LAURA

LAURA
Episode 28



Candra :”Dasar brengsek kau” ucapnya menghampiri Dion dengan amarahnya dan memukul wajah Dion, membuat semua orang yang ada di café memperhatikannya


“Apa-apaan ini dra” ucap Rey dan yang lain bersamaan melihatnya datang tiba-tiba memukul Dion dengan penuh amarah


Dion :”Maksud loe apa hah main mukul gue sembarangan salah gue apa sama loe?” sambil memegang wajahnya sakit


Candra:”Salah apa loe bilang hah, kemaren gue masih bisa nahan diri dan kali ini nggak akan gue bairin?” mencoba memukulnya kembali namun dengan cepat di tahan oleh Rey dan Bram sedangkan Rizal dan Arga berada membantu Dion


Dion :”Maksud loe apasih gue nggak ngerti tauk, ngomong yang jelas dong jangan asal nonjok orang” ucapnya kesal


Rey :”Udah ndra jangan berantem omongin baik-baik” ucapnya melerai namun sia-sia


Candra :”Loe udah ngerebut Laura dari gue BANGSAT” ucapnya marah


Dion :”APA? Maksud loe apa gue ngerebut Laura dari elu, dia itu pacar gue”


Candra :”Kalau loe nggak datang ke sini dan ngedeketin dia kalian nggak akan pernah pacaran dan dia bakal jadi milik gue”


Dion :”Oh jadi maksud loe yang berhak dapetin Laura itu loe bukan gue gitu” sergapnya


Candra :”PASTILAH” mengucap dengan bangga


Dion :”Ngaca woy, sebelum kita pacaran Laura itu bukan punya siapa-siapa apalagi milik loe dan siapa pun boleh ngedeketin dia selama Laura masih sendiri” menunjuk dengan jarinya


Candra :”DASAR ***. Dia itu milik gue, gue yang lebih dulu kenal dengan dia,gue lebih suka dulu disbanding loe, gue ngerti semua tentang yang dia suka”


Dion :”Tapi loe nggak tau kan apa yang dia benci. Dia BENCI sama loe” kembali Candra memukul Dion hingga jatuh tersungkur.


Laura yang baru saja datang melihatnya langsung berlari menghampirinya diikuti kedua sahabatnya dan segera Laura menarik dan memukul Candra dengan sangat keras membuatnya jatuh kesakitan.


“Bbrrrukkkk” suaranya terdengar keras


Laura :”BANGSAT KAU, apa yang sudah kau perbuat hah” ucapnya penuh amarah


Dion :”Sayang kok kamu bisa disini?” tanyannya tapi hanya diam saja


Laura :”Bangun kamu!” menarik baju menyeretnya hingga bangun


Candra :”Ra kok kamu malah mukul aku sih? Aku nglakuin ini buat kamu ra” ucapnya


Laura :”Apa kamu bilang? Ulangi lagi” pintanya


Candra :”Aku nglakuin ini buat kamu Laura” ucapnya sekali lagi


“PLAAKKK” dengan cepat tangannya melayang mendarat tepat di muka Candra hingga semua terpana atas perilaku Laura kecuali dua sahabatnya yang sudah terbiasa melihatnya berbuat seperti itu. Karena dia akan membela dan melakukan apaun untuk orang yang di sayanginya


Candra :”Kok kamu nampar aku ra?” tangannya memegang pipi yang kesakitan


Laura :”Itu biar kamu sadar dengan apa yang kamu lakuin itu SALAH BESAR!”


Candra :”Tapi ra aku tuh suka sama kamu udah lama dan dia baru datang malah ngerebut kamu dari aku, aku nggak terima ra” jelasnya. Dengan senyum sinis nya Laura segera menjawab


Laura :”Loe pikir gue barang hah yang bisa buat rebutan sana sini dan gue kasih tau sama loe kalau gue nggak suka sama loe dan gue jijik liat loe. Ngerti!” ucapnya kesal dengan nada tinggi. Dion yang ingin berusaha mendekati Laura ingin menenangkannya di larang oleh sahabatnya karena itu akan percuma.


Candra :”Ra dia tuh laki-laki yang nggak baik buat loe, dia nggak pantes buat loe”


Laura :”Itu urusan gue bukan urusan loe nggak berhak ngatur-ngatur hidup gue mendingan loe pergi sekarang juga sebelum gue lebih murka dari ini” perintahnya


Candra :”Tapi ra…” mencoba menyentuh memohon


Laura :”Pergi gue bilang”


Candra :”Ra….”


Laura :”PERGI ***!” teriaknya penuh tekanan.


Candra :”Urusan kita belum selesai” ucapnya pada Dion sebelum pergi meninggalkan


Laura pun jatuh terduduk di lantai tubuhnya terasa lemas tanpa tulang setelah apa yang terjadi. Dion segera memindahkannya di sofa.


