LAURA

LAURA
Episode 35



Laura: "Dion???" panggilnya


Dion: "Laura" dengan mata menatap


Betapa kaget dan terkejutnya Dion yang melihat Laura datang tiba tiba tanpa memberitahunya terlebih dulu


Laura: "Ya ampun muka kamu kenapa? Kok bisa memar semua kayak gini" datang menghampiri dan meraba mukanya


Betapa paniknya Laura melihat seluruh muka kekasihnya babak belur


Dion: "Auuww.. sakit yang, kok kesini nggak bilang bilang dulu?"


Laura: "Maaf nggak sengaja, aku khawatir sama kamu makanya aku kesini, ada apa dengan wajahmu?"


Laura begitu khawatir melihat melihat Dion seperti itu. Rasa cemasnya memburu


Dion: "Tadi aku di rampok, aku berusaha melawan tapi mereka mengkroyokku"


Laura: "Astaga, masih sakit kah? Sudah di obati ? Biar aku obatin"


Dion: "Nggak perlu sayang, tadi sudah di obatin sama kak Rina, oh ya sini aku kenalin sama kakak aku Rina yang baru pulang dari Amerika" ucapnya agar tidak menambah kecurigaan pada Laura


Laura: "Ah baiklah, hallo kak Rina kenalkan aku Laura pacarnya Dion" sapanya menjulurkan tangan penuh senyuman ramah tanpa ada kecurigaan


Rina: "Hallo, gue Rina KAKAKNYA DION, Dion sering cerita lho kalau kamu pacar yang baik" ucapnya yang sedikit bermalasan untuk berkenalan


Laura: "Nggak juga kak, itu terlalu berlebihan"


Mereka bertiga pun berkumpul dan mengobrol sambil menonton tv. Rina mulai jengah karena keberadaan Laura yang mengganggunya untuk berduaan dengan Dion


Rina: "Laura, gue ke kamar duluan ya udah malem ngantuk" ucapnya sedikit ketus


Laura: "Baiklah kak, selamat malam"


Rina pun beranjak pergi dari tempat duduknya dan pergi ke atas menuju kamar Dion namun Laura tak mrnyadarinya. Sedikit keras Rina menutup pintu hingga terdengar di telinga Laura


Laura: "Sayang, sepertinya kakak kamu tidak suka padaku?" Ucapnya dengan tubuhnya memeluk dan menglayut manja


Dion: "Tidak mungkin, itu pasti hanya perasaan kamu aja. Memang dia susah akrab dengan orang baru tapi lama kelamaan pasti kalian akrab" sahutnya


Laura: "Aku harap juga seperti itu, sudah malam sayang aku harus pulang"


Dion: "Aku tak mau menginap disini sayang ?"


Laura: "Tidak aku pulang saja"


Dion: "Baiklah aku antar sampe depan"


Laura: "Iya"


Dion: "Kamu kesini bawa motor sayang, kemana mobilmu?"


Laura: "Iya, sekarang aku lebih suka naik motor lebih cepet" ucapnya


Dion: "Baiklah, aku tidak akan melarangmu sayang"


Laura :"Kamu terbaik sayang"


Dion: "Hati hati di jalan ya Love you Cupp" kecup Dion pada kening Laura


Laura: "Love you too"


Laura pun segera pulang ke rumahnya


Dion: "Sayang kamu sudah tidur?" Menghampiri Rina di kamarnya


Rina: "Hmmm" jawabnya singkat"


Dion: "Ngambek nih, kana ak nggak tau kalau dia bakal kesini"


Rina: "Aku nggak suka dia manja manja sama kamu di depan aku"


Dion: "Nggak akan lagi oke? Jangan ngambek"


Rina: "Janji?"


Dion: "Iya janji, kamu tidur disini ya"


Rina: "Oke"


"Mmmmhhh" desah Rina Dion ******* bibirnya, mereka saling bergantian ******* bibir pasangannya di lingkarkannya tangannya pada leher Dion yang kini Rina duduk di atas pangkuannya


Sesaat di lepasnya ciuman itu untuk mengambil nafas, di angkatnya dagu Rina agar mulutnya sedikit terbuka dan kembali di lumatnya sampai habis


Dengan rakus Dion ******* bibir Rina tak henti henti tangannya merangkul pinggang Rina semakin erat seolah olah tak mengijinkannya pergi. Nafas mereka semakin memburu detak jantung semakin kencang bergerak di rabanya seluruh tubuh Rina tanpa terlewat satu jengkal pun.


"Eeemmmhhh" lenguh Rina di sela sela ciuman mereka hingga tubuh Rina menggeliat. Dion terus meremasnya memberikan sensasi tersendiri bagi tubuh Rina untuk menggeliat


"Eemmmhhh sayaaanggg" lenguhnya


"Tidurlah sudah malam" katanya Dion setelah mengecup kening dan bibir Rina. Akhirnya merekapun tertidur tanpa satu pun pakaian yang menempel di badan mereka yang hanya tertutup selimut.


*ESOK HARI DI CAFE REY"


Rey: "Hay ra, kok kesini sendiri pacarmu kemana?" Tanyanya yang melihat Laura memasuki cafenya


Laura: "Hay rey, iya gue sendiri kesini Dion lagi di kantor, lagi swg aja makanya gue kesini


Rey: "Temen loe juga kemana kok nggak ikut?"


Laura: "Lagi pada urusin buat acara wisuda besuk" ucapnya


Rey: "Oh kalian udan wisuda besuk? Congratulation ya ra buat temen temen loe juga"


Laura: "Oke thank you bro, mabar yukk"


Rey: "Ayokk, hari ini loe bebas pesen apa aja gratis deh buat loe yang mau wisuda"


Laura: "Thank you elo emang temen baik gue" pujinya dengan tertawa


Selain maen game bareng mereka pun juga mengobrol kesana kemari karena udha lama nggak ketemu


Rey: "Terus habis lulus loe mau kemana? Disini atau balik malang atau pergi tempat lain?"


Laura: " Gue juga belum tau rey, kakek sama papah maunya gue ngurus perusahaan di Malang tapi gue ogah banget, males"


Rey: "Itu kan perusahaan keluarga"


Laura; "Iya, tapi kenapa harus gue gitu kan masih ada kakak gue dan yang lain. Gue tuh pengennya buka butik gue sendiri"


Rey: "Kan loe kesayangan mereka"


Laura: "Males gue"


Mereka terus mengobrol hingga lupa waktu, selain Nindy dan Rya yang mengetahui latar belakang gue Rey juga mengetahuinya dan dia ikut menjaga rahasia gue untuk tidak menyebut nama LORENZ disini


*WISUDA*


Dion: "Congratulation sayang, akhirnya pendidikan mu selesai sesuai keinginanmu dan ini untukmu" ucap Dion yang memberikan sebuket bunga dan Goodybag yang cukup mewah dengan isinya sebuah tas bermerk dan sekotak coklat handmade favorite Laura


Laura: "Thank you sayang, kamu terbaik deh makasih ya selama ini udah nemenin aku sampe sekarang dan temenin aku terus ya" Laura pun terharu denga Dion


"CONGRATULATION DEAR" ucap Nindy dan Rya bersamaan mereka bertiga pun saling berpelukan merasakan kebahagiaan ini


Laura :"Selamat juga buat kalian, akhirnya kita bisa lulus bareng setelah drama kuliah yang panjang"


Nindy: " Iya gue nggak nyangka kita bisa bareng kayak gini semoga biaa seterusnya ya"


Rya: "Apalagi gue tambah nggak nyangka tau" serunya.


Gery: "Happy Graduation Rya, Nindy dan Laura" ucapnya yang baru saja datang


Rya: "Kak Gery..." Senengnya karena kedatangan Gery dan reflek meneluknya


Nindy: "Ciie... Main sosor aja nih sama kakak gue" di ledeknya hingga mereka tertawa di balas senyum malu malunya Rya


Gery: "Oh yaa.. nih buat kalian bagi satu satu ya"


"Makasih kak" jawab mereka bersama


Nindy: "Kok Rya dapet bunga aku nggak? Protesnya


Rya: "Iri aja loe sama gue"


Gery: "Nanti kakak belikan bunga tujuh rupa" ledeknya yang mendapat manyun bibir dari adiknya


Nindy: "Apes deh udah nggak dapet bunga nggak ada pasangan pula" ngenesnya


Laura: "Makanya cari pacar dong"


Surya: "Nih bunga buat kamu Nind, selamar ya akhirnya lulus juga" ucap Surya yang tiba tiba datang dari belakang dan memberikan sebuket bunga yang begitu cantik.


Nindy: "Kak Surya ya ampunnn ini buat aku? Makasih banget ya udah dateng buat aku" ucapnya masih nggak yakin


Surya: "Iya itu buat kamu"


Dion: "Gimana kalau kita rayain hari ini?" Ajaknya pada semua


"SETUJU" jawab mereka semua kompak


Hari bahagia ini tidak akan terlupakan bagi mereka semua, terlebih tiga gadis The Angel's. Sebelum mereka pergi untuk merayakannya mereka mengabadikan moment mereka dengan berfoto bersama.


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode