LAURA

LAURA
Episode 20



Hay hay hay... author balik lagi nih buat update nemenin malem minggu kalian, baik kan aku... ya uyalah.. wkwk. udah yukk langsung baca aja


Sebulan sudah berlalu semenjak mereka berpacaran


“Hmmm… kenapa aku ngerasa sepi ya? Dua cewek itu kemana lagi biasanya suka nongol seenaknya” sahutnya berbicara sendiri


“Pacar juga lagi dinas ke luar kota, apa nih kok banyak kertas gini sih Bi Imah kemana kok nggak di bersihin sih??” Laura melihat selembaran kertas di mejanya


“Hmmm… kayaknya menarik juga nih gue beli ini”


Tttuuuttt… ttuuuutttt… suara sedang menelfon


Laura :”Hallo kak surya apa kabar?” ucap Laura dengan sesorang di sebrang sana


Surya :”Hallo Laura, aku baik apa kabar denganmu tumben telfon ada apa nih?”


Laura :”Baik kak, hehe hanya sedikit mau minta bantuan”


Surya :”Tentu, spa yang bisa aku bantu akan aku lakukan”


Laura :”Apa kakak ada waktu hari ini?”


Surya :”Tentu, datanglah ketempatku akan aku tunggu”


Laura :”Oke thank you kak aku segera kesana”


Surya :”Baiklah” Laura pun mematikan telfonnya dan segera pergi dari rumah


****


Laura :”Nah itu dia orangnya, Kak Surya” panggil Laura pada seorang pria dari kejauhan


Surya :”Hay cantik, akhirnya datang juga aku tungguin dari tadi lho” ucapnya menghampiri Laura


Laura :”Iya nih kak macet tadi di jalan”


Surya :”Ya ampun kasian, kamu kesini sendirian? Temen-temen kamu mana”


Laura :”Iya Kak aku kesini sendiri naik taksi online kalau mereka pada sibuk sendiri nih nggak ada kabar”


Surya :”Tumben biasanya kan nggak terpisahkan” tawanya mengejek


Laura :”Ih apaan sih Kak, udah ahh langsung aja yuk aku nggak sabar nih”


Surya :”Boleh, ayok langsung masuk”


Laura :”Oke”


Surya :”Nah ini bisa kamu pilih sendiri warna dan bentuk yang kamu suka kayak apa atau sesuai kebutuhan kamu ra”


Laura :”Oke kak, aku jadi bingung nih mau pilih yang mana bagus semua”


Surya :”Kira-kira kamu mau warna apa ra?”


Laura :”Aku sih sebenrnya mau full hitam kak tapi kalau yang ini aku nggak suka modelnya”


Surya :”Kalau warna juga bisa di ganti sih ra kita ada fasilitasnya” Laura mengelilingi seluruh area untuk mencari apa yang iya inginkan hingga ia lelah dan akhirnya menemukan apa yang dia cari


Laura :”Kak… Kak surya sini deh” pinta Laura yang ada di depan surya


Surya :”Ada apa ra?”


Laura :”Aku udah nemuin apa yang cocok buat aku kak, aku mau ini” tunjuk Laura pada motor


Surya :”Selera kamu memang nggak pernah salah ra” puji Surya


Laura :”Ih apa sih Kak Surya ini”


Surya :”Bagus tau selera kamu ra, aku kasih tau ya buat kamu kalau barang ini limited edition dan hanya perusahaan kita yang berani jual kalau tidak salah di Indonesia ada tiga yang memilikinya termasuk kamu sekarang”


Laura :”Yang bener Kak, siapa mereka?


Surya :”Kalau nggak salah ingat salah satu cucu pemilik The Lorenz siapa ya namanya?? kamu tau kan Ra mereka siapa di sini”


Laura :”Siapa Kak pemiliknya, ya aku tau mereka keluarga kaya di Indonesia”


Surya :”Hmmmm bentar-bentar aku ingat dulu kalau nggak salah Raka Lorenz ya dia benar dia ra yang membelinya dan yang satu di beli seorang polisi beberpa hari yang laud an ini baranf terakhir”


Laura :”Jika kak Raka membelinya tidak kaget sih dia berbuat seperti ini lalu siapa polisi itu” batin Laura heran sambil melamun


Surya :”Ra kamu jadi beli kan ra kok malah bengong sih”


Laura :”Eh iya kak, jadi kok Emmm kak bisa langsung aku bawa pulang kan aku bayar cash”


Surya :”Tentu aku akan membantumu mengurusnya tapi aku juga heran sekaya apa kamu ini jangan-jangan kamu salah satu cucu keluarga Lorenz haha” tebaknya


Laura :”Hah nggak kak, udah bantu saja aku mengurusnya” Di kota ini tidak ada yang tau bagaimana hubungan Laura dengan keluarga Lorenz kecuali kedua sahabatnya karena Laura tak mau membawa nama Kakeknya apalagi bergantung padanya


Laura :”Oke kak thank you” Surya pun meninggalkan Laura


Surya :”Ra ini semua sudah selesai ini surat-surat yang harus kamu tanda tangani dan ini kuncinya dan ini bonus buat kamu dari aku, kamu bisa bawa pulang sekarang”


