LAURA

LAURA
Episode 52



Davin pun bercerita segala tentang istrinya dari sebelum hilang ingatan dari awal mereka kenal hingga saat ini. Mereka bercerita di balkon kamar dengan memandang langit yang menebarkan pesonanya bersama ribuan bintang di langit. Hingga Lyra tertidur pulas di sampingnya.


“Aku tunggu kejutanmu selanjutnya sayang”


“Terimakasih kejutanmu hari ini, aku menyukainya” ucapnya pelan sambil tangan yang mengusap lembut kepala istrinya agar tidak terbangun


Davin segera menggendong Lyra untuk masuk ke dalam kamar dan menidurkannya di ranjang karena angin malam semakin dingin terasa menusuk tulang


Keesokan harinya


“Mas…” panggil Rya pada suaminya dengan berlari ke arahnya hingga menabraknya. Davin pun segera menangkapnya agar istrinya tidak terjatuh. Mereka saling beradu saling menatap dengan jarak wajah yang sangat dekat.


“Tampan, apa aku mulai menyukainya?” batin Lyra dalam hati dengan jatung yang detak kencang


“Bola mata yang indah tapi dengan tatapan yang berbeda dengan yang dulu, tapi bukan seperti istriku. Ahh pikiran apa ini jelas-jelas yang didepanku ini adalah Lyra istriku” itulah pikiran yang memenuhi otak Davin.


Terdengar suara langkah kaki membuat mereka tersadar dari lamunan masing-masing mereka.


“Tuan mobil sudah siap” ucap Billy yang baru saja datang dengan suara langkah kaki yang terdengar


“Tunggulah sebentar” jawabnya. Billy pun mengangguk dan segera pergi


“Ada apa sayang? Hati-hatilah jangan berlari seperti itu lagi” ucapnya membuka percakapan yang terhenti


“Maafkan aku” jawabnya tertunduk


“Tidak apa-apa, jangan membuatku khawatir. Oke?” Lyra pun tersenyum ke arahnya


“Apa aku boleh ikut denganmu? Aku bosan di rumah” jelasnya dengan bertanya


“Kau yakin mau ikut denganku ke cafe? Apa kau tidak mau ke butikmu saja?” tanyanya balik


“Tidak, aku ingin ikut denganmu, dan aku ingin melihat pantai”


“Baiklah, ayo kita berangkat” ajak Davin dengan menggandeng tangan istrinya


Sesampainya di café.


“Billy kumpulkan semua karyawan aku akan memberi mereka informasi tentang istriku” ucap Davin pada asistennya


“Baik tuan” jawab Billy langsung menjalankan tugasnya menggundang seluruh karyawan dan mengumpulkannya pada satu ruangan


“Sayang ayo ikut denganku sebentar, setelah itu kau bisa berkeliling di sini nanti”


“Baiklah” jawabnya dengan senyum


“Kau terlihat cantik dengan senyummu” ucap Davin


“Apa kamu sedang merayu mas?” ucapnya menatap


“Tidak, kamu memang cantik dari dulu tapi aku suka kamu yang sekarang”


“Lalu kenapa menikahiku jika menyukaiku setelah aku amnesia?” balasnya


“Entahlah aku juga tidak tau kenapa aku menikahi istriku sejak lama” jawabnya dengan senyum manis membuat Lyra terpesona


Sekejap Davin langsung mencium dan ******* bibir Lyra dengan cepat dan membuatnya kaget tanpa bisa berkata-kata dengan mata yang terbuka lebar, sesaat Davin segera melepaskan. Kemudian uara ketukan pintu sudah terdengar dan pintu terbuka. Billy dan seluruh pegawai café langsung masuk dan berbaris dengan rapi tanpa diminta.


“Kita lanjutkan di rumah nanti” bisik Davin tepat ditelinga Lyra dengan senyum jahilnya dan Lyra masih terdiam.


“Semua sudah hadir tuan” ucap Billy yang menghampirinya, Davin pun mengangguka dan kemudian berdiri di samping majikannya


“Selamat pagi semua” sapa Davin dengan senyum membuat pegawai perempuan terpesona karena jarang sekali Davin terlihat ceria dan semangat seperti ini. Berbeda dengan Lyra entah kenapa memiliki rasa kesal dengan senyumnya pada orang lain terlebih banyak pegawainya itu perempuan.


“SELAMAT PAGI PAK” jawab semua serentak


“Begini sebelum kalian memulai aktivitas kalian bekerja disini saya akan memberitahukan sedikit informasi dimana kalau sudah tahu bahwa disamping saya ini ada Lyra istri saya dan sekarang sedang mengalami amnesia karena kecelekaan beberapa waktu yang lalu sehingga istri saya tidak mengingat apapun. Jadi tolong bantuan kalian selama istri saya disini apapun yang dia minta dan diinginkan kalian harus memberikan yang terbaik. Apa kalian mengerti?” jelas Davin


“MENGERTI PAK” jawab mereka bersamaan


“Kalau begitu silahkan kalian lanjutkan kerjaan kalian” perintah Davin. Mereka pun segera membubarkan diri dan melanjutkan pekerjaan tanpa banyak bertanya


“Ti.. tidak aku tidak mau” jawabnya menolah mengalihkan pendangannya ke seluruh sudut ruangan


“Apa kau yakin? Kita bisa melakukannya disini dan lagi sudah lama sejak sebelum kamu kembali ke rumah kita belum melakukannya lagi” goda Davin yang semakin mendekatkan duduknya.


