya sudah Aku mau pulang,bunda pasti sudah menunggu Ku.Dari tadi dia sudah menelepon Aku terus....'' ucap Ku sambil beranjak.
''Ya sudah,Aku juga mau pulang mau mandi gerah juga......'' timpal Angga.
Kami pun berpisah dan Aku langsung berjalan cepat karena takut bunda marah. Karena Aku pulang telat hari ini. Sesampainya di rumah Aku langsung menghampiri bunda yang tengah asik memasukan beberapa kue kering buatan bunda ke dalam toples.
''Bunda.....!'' seru Ku langsung menghampiri bunda.
''Ya ampun Nara....... Dari tadi bunda tungguin baru muncul. Kamu kejebak macet dimana sih..?'' timpal bunda.
''Ish bunda ini. Kok macet pula,ya kan Nara pulangnya jalan Kaki. Jadi,wajarlah Nara pulangnya sedikit telat.Itu juga Nara jalan tuh sudah di percepat......''
''Memangnya kenapa bunda??? Kok tumben teleponin Nara terus dari tadi.....'' lanjut Ku.
''Sini bantuin bunda,menata kue-kue kering ini ke dalam toples. Bunda kewalahan sendirian dari tadi,itu juga adonannya masih belum bunda selesaikan semuanya. Bunda nunggu Kamu pulang dulu.....'' jelas bunda.
''Iya.....'' tutur Ku sambil duduk dan langsung meraih toples kosong dan mulai memasukan beberapa kue kering ke dalamnya.