LOVE MY SENIOR

LOVE MY SENIOR
Chapter 15



''Nara..... Nara.....'' isak Hina khawatir.


Aku pun tersadar dan coba untuk bangun.


''Nara harusnya Kamu mendengarkan perkataan Ku untuk lebih hati-hati...''rengek Hina yang duduk di samping kanan dengan wajah yang basah karena air mata.


''Iya maaf udah buat Kamu khawatir. Lain kali Aku akan lebih hati-hati...'' ucapku coba menenangkan.


''Tapi.....Siapa yang bawa Aku kesini....??'' tanya Ku penasaran.


''Oh itu......'' jawab Hina terputus. Karena seseorang yang muncul dari balik gorden.


''Tadi kebetulan kak Faiz bantuin Kamu kesini....Coba kalau kak Faiz nggak ada. Aku bingung harus gimana... '' jelas Hina.


Aku langsung melihat sosok yang yang tepat berada di samping kiri dan benar saja itu kak Faiz dengan membawa kotak P3K.Dia langsung duduk di kursi yang berada di depanku. Dan itu buat Aku merasa tidak nyaman. Bukan apa-apa,karena jarak kami yang begitu dekat.


''Harusnya Kamu lebih hati-hati Nara....Orang tuamu pasti khawatir kalau mereka tau kejadian yang baru saja menimpa Kamu....''ucapnya halus.Dengan tangan mengambil beberapa obat dari kotak P3K.


''Lihatlah,,,,! Temanmu dari tadi tidak berhenti menangis,karena khawatir melihat keadaan mu...''lanjutnya.


Aku hanya terdiam,bingung mau jawab apa. Karena melihat wajahnya yang jaraknya begitu dekat buat perasaanku tidak karuan.


''Ini mungkin akan terasa perih dan sakit. Kamu bisa menahannya kan??? Kamu bisa memegangi jaket kakak,,kalau itu terasa perih dan sakit...'' Lanjutnya.


Matanya menunjukan jaket yang dia maksud,jaket yang iya kenakan.


''Tahan yaah...Ini akan terasa perih...Kakak akan membersihkannya lukanya terlebih dulu....''tuturnya lembut.


Dan benar saja seketika Aku merasakan sesuatu yang teramat perih. Seketika Aku langsung memegangi jaket kak Faiz kuat-kuat,menahan rasa perih dan sakit di keningku.Tak terasa air mataku mengalir karena menahan rasa sakit.


''Tidak apa-apa,,,kalau Kamu mau menangis. Menangislah kalau itu buat Kamu merasa lebih baik....''ujar kak Faiz.


''Nah.....Sudah beres....'' ungkapnya sambil tersenyum padaku.Kemudian dia mencoba merapihkan poniku karena beberapa helai rambutku mengenai luka di keningku.


''Untuk sementara,,Nara bisa kan memakai penjepit rambut atau sebagainya?? Karena rambutnya terkena luka, itu tidak akan lama sampai lukamu kering...''jelasnya.


Kak Faiz masih merapihkan rambutku. Sontak saja perlakuan dia seperti itu buat Aku salah tingkah. Jujur saja ini pertama kalinya Aku di perhatikan oleh laki-laki dengan begitu lembut.Dan senyuman yang selalu iya sungging kan padaku,buat Aku salah paham dengan perhatiannya itu.


''Ya sudah ini sudah selesai......Kalau begitu kakak kembali ke kelas....Lain kali Kamu lebih hati-hati ya Nara...Kamu bisa kan???'' tanya nya padaku.Dengan tangannya yang membelai rambutku halus.


''Iya kak.....''


Kak Faiz membereskan berapa obat yang sudah terpakai dan memasukannya kembali ke kotak P3K.


''Jangan lupa...Perbannya Kamu ganti,supaya tidak terinfeksi.Apa perlu kakak yang gantikan?'' tanyanya.


''Hah.......Tidak kak,,tidak perlu,Aku bisa melakukannya sendiri....''jawabku kikuk.


''Baiklah kalau begitu....''jawabnya singkat.Kemudian diapun pergi meninggalkan ruangan itu.


Beberapa saat Aku terdiam karena merasa aneh saja dengan perlakuan kak Faiz padaku.


''Nara... Nara......?'' pertanyaan Hina membuyarkan lamunanku.


''Kamu baik-baik saja kan??? Apa perlu Aku panggilkan kak Faiz lagi....!'' Hina mengejek.


''Nara,,,,kalau boleh jujur yah. Sepertinya kak Faiz menaruh hati sama Kamu deh....'' ungkap Hina menyelidik.