Seketika tangan Davin membelai pipi istrinya dan menoleh ke arahnya dan Davin ******* bibir istrinya. Semakin dalam Davin memejamkan mata dan Lyra pun membalasnya semakin Davin mendekatkan tubuhnya hingga dirinya berada di atas tubuh istrinya yang berada di sofa. Namun tidak lama mereka mendengar suara pintu di ketuk. Davin pun kesal di buatnya.


“Masuk” jawabnya dari dalam. Billy pun membuka dan masuk ke dalam


“Billy? Ada apa?” terlihat wajah dan suaranya yang terdengar kesal


“Iya tuan? Maaf jika saya menganggu” ucap Billy


“Apa aku melakukan kesalahan” batin Billy dalam hatinya merasa bingung


“Ada apa?”


“Ini tuan ada berkas yang harus segera anda tanda tangani dan anda memiliki pertemuan dengan tuan Jason 30 menit lagi, beliau sedang dalam perjalanan kemari” jelasnya


“Baiklah, letakkan itu di meja” Billy berjalan menuju meja kerjanya


“Sebaiknya aku keluar mas” ucap Lyra beranjak dari duduknya


“Baiklah kamu bisa menungguku di luar, mintalah apapun yang kamu inginkan pada karyawan kita” ucapnya


“Okke” jawabnya singkat Lyra pun berjalan keluar namun baru dua langkah kakinya berjalan Davin segera menariknya sehingga Lyra tertarik ke belakang dan “CUP” Davin mencium keningnya


“Aku janji tidak akan lama” ucapnya Lyra hanya senyum mengangguk dan pergi dari ruang kerja suaminya


***


Lyra berjalan-jalan di sekeliling café melihat suasana dan pengunjung yang cukup rame. Dilihatnya semua karyawan terlihat sangat sibuk


“Hey, boleh aku bertanya?” panggil Lyra pada salah satu karyawannya di sampingnya yang sedang membereskan meja setelah di pakai pengunjung


“Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu” jawabnya menghentikan pekerjaannya dan menghadap pada Lyra


“Apa café selalu rame seperti ini?” tanyanya


“Iya nyonya, café selalu rame tapi sepertinya ini lebih rame dari biasanya” jawabnya Lyra mengangguk mendengarnya


“Lalu kemana 2 orang yang menjaga kasir kenapa hanya 2 orang, yang 2 kemana?” tanya lagi


“Itu nyonya Hilda salah satu bagian kasir tadi pingsan sepertinya sakit jadi di bawa ke rumah sakit dan yang membawanya Toni yang juga bagian kasir. Saat pergi 30 menit yang lalu café masih belum rame jadi kami pikir tidak apa-apa dia pergi mengantarnya tapi malah sekarang rame mendadak”


“Apa tidak ada penggantinya?”


“Tidak nyonya, sift selanjutnya masih lama” jawabnya


“Baiklah, terimakasih lanjutkan pekerjaanmu” jawabnya lalu pergi meninggalkan karyawannya itu


“Nggak salah denger nih Nyonya Lyra bilang terimakasih sama gue?” batinnya dengan masih menatap punggung Lyra yang melangkah jauh pergi


“Dimana apron Hilda? Apa kau bisa mengambilkannya” ucap Lyra pada karyawannya yang sedang menyiapkan minuman dan juga salah satu bagian kasir. Segera dia mengambilkannya


“Ini nyonya, silahkan” ucapnya memberikan apron pada Lyra dan memakainya


“Kenapa nyonya memakai apron itu?’ tanya dan membuat para karyawannya kaget dengan tindakannya


“Apa salah? Aku ingin membantu kalian bukannya kalian kekurangan tenaga” jawabnya lagi


“Tapi nyonya… nanti tuan akan marah” imbuhnya


“Sudah tidak ada tapi-tapi cepat ajari aku dan jangan membuat para pelanggan menunggu lama mereka tidak suka itu” mendegar jawab itu semua karyawannya yang mendengar di buatnya heran dan kaget. “Kenapa istri pemilik café mau melakukan itu” itulah yang ada di pikiran mereka dan itu tidak pernah terjadi sebelumnya


Lyra pun akhirnya membantu mereka untuk melayani para pengunjung dengan senyum yang ramah membuat semua pengunjung menyukainya. Sedangkan karyawannya masih heran dalam diam karena ini sangat berbeda dengan nyonya Lyra yang sebelumnya jarang sekali untuk datang dan apalagi mau berbuat seperti saat ini rasanya sangat tidak mungkin.


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode