
Β
***AUDRY WITH NEW FRIEND***.
Β
"Ohh, kenalin namaku Audry, aku murid baru disini" lanjutku sambil memberi jabat tangan untuknya.
"Oh iya, nama gue Meli. Ok deh lo duduk sama gue ya."
Kami pun akhirnya berbincang bincang mengenai sekolahku yang dulu, kesukaan kami dan banyak lagi. Meli Antasya, adalah orang yang sedikit galak namun penyayang. Kegemaran kamipun sedikit sama dan pastinya tidak jauh berbeda yakni membaca suatu karya sastra seperti puisi, prosa, novel, cerpen dan karya sastra lainnya. Walaupun aku suka sastra, bukan berarti aku hobby bahasa ya, aku lebih suka sedikit menghitung daripada banyak cakap. Karena seperti kalian tau kalo aku tak pandai dalam bergaul, aku tak banyak di kelilingi sosok teman sebaya. Jangan tanya kenapa, tentunya aku lebih suka bergaul dengan mereka yang hanya tahu main dan main saja. Ya..mereka.. Anak anak kecil jalanan itu. Mereka tentunya jauh berbeda dari gadis dan pria remaja itu yang lebih mementingkan dirinya dibanding orang lain. Mereka lebih memahami keadaanku serta masalahku, walaupun tak tahu harus memecahkannya dengan cara apa. Namun aku tetap bahagia bersama mereka.
***
Pelajaran pertama pun dimulai, semua anak anak yang berada di kelas berhamburan tuk kembali ke tempat duduk mereka masing masing. Pelajaran pertama adalah pelajaran yang sedikit membosankan untukku yaitu pelajaran bahasa indonesia yang berlangsung selama 3 jam pelajaran. Yah, walaupun aku tidak bisa melihat seisi kelas ini namun aku mampu beradaptasi dengannya.
Tak lama bel istirahat pun berbunyi, semua siswa mulai berhamburan keluar menuju suatu tempat yang akan membuat perut mereka merasa terisi itu, yah..itu adalah kantin. Tempat yang sering kali di perebutkan ketika bel telah berbunyi sebanyak 3 kali, dan berharap mereka mendapat jamuan terlebih dahulu.
"Dry..kantin yuk, gue laper nih" ajak Meli yang kini sudah berdiri di depan pintu kelas.
"Kantin? Yasudah..yukk.." jawabku dengan penuh semangat, entah ini karena Leona yang aku temui tadi pagi, yang semakin membuatku bersemangat menjalani hari.
##Author POV##
Sesampai di kantin Audry dan Meli mencari tempat duduk terlebih dahulu, walaupun kantin sudah terlihat penuh.
"Woy, minggir dong, gue sama Audry mau duduk nih" kata Meli dengan sedikit membentak siswa yang tengah makan itu.
"Itu Dry..lo duduk aja, gue pesen makanan dulu ya" lanjutnya, dan memutuskan untuk membeli makanan.
"Lo mau apa, biar gue pesenin deh sekalian"
"Aku samain aja deh kayak kamu, biar gampang" Jawab Audry dengan tampang polosnya itu, dan memutuskan untuk memainkan ponselnya, dan mengirimkan pesan untuk Rayhan.
"Yona, maaf aku gak bisa ke kelas kamu nih, soalnya aku diajak makan sama meli"
Saat Audry melihat lihat sekelilingnya, tiba tiba Ia mendengar suara Rayhan.
"Audry" Sapanya dari kejauhan itu.
"kak Rayhan, duduk bareng gue yuk.. Disini kosong tuh" kata adik kelas yang mengharapkan Rayhan duduk dengannya, namun tak dihiraukannya, matanya hanya tertuju pada gadis itu.
"Yah..di cuekin dong gue..iisshh" lanjut adik kelas itu dengan tampang kesalnya.
"Ini nih..mie ayamnya sama es tehnya udah datang. Gue ambilin saos sama kecap ya" kata meli, dan menjamu Audry dengan baik.
"Oh iya, lo suka pedas gak? Biar gue banyakin tuh cabenya"
"Ah gak terlalu kok, sini biar aku aja" balas Audry yang tak mau menyusahkan teman keduanya itu.
"Yaudah, gue makan duluan ya, cacing gue udah ngomel nih heheh" Meli pun makan dengan lahapnya.
"Huhh..boleh gabung gak nih?" kata Rayhan yang tiba tiba nongol dari belakang Meli.
"Duhh, lo Cungik, ganggu aja lo" Cungik adalah panggilan Rayhan di sekolahnya. Satu sekolah menyebutnya dengan sebutan Cungik.
"Yona? Itu kamu kan" Kata Audry dengan memastikan.
"Ahh..Yona? Hahahha" tawa Meli, dengan sedikit menutup mulutnya yang tengah mengunyah kerupuk itu.