''Apaan sih Hina,,,,nggak mungkin lah,Aku dan kak Faiz kan baru saja ketemu beberapa kali. Enggak mungkin juga kan. Mungkin saja itu bentuk tanggung jawab dia sebagi salah satu panitia di sekolah ini.....''jelas Ku,coba untuk mencari alasan.


''Nara....Kamu itu tidak tau atau pura-pura tidak tau sih,,,,Aku saja yang melihat perlakuan kak Faiz sama Kamu dan cara dia memperlakukan Kamu itu berbeda. Kak Faiz begitu hati-hati dan lembut sama Kamu. Masa iya Kamu tidak menyadari itu....? Dan setiap kali melihat Kamu dia selalu melemparkan senyumnya pada kamu. Masa iya Kamu tidak menyadarinya....?'' Hina berbicara tanpa jeda.


Jelas perkataan seketika buat Aku memikirkannya dan mengingat hal apa saja yang terjadi setelah pertama kali Aku dan kak Faiz bertemu.


''Benarkan Nara.....?'' selidik Hina.


''Tidak Hina. Aku dan kak Faiz hanya beberapa kali bertemu,itu pun tidak sengaja kan....'' jelas Ku.


''Kamu yakin....? Tapi masa iya tidak ada sesuatu dia antara kalian. Jujur saja Aku melihat Kamu di antar kan kak Faiz kemarin. Aku langsung penasaran,,sebenarnya apa yang terjadi antara Kamu sama kak Faiz. Padahal kalian baru saling kenal itu pun Angga yang memperkenalkannya. Pasti kalau tidak ada apa-apa,,Kamu nggak akan mungkin di antar kan sama kak Faiz...'' Selidiknya.


''Oh itu....Aku bisa jelasin,kenapa Aku bisa di antar pulang sama kak Faiz kemarin. Waktu kita pulang sekolah, Aku tidak juga mendapatkan GoRide dan menunggu dengan waktu yang cukup lama. Kemudian kak Faiz lewat dan menawarkan tumpangan. Aku terima saja,berhubung sudah sore juga.Aku hanya takut saja bunda khawatir,karena Aku belum saja pulang. Jadi Aku iyakan saja ajakannya. Lumayan juga kan gratis nggak harus keluar biaya....''jelas ku mencari alasan yang tepat.


''Oh begitu kejadiannya.....!'' ungkap Hina, yang tampaknya masih penasaran dan tidak puas dengan penjelasan yang aku ungkapkan.


''Ngomong-ngomong,,Kamu lihat Aku di antar kha Faiz,memangnya Kamu dimana...?'' tanyaku penasaran.


'' Oh itu....Kebetulan kemarin setelah pulang sekolah, Aku sama Kia tidak langsung pulang ke rumah. Kami beli eskrim di mini market dan kami tidak sengaja melihatnya.....''jelasnya.


''Jadi maksud Kamu?? Kia juga tau kejadian itu.....?'' tanyaku panik.


''Iya.....Aku kan sudah jelasin saat itu sama Kia. Lagian tidak apa-apa juga Nara,apa yang harus Kamu takutkan?? Kami pun senang melihat kedekatan Kamu sama kak Faiz. Sepertinya dia menaruh hati sama Kamu.Kami juga tidak ingin melihat Kamu berlarut-larut dalam kesedihan karena kepergian Azka. Kami paham kok.....!'' jelas Hina.


Tiba-tiba terdenga suara gaduh memasuki ruangan UKS.


''Nara.... Nara...''panggil Kia di luar sana.


''Kami disini....''jawab Hina.


Kemudian Kia dan Angga muncul dengan tergesa-gesa,wajah mereka tampak khawatir.


''Ya ampun Nara.....Kenapa bisa jadi begini?? Harusnya Kamu lebih hati-hati...'' ucap Angga.


''Apa yang terjadi sampai Kamu bisa begini ..?''tanya Angga lanjut.


Aku langsung saja menceritakan peristiwa yang baru saja menimpaku dengan detail sama Kia dan Angga.


''Aku kan sudah mengingatkan supaya hati-hati karena disana itu licin.....'' ungkap kia.


''Sudahlah. Semuanya sudah terjadi lagian Aku sudah tidak apa-apa. Udah di Obatin juga....''jawabku menenangkan mereka.


''Ngomong-ngomong siapa yang obatin luka kamu??? Soalnya setahu Aku,anggota PMR sedang berada di lapangan semua...?'' tanya Angga heran.


''Oh itu.... Tadi kebetulan yang bantuin obatin luka Nara itu kak Faiz....!'' jelas Hina.


''Hah?? Kak Faiz?? Kok bisa???'' serentak Kia dan angga kaget.


Hina pun menceritakan kenapa bisa kak Faiz yang bisa obatin luka aku.Mereka berdua langsung tersenyum mendengar penjelasan yang di sampaikan Hina.