
Kadang kita hanya fokus pada air mata kesedihan yang kita alami. Seolah kita manusia yang paling menderita di dunia ini. Lupa kalau kita pernah menyebabkan penderitaan orang lain. Sebab, air mata orang lain jauh lebih pedih dari air mata kita.
Kadang kita hanya fokus pada masalah yang kita hadapi. Seolah olah kita menjadi korban dari masalah terberat yang ada di dunia ini. Lupa kalau pasti ada orang lain yang lebih berat masalahnya dari kita sendiri.
Yah..begitulah manusia, hanya ingat ketika penderitaan datang menghampirinya, merasa paling di korbankan. Lupa kalau dulu kita bisa jadi penyebab penderitaan orang lain. Kita pernah mengorbankan dan menjatuhkan air mata orang lain.
****
Sesampainya di depan gerbang sekolah SMA Granusa, Audry pun melangkah menuju kelasnya dengan bantuan tongkat korneanya sebagai alat penuntunya. Ia pun merasakan keadaan sekolah saat ini masih dalam keadaan sepi. Ia pun melanjutkan langkahnya tulk melewati koridor.
Brruukkk...
"Aduhh..sakitt.." Audry meringis kesakitan lalu memegang lututnya yang terbentur itu.
"Kamu gak apa apa?" Suara laki laki itu yang mampu dia kenal, hal itu tentunya membuat Audry bertanya tanya apakah itu suara Leona?
"Yona? Kamu Yona kan?" katanya dengan wajah penasaran dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Yona?" Rayhan pun berpikir sejenak.
"Audry?" kata Rayhan sambil mengangkat dagu Audry dengan lembut.
"Ini beneran Yona?"
"Audry" Ucap Rayhan sambil memeluk erat Audry.
"Apakah ini Yona? Kenapa dia memelukku erat begini?" batin Audry dalam hati. Dan langsung melepaskan pelukannya dari Rayhan.
"ya ini aku Leona.. Kamu ngapain disini?" sambil memegang pundak Audry
"Aku murid baru disini.. Aku seneng banget bisa ketemu sama kamu lagi☺" balas Audry dengan memegang punggung tangan Rayhan, dan memberikan senyum manisnya tentunya.
"Oh gitu..sini aku antar ke ruang guru. Kamu kan belum tahu kelasmu dimana"
"Heheehe, makasi ya Yona kamu selalu ada untuk aku. Aku gak tahu deh jadinya jika gak ada kamu"
"Aku akan selalu ada untukmu Audry, karna hatiku dari dulu sampai sekarang tetap untukmu dan aku akan jadi matamu untuk melihat dunia ini" Batinnya dalam hati sambil menatap wajah anggun Audry begitu dalam.
"Yon..kamu kok diem sih? Kamu masih disitu kan?"
"Eh..masih kok," jawabnya sambil mengusap sedikit air matanya yang hampir menetes.
"Ayo kita ke ruang guru, keburu bel nanti kalo kita terus terusan disini, heheh" lanjutnya dengan sedikit candaan.
"Iya iya aku deh.." katanya sambil memegang pundak Audry
****
"Ruang kepala sekolahnya ada di atas tuh, jadi biar kamu gak jatuh nanti pas naik aku pegangin ya" Rayhan pun memegang tangan Audry dengan erat.
"Memegang tanganmu yang dingin dan halus ini seperti mimpi, jika ini mimpi aku gak mau bangun biarlah aku larut dalam mimpi ini selamanya" Batinnya lagi dalam hati.
##AUDRY POV##
Hari ini aku begitu beruntung dipertemukan lagi dengan nya, orang yang begitu baik dan mau menerima kekuranganku saat ini. "Leona" orang yang selalu membantu dan selalu ada saat aku susah. Aku tak tahu cara membalas kebaikannya saat ini. Apa dengan menjadi temannya aku bisa membalas kebaikannya? "Ahh..ngomong apa aku ini, aku kan sudah menjadi temannya sekarang. Hmm.."
"Yona? Kamu kenapa?" Detak jantungnya mampu aku dengar ketika dia menggenggam tanganku saat menaiki anak tangga ini.
"Tidak kok..aku tidak kenapa,"
"Kamu sakit? Kok Detak jantungmu...?" kataku kepadanya sambil memeriksa detak jantungnya yang berdetak begitu kencang.
"Ehh..enggak kok" balasnya dan seketika dia melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tanganku dan berpindah memegang pundakku.
Setelah sampai di ruang guru, kami pun berbincang bincang dengan guru muda itu, hingga aku pun mendapat kelas XII IPA 2, tentunya itu berbeda dari Leona. Sedikit kesal sih, tapi mau bagaimana lagi, aku harus menerimanya.
"Yah..kita beda kelas dong Yon" Kataku dengan tampang masam kepadanya.
"Gak apa kok..kan kita bisa ketemu pas jam istirahat. Mukanya jangan ditekuk gitu dong..jelek tau" jawabnya sambil mencubit sedikit pipiku.
"Aduhh..sakit dong Yon..yaudah deh, aku kekelas dulu ya, bye..nanti aku main kekelas kamu deh pas jam istirahat."
Sesampai di kelas, kelasnya masih terasa sepi. Mungkin baru ada 5 orang yang datang dan menduduki bangku yang telah mereka duduki beberapa bulan lalu.
"Eh..lihat deh ada murid baru tuh dikelas kita, mana buta lagi" bisik siswa siswi itu yang mampu aku dengar, namun tak aku hiraukan mereka.
"Hallo...hemm..aku boleh duduk sama kamu gak?" kataku kepada salah satu murid yang baru datang itu.
"Ohh, kenalin namaku Audry, aku murid baru disini" lanjutku sambil memberi jabat tangan untuknya.
"Oh iya, nama gue Meli. Ok deh lo duduk sama gue ya."
#**yey..akhirnya Audry dapet temen baru tuh, semoga aja si Meli sama baiknya ya kayak Rayhan..
#Dan makasi ya kalian udah mau luangin waktu kalian buat baca novelku, semoga kalian gak bosan ya..jangan lupa kasi komen, soalnya komen kalian sangat berarti buat aku😂😘😍🙂☺**