
***
Setelah menu sarapannya matang,Aku pun langsung membangunkan Angga dan Hina yang masih pada tidur. Dan akhirnya kami berempat pun makan bersama.
Setelah itu,Teman-teman pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Hari ini,Aku ada jadwal untuk pergi bersama kak Faiz, tadi pagi di sempat menelpon Aku untuk menjemput Ku ke rumah.
Aku pun langsung siap-siap untuk mandi dan berganti pakaian. Tidak lupa juga sedikit memakai riasan supaya tidak pucat.
***
Setelah menunggu sekitar 15 menit,akhirnya kak Faiz pun datang menjemput Ku dengan mengendarai mobil.
Aku langsung menghampirinya dan masuk ke dalam mobil.
"Pagi kak...... " ucap Ku sambil duduk di sampingnya.
"Pagi juga sayang.Gimana, semalam tidur jam berapa....? " tanya nya.
"Kalau nggak salah, jam sebelahan kayaknya..... " timpal Ku.
"Wah, lumayan malam juga yah.Tapi, jangan sering-sering yah. Nggak baik buat kesehatan..... " ucapnya.
"Iya kakak....."
"Oh iya, memangnya kita mau pergi ke mana sih......? "tanya Ku penasaran.
"Ada deh, kejutan. Bentar lagi kan Nara masuk sekolah lagi, waktu buat pergi sama kakak pasti jarang juga...... "
"Iya sih....... "
"Ya udah Aku ngikut aja. Asal jangan jauh-jauh yah.... " lanjut Ku.
"Sip...... "
Kak Faiz pun langsung tancap gas, menuju tempat yang belum Aku ketahui.Setelah menempuh jarak yang lumayan lama, akhirnya kami berdua pun sampai di sebuah Restoran.
Tempat dan interiornya sangat bagus, sangat nyaman dan tenang untuk bersantai.
"Ayo,langsung ke lantai dua aja. Kebetulan kakak udah reservasi duluan......" ucap Kak Faiz berjalan mendahului Ku.
Setelah sampai di lantai dua, kami berdua langsung duduk di salah satu meja yang view nya sangat dekat sama jendela, jadi bisa dengan jelas melihat pemandangan yang ada di luar.
Tidak lama kemudian ada dua orang pelayanan yang mengantarkan beberapa menu makanan ke meja kami.
"Ini juga udah kakak pesan duluan....? " tanya Ku heran.
"Iya, sengaja biar kita berdua tidak menunggu lama...... "
"Ayo di makan, nanti keburu dingin...... " lanjut kak Faiz.
"Baiklah...... " tutur Ku sambil meraih sendok dan garpu.
Ternyata makanannya lumayan enak dan cocok di lidah Ku. Padahal menu makanannya itu makanan khas bule-bule.
"Gimana,enak nggak......? " tanya kak Faiz.
"Enak kak, ternyata cocok sama lidah Ku....... "
"Daging Tenderloin Nya juga empuk dan lembut banget........ " lanjut Ku.
"Syukurlah kalau Nara menyukainya. Kakak tidak salah pilih tempat dan makanannya.... " timpal kak Faiz.
Kami berdua pun sangat menikmatinya sampai-sampai tidak ada yang tersisa di atas piring.
"Aku kenyang banget nih....." ucap Ku sambil mengelus perut.
"Haha, ya gimana nggak kenyang menu sebanyak ini hanya kita berdua yang makan..... " timpal kak Faiz.
"Kan sayang kalau nggak di habisin. Udah mah jauh-jauh kita pergi kesini, sampai kakak bela-belain pesan tempat ini.Masa iya sih Nara, tega nggak menghargainya.... " balas Ku.
"Oh iya. Kalau udah selesai, kita ngobrol di roof top nya yuk..... " ajak kak Faiz.
"Oh ini, ada roof top nya juga....... " ucap Ku sambil beranjak dari tempat duduk Ku.
Setelah sampai di roof topnya, ternyata hanya ada beberapa tanaman bunga yang tersusun rapi.Di sana juga terdapat satu buah bangku yang menghadap langsung ke arah pegunungan.
Aku pun langsung duduk dan menghirup udaranya pelan-pelan.