Dion :”Sayang kamu nggak papa kan?” Laura hanya diam saja


Rya :”Ra minum dulu nih” Laura meminum air yang diberikan di bantu oleh Dion yang duduk di seblahnya


Laura :”Gue nggak papa kok, Nind tolong ambilin kotak obat ya” Nindy pun keluar mengambilnya


Nindy :”Nih kotak obatnya” segera mereks meninggalkan Dion dan Laura berdua untuk membahas apa yang terjadi


Laura :”Makasih, Sini aku obatin yang luka” mengobati luka Dion di tangan dan ujung bibirnya


Laura :”Tahan bentar jangan cengeng” ketusnya yang sebenarnya kata itu di tujukan pada dirinya sendiri yang sudah sekuat tenaga agar tidak menangis di hadapan kekasihnya


Dion :”Udah ahhh” pintanya


Laura :”ya emang udah selesai”


Dion :”Kamu hebat sayang” ucapnya


Laura :’Soal apa?” menjawab tanpa menoleh membereskan kotak obar


Dion :”Tadi kamu hebat bisa mukul kek gitu, belajar darimana?”


Laura :”Ohh, kakek yang ngajarin”


Dion :”Kok judes gitu sih kenapa?”


Laura :”Kenapa kamu bilang? Ngapain kamu berantem sama dia hah” Dion tau siapa yang di maksudnya


Dion :”Iya aku hutang penjelasan sama kamu, aku jelasin tadi aku cuma nongkrong sama anak-anak kayak biasa yang aku juga udah bilang kan sama kamu tadi. Terus Candra tiba-tiba dateng mukulon aku gitu aja, katanya dia suka sama kamu cuma dia yang pantes buat dapetin kamu yang”


Laura :”Terus kenapa kamu diem aja kenapa kamu nggak bales buat pukul dia” tangisanku mulai pecah dalam pelukan Dion


Dion :”Kan udah kamu pukulin tadi dia sampai jatuh kek gitu” sedikit tawanya


Laura :”Kalau aku nggak dateng kamu nggak akan pukul dia kan” ucapnya terisak


Dion :”Nggak semua masalah harus di selesai kan dengan amarah dan kekerasan yang selama bisa dibicarakan dengan baik” jelasnya


Laura :”Orang kayak dia itu nggak bisa di ajak ngomong baik-baik yang, maksud dia apa coba? Pasti mau ngerusak hubungan kita kan”


Dion :”Udah yang penting kan sekarang kita baik-baik saja kan yang”


Laura :”Tapi kalau sampai dia berulah lagi kamu harus janji buat cepet kasih tau aku ya”


Dion :”Iya aku janji”


Laura pun tertidur dalam pelukan Dion karena lelah dengan isak tangisnya. Dion merebahkannya di sofa dan menyelimutinya


Pukul 23.35


Nindy :”Kak Laura gimana kita harus pulang sekarang udah malem” sahutnya yang melihat Dion keluar sendiri tanpa Laura


Dion :”Dia baik-baik saja sekarang lagi tidur sepertinya kecapekan”


Arga :”Kalian kalau mau pulang biar kita anter aja udah malem”


Rya :”Nggak usah makasih kak soalnya kita kesini bawa motor sendiri-sendiri” keceplosan


Dion :”Apa kalian kesini naik motor? Berarti Laura juga dong?” tanyanya kaget


Nindy :”Iya kak tadi kita buru-buru kesini Laura juga ngotot mau bawa motor aja kita udah nawarin bawa mobil dia nolak nggak mau” jawabnya sedikit ketakutan karena takut Dion marah


Dion :”Ya udah nggak papa kalian pulang aja dulu, biar Laura tidur disini di kamar atas besuk pagi saya antar”


Rya :”Ya udah kalau gitu kita pulang duluan ya” berpamitan


Dion :”Kalian juga bisa bawa mobil saya ini udah malem biar motor nanti saya bawakan ke rumah Laura, gimana?”.


Nindy :”Nggak usah kak nanti ngerepotin”


Rya :”Iya kita naik motor aja biar cepet sampe rumah” timpalnya


Dion :”Ya udah kalian hati-hati di jalan ya”


Arga :”Yakin nih nggak mau di anterin?”


Nindy :”Iya nggak usah kita bisa sendiri kok” mereka pun berjalan keluar


Rya :”Kita balik kerumah Laura aja ya lebih deket”


Nindy :”Okke sipppp” dengan kecepatan penuh mereka melajukan motornya menyusuri jalan hingga ke rumah.


Hay readers jumpa lagi nih sama author. Mau kasih bonus updatenya lebih awal dari biasanya ya hehe. ini adalah update terakhir di tahun 2019 yeee... nggak kerasa kan besuk sudah ganti tahun aja. pasti udah pada punya rencanakan kalian mau kemana nanti malam.. pasti ada yang jalan sama temen, pacar, keluarga, gebetan, mantan pasti ada kan haha kalian yang mana?


Apa sih resolusi kalian buat tahun 2020 nanti ? hmmm apapun itu author doain yang terbaik buat kalian.


See you next time guys & Happy New Years 2020