"Sejak kapan nama lo jadi bagus..hahah..ngacok deh lo" lanjutnya, dan tiba tiba Rayhan menutup mulut meli dengan kerupuk serta memberi sedikit kode kepadanya.
"Ohh..oke oke deh" kata meli dengan mengacungkan jempol untuk Rayhan. Karena sebenarnya Meli sudah tahu bahwa Rayhan menyukai Audry sejak lama. Walaupun Ia juga sebenarnya menyukainya diam diam.
"Itu beneran kamu kan Yon"
"Eh..Iya, ini aku Leona" jawabnya dengan sedikit gugup dan takut akan kebohongannya itu.
"Buat kamu aja deh, aku udah kenyang kok" balasnya dengan tolakan, namun sebenarnya mau..hehehe..
"Gak deh..buat kamu aja" jawab Audry dengan sedikit senyuman dan memberikan makananya untuk Rayhan.
"Duhh..kalian ini makanan aja di umbar kesana sini..mending buat gue aja deh, sini sini..." Meli pun langsung mengambil jatah makan Audry sambil memberi tampang jelek kepada Rayhan. Rayhan pun hanya memelaskan wajahnya, tanda tak peduli.
****
Bel pun berbunyi lagi menandakan pembelajaran akan segera dimulai lagi. Semua murid mengikuti pembelajaran selama 4 jam.
Tak disangka 4 jam pun berlalu, bel pulang pun berbunyi, semua siswa berhamburan meninggalkan kelas mereka dan bergegas untuk pulang.
"Dry..gue pulang duluan ya? Soalnya gue ada urusan nih" kata Meli sambil menutup kaca helmnya.
Audry hanya mengangguk dan melambaikan tangan kepada Meli yang kini sudah tak terlihat lagi dengan motor scopynya.
Audry berjalan menuju depan gerbang sekolah untuk menunggu pak Marchel supirnya.
"Kasian banget deh tu cewek ya, cantik namun sayangnya dia gak bisa liat" kata siswa siswi yang masih menunggu jemputan itu.
"Iya deh..denger denger sih dia lagi deket gitu sama kakak kelas kita." timpa salah satu siswi itu.
****
"Hallo" jawab seseorang di seberang sana.
"Hallo, iya dik?" Jawab Audry.
"Gue nyampe beberapa menit lagi ya, tunggu gue, jangan kemana mana" Jawab Milda dengan nada yang sedikit menekan.
"Tapi dik?"
Lalu sambungan telpun mereka pun terputus seketika.
Tutt..tuutt..tutt..
"Yah..dimatiin" keluh Audry.
Audry memiliki seorang Adik perempuan, yang bernama Milda Jeslyn. Ia baru menginjak kelas 2 SMA, Yah..mereka cuma selisih setahun doang.. Adiknya begitu menyayanginya, namun terkadang dia begitu jail kepadanya. Dan bahkan sangat cerewet jika ada hal hal yang berhasil membuatnya khawatir tentang kakaknya itu. Milda adalah orang yang keras kepala, dingin, namun ramah dan banyak bicara jika bersangkut dengan orang terdekatnya.
"Ayo naik, udah gue bukain pintu, dan tongkatnya gue bawain deh.." kata milda sambil membawakan tongkat Audry.
"Gimana hari pertamanya?" kata Milda yang memulai pembicaraan di dalam mobil jazz nya.
" Gimana? Biasa aja tuh, gak ada yang istimewa" jawab Audry dengan tersenyum.πβΊπ
"Eleh..senyum senyum lagi, cerita dong sama gue" sambung milda dengan mata yang berbinang binang.ππ€
"Serius deh"
"Eleh," balas milda dengan mengacak ngacak rambut kakaknya.
"Aduhh..kusut kan rambutku jadinya" jawab Audry dengan wajah yang sedikit cemberut.
"Maaf ya kakakku tersayang" balas Milda sambil mencubit pipi kakaknya itu.
"Oh iya, papah bilang lo udah dapet donor mata tuh" lanjutnya.
"Serius? Beneran? Berarti aku bakal bisa liat dong?" jawab Audry dengan wajah yang begitu gembira.
"Aku harus kasi tau Leona nih soal kabar ini" batinnya dalam hati, dengan perasaan yang bahagia yang pastinya.
##Thanks ya kalian udah setia baca novelku...kalian kasian gak tuh sama si Audry? me too sih sebenarnya.. tapi tenang aja, Audry akan segera bisa lihat kembali kok..heheh πoh iya sosok Leona( Bos RAYHAN) di part ini belum muncul nih, mungkin di part selanjutnya akan muncul.. kira kira bagaimana ya nasib Rayhan nanti pas Leona muncul? penasaran dengan sosok Leona yang asli bagaimana? tetep baca di part selanjutnya ya kawanππππ
Jangan lupa like and komen ya, jika berkenan untuk vote, silakan, dengan senang hati aku terima..ππ