"Nara, sini duduknya deketan...." ucap kak Faiz.
Aku pun langsung bergeser mendekatinya.
"Ada yang ingin kakak sampaikan sama Nara....." ucapnya sambil melihat ke arah Ku.
"Kenapa kak.....? " tanya Ku penasaran.
"Sebenarnya kakak ingin membicarakan ini udah dari lama. Tapi kakak menunggu waktu yang tepat untuk membicarakannya sama Nara........ " tuturnya.
"Apa itu......? "
"Orang tua kakak meminta kakak untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.Tepatnya di Inggris, mereka sudah mendaftarkan semuanya dan mempersiapkan kan semuanya...... "
"Hah.....? " ucap Ku kaget.
"Kakak tahu ini pasti berat, bukan cuma untuk Nara tapi buat kakak juga. Tapi, kakak juga tidak ingin mengecewakan harapan kedua orang tua kakak....... "
Aku terdiam sejenak dan berfikir cara yang terbaik untuk kami berdua.
"Kapan kakak akan pergi......? "
"Minggu depan...... " ucapnya pelan.
"Aku tidak akan menghalangi kakak, kejarlah itu. Aku di sini akan mendukung sepenuhnya..... "
"Apa kamu yakin.......? " tanya kak Faiz sambil memegangi wajah Ku.
"Tentu saja Aku yakin kak. Aku mempercayai kamu....... "
Kak Faiz pun langsung memeluk Ku dan Aku pun langsung menangis di pelukannya. Karena memang tidak segampang itu menjalani hubungan jarak jauh nantinya.
Namun, selama ini Aku banyak belajar karena dalam sebuah hubungan yang terpenting itu adalah kepercayaan satu sama lain.
Aku merelakan kak Faiz untuk pergi bukan karena apa-apa. Aku tidak mau egois dengan perasaan Ku saja. Aku juga harus memahami perasaan kak Faiz juga, ini juga pasti menjadi pilihan yang sulit untuknya.
"Makasih ya sayang. Karena kamu sudah memberi Ku izin untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Aku harap hubungan kita, akan seperti ini selama-lamanya....... " ucapnya sambil mengelus rambut Ku pelan.
"Kakak baik-baik yah di sana. Jaga kesehatan kakak, jangan makan sembarangan dan jngan lupain Nara....... "
"Itu tidak akan pernah........ "
"Sejak pertama bertemu dengan Nara, hati kakak sudah yakin,hanya Nara yang akan tetap di hati kakak..... "
"Benarkah....... ? " tanya Ku sambil melepaskan pelukannya.
"Aku pernah membaca sepenggal tulisan...... "
"Apa itu......? "
"Jika kamu begitu sangat mencintai sesuatu, biarkan dia pergi untuk kebahagiaannya. Jika, dia kembali padamu,maka yakinlah dia milik mu selamanya. Namun, jika dia tidak kembali berarti dia bukan untukmu....... "
"Aku milik kamu seutuhnya sayang....... " ucap kak Faiz langsung mencium Ku.
Aku dan kak Faiz melakukannya cukup lama dan Aku sangat bisa merasakan betapa dia menyayangi Ku.
"Setiap libur musim panas atau ada libur semester kakak pasti akan pulang untuk menemui Nara, Kakak janji....... "ucapnya sambil menatap Ku.
"Iya kak. Nara, juga akan menunggu kedatangan kakak di sini dengan senang hati. Pintu rumah Nara, terbuka lebar-lebar untuk kakak....... "ucap Ku sambil tersenyum.
" Makasih yah. Atas semua kebaikan dan kenangan yang udah kita jalani bersama sampai sekarang. Kakak tidak berhenti bersyukur, karena telah di pertemukan dengan gadis bernama Nara Anatasya....... "ucapnya sambil mengelus pipi Ku.
" Tidak hanya wajahnya yang cantik, namun memiliki hati yang baik...... "lanjutnya.
" Sama, Nara juga bersyukur banget bertemu laki-laki seperti kakak.Makasih ya udah selalu menemani, menjaga Ku dan selalu berusaha buat Aku nyaman dan senang saat berada di samping kakak...... "ucap Ku sambil menatap matanya.
" Love my senior........ "lanjut Ku sambil tersenyum.