LAURA

LAURA
Episode 22



Sudah 2 bulan berlalu semenjak Dion Laura berpacaran.


Dion :”Sayang aku ke rumah sekarang ya” ucap Dion di seberang telfon


Laura :"Oke aku tunggu yang” jawabnya mematikan telfon. Dion pun dengan cepat melajukan mobilnya


Laura yang melihat mobil Dion datang langsung berlari keluar menghampirinya


Dion :”Hallo sayangg..” sambutnya dengan senyum melebarkan tangan ingin memeluknya. Laura yang lari dari dalam pun menabraknya


Laura :”I miss you sayang..” sambil memeluknya


Dion :”I miss you too, cupp” kecup kening Laura di balas dengan senyumnya yang mendongakkan kepalanya ke atas karena Dion cukup tinggi bagi Laura


Dion :”Pelan-pelan dong larinya nanti kalau jatuh gimana hah?” galaknya


Laura :”Kana da kamu yang nagkap aku yang hehe” kilahnya


Dion :”Iya kalau aku bisa nagkap kalau nggak gimana hayoo?? Dasar”


Laura :”Hehe” tawanya


Dion :”Malah ketawa yukk jalan udah malam nih” ajak Dion yang membuka kan pintu mobilnya


Laura :” Kita mau kemana?” tanya Laura yang sudah berada di dalam mobil bersama Dion


Dion :”Nanti juga tau”


Laura :”Ih kok main rahasia segala sih” kesalnya memalingkan muka ke jalan setelah menatap Dion yang hanya tersenyum


Dion :”Kita udah sampai nih, keluar yuk” merekapun keluar dari mobil


Dion :”Sayang tunggu dong jangan buru-buru”


Laura :”Ada apa sih kan kesini mau makan udah laper nih” kesalnya menghampiri Dion


Dion :”Sini, tutup mata dulu pakai ini”


Laura :”Hah apaan nggak mau ahh? Nanti aku nggak bisa liat jalan”


Dion :”Bisa, aku gandeng kamu pakai ya cantik”


Laura :”Huh ya udah cepet jangan lama-lama aku nggak suka gelap” dengan begitu Dion memakaikan sapu tangan untuk menutup mata Laura.


Mereka berjalan memasuki sebuah restaurant yang cukup mewah dengan suasana yang romantic banyak lilin terpajang disana. Mereka pun sampai pada tempat yang sudah khusus di pesan oleh Dion untuk mala mini.


Dion :”Pelan-pelan jalannya”


Laura :”Kok lama banget sih, kamu mau ngerjain aku ya”


Dion :”Nggak ada sayang, nggak ada niat buruk untukmu, sini duduk pelan-pelan” Dion yang berada di belakannya menuntun untuk duduk


Dion :”Aku buka penutup matanya tapi kamu jangan buka mata dulu ya..” dengan anggukan Dion membuka penutup mata Laura dan Dion segera duduk di hadapannya


Dion :”Oke kamu boleh buka mata sekarang” di buka mata Laura pelan-pelan dan terkejut melihat apa yang ada di hadapannya sungguh indah dan luar biasa. Sekarang Laura dan Dion di satu meja makan yang romantis di iringi lagu Cinta Luar Biasa banyak lilin yang menjadi cahaya mereka dan sinar bulan yang ikut menemani mereka duduk bersama di sudut luar restaurant


Laura ”Astaga ini semua apa yang?” tanya Laura masih terkejut dengan apa yang ia lihat di depannya


Dion :”Ini semua buat kamu sayang, aku mau menghabiskan mala mini hanya berdua bersamamu tanpa ada yang menganggu”


Laura :”Kamu booking 1 restaurat ini?”


Dion :”Iya dong kan biar nggak ada yang ganggu dinner romantis kita” senyumnya. Pelayan pun datang untuk mengantarkan makanannya


Dion :”Gimana kamu suka sama makanannya?” tanya Dion


Laura :”Iya aku suka kok” jawabnya senang setelah selesai makan.


Dion :”Dansa yukk” Dion sambil mengulurkan tangannya


Laura :”Hah dansa? Aku nggak bisa dansa sayang”


Dion :”Nggak papa aku bantu kamu, ayo” Laura pun menerima tawaran Dion berdansa


Dengan iringan musik biola mereka berdansa, tangan Laura yang melingkar di leher Dion sedangkan tangan Dion memeluk pinggang Laura


Laura :”Kamu pinter dansa ya, udah sering?” tanya Laura di sela mereka berdansa


Dion :”Nggak kok ini yang pertama sama kamu” jawabnya senyum


Laura :”You are serious?” Dion menatap Laura serius menganggukan kepalanya. Sejenak Dion menghentikan dansanya


Dion :”I have a gift for you?” Laura dengan muka terheran-heran apa yang akan diberikan pacarnya lagii untuknya. Dion pun mengeluarkan sebuah kotak dan menunjukkan dan membuka kotak itu pada Laura


Laura :”Astaga yang apa ini??”


Dion :”Lha kamu kan bisa lihat sendiri yang ini kalung”


Laura :”Ya ellah.. gagal romantic” kesalnya


Dion :”Hahaha ngambe nih, kamu suka nggak sini aku pakaiin”


Laura :”Suka banget, tapi ini buat apa? Kamu ngelamar aku gitu?” tanyanya


Dion :”Belum sayang, ini hanya hadiah buat kamu suatu hari nanti aku akan melamarmu di depan orang tua kita” senyum Laura terpancar dari wajahnya. Segera Dion memasangkan kalung itu pada leher Laura


Dion :”Cantik, seperti wanita cantik yang memakainya.. cup” seru Dion mengkecup keningnya


Laura :”Makasih sayang I love you”


Dion :”Love you too sayang”


Beberapa saat mereka pun pulang dalam perjalanan


Laura :”Sayang stop deh” ucap Laura tiba-tiba membuatnya ngerem mendadak untuk kendaraan di belakang cukup jauh sehingga tidak terjadi apa-apa dengan mereka


Dion :”Kamu kenapa sih? Ada apa?”


Laura :”Iya berhenti dulu”


Dion :”Ada apa sih? Kok berhenti tiba-tiba”


Laura :”Aku mau martabak manis itu” dengan muka memohon


Dion :”Hah kamu teriak teriak minta berhenti mendadak Cuma karena mau beli martabak itu, kamu tau nggak sih yang ini tuh bahaya aku ngerem mendadak bisa celaka untung aja ini sepi kalau di belakang lagi rame banyak kendaraan gimana yang?”cukup marah Dion karena laura memintanya untuk berhenti mendadak.


Laura yang terlihat takut menundukkan kepala hingga air matanya mulai menggenang ingin keluar. Dion tak pernah semarah ini sebelumnya pada dirinya Dion hanya selalu mengingatkan apa salahnya.


Dion :”Hey sayang, look at me sorry aku sudah marah padamu dan mungkin aku sedikit membentak padamu taoi semua ini aku lakukan karena aku khawatir sama kamu aku takut terjadi apa-apa sama kamu di jalan semua bisa terjadi begitu saja” ucap dion yang memegang lembut pipi Laura dengan kedua tangannya


Laura :”Soryy, aku nggak bermaksud seperti itu” Laura meneteskan air matanya dalam pelukan Dion


Dion :”Oke sayang ini bisa jadi pelajaran buat kamu jangan ulangi lagi ya. Udah jangan nangis. Kamu mau beli martabak rasa apa ayo kita beli” angguk Laura


Laura :”Aku mau full keju” ucaonya dengan suara pelan


Dion :”Oke, hanya satu saja? Kamu nggak mau coklat atau yang lain?”


Laura :”Nggak mau” geleng Laura


Dion :”Ya udah ayo turun kita beli”


Setelah membeli martabak mereka pun melanjutkan perjalanan pulang. Dion tersenyum gemas melihat Laura yang begitu lahap memakan martabaknya sampai tak menghiraukan keberadaan Dion


Dion :”Apakah martabaknya seenak itu sampai kamu mau menghabiskannya sendiri sayang tanpa menawariku?


Laura :”Hehehe, maaf aku terlalu menikmatinya, ini aku supain buka mulut mu…” ucap Laura yang langsung di sambut Dion dengan membuka mulutnya dan menggigit martabak yang di tangan Laura


Dion :”Hmmm ternyata enak sekali pantas kau memintanya seperti orang hamil yang mengidam” ledek Dion dengan ketawa


Laura :”Tidak hanya biasa saja” dengan cepat Laura menutup sisa martabaknya dan meletakkannya


Diperjalanan pulang Laura tertidur di mobil. Setelah sampai Bi Imah membukakan pintu untuk mereka Dion pun menggendong tubuh Laura untuk masuk ke dalam kamar tanpa membangunkannya. Di letakkannya tubuh Laura di atas ranjangnya dan menyelimuti tubuhnya.


Dion :”Cupp.. selamat malam sayang tidurlah nyenyak” Dion pun beranjak pergi tapi tangannya tertahan oleh Laura yang tiba-tiba memegangnya


Laura :”Jangan tinggalkan aku, aku tidak mau sendiri disini aku mohon jangan tinggalkan aku Dion” kaget dengan apa yang di dengar Dion menoleh dan memperhatikan Laura yang telah mengigau


Dion :”Apa yang sedang kamu impikan sayang apa aku meninggalkanmu? Aku harap aku tak sejahat itu” ucap Dion yang dengan mengusap kepala Laura hingga tenang tak mengigau lagi. Setelah dilihatnya tenang Dion pu pergi pulang


*Rumah Dion*


“Huh kenapa tiba-tiba laper udah sampai rumah gini” ucap Dion yang masih berada di dalam mobil karena baru saja sampai


“Lha ini kan martabak yang di beli tadi kok masih banyak bukannya tadi Laura udah makan banyak, ya udah deh aku makan aja daripada di buang nggak kemakan” Dion yang melihat kota martabak masih ada dalam mobilnya segera di ambilnya dan di makan hingga habis


“Enak juga pantes dia minta sampai segitunya”


Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode