
ESOK HARI
Laura : "Kakek sedang apa?" tanyaku yang menuruni tangga dan melihat kakek yang sedang duduk dan membolak balikan lembaran koran
Kakek : "kakek sedang bersantai saja, kemarilah temani kakek yamg sangat merindukanmu"
Laura : "Dengan senang hati kakek tercintaku"
aku pun duduk di samping kakek yang kemudian salah satu pelayan memberikan aku secangkir teh
Laura : "Kakek kenapa masih membaca koran?" tanyaku heran karena sudah sangat jarang orang mau membaca koran
Kakek : "Apa ada yang salah sayang?"
Laura : "Tidak ada kek, aku pikir sudah tidak ada lagi yang mau membaca koran. semua berita sudah masuk ke teknologi yang canggih. ini seperti televisi, hape bahkan internet"
Kakek : "Kalau bukan kita siapa lagi, lalu bagaimana dengan para pekerja?"
Laura : "Maksud kakek?" kakek tersenyum menoleh ke arahku
Kakek : "Begini Rara cantik, jika tidak ada lagi orang yang membaca koran maka tidak ada lagi koran yang akan di cetak bukan? lalu bagaimana dengan para pekerja yang bekerja di percetakan koran / majalah, lalu orang orang yang mengantar koran setiap hari" aku mengangguk memperhatikan beliau
.
Laura : "Mereka akan kehilangan pekerjaan dan harus mencari pekerjaan yang lain" jawabku memotong ucapan kakek
Kakek : "Nah itu kamu tau, tidak mudah mendapat pekerjaan di jaman sekarang sayang sedangkan mereka harus mencari uang untuk menafkahi keluarga dan kebutuhan sehari hari" jelas kakek
Laura : "Kakek benar"
"Laura... kapan kamu pulang kenapa tak menemuiku? hah" ucap seseorang tiba tiba membuatku menoleh ke arah sumber suara
Laura : "MAMAH" teriakku
Mamah : "Kau tak merindukan aku ? tak ingin memelukku?"
Sebenarnya aku heran dengan ucapan mamah yang sekarang ini hingga aku bertanya apa aku sedang bermimpi? yang aku tau ini bukan mimpi. Terlalu senang dengan ucapan mamah barusan membuatku reflek menghampirinya dan memeluknya erat. Aku sangat merindukannya
Laura : "Aku sangat merindukanmu" ucapku hingga tak sadar air mata ini menetes bahagia.
Mamah : "Mamah juga merindukanmu sayang, maafkan mamah selama ini yang selalu tidak adil denganmu. mamah sungguh menyesal" ucapnya sedih
Laura : "Tentu mah, aku akan selalu memaafkanmu sebelum kau memintanya"
Mamah : "Terimakasih sayang"
Kami melepas pelukan dan aku mengajak mamah untuk duduk bersama kakek. Kami mengobrol bersama sungguh bahagia rasanya seperti ini.
Laura : "Papah kemana mah? kok aku nggak melihatnya sejak kemarin"
Mamah : "Papahmu sedang dinas sayang bersama kakakmu"
Kakek : "Rara ada yang ingin kakek peringatkan sama kamu"
Laura : "Apa itu kek?" tanyaku penasaran
Kakek : "Putuslah segera dengan kekasihmu dia tidak baik untungmu" Laura kaget mendengarnya
Laura : "Kakek! apa maksud kakek barusan? tau darimana kakek tentang Dion? Apa kakek selama ini memata mataiku?" marahnya
Kakek : "Maafkan kakek Rara semua yang kakek lakukan ini demi kebaikanmu. Dia tidak baik untukmu ra"
Laura : "Tidak kek, dia sungguh baik padaku selalu ada waktu untukku"
Kakek : "Tidak ra, lelaki itu tidak setia padamu"
Laura : "Cukup kek! kali ini kakek benar benar keterlaluan, kakek mau merusak hubunganku dengan Dion dengan menjelek jelekannya bilang padaku kalau dia punya kekasih lain selain aku supaya aku meninggalkannya. kakek keterlaluan"
Sungguh rasanya aku ingin berteriak dan marah namun aku masih menghormatinga karena kakek yang selalu menjagaku, menjadi panutanku hingga saat ini. namun sekarang sudah mengecewakanku
Mamah : "Tenanglah sayang, mungkin yang kakek bilang benar"
Laura : "Tidak mah, ini pasti rencana kakek agar aku tidak pergi lagi dan jika tidak ada bukti yang akurat berarti ini semua bohong"
Mamah : "Laura tenanglah sayang"
Aku pun berlari ke kamar. air mataku menetes begitu saja. aku tak pecaya apa yang telah di katakan kakek barusan dengan menjelek jelekan kekasihku agar aku tak kembali kesana. Bagaimana aku bisa percaya jika tidak ada bukti atau aku melihatnya sendiri. Seharian aku putusman untuk mengurung di kamar hanya kak Feby dan Mamah yang datang menghampiriku
Tok tok tok
Feby : "Laura ini aku, apa aku boleh masuk?"
Laura : "Masuk saja kak tidak di kunci
Feby masuk ke kamar melihat Laura duduk di pojok jendela menatap ke arah luar tanpa menoleh kearahnya
Feby : "Apa kau tak bosan melihat ke luar sana, kenapa tak pergi ke luar saja?" ucapnya menghampiri
Laura : "Aku tidak mau"
Feby : "Ayolah sayang, kau sudah lama berdiam di kamar ini ayo kita jalan jalan keluar bersama menikmati waktu yang ada"
Laura : "Aku tidak mau kak, aku malas" ucapnya tanpa menggubris
Feby : "Ayo kita keluar apapun yang kamu minta kakak akan penuhi"
Laura : "Sungguh? kakak akan mengabulkan semua keinginanku?"
Feby : "Ya apapun yang kau mau"
Laura : "Oke, aku punya dua syarat untuk kakak"
Feby : "Apa itu? sebutkanlah" pintanya
Laura : "Yang pertama kita akan keliling kota ini dengan mobil sport kuning kesayangan kakak tapi aku yang menyetir bagaimana?" senyumny mengatakan permintaannya pada kakaknya
Feby : "Apa kau bercanda rara?" ucapnya kaget
Laura : "Tentu tidak" ucapnya dengan menggelemg kepala
Feby : "Baiklah, apa syarat kedua?"
Laura : "Akan segera aku beritahu setelah kita selesaikan hari ini"
Feby : "Baiklah, cepat siap siap jangan lupa dandan yang cantik"
Laura : "Siapa takut" ucapnya
Laura pun langsung bersiap siap dan mereka segera pergi mengelilingi kota Malang hingga malam
Kakek : "Mau kemana kalian?" ucap kakek melihat Feby dan Laura
Feby : "Kita mau jalan jalan kek keliling kota kasian Rara hanya di kamar terus"
Kakek : "Baiklah hati hati kalian di jalan, cepat pulang"
Feby : "Kakek ini apaan sih pergi saja belum sudah di suruh pulang. Ayo ra kita pergi" jawabnya kesal yang kemudian pergi menarik tangan Laura agar mengikutinya
Aku hanya diam mengikuti langkah kakiku berjalan. bahkan aku tak sedikit pun menoleh ke arah kakek aku masih kecewa padanya
Laura : "Are you ready kak?" tanyanya di dalam mobil
Feby : "Yes, ayo kita jalan" ucapnya semangat kedua gadis itu. Laura menjalankan mobilnya dengan cepat mengelilingi Kota Malang kota kelahirannya
Di pinggir jalan
Laura : "Kak kita beli cilok yuk aku pengen nih" ajaknya
Feby : "Hah kamu yakin mau beli itu? itu kan nggal sehat di pinggir jalan lagi" menjawab dengan terheran heran
Laura : "Nggak tiap hari nggak masalah kak. tenang aja enak kok pasti ketagihan deh"
Feby : "Kalau sampai kalak sakit perut kamu harus tanggung jawab merawat kakak sampe sembut total ya. Ya udah terserah kamu deh" ucapnya pasrah
Laura :"Aku siap tanggung jawab kok kak" ucapnya dengan cengengesan
Jangan lupa vote, like dan coment kalian biar bisa tambah semangat buat update episode selanjutnya. Thank you see you next episode