Laura :”Ya ampun kak ada bonus segala, makasih ya kak udah bantuin aku” senyumnya


Surya :”Nggak apa, aku yang berterimkasih sama kamu sudah mau membelinya, kalau ada apa-apa kabarin saja ya aku siap bantuin kamu”


Laura :”Siap kak, kalau gitu aku pulang duluan ya. Bye Kak Surya”


Surya :”Bye cantik” Laura pun pergi meninggalkan Surya


****


Laura :”Kalian dimana??” tanya Laura lewat telfon


Nindy :”Baru juga gue mau telfon loe, ini Gue sama Rya mau ke café biasa kita nongkrong loe bisa kan kesana”


Laura :”Oke gue kesana sekarang”


Nindy :”Bye” mematikan telfon


Rya :”Laura ikut?”


Nindy :”Iya, balapan yukk sampe café”


Rya :”Siapa takut”


Mereka pun segera pergi, namun di tengah perjalanan mereka ada yang menghalangi terlihat sesosok pengendara motor mengikuti mereka dari belakang yang kemudian membuat mereka menambah kecepatan hingga pengendara motor berada di depan mereka dan berhenti dengan tiba-tiba dan seketika mereka pun berhenti hampir menabraknya. Kesal dengan kelakuannya itu Nindy dan Rya pun keluar dari mobil hendak mendamprat pengendara motor itu.


Rya :”Siapa sih tuh orang cari gara-gara banget mau mati dia”


Nindy :”Udah samperin langsung aja yuk gedeg gue dari tadi sama dia”


Rya :”Nggak peduli dia mau cewek / cowok gue hajar dia” sambil berjalan menghampiri orang itu


Nindy :”Jangan sombong dulu”


Nindy dan Rya berjalan maju untuk menghampirinya namun justru dia menjalankan motornya kembali mengelilingi Nindy dan Rya ditengahnya. Karena Rya sangat geram dengan kelakuannya segera menghentikannya hampir saja sampai menabraknya sedikit lagi tepat berhenti di depannya.


Rya :”Hey brengsek! Loe mau cari mati ya sama kita hah, maksud loe apa hah ganggu kita?” geramnya


Nindy :”Gedeg banget tau nggak kita sama loe”


Rya :”Turun loe dari motor biar gue hajar loe sini, nggak peduli ya siapa loe gue habisin loe sekarang juga” geramnya dengan penuh amarah


Nindy :”Sabar Ry, Buka tuh helm loe kita pengen liat gimana sih tampang loe yang berani ganggu kita hah”


Rya :”Diem aja nih orang, rasain nih” dengan cepat Rya menyerang pengendara motor itu dan segera di tangkisnya. Nindy pun maju untuk membantu Rya. Mereka pun saling berkelahi adu hantam dengan cepat Nindy dan Rya di pukul mundur olehnya.


Nindy :”Sialan jago juga dia” dengan cepat Nindy maju dengan keahliannya bela dirinya yang tersembunyi mampu mengkunci lawannya hingga tak dapat bergerak lagi meski berusaha


Nindy :”Ry buka helm nih orang penasaran gue siapa dia”


Rya :”Oke” dengan cepat Rya maju menhampiri dan segera membuka helm orang itu


“LAURA” teriak mereka kaget bersamaan. Tak heran memang bagi Nindy dan Rya melihat Laura yang jago bela diri karena sejak kecil Laura sudah di ajarkan oleh kakeknya untuk bisa menjaga diri jika dengan tiba-tiba ada dalam bahaya Laura bisa mengatasinya. Begitu pun juga dengan kedua sahabatnya di tuntut pula untuk bisa belajar bela diri meski tak sehebat Laura


Nindy :”Ngapain loe barusan hah” kesal Nindy


Rya :”Gila loe ra bosan hidup loe”


Laura :”Lepasin gue **** sakit tau” Nindy pun melepas cengkramannya pada Laura


Nindy :”Salah loe sendiri cari masalah sama sahabat sendiri lagi mau habis loe” bentaknya


Laura :”Sory-sory bukan gitu maksud gue”


Rya :”Terus apa?? Hah nggak waras loe”


Nindy :”Bawa motor siapa loe, kakak loe?” tanyanya


Laura :”Motor gue lah, gue masih waras ya” senyum sinisnya


Rya :”Sejak kapan loe punya motor?” meneyelidik


Laura :”Sejak tadi, udah ahh café yukk yang kalah traktir” sahutnya yang langsung merebut helmnya di tangan Rya dan melajukan motornya dengan cepat


Nindy :”Gila nih anak habis cari gara-gara main pergi aja dasar anak setan” kesalnya yang melihat Laura pergi meninggalkan mereka


Rya :”Udah ahh cabut, inget yang kalah traktir” dengan cepat Rya berlari meninggalkan Nindy dan cepat masuk dalam mobilnya pergi


Nindy :”Cewek sialan kalian berani ninggalin gue” dengan cepat Nindy menyusul mereka


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode