LAURA

LAURA
Episode 74



Kini mereka berada di sebuah ruangan yang terlihat mewah dipenuhi dengan warna perak, sofa yang empuk, aroma yang wangi dan segala isi dalam ruangan yang disebut ruang tamu itu sangatlah mewah dan mahal.


“Silahkan tuan, nona” memberikan secangkir teh pada mereka yang kini duduk dalam satu ruangan. Billy pun setia menemani tuannya untuk setiap masalah yang dihadapi tuannya meski jam tidurnya harus terlewatkan


“Terimakasih” jawab mereka bertiga serentak


“Jadi kalian ini siapa? Apa hubungan kalian dengan istriku Lyra” Kalimat pertama yang terlontar dari mulut seorang Davin dengan mata fokus memandang ke depan


“Kenalkan aku Nindy, ini sahabatku Rya dan ini Rifky rekan kerjaku di Bali yang membantuku disini” jawab Nindy memperkenalkan diri


“Aku pun bingung harus memulai darimana yang sebenarnya kami tak kenal sama sekali dengan Lyra istrimu tapi kami kenal dengan orang yang baru saja tinggal bersamamu belum lama ini” jawab Nindy


“Apa maksudmu?” tanya Davin bingung


“Kau bisa lihat ini, dia Laura sahabat kami yang hilang” Rya menujukkan foto mereka bertiga. Davin mengamatinya dengan serius


“Lyra?” kalimat yang terucap saat menyaksikan fotonya


“Bukan, dia sahabat kami Laura wajahnya sangat mirip dengan istrimu Lyra, jika kau suaminya seharusnya kau tau dengan siapa saja dia berteman bukan? Sedangkan kita baru saja bertemu jelas itu bukan istrimu” jelas nindy


“Lalu kenapa wajahnya bisa mirip sekali seperti ini?” Billy yang juga melihatnya merasa kaget bingung dan tak bisa berkata apa-apa


“Karena mereka adalah saudara kembar” Davin pun langsung kaget mendengarnya tak percaya


“Kembar? Mana mungkin mereka saudara kembar, selama ini Lyra tidak pernah menceritakannya padaku, apa kalian mau menipuku?” tuduhan itu langsung terucap begitu saja


“Untuk apa kami menipumu? Apa untungnya untuk kita bukankah kau tau kita sedang mencarinya huh” Nindy mengucap dengan sedikit nada tingginya


“Mereka terpisah sejak kecil vin, waktu itu Lyra di culik jadi mereka terpisah. Terlebih lagi Laura juga baru mengetahuinya baru-baru ini setelah dia kembali pada kami. Mungkin ini juga sumber awal dari masalah saat ini” Rya membuka suaranya


“Apa maksudmu?” tanya Davin menatap serius


“Maaf jika kami kemari membawa banyak kabar buruk dan hanya 1 kabar baik yang kami milik. Tapi aku harus mengatakannya”


“Kau mau mendengar yang mana dulu?” tanya Rya yang kemudian meneguk the yang ada di tangannya


“Semua yang terburuk” singkat Davin sedikit menyenderkan tubuhnya pada sofa dan melipat kedua tangannya di dada


“Siapkan mentalmu vin,” pinta Nindy. Rya pun menjelaskan semua yang telah terjadi pada mereka berdua


“Jadi… Lyra sudah meninggal saat kalian pergi ke kota kami dia mengalami kecelakaan dan kau membawa Laura dari kami sehingga mereka tertukar” Davin mendengarnya tak percaya dan mulai menitikan air matanya, mengusap wajahnya yang terlihat menyedihkan


“Bagaimana mungkin? Kalian pasti berbohong padaku. Sudah sangat jelas yang aku bawa adalah Lyra istriku, aku membawanya kembali dan dia sadar tepat dihadapanku” mengingat saat membawa Laura kembali ke rumahnya


“Yang kau bawa bukan Lyra tapi Laura yang saat itu sedang koma karena kecelakaan sebelumnya, komanya juga sudah cukup lama. Bahkan saat itu kami juga tidak tau jika mereka tertukar karenamu yang membawanya pergi begitu saja yang kami tau hanyalah dia meninggalkan kami untuk selama-lamanya” ikut terisak. Davin teringat kata dokter tentang Lyra yang sudah lama koma saat pertama melihatnya


Nindy mengusap punggung sahabatnya untuk menenangkannya hingga memeluknya padahal dirinya juga ikut menangis mengingat kejadian pahit yang menimpa sahabatnya.


Davin hanya terdiam dalam tangisnya mendengar kenyataan yang sangat pahit ini. Terlalu sakit mendengar istrinya yang selama ini dicintainya sudah meninggal tanpa dia tahu, dan sempat hidup bersama dengan orang lain yang sangat mirip dengan istrinya


Davin kini mengingat kembali masa-masa saat seorang wanita yang dikira istrinya itu, pikirannya mengingat kembali pantas saja saat wanita itu sadar sikap dan tindakannya sungguh jauh berbeda dan aneh seperti bukan istrinya. Sangat terbalik dengan Lyra yang sulit berbaur dengan para karyawannya, yang tak pernah pergi ke dapur untuk memasak dan masih banyak kejutan lainnya yang diberikan Laura saat itu. Ini yang membuat Davin harus mau tidak mau menjadi yakin jika perkataan mereka semua benar.


“Apa kabar buruk ini sudah selesai? Lalu apa 1 kabar baik untukku?” tanyanya dengan menghapus air matanya, mencoba menenangkan dirinya sendiri dan mengucap dengan suara seraknya akibat menangis


“Tidak Davin, Laura telah menghilang hampir satu bulan, jika dia di culik seharusnya ada yang menelfon pada kami untuk meminta uang tebusan tapi ini tidak ada kabar sama sekali seperti hilang di telan bumi” Nindy kini yang mengambil allih untuk menjelaskannya


“Itu jika seorang anak kecil yang mereka culik, sedangkan ini wanita dewasa hal itu tidak berguna bukan?” kata Davin membuat mereka berfikit macam-macam


“Kenapa aku tidak berfikir seperti itu, ry bagaimana kalau Laura di jual atau di ambil organ tubuhnya dan dijual huh?” ucap Nindy mulai panik dengan pikirannya sendiri


“Hentikan pikiran jelekmu itu nind kau terlalu banyak menonton film, itu tidak mungkin terjadi apa kau lupa dia sedang hamil huh” bantah Rya yang sudah tidak menangis lagi karena ucapan sahabatnya


“Vin kau harus cepat mencarinya” perintah Nindy


“Kenapa aku harus mencarinya? Bukankah dia bukan Lyra istriku” seru Davin


“Benar dia bukan istrimu tapi dia sedang mengandung anakmu” ucap Rya tegas


“Hah, mana mungkin?” tidak percaya


“Kau tanyakan saja pada dirimu sendiri kenapa Laura bisa hamil” ketus Rya


“Astaga” Davin kembali kaget tak percaya


“Kau pasti tak percaya lagi, lihat ini” lagi-lagi Rya memberikan hapenya yang sudah dipenuhi dengan foto Laura yang sedang hamil


Ini sangat sulit untuk dipercaya bagi Davin bagaimana bisa dia menghamili wanita lain selain istrinya sendiri.


“Aku butuh waktu untuk mencerna semua ini” ucapnya


“Kalian bisa istirahat disini kalian pasti lelah, Billy siapkan kamar untuk mereka” beranjak pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya


“Baik tuan” ucap Billy yang sejak tadi menemaninya menerima kabar yang sangat mengejutkannya


“Jangan terlalu lama vin, sudah tidak ada waktu lagi kita tidak tau dia dimana sekarang, kau harus cepat bertindak demi anakmu karena mereka sudah hampir satu bulan telah menghilang” ucap Nindy davin hanya terus mendengarnya dalam langkah kakinya.


Cukup lama mereka membicarakan semua masalah yang terjadi hingga tidak terasa waktu sudah menjelang pagi matahari mulai menunjukkan dirinya. Sesuai dengan permintaan Davin mereka pun beristirahat di rumah mewah miliknya karena merasa lelah yang tak tertahankan.